Kaskus

News

Kategori

Pengaturan

Mode Malambeta
Gambar

Lainnya

Tentang KASKUS

Syarat & Ketentuan

Kebijakan Privasi

Pusat Bantuan

Hubungi Kami

KASKUS Plus

© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved

mnotorious19150Avatar border
TS
mnotorious19150
Jokowi Ungkap Alasan Utama Bangun LRT hingga Kereta Cepat!
Jokowi Ungkap Alasan Utama Bangun LRT hingga Kereta Cepat!

Jakarta -

Presiden Joko Widodo (Jokowi) buka-bukaan terkait alasan transportasi massal seperti MRT, LRT, hingga Kereta Cepat dibangun. Hal ini disampaikan Jokowi dalam pengarahan kepada Kepala Daerah seluruh Indonesia di Ibu Kota Nusantara (IKN), Kalimantan Timur.

Menurut Jokowi pembangunan tersebut perlu dilakukan demi mencegah potensi kerugian besar dari kemacetan.

"Kalau nggak ada LRT, MRT, Kereta Cepat, kita kehilangan tiap tahun karena kemacetan Rp 65 triliun, kalau Jabodetabek mungkin di atas Rp 100 triliun. Pilih mana? Beli LRT, MRT, atau uangnya hilang karena kemacetan?," kata Jokowi dikutip dari YoTube Sekretariat Presiden, Selasa (13/8/2024).

Menurut Jokowi setiap kepala daerah harus mulai memikirkan bagaimana membuat transportasi massal yang berbasis energi hijau seperti listrik maupun gas. Hal ini seperti transportasi massal MRT, LRT, dan kereta cepat untuk mengurangi kemacetan maupun menekan polusi.

Para kepala daerah juga mesti mencoba kalkulasi dari sekarang soal transportasi massal. Namun Jokowi memperingatkan, pengadaan sarana transportasi massal tersebut di daerah harus siap dengan anggaran yang besar.

Jokowi pun merincikan, pembangunan MRT per kilometer saat ini membutuhkan biaya Rp 2,3 triliun, dengan biaya operasional Rp 800 miliar setiap tahunnya. Menurut perhitungannya, apabila semua jalur selesai maka APBD yang harus dikeluarkan mencapai Rp4 triliun per tahunnya.

Lalu, biaya pembangunan LRT mencapai Rp 700 miliar per km dan kereta cepat Rp 780 miliar per km. Sedangkan untuk Autonomous Rail Transit (ART) yang sudah diuji coba di IKN lebih murah, seharga Rp 74 miliar untuk satu unit yang berisi tiga gerbong dengan biaya operasional Rp 500 juta perbulannya.

"Hitungannya hati-hati, mungkin bisa bangun tapi operasional nggak kecil. Apa APBD siap?," ujar Jokowi.

"Kalau apapun yang namanya MRT, LRT, kereta cepat, semuanya itu rugi. Artinya harus ada PSO (Public Service Obligation/subsidi), APBD harus siap meng-cover biaya operasional," sambungnya.

detik.com

Quote:
Diubah oleh mnotorious19150 15-08-2024 12:52
itkgidAvatar border
odjay05Avatar border
aldonisticAvatar border
aldonistic dan 6 lainnya memberi reputasi
7
486
54
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
Berita dan Politik
KASKUS Official
693.4KThread57.9KAnggota
Tampilkan semua post
Jalan CintaAvatar border
Jalan Cinta
#14
Lu pikir semua orang bodoh ya. Gw lebih percaya itung2an ignasius Jonan yg nolak kereta cepat. Udah jelas track record sukses di Citibank, sukses bikin kai untung, bertransformasi jadi perusahaan profesional, rapi, bersih. Daripada itung2an "duitnya ada" "September meroket" "11 ribu triliun dikantong saya".
Diubah oleh Jalan Cinta 14-08-2024 05:56
mnotorious19150
agusdwikarna
BALI999
BALI999 dan 7 lainnya memberi reputasi
8
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.