- Beranda
- The Lounge
Bukan Disembunyikan, Ini Penjelasan JNE Terkait Sembako Bansos yang Terkubur 2 Tahun
...
TS
masnukho
Bukan Disembunyikan, Ini Penjelasan JNE Terkait Sembako Bansos yang Terkubur 2 Tahun

Sempat menghebohkan media sosial atas temuan Bansos sembako dari Presiden dikubur selama 2 tahun, ini penjelasan pihak JNE
Media sosial tengah dihebohkan dengan beredarnya sebuah video penemuan sembako bansos yang dikubur di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat.
Dikabarkan ditemukan satu kontainer sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu, dikubur di tempat tersebut sejak 2 tahun lalu yaitu di tahun 2020.
Adapun penemuan sembako bansos Presiden yang telah terkubur selama dua tahun tersebut yaitu setelah seoranb warga bernama Rudi Samin mendapatkan informasi dari salah satu karyawan JNE yang mengatakan adanya sembako satu kontainer yang dikubur di Lapangan KSU tepatnya di seberang Gudang JNE Depok.
Banyak anggapan dan dugaan muncul dari warganet terkait temuan sembako bansos yang terkubur selama 2 tahun tersebut GanSis. Mulai dari dugaan menyembunyikan barang bukti korupsi, dan dugaan-dugaan lainnya.
Tidak ingin masalah berlarut dan muncul dugaan yang semakin liar, pihak JNE pun memberikan klarifikasi terkait temuan sembako yang dikubur selama dua tahun tersebut.
Berdasarkan penjelasan dari Head of Media Relation Departement JNE yaitu Kurnia Nugraha, dia menjelaskan dengan tegas bahwa pihak JNE tidak melakukan penimbunan sembako.
Pihak perwakilan JNE juga menjelaskan bahwa mereka tidak melanggar aturan apapun karena telah bekerja sesuai SOP dan sudah mengikuti standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang sudah disepakati dari kedua belah pihak.
Dengan adanya kejadian ini, pihak JNE juga berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur hukum yang berlaku jika itu diperlukan.
Dikabarkan ditemukan satu kontainer sembako berisi beras, gula, minyak goreng, dan tepung terigu, dikubur di tempat tersebut sejak 2 tahun lalu yaitu di tahun 2020.
Adapun penemuan sembako bansos Presiden yang telah terkubur selama dua tahun tersebut yaitu setelah seoranb warga bernama Rudi Samin mendapatkan informasi dari salah satu karyawan JNE yang mengatakan adanya sembako satu kontainer yang dikubur di Lapangan KSU tepatnya di seberang Gudang JNE Depok.
Banyak anggapan dan dugaan muncul dari warganet terkait temuan sembako bansos yang terkubur selama 2 tahun tersebut GanSis. Mulai dari dugaan menyembunyikan barang bukti korupsi, dan dugaan-dugaan lainnya.
Tidak ingin masalah berlarut dan muncul dugaan yang semakin liar, pihak JNE pun memberikan klarifikasi terkait temuan sembako yang dikubur selama dua tahun tersebut.
Berdasarkan penjelasan dari Head of Media Relation Departement JNE yaitu Kurnia Nugraha, dia menjelaskan dengan tegas bahwa pihak JNE tidak melakukan penimbunan sembako.
Pihak perwakilan JNE juga menjelaskan bahwa mereka tidak melanggar aturan apapun karena telah bekerja sesuai SOP dan sudah mengikuti standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang sudah disepakati dari kedua belah pihak.
Dengan adanya kejadian ini, pihak JNE juga berkomitmen untuk mengikuti segala prosedur hukum yang berlaku jika itu diperlukan.

Jika mendengar atau membaca penjelasan dari pihak JNE terkait sembako yang dikubur di Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Depok, Jawa Barat tersebut tentu secara tidak langsung dijelaskan bahwa sembako bansos Presiden yang dikubur adalah sembako yang sudah rusak atau tidak layak GanSis.
Dugaan warganet terkait alasan dikuburkannya sembako bansos Presiden yang dikaitkan dengan kasus korupsi belum benar-benar terbukti karena sejauh ini kasus temuan sembako bansos Presiden yang dikubur tersebut masih diselidiki oleh pihak Kepolisian.
Tentu atas dugaan-dugaan yang muncul di media sosial terhadap temuan sembako bansos Presiden yang dikubur tersebut tidak salah GanSis, karena memang jumlah sembako yang dikubur tidak sedikit dan waktu dikuburnya sembako diperkirakan saat momen kasus pandemi Covid-19 melonjak tinggi di tahun 2020 yang lalu.
Harapan dari warganet pun juga berdatangan, pastinya untuk mengusut tuntas temuan sembako bansos Presiden yang dikuburkan dengan alasan yang belum jelas sampai saat ini.
Dugaan warganet terkait alasan dikuburkannya sembako bansos Presiden yang dikaitkan dengan kasus korupsi belum benar-benar terbukti karena sejauh ini kasus temuan sembako bansos Presiden yang dikubur tersebut masih diselidiki oleh pihak Kepolisian.
Tentu atas dugaan-dugaan yang muncul di media sosial terhadap temuan sembako bansos Presiden yang dikubur tersebut tidak salah GanSis, karena memang jumlah sembako yang dikubur tidak sedikit dan waktu dikuburnya sembako diperkirakan saat momen kasus pandemi Covid-19 melonjak tinggi di tahun 2020 yang lalu.
Harapan dari warganet pun juga berdatangan, pastinya untuk mengusut tuntas temuan sembako bansos Presiden yang dikuburkan dengan alasan yang belum jelas sampai saat ini.

Pengawalan pengungkapan kasus seperti temuan sembako bansos Presiden ini memang peran dari masyarakat GanSis, karena memang tugas masyarakat adalah memastikan hak dan kewajiban semua warga negara Indonesia terpenuhi apa lagi untuk bansos yang sejatinya memang diperuntukkan bagi orang-orang yang membutuhkan alias tidak mampu.
Mudah-mudahan motif dan alasan kenapa sembako bansos Presiden tersebut dikubur di lapangan KSU Depok segera terungkap, dan mengobati rasa penasaran masyarakat terkait temuan tersebut.
Apakah benar temuan bansos Presiden yang dikubur berkaitan dengan penghilangan jejak kasus korupsi, atau memang benar-benar karena sembako tersebut sudah tidak layak untuk didistribusikan?
Kita tunggu jawaban yang pasti dari Pemerintahan terkait.
Mudah-mudahan motif dan alasan kenapa sembako bansos Presiden tersebut dikubur di lapangan KSU Depok segera terungkap, dan mengobati rasa penasaran masyarakat terkait temuan tersebut.
Apakah benar temuan bansos Presiden yang dikubur berkaitan dengan penghilangan jejak kasus korupsi, atau memang benar-benar karena sembako tersebut sudah tidak layak untuk didistribusikan?
Kita tunggu jawaban yang pasti dari Pemerintahan terkait.
Konten Sensitif
kinoichi dan 10 lainnya memberi reputasi
11
5.4K
63
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
The Lounge
1.3MThread•106.8KAnggota
Tampilkan semua post
albert.123.456
#5
Tambahan informasi:
Menurut Tribunnews.com 1 Agustus 2022, Kurang lebih satu kontainer berisi beras, tepung terigu, minyak goreng, hingga telur ini ditemukan terkubur di kawasan Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (29/7/2022) lalu dengan kedalaman tiga meter . Lahan tersebut biasanya digunakan untuk parkir oleh perusahaan jasa pengiriman logistik, JNE Express. Sembako yang ditemukan terdapat tulisan bantuan presiden yang dikoordinir Kemensos (Kementerian Sosial). Dari tulisan yang tertera, kata Rudi Samin, bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, NTT dan lain sebagainya. Informasi yang diperoleh beberapa tumpukan juga tertulis bantuan presiden yang dikoordinir oleh Kementerian Sosial untuk bantuan tahun 2020.
Kronologi penemuannya, seorang karyawan jasa JNE memberitahu Rudi bahwa ada penimbunan sembako di Lapangan KSU yang merupakan miliknya. Setelah mendapatkan laporan, Rudi mencari dengan menggunakan beko (excavator) selama 3 hari dan akhirnya didapatkan pada Jumat kemarin, 29 Juli 2022. Setelah itu Rudi, pemilik lapangan KSU beserta Camat Sukmajaya, Ferry Wibowo kaget atas penemuan itu karena didekat situ biasanya lurah atau warga itu ada aktivitas disitu. Ngga perlu suudzon gan, siapa tahu warga sama lurahnya kena COVID-19 sehingga indera penciumannya rusak permanen. Kemudian polres datang mengecek hari Sabtu, tgl 30 Juli 2022. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi.
Head of Media Relation Departement JNE, Kurnia Nugraha, menegaksan bahwa pihaknya tidak melakukan penimbunan sembako. "Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," jelasnya
Kita tunggu saja proses hukumnya. Miris kalau sampai ada kadrun simpatisan menggiring opini dgn mengatakan ini adalah sandiwara, pengalihan isu ataupun konspirasi pemerintah karena hati nuraninya sudah mati tertutup benci padahal ini bantuan buat rakyat jelata.
Dari dulu bukannya JNE sudah terkenal kadrun dan anti owi? Ko malah bisa mendapatkan tugas penyaluran bantuan. Kenapa tidak Pos Indonesia saja yg ditugaskan.


Sumber:
https://www.tribunnews.com/metropoli...n-jne?page=all
Menurut Tribunnews.com 1 Agustus 2022, Kurang lebih satu kontainer berisi beras, tepung terigu, minyak goreng, hingga telur ini ditemukan terkubur di kawasan Lapangan KSU, Tirtajaya, Sukmajaya, Kota Depok, pada Jumat (29/7/2022) lalu dengan kedalaman tiga meter . Lahan tersebut biasanya digunakan untuk parkir oleh perusahaan jasa pengiriman logistik, JNE Express. Sembako yang ditemukan terdapat tulisan bantuan presiden yang dikoordinir Kemensos (Kementerian Sosial). Dari tulisan yang tertera, kata Rudi Samin, bantuan tersebut ditujukan untuk masyarakat luar Pulau Jawa, seperti Sumatera, Kalimantan, NTT dan lain sebagainya. Informasi yang diperoleh beberapa tumpukan juga tertulis bantuan presiden yang dikoordinir oleh Kementerian Sosial untuk bantuan tahun 2020.
Kronologi penemuannya, seorang karyawan jasa JNE memberitahu Rudi bahwa ada penimbunan sembako di Lapangan KSU yang merupakan miliknya. Setelah mendapatkan laporan, Rudi mencari dengan menggunakan beko (excavator) selama 3 hari dan akhirnya didapatkan pada Jumat kemarin, 29 Juli 2022. Setelah itu Rudi, pemilik lapangan KSU beserta Camat Sukmajaya, Ferry Wibowo kaget atas penemuan itu karena didekat situ biasanya lurah atau warga itu ada aktivitas disitu. Ngga perlu suudzon gan, siapa tahu warga sama lurahnya kena COVID-19 sehingga indera penciumannya rusak permanen. Kemudian polres datang mengecek hari Sabtu, tgl 30 Juli 2022. Saat ini lokasi sudah dipasang garis polisi.
Head of Media Relation Departement JNE, Kurnia Nugraha, menegaksan bahwa pihaknya tidak melakukan penimbunan sembako. "Kami sudah melalui proses standar operasional penanganan barang yang rusak sesuai dengan perjanjian kerjasama yang telah disepakati dari kedua belah pihak," jelasnya
Kita tunggu saja proses hukumnya. Miris kalau sampai ada kadrun simpatisan menggiring opini dgn mengatakan ini adalah sandiwara, pengalihan isu ataupun konspirasi pemerintah karena hati nuraninya sudah mati tertutup benci padahal ini bantuan buat rakyat jelata.
Dari dulu bukannya JNE sudah terkenal kadrun dan anti owi? Ko malah bisa mendapatkan tugas penyaluran bantuan. Kenapa tidak Pos Indonesia saja yg ditugaskan.


Sumber:
https://www.tribunnews.com/metropoli...n-jne?page=all
mancitybest dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Tutup