Entertainment
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
509
Lapor Hansip
30-06-2022 12:49

Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?

Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?

Film Satria Dewa: Gatot Kaca disebut merugi setelah hanya mendapatkan sekitar dua ratus ribuan penonton. Padahal film superhero Indonesia sebelumnya yaitu Gundala, berhasil mendapatkan sekitar 1,7 juta penonton berkat promosi yang cukup baik. Tapi film Gatot Kaca ini merugi dan tidak sesuao yang diharapkan. Penyebabnya adalah promosi yang kurang jor-joran dan juga karena citra sutradara Hanung Bramantyo yang identik dengan film-film drama. Sedangkan Gundala selain promosinya cukup masif, juga karena penonton begitu penasaran dengan hasilnya dan film tersebut digarap oleh Joko Anwar yang merupakan sutradara dengan track record yang cukup mengkilap.

Film Gatot Kaca yang dibintangi oleh Rizky Nazar itu bahkan kalah oleh Ngeri-Ngeri Sedap yang budgetnya lebih murah. Drama komedi besutan Bene Dion itu mendapatkan sekitar dua juta penonton.


Sama seperti Gubdala, Gatot Kaca juga dapat ulasan yang beragam dari negatif sampai positif namun kebanyakan memang berpendapat kalau film ini kurang memuaskan.


Kelanjutan Film Superhero Indonesia
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Dengan meruginya Gatot Kaca, maka membuat Satria Dewa Studios yang berencana membuat universe Satria Dewa rupanya harus berpikir dua kali karena film pertamanya saja tidak mendapatkan keuntungan. Marvel Studios saja menggantungkan nasibnya pada film Iron Man pertama yang ternyata berhasil.

Sementara untuk Bumilangit Studio yang berencana membangun Jagat Sinema Bumilangit tak ada perkembangan berarti setelah film Gundala dirilis tiga tahun yang lalu. Kemungkinan syuting-syutingnya sempat terkendala pandemi namun sampai sekarang belum ada kabar lagi tentang proyek ini ke depannya.

Padahal, pada 2019 Bumilangit sudah mengumumkan akan membuat beberapa film sampai para cast papan atas yang akan ikut terlibat.

Dengan gagalnya Gatot Kaca di pasaran, mungkinkah Bumilangit akan berkaca dan berpikir dua kali untuk melanjutkan proyek ini?

Karena kita tahu genre superhero ini memang sulit dibuat oleh industri film Indonesia. Selain penontonnya yang menginginkan setara Marvel, budget dan kemampuan para sineas kita untuk membuat film superhero itu belum ada yang benar-benar bisa memuaskan.

Di sisi lain kita bosan dengan horor dan komedi, tapi di sisi lain kita sering kali tak puas dengan film action karena tak sesuai ekspektasi. Ujung-ujungnya para sineas tanah air malas bikin film superhero dan action dan kembali nyaman bikin film-film drama yang mampu mendulang rupiah.

Wiro Sableng 2018, Untung Tapi...
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Film yang dibintangi oleh Vino Bastian ini pada 2018 cukup sukses dengan mendatangkan 1,5 juta penonton walaupun dapat ulasan beragam. Akan tetapi walaupun di endingnya menunjukan akan ada sekuel, tapi sampai sekarang belum ada kabarnya lagi.

Kemungkinan pihak studio merasa kalau membuat sekuelnya, nanti bakalan rugi karena bisa saja film pertamanya tidak sesuai target. Bisa saja target minimalnya adalah 3 juta penonton. Walaupun tidak merugi, pihak studio kapok bikin lagi karena biasanya bikin sekuel yang bagus itu sulit.

Hanya Setara Rafathar
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
Di laman filmindonesia.or.id, Gatot Kaca hanya mendapatkan 186 ribu penonton. Jumlah ini bahkan lebih sedikit dari film Rafathar yang beberapa tahun lalu menjadi bahan caci maki dan cemoohan netizen karena filmnya yang luar biasa bagus.

Para petinggu Bumilangit Studio tentu saja mengetahui hal ini sekalipun Satra Dewa Studio adalah kompetitor mereka. Mereka bisa saja menjadikan ini sebagai bahan pertimbangan kalau ke depannya pasar film superhero Indonesia tidaklah menjanjikan.

Ya, mudah-mudahan saja Bumilangit tidak ketar-ketir melihat ini dan tetap melanjutkan proyeknya, mereka bisa melihat kesalahan apa yang dilakukan oleh Satria Dewa Universe sehingga bisa belajar dari itu dan Bumilangit tidak melakukan kesalahan yang sama seperti Satria Dewa. emoticon-Big Grin

Referensi
profile-picture
memberi reputasi
39
Masuk untuk memberikan balasan
movies
Movies
7.3K Anggota • 18.6K Threads
Film Gatot Kaca Merugi Setara Rafathar, Sineas Indonesia Kapok Bikin Superhero?
30-06-2022 14:41
Kenapa ngga fokus ke film action yg bertumpu ke bela diri aja? Kan aktor2 beladiri kita dah banyak yg matang?

Garap satu genre itu saja dgn serius.

Eksplorasi dr berbagai sudut, mulai dr sisi cerita, drama, sampai koreografi dqn aksi stuntmannya.

Selalu hadirkan yg wah di tiap filmnya. Supaya antusiasme penonton nggak turun dan selalu menunggu2 tiap ada film baru yg keluar.


emoticon-Nyepi
profile-picture
XXXID memberi reputasi
14 0
14
profile picture
kaskus addict
30-06-2022 15:28
bener setuju.. itu the raid 1 2 laris manis sampe d puji setengah mati sama 1 dunia. Dunia internasional selama ini cm berpaku sama koreografi battle kaya mortal kombat gt, sekalinya liat koreo wild kaya di the raid langsung byk yg standing ovation
7
profile picture
kaskus addict
30-06-2022 15:35
apaan... film action beli diri lokal sama aja banyak yg flop.. yg sukses ya cuman The Raid .. emoticon-Embarrassment

Sudah ada trid yg bahas kek gini.. emoticon-Embarrassment
3
profile picture
kaskus freak
30-06-2022 16:13
@bocah..ababil
Justru itu, berarti menggarapnya kurang bener.

Dengan lakunya The Raid, berarti potensi sudah terbukti ada. Tinggal bagaimana orang-orang di dunia perfilman sekarang mengolahnya.

Daripada fokus ke film superhero yang butuh CGI, dsb; menurut ane ya eksplore lebih dalam film action/laga yang bertumpu pada bela diri tradisional kita.

Hongkong aja bisa gede perfilmannya dengan mengubek2 tema kungfu, triad, dkk.
2
profile picture
kaskus geek
30-06-2022 16:55
Wiro Sableng itu masuk ke film beladiri bukan? Soalnya basic cerita bikinan Bastian Tito kan cerita silat.
1
profile picture
kaskus maniac
30-06-2022 17:45


bikin film cerita tawuran antar sekolah / kampung aja. lebih dekat dgn keseharian masyarakat. siapa tau bisa kayak crows series emoticon-Big Grin
2
profile picture
kaskus addict
30-06-2022 18:08
udah pernah ada bro yang judulnya pendekar tongkat emas tapi flop padahal produksinya bagus
3
profile picture
kaskus geek
30-06-2022 18:49
Dan aktor bela diri yg disini sudah punya nama di holiwut


Sampe2 joe tanpa casting untuk sub zero
Keren pasrah
2
profile picture
kaskus freak
30-06-2022 19:34
@Gailham masuklah ...
0
profile picture
kaskus freak
30-06-2022 19:34
@amatir91 bisa juga, apa ajalah idenya kan bisa mcm2. Tinggal gmn garapnya.
0
profile picture
kaskus freak
30-06-2022 19:38
@mbarutox ya mestinya kl flop sekali kan bukan berarti trs nyerah. Kl genre itu mmg ga ada potensinya, buktinya the raid bisa berhasil, iya kan?

Nah skrg ya gmn mereka yg dunianya di perfilman menganalisa, memperbaiki dan trs berkreasi.

Berarti film superhero yg flop jg gitu dong konsepnya. Ya betul.

Trs napa ente nyaranin action? Krn superhero udah ada marvel ama DC. Mau saingan ama mereka? Sekreatif2nya kita bikin superhero, krn nyomot idenya dr yg dua itu, ujung2nya bakalan ga terasa originalitasnya.

Beda dgn bela diri, apalagi kl yg dieksplorasi bela diri tradisional kita sendiri.

Kalau sampai udah eksplor tradisi sendiri, tapi kalah original ama orang luar, ya kebangetan jg kan?
2
profile picture
kaskuser
01-07-2022 00:35
iye bener, the raid laku banget
emoticon-Jempol
1
profile picture
01-07-2022 08:03
Kayaknya faktor sutradara berperan besar banget. The raid kemungkinan sukses karena peran Gareth Evans. Ane setuju soal eksplorasi genre beladiri. Tapi sutradaranya harus top quality. Karena di film byk banget sisi yg harus di konsep. Penulisan cerita, dialog, acting, kostum, background, musik, sinematografi, koreografi, lighting dll. Ribet dan kompleks. Bagus disatu sisi tapi sisi lain jeblok jadi gak maksimal. Semoga suatu saat bisa nonton film saur sepuh atau tutur tinular dengan in kualitas produksi setara the raid
1
profile picture
kaskus freak
01-07-2022 08:17
@jayalah.negriku
Butuh sutradara2 yg expert di genre martial art.
emoticon-Perancisemoticon-Perancisemoticon-Perancis
Juga penulis2 cerita genre martial art yg mumpuni.
emoticon-Perancisemoticon-Perancisemoticon-Perancis
Ane benernya suka nulis cersil, cmn ndak laku
emoticon-Bingung

Akhirnya kentang
emoticon-Ngakakemoticon-Ngakakemoticon-Ngakak
0
profile picture
01-07-2022 08:36
Cerita bales dendam ya gan? Anak kecil seluruh keluarganya dibantai, trus dia doank yg selamet krn di selametin ahli silat sakti mandraguna yg suka menyendiri di pegunungan. Di angkat murid trus pas udah gede dan udah sakti bales dendam... 😂
0
profile picture
kaskus freak
01-07-2022 09:02
@jayalah.negriku
Kereen, buruan ditulis Gan
emoticon-Perancisemoticon-Perancisemoticon-Perancis
0
profile picture
kaskus addict
01-07-2022 11:09
@mbarutox @lonelylontong atau gak, kenapa gak bikin film superhero semi misteri & horor aja? kayak film nya si Bruce willis lupa judulnya apa. yg ceritanya seumur dia hidup gak pernah dia kena sakit.
cocok tuh klo mau bikin kyk gitu sutradaranya si Joko anwar.
klo mau rada triller si Timo brothers

kayaknya film kita lebih cocok genre horor, triller, misteri + drama deh. harusnya gabungin aja disitu.
0
profile picture
kaskus freak
01-07-2022 11:25
@mbarutox @kepalaember

Ya gitu deh, gali2 aja dari sisi cerita. Cmn "superhero"nya kl bisa jangan ikut2an Marvel dan DC. Cari sisi lain buat ditonjolkan.

Jgn sampai tokoh hero di film kita, ada bandingannya dgn tokoh hero yg sudah ada di marvel atau DC, karena ntar jadinya kerasa kurang.
0
profile picture
kaskus addict
04-07-2022 09:33
@ramseyblake iya, pas ane liat sutrada ternyata dari luar. Yah ane kira udah ada kemajuan
0
profile picture
kaskus maniac
06-07-2022 10:30
fim beladiri butuh banyak scene dan efek. belom termasuk CGI. mahal lah.

sebisa mungkin sih yang murah, tapi menghasilkan banyak uang. klo cuma sekedar drama kan, hemat biaya. tinggal setting cahaya dan kostum. cocok buat sutradara indonesia yang males males dan pelit
0
profile picture
kaskus maniac
06-07-2022 10:33
itu boring banget om, apalagi ending triloginya.
tapi yaa, bahkan bikin film sekelas itu pun indonesia belum bisa. @kepalaember

buat apa bikin film berbiaya besar yang membutuhkan banyak tenaga dan sumber daya. klo shitnetron retjeh berbiaya rendah aja masih laku ya nggak?
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 25 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia