- Beranda
- Berita dan Politik
BNPT: Khilafatul Muslimin Sama Bahayanya Dengan HTI, NII, Bahkan ISIS
...
TS
dragonroar
BNPT: Khilafatul Muslimin Sama Bahayanya Dengan HTI, NII, Bahkan ISIS
BNPT: Khilafatul Muslimin Sama Bahayanya Dengan HTI, NII, Bahkan ISIS
Selasa, 31 Mei 2022 12:30 WIB
BNPT: Khilafatul Muslimin Sama Bahayanya Dengan HTI, NII, Bahkan ISIS (Dok BNPT)
Jakarta (ANTARA) - Media sosial heboh dengan konvoi rombongan premotor dengan membawa atribut bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim). Dalam beberapa atributnya, mereka mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat yang dilakukan oleh kelompok Khilafatul Muslimin.
Menanggapi hal ini, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, mengatakan, kelompok Khilafatul Muslimin ini sebenarnya memiliki cita dan ideologi yang sama dengan HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerinta, yaitu mendirikan khilafah.
“Bedanya, HTI merupakan gerakan trans-nasional dan sedang memperjuangkan sistem khilafah di berbagai negara. Sementara Khilafatul Muslimin mengklaim sudah mendirikan khilafah dengan adanya khalifah yang terpilih,” jelas Nurwakhid di Bogor, Selasa (31/5/2022).
Nurwakhid menjelaskan, genealogi Khilafatul Muslimin tidak bisa dilepaskan dari NII karena sebagian besar tokoh kunci dalam gerakan ini adalah mantan NII. Pendiri dan pemimpinnya adalah Abdul Qadir Hasan Baraja mantan anggota NII sekaligus salah satu pendiri Pondok Pesantren Ngruki dan ikut ambil bagian dalam Majelis Mujahidin Indonesia tahun 2000, walaupun memilih tidak aktif.
Nurwakhid menambahkan, ada beberapa parameter yang bisa dipakai dalam melihat Khilafatul Muslimin. Pertama, aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI.
“Walaupun dalam pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya,” jelasnya.
Kedua, lanjut Nurwakhid, secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme. Baraja telah mengalami 2 kali penahanan, pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama 3 tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985.
Ketiga, dampak ideologis, gerakan ini yang memiliki cita-cita ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror.
“Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Nurwakhid, gerakan Khilafatul Muslimin mudah berafiliasi dengan jaringan kelompok teror seperti ISIS. bahkan pada masa kejayaan ISIS pada tahun 2015, Rohan Gunaratna Peneliti Terorisme dari Singapura menggolongkan Khilafatul Muslimin telah berbaiat kepada ISIS.
Terkait masalah ini, Nurwakhid memaparkan, BNPT yang diamanatkan sebagai leading sector untuk melakukan koordinasi pencegahan terhadap paham yang dapat mendorong terorisme telah mengkoordinasikan Pemerintah Daerah, Forkopimda di seluruh wilayah NKRI untuk mewaspadai gerakan ini karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme.
“Koordinasi ini akan terus dikuatkan. Tujuannya untuk terus melakukan deteksi sedini mungkin terkait potensi munculnya akar radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat,” tandas Nurwakhid.
https://kaltara.antaranews.com/berit...ii-bahkan-isis
Selasa, 31 Mei 2022 12:30 WIB
BNPT: Khilafatul Muslimin Sama Bahayanya Dengan HTI, NII, Bahkan ISIS (Dok BNPT)
Jakarta (ANTARA) - Media sosial heboh dengan konvoi rombongan premotor dengan membawa atribut bertuliskan ‘Kebangkitan Khilafah’ di Brebes, Jawa Tengah (Jateng), dan Cawang, Jakarta Timur (Jaktim). Dalam beberapa atributnya, mereka mengkampanyekan tegaknya sistem khilafah sebagai solusi umat yang dilakukan oleh kelompok Khilafatul Muslimin.
Menanggapi hal ini, Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Brigjen Pol. R. Ahmad Nurwakhid, SE, MM, mengatakan, kelompok Khilafatul Muslimin ini sebenarnya memiliki cita dan ideologi yang sama dengan HTI yang telah dibubarkan oleh Pemerinta, yaitu mendirikan khilafah.
“Bedanya, HTI merupakan gerakan trans-nasional dan sedang memperjuangkan sistem khilafah di berbagai negara. Sementara Khilafatul Muslimin mengklaim sudah mendirikan khilafah dengan adanya khalifah yang terpilih,” jelas Nurwakhid di Bogor, Selasa (31/5/2022).
Nurwakhid menjelaskan, genealogi Khilafatul Muslimin tidak bisa dilepaskan dari NII karena sebagian besar tokoh kunci dalam gerakan ini adalah mantan NII. Pendiri dan pemimpinnya adalah Abdul Qadir Hasan Baraja mantan anggota NII sekaligus salah satu pendiri Pondok Pesantren Ngruki dan ikut ambil bagian dalam Majelis Mujahidin Indonesia tahun 2000, walaupun memilih tidak aktif.
Nurwakhid menambahkan, ada beberapa parameter yang bisa dipakai dalam melihat Khilafatul Muslimin. Pertama, aspek ideologi sangat berbahaya dengan memiliki cita ideologi khilafah di Indonesia sebagaimana HTI.
“Walaupun dalam pengakuan mereka tidak bertentangan dengan Pancasila, namun ideologi mereka adalah mengkafirkan sistem yang tidak sesuai dengan pandangannya,” jelasnya.
Kedua, lanjut Nurwakhid, secara historis, pendiri gerakan ini sangat dekat dengan kelompok radikal seperti NII, MMI dan memiliki rekam jejak dalam kasus terorisme. Baraja telah mengalami 2 kali penahanan, pertama pada Januari 1979 berhubungan dengan Teror Warman, ditahan selama 3 tahun. Kemudian ditangkap dan ditahan kembali selama 13 tahun, berhubungan dengan kasus bom di Jawa Timur dan Borobudur pada awal tahun 1985.
Ketiga, dampak ideologis, gerakan ini yang memiliki cita-cita ideologi perubahan sistem sangat rentan bermetamorfosa dalam gerakan teror.
“Lihatlah kasus penangkapan NAS tersangka teroris di Bekasi yang ditemukan di kontrakannya kardus berisi Khilafatul Muslimin dan logo bordir Khilafatul Muslimin,” ungkapnya.
Selain itu, lanjut Nurwakhid, gerakan Khilafatul Muslimin mudah berafiliasi dengan jaringan kelompok teror seperti ISIS. bahkan pada masa kejayaan ISIS pada tahun 2015, Rohan Gunaratna Peneliti Terorisme dari Singapura menggolongkan Khilafatul Muslimin telah berbaiat kepada ISIS.
Terkait masalah ini, Nurwakhid memaparkan, BNPT yang diamanatkan sebagai leading sector untuk melakukan koordinasi pencegahan terhadap paham yang dapat mendorong terorisme telah mengkoordinasikan Pemerintah Daerah, Forkopimda di seluruh wilayah NKRI untuk mewaspadai gerakan ini karena bertentangan dengan falsafah bangsa dan berpotensi melahirkan gerakan terorisme.
“Koordinasi ini akan terus dikuatkan. Tujuannya untuk terus melakukan deteksi sedini mungkin terkait potensi munculnya akar radikalisme dan terorisme di tengah masyarakat,” tandas Nurwakhid.
https://kaltara.antaranews.com/berit...ii-bahkan-isis
muhamad.hanif.2 dan pilotwaras108 memberi reputasi
2
2.2K
34
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Berita dan Politik
694KThread•58.3KAnggota
Tampilkan semua post
hantumasam
#20
Ngomongin ideologinya yang terlarang emang gak ada habisnya, mau berantas? minimal dibikin mingkem? ya tangkap lah ulamak-ulamak macem Somad yg nyaru pendukung khilafah tp bermain dua kaki sampai modelan ulamak yang kerasnya.
Satu lagi, kalau mau diabsahin saja islam Indonesia ini yang pegimana-pegimana, intinya agar aliran pembuka corong paham khilafah itu diberangus dulu (wahabi / salafi).
Kajian dari aliran itu yang bikin mental pengen balik ke jaman nabi pake embel-embel hijrah dan paling parah sampai self-claim mau "berjihad", ini yang bahaya. Menanamkan benih-benih ideologi terlarang tersebut, karena ya itu tadi merasa pengen jadi pahlawan kesiangan merubah keadaan saat ini.
Gak relevan bila mau ikut-ikutan kajian mereka (mengagungkan jaman nabi doang), gak cocok malah diterapin disini yang suku agamanya macem-macem.
Saya bukan benci mereka tapi jujur aja emang gak cocok asli, soalnya punya beberapa temen yang pernah nimba ilmu sampai timteng dateng mari malah jadi kayak..
ya tahulah.. pemuja gurun, selalu nelan bulat-bulat ceramah ulamak salafi, ulama kek felix entiaw, ulama modelan Bahar dan Riziek, Somad sampai yang palsu kayak Yahya Waloni dan Sugik Nur aja mereka muliakan juga.
Giliran ulama NU khususnya jatim sana, bilangnya "alaaahh.. ulama jawa itu, fokus disana-sana aja lah mereka kita carinya yang lantang melawan hal dzolim berani speak-up bla-bla-bla.. ".
Kata kuncinya di dzolim.
Satu lagi, kalau mau diabsahin saja islam Indonesia ini yang pegimana-pegimana, intinya agar aliran pembuka corong paham khilafah itu diberangus dulu (wahabi / salafi).
Kajian dari aliran itu yang bikin mental pengen balik ke jaman nabi pake embel-embel hijrah dan paling parah sampai self-claim mau "berjihad", ini yang bahaya. Menanamkan benih-benih ideologi terlarang tersebut, karena ya itu tadi merasa pengen jadi pahlawan kesiangan merubah keadaan saat ini.
Gak relevan bila mau ikut-ikutan kajian mereka (mengagungkan jaman nabi doang), gak cocok malah diterapin disini yang suku agamanya macem-macem.
Saya bukan benci mereka tapi jujur aja emang gak cocok asli, soalnya punya beberapa temen yang pernah nimba ilmu sampai timteng dateng mari malah jadi kayak..
ya tahulah.. pemuja gurun, selalu nelan bulat-bulat ceramah ulamak salafi, ulama kek felix entiaw, ulama modelan Bahar dan Riziek, Somad sampai yang palsu kayak Yahya Waloni dan Sugik Nur aja mereka muliakan juga.
Giliran ulama NU khususnya jatim sana, bilangnya "alaaahh.. ulama jawa itu, fokus disana-sana aja lah mereka kita carinya yang lantang melawan hal dzolim berani speak-up bla-bla-bla.. ".

Kata kuncinya di dzolim.

gomamon. memberi reputasi
1
Tutup