Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
73
Lapor Hansip
22-05-2022 19:29

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Pada awal abad ke 20 orang dengan gangguan mental memiliki stigma buruk bagi keluarga mereka, masyarakat dulu percaya bahwa orang-orang ini tidak layak hidup. Itulah sebabnya orang-orang dengan gangguan mental diperlakukan sangat buruk lebih dari penjahat, mereka dikurung di penjara, disiksa, bahkan hingga dibunuh. Apakah tidak ada Rumah Sakit Jiwa pada saat itu? Ada, tapi jika seorang dengan gangguan mental dimasukan ke Rumah Sakit Jiwa, mereka hanya akan dikurung selama puluhan tahun tanpa adanya tanda-tanda kesembuhan. Setiap hari mereka diikat di ranjang, distrum (ECT), bahkan dipaksa meminum obat anti depresan tanpa maksimal dosis. Maka tidak heran pada saat itu Rumah Sakit Jiwa memiliki stigma negatif, bahkan hingga saat ini Rumah Sakit Jiwa masih menjadi mimpi buruk untuk sebagian orang.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Inilah yang mendorong António Egas Monizseorang ahli saraf asal portugal, menciptakan pengobatan untuk pasien gangguan mental tanpa harus dikurung di penjara atau masuk Rumah Sakit Jiwa, terapi ini disebut Lobotomi (Leucotomy). Prosedur bedah lobotomi, dilakukan dengan menghancurkan jaringan atau memotong jaringan-jaringan otak dalam Lobus Prefrontal yang terletak dibagian depan kepala. Praktik ini dilakukan karena ilmuwan zaman dahulu menganggap bahwa gangguan jiwa diduga disebabkan oleh emosi dan reaksi seseorang yang berlebihan. Oleh karena itu, mereka mengira dengan memotong jaringan-jaringan lobus prefrontal otak maka ini akan menghilangkan gejolak emosi dan reaksi pasien. Prosedur ini kemudian dikembangkan oleh banyak ahli bedah saraf di seluruh dunia, termasuk Walter Freeman di Amerika Serikat. Praktik lobotomi pun cukup marak dilakukan sejak 1935 hingga 1980-an.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Awalnya pasien diikat disebuah ranjang, lalu kepala pasien akan dilubangi pada bagian depan, biasanya pada bagian dahi atau pelipis dengan menggunakan bor, lalu dokter memasukan cairan etanol untuk merusak jaringan-jaringan otak bagian depan. Prosedur ini dilakukan tanpa obat bius loh gan.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Tapi seiring berjalannya waktu, para dokter merasa prosedur lama sangat beresiko dilihat dari tingkat luka yang besar dan lambatnya pemulihan, sehingga resiko kematiannya sangat besar. Akhirnya lobotomi sempat mengalami penurunan peminat, karena faktor resiko tersebut. Namun pada tahun 1945 Walter Jackson Freeman, seorang dokter asal amerika akhirnya melakukan terobosan untuk prosedur lobotomi. Ia menggunakan kawat besi untuk membuat luka yang lebih kecil.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Seorang pasien akan dibawa ke sebuah ruangan "penyiksaan" dengan diikat pada sebuah ranjang. Perawat tidak menggunakan obat bius, melainkan mengalirkan listrik pada tubuh pasien hingga ia tidak sadarkan diri (pingsan). Lalu dokter akan memasukan sebuah alat seperti penusuk panjang melalui rongga hidung atau celah mata bagian atas menembus tulang orbital hingga menyentuh bagian Lobus Prefrontal, lalu menggerakannya ke arah atas dan bawah untuk merobek selaput pelindung otak (meninges), terakhir gerakan kanan dan kiri untuk memisahkan antara kedua bagian Lobus Prefrontal.

Mengerikan? Belum gan, penderitaan pasien tidak berakhir disini. Setelah prosedur Lobotomi dilakukan, pasien akan dipindahkan ke ruang perawatan, disinilah penderitaannya dimulai.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

.Jangka Pendek.

Beberapa saat setelah otak pasien mengalami trauma benda tajam, selanjutnya tubuh manusia secara alami akan merespon dengan melakukan pembekuan darah agar tubuh tidak mengalami pendarahan. Disinilah pasien mengalami pembengkakan hebat pada bola mata, bahkan tidak sedikit yang langsung mengalami lumpuh karena pembengkakan menghalangi saraf pada otak.
Sakit yang luar biasa akibat lubang dan sayatan pada kepala akan dialami selama 2 sampai 3 minggu. Penanganan yang mereka lakukan pun cukup dengan mengompres pasien menggunakan es untuk mengurangi rasa sakit yang dialami. (Inget yah gan, bukan menghilangkan, tapi HANYA mengurangi saja).

.Jangka Panjang.

Setelah melewati masa "penyiksaan" tadi, pasien memang menunjukan sikap lebih tenang dari sebelumnya. Tapi jangan senang dulu gan, karena orang tersebut bukan benar benar sembuh loh, mereka akan menjadi pasif, benar benar pasif seperti tidak merespon ketika diajak berbicara oleh orang lain bahkan oleh anggota keluarga sekalipun. Kehilangan kemampuan berbicara, tidak dapat berkonsentrasi, sering hilang kesadaran (pingsan), beberapa orang bahkan mengalami down syndrome seakan akan mereka kembali ke umur 2 tahun. Tidak sedikit pula yang mengalami komplikasi kesehatan lalu meninggal dunia.

.Pelarangan Lobotomi.

Sekitar akhir tahun 1980-an, prosedur lobotomi akhirnya diberhentikan dan dilarang dipraktikkan. Selain itu, pada tahun 1950 pengobatan terhadap ODGJ dengan obat-obatan mulai dikembangkan. Pengobatan baru ini akhirnya berhasil menggeser praktik sadis lobotomi.
Mengutip dari Psychology Today, sekarang pengobatan yang ditawarkan bagi ODGJ adalah obat-obatan antidepresan atau antipsikotik, terapi konseling, atau kombinasi keduanya.
Meskipun sampai saat ini belum ada obat atau prosedur instan yang bisa menyembuhkan gangguan jiwa, pengobatan modern saat ini jauh lebih efektif untuk mengendalikan gejala-gejala gangguan jiwa sekaligus meningkatkan kualitas hidup ODGJ.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

- Lobotomi diklaim dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit, mulai dari diare, sakit gigi, bahkan penyakit penyakit lain yang sama sekali tidak ada kaitannya dengan Lobotomi. Oleh karena itu sekitar 1948 an peminat lobotomi mulai membludak.
- Pasien Lobotomi menjadi media untuk menghancurkan seseorang, tidak harus Memiliki Gangguan Jiwa. Anak nakal yang normal sekalipun dipaksa orang tuanya untuk melakukan prosedur ini loh, agar orang tua lebih mudah mengendalikan anaknya.
- Pencetus Lobotomi António Egas Moniz, mendapatkan penghargaan nobel loh gan. Padahal menurut banyak aktivis kesehatan seharusnya penghargaan nobelnya dicabut. Karena ia telah melakukan kejahatan medis yang sangat kejam, yang mengakibatkan ratusan ribu nyawa melayang.
- Rosemary Kennedy pernah menjalani lobotomi.
- Howard Dully salah satu pasien lobotomi yang mampu bertahan hingga sat ini, dia dilobotomi saat usia 12 tahun. Lalu ia menulis buku tentang perjalanan hidupnya setelah mengalami prosedur lobotomi, dengan judul MY LOBOTOMI.

Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.

Referensi web
Carilahmas|Wikipedia|Journal
Referensi Buku
Messing with My Head: The Shocking True Story of My Lobotomy|António Egas Moniz (1874–1955): Lobotomy pioneer and Nobel laureate
|Big Trouble Of Lobotomy|
Referensi gambar by Google
Little.sirius•Bandung•19 Mei 2022
 


profile-picture
profile-picture
profile-picture
sambean dan 37 lainnya memberi reputasi
38
Masuk untuk memberikan balasan
health
Health
2.2K Anggota • 20.1K Threads
Mengenal Lobotomi: Praktik penanganan pasien kejiwaan yang kini dilarang.
22-05-2022 22:28
njir baru berhenti di 1980.. Gokil!
berapa banyak total korban pasien lobotomi tuh? ngeri banget bray emoticon-Takut
profile-picture
profile-picture
provocator3301 dan little.sirius memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus addict
22-05-2022 22:45


datanya belum ada yang pasti gan, ada yang bilang 60.000 pasien ada yang bilang 30.000 pasien ada yang bilang juga 100.000 an pasien sudah menjalani lobotomi di amerika dan eropa. Tapi kalau data yang meninggal dari lobotomi sendiri gak disebut gan, hanya dalam kata "banyak" ajah. karena saat itu media untuk blow up berita masih sangat minim. Data terakhir dari journal yang ane baca, untuk 1 kota kecil di amerika sekitar 800 pasien udah menjalani lobotomi, ada sekita 350 orang meninggal dalam 1 sampai 2 tahun setelah menjalani lobotomi. Akibat kerusakan otak jangka panjang.
1
profile picture
kaskus addict
22-05-2022 22:57
Ngilu banget..
Segitu gak bernilainya ya nyawa pasien2 lobotomi waktu itu. cuma karena biar jadi "tenang" doang.
1
profile picture
kaskus addict
23-05-2022 01:00
@rifaye ilmu pengetahuan kan belum semaju sekarang, dulu juga lagi gencar gencar nya penelitian medis ke manusia.

Ya begitulah gan, demi ilmu pengetahuan dan UANG, nyawa jadi murah hanya karena bisnis. Heheh

Mana data nya belum cukup pula pada saat itu.
Dan yang paling bikin nyesek adalah, Lobotomi dihentikan pada 1980 karena Ilmuan menemukan fakta bahwa praktik lobotomi sangat berbahaya.

Jadi dari awal lobotomi di mulai sampai 1980 itu ternyata lobotomi dijadikan ajang percobaan terhadap manusia doang gan tanpa ada data dan hasil penelitian yang valid.

emoticon-Takut
1
profile picture
kaskus addict
23-05-2022 08:14
@little.sirius iya bener juga sih, tp emang dr dlu sampai skrg ini dalam perkembangan ilmu pengetahuan pastinya juga banyak korban karena bagian dari percobaan2 itu sendiri ya.

0
profile picture
kaskus addict
23-05-2022 08:37
Jadi dari awal lobotomi di mulai sampai 1980 itu ternyata lobotomi dijadikan ajang percobaan terhadap manusia doang gan tanpa ada data dan hasil penelitian yang valid.

Validitas penelitian sangat diutamakan terutama di bidang kedokteran yang langsung bisa terkait nyawa manusia. jadi ingat kalau politikus sendiri suka enggan berpikir dari sisi sains. karena dalam politik disebut yang ada hanya kepentingan. maka politik juga dibedakan pula dengan agama. hanya saja sains dan politik agaknya masih bisa lebih nyambung. ada pemimpin negara kita yang dulunya ilmuwan jenius. belum lama ini pemimpin Korut menyebut problema efek pandemi di negeri sendiri salah satunya adalah kekuatiran atau ketakutan tanpa berlandas sains. pemimpin negara bisa berpikir lebih logic dan terbuka namun level lebih bawah sering pilih ke paranormal dirasa banyak ditemui di Indonesia
2
profile picture
kaskus addict
23-05-2022 08:59
@jonrender yaps betul juragan.

Jadi semua hanya hasil dugaan saja.
Ane udah tulis juga kalau dulu para peneliti "meyakini" gangguan jiwa disebabkan karena bla bla bla...

Jadi mereka hanya berpegang pada keyakinan dan analisa mereka ajah, bukan data. Pada jaman itu penelitian soal kejiwaan memang masih sangat minim.
Makanya 1980an saat era kesehatan mulai maju, dan obat obatan sudah mulai banyak ditemukan, ditambah data yang menunjukan bahwa lobotomi sebenarnya berbahaya, baru deh dilarang.

Dan seperti yang agan bilang, dibumbui oleh kepentingan segelintir orang. Yaitu bisnis. Karena dulu masyarakat tidak paham soal kesehatan. Biar makin rame, dibumbui lah dengan embel embel menyembuhkan berbagai macam penyakit, makanya praktik ini bener bener diminati banyak orang.
1
profile picture
kaskus addict
23-05-2022 09:33
Dirasa ada juga yang membuat validitas penelitian dan juga kemajuan di ranah kedokteran jiwa sepertinya juga lebih sulit ialah karena banyak hal tidak bisa atau sulit terukur pula. soal kejiwaan ada beda dengan hal bersifat fisik atau nyata. kalau suhu badan bisa terbaca jelas angkanya via thermometer. soal kejiwaan bisa masuk ranah sangat absurd dimana logika seseorang seperti tidak bisa ditelusuri pula cara atau alur berpikirnya. demikian pula psikologi yang bisa berubah kadang seketika tanpa bisa diprediksi dalam banyak kasus kejahatan bernuansa psikopat. pernah lihat tulisan orang dengan gangguan jiwa di sebuah buku psikiatri. yang bisa terbaca hanya nada cenderung sendu dengan maksud bahkan kata kata yang sama sekali tidak jelas juntrungnya
0
Memuat data ...
1 - 7 dari 7 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia