Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
54
Lapor Hansip
07-05-2022 21:49

Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Quote:
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Admiral Makarov. Foto: Reuters

Meski masih belum bisa dikonfirmasi kebenarannya, akan tetapi kapal fregat Admiral Makarov milik Rusia diklaim telah dihantam rudal anti kapal buatan Ukraina. Sementara itu meski membantah klaim Ukraina, pejabat Rusia yang tak ingin disebutkan namanya mengatakan jika kapal yang dimaksud memang sedang bermasalah.



Kabar duka kembali datang menghampiri armada kapal perang Angkatan Laut Rusia, kali ini tak tanggung-tanggung korbannya adalah fregat Admiral Makarov yang terhitung kapal baru. Belum diketahui secara pasti kapan kapal fregat tersebut tersengat rudal anti kapal, akan tetapi banyak media mengatakan jika insiden tersebut terjadi pada awal bulan Mei.

Mengutip artikel mirror.co.uk kapal fregat Admiral Makarov saat ini sedang berada di dekat dengan Pulau Ular (Snake Island) di Laut Hitam, di mana operasi penyelamatan sedang berlangsung yang melibatkan beberapa pesawat dan kapal penyelamat milik Rusia.

Sementara itu anggota parlemen Ukraina Oleksiy Goncharenko melalui saluran Telegramnya melaporkan bahwa, kapal itu telah terkena rudal anti kapal Neptunue buatan Ukraina. Dia mengatakan bahwa kapal telah terkena serangan Ukraina dan "rusak parah", tetapi kapal masih bisa bertahan untuk saat ini. Dalam postingannya, ia menulis: "Ada informasi baru tentang kegagalan lain armada Rusia di dekat pantai kami." Video yang belum dikonfirmasi keasliannya juga beredar di Twitter menunjukkan kapal yang diselimuti kepulan asap, dan diduga sebagai Admiral Makarov. Untuk videonya bisa agan lihat di bawah ini.


Quote:



“Sumber tidak resmi Rusia melaporkan bahwa fregat terbaru Admiral Makarov dalam masalah. Menurut informasi awal, fregat ini tidak dapat menghindari serangan rudal anti kapal. Kapalnya rusak parah, tapi tetap dapat bertahan. Untuk sekarang. Kami menunggu,” dikutip dari mirror.co.uk.

Pernyataan tersebut menyiratkan fakta bahwa, kapal tersebut saat ini memang mengalami masalah. Dan jika benar masalah yang dimaksud adalah kebakaran, maka ini adalah yang kedua kalinya kapal perang Rusia terbakar. Setelah pada 14 April 2022 RTS Moskva dilaporkan tenggelam akibat kebakaran di gudang amunisinya, tetapi pihak Ukraina mengatakan jika kapal penjelajah tersebut dihantam rudal anti kapal Neptune pada 13 April 2022.



Kapal Fregat Tercanggih Milik Pak Putin


Dirunut dari silsilah keluarganya, fregat Admiral Makarov merupakan anggota dari kapal fregat Grigorovich Class. Dari segi usia, keluarga Grigorovich Class memang tergolong masih muda gan. Kapal pertama dalam kelas ini diberi nama Admiral Grigorovich pertama kali dibangun pada 18 Desember 2010 dan bertugas pada 11 Desember 2016. Artinya kapal pertama kurang lebih baru bertugas selama 5 tahun.

Semua kapal Grigorovich Class bertugas bersama Armada Laut Hitam, sementara Admiral Makarov adalah kapal ketiga yang dibangun pada 29 Februari 2012 dan bertugas pada 27 Desember 2017. Admiral Grigorovich Class atau juga disebut juga Krivak IV Class (Project 11356R/М) merupakan kekuatan penggebuk andalan di Armada Laut Hitam Rusia. Seluruh kapal dibuat oleh Yantar Shipyard di Kaliningrad, sejauh ini Angkatan Laut Rusia memesan enam unit. Tiga unit telah beroperasi, di mana kapal kedua bernama Admiral Essen dibangun pada 8 Juli 2011 dan bertugas pada 7 Juni 2016.


Apakah Kapal Ini Canggih ?



Jika ada agan yang punya pertanyaan seperti di atas, maka ane jawab: "Ya, kapal ini memang canggih. Bahkan untuk sekelas fregat persenjataannya terlalu canggih." Salah satunya, kapal ini juga dilengkapi rudal jelajah Kalibr. Sebuah senjata yang cukup canggih yang terpasang pada sebuah kapal jenis fregat.

Paket persenjataan Admiral Grigorovich Class adalah sebagai berikut: 1× meriam 100 mm A-190 Arsenal naval gun, 8 (2×4) UKSK VLS cell untuk rudal jelajah Kalibr, 24 (2×12) 3S90M VLS cell untuk rudal pertahan udara jarak sedang 9M317M (Shtil), 2× kanon reaksi cepat AK-630 CIWS, 8× rudal pertahan udara jarak pendek Igla-S/Verba, 2× double 533 mm torpedo tubes, 1× peluncur roket anti kapal selam RBU-6000. Fregat ini juga membawa satu unit helikopter anti kapal selam Ka-27.

Sebenarnya elemen pertahanan kapal ini terbilang komplit mulai dari kanon reaksi cepat (CIWS), rudal jelajah Kalibr serta dilengkapi dua opsi rudal pertahanan udara jarak pendek dan rudal pertahanan udara jarak sedang. Meski klaim Ukraina masih belum dipastikan kebenarannya, tetapi jika klaim itu benar; maka ada pertanyaam besar terkait sistem pertahanan kapal milik Rusia. Apakah sistemnya yang tidak bisa menghadapi ancaman rudal modern atau kru kapal yang tidak kompeten ?

Untuk saat ini TS sendiri tidak berani menyebut apakah benar klaim Ukraina tersebut, tentunya kita berharap segera ada berita valid terkait insiden ini tetapi fakta bahwa Admiral Makarov sedang dalam masalah adalah benar adanya. Entah masalah apa yang dimaksud dan penyebabnya, saat ini hanya pejabat Rusia dan Tuhan yang tahu.

Tambahan



Quote:
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Foto: Kementerian Pertahanan Rusia



Admiral Makarov ditenagai 2 shaft COGAG (Combined gas and gas), 2 DS-71 cruise gas turbines (8.450 shp), 2 DT-59 boost gas turbines (22.000 shp). Dengan total tenaga yang dihasilkan mencapai 60.900 shp, fregat ini bisa digeber sampai kecepatan maksimal 30 knots. Untuk jarak jelajahnya adalah 8.900 km pada kecepatan 14 knots. Kapal yang diawaki oleh 200 personel ini punya endurance berlayar selama 30 hari. Untuk dimensinya kapal punya panjang 124.8 m, lebar 15.2 m serta draft 4.2 m.

Sebelum Admiral Makarov terbakar pada 5 Mei 2022, sebelumnya pada 2 Mei 2022 dua kapal patroli Raptor milik Rusia dilaporkan berhasil dihantam oleh munisi yang dilepaskan oleh drone Bayraktar TB2 milik AL Ukraina. Dengan begitu semakin banyak daftar kerugian AL Rusia selama perang dengan Ukraina, sebelumnya pada 24 Maret 2022 kapal pendarat amfibi Alligator Class milik Rusia terbakar di pelabuhan Berdyansk setelah disengat rudal balisitik Tochka. Dengan 4 jenis kapal telah ditumbalkan dalam perang dengan Ukraina, sebenarnya apa yang salah dengan Angkatan Laut Rusia ?


Quote:



Referensi Tulisan: mirror.co.uk. & Navy Recognition
Sumber Foto: sudah tertera
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Aramina dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Masuk untuk memberikan balasan
militer-dan-kepolisian
Militer dan Kepolisian
1.1K Anggota • 2.2K Threads
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya
08-05-2022 08:18
Terlepas dari benar tidaknya klaim Ukraine, kemampuan sea skimming pada rudal anti kapal memang terbukti efektif dan sulit dideteksi radar sistem pertahanan kapal perang.

Sea Skimming
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Kelemahan deteksi dan identifikasi radar pertahanan kapal perang secara umum dikarenakan 2 faktor :

1. Alam, karena bumi itu bulat maka akan ada blind spot tertentu yang tidak bisa dideteksi pancaran gelombang sinyal radar. Pancaran gelombang radar yang lurus tidak akan bisa mengikuti kontur bumi yang membulat sehingga tercipta blind spot yang kerap dimanfaatkan lawan untuk meluncurkan rudal anti kapal tanpa takut terdeteksi radar lawan.
Garis batas area deteksi radar terhadap lengkung bumi ini dikenal dengan garis Horizon.

2. Teknis, karena 2 hal :

A. Penempatan radar yang tak cukup tinggi untuk mendukung design kapal juga akan mempengaruhi jangkauan efektif radarnya. Semakin tinggi penempatan radarnya maka akan semakin jauh rangenya karena tercipta sudut besar pancaran gelombang radar terhadap garis horizon yang meminimalkan blind spotnya.

B. Keterbatasan kemampuan radar dalam deteksi dan identifikasi dini serta lambatnya response time attack pada sistem pertahanan kapal akibat sistem tidak mampu secara cepat dan efektif mengirim dan mengolah data serta memberi perintah kepada sistem persenjataan pertahanan kapal untuk bereaksi cepat intercept targetnya.

Radar kapal perang vs batas Horizon
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Proses intercept pada sistem pertahanan kapal perang secara umum terdiri dari 2 tahap :

1. Jarak jauh dengan mengandalkan 3 jenis senjata :
A. SSM untuk target permukaan.
B. SAM untuk target udara.
C. Torpedo untuk target dalam air.

2. Jarak dekat dengan mengandalkan 2 jenis senjata :
A. Kanon CIWS bila target udara berhasil lolos dari intercept rudal jarak jauh dan masuk dalam jangkauan kanon CIWS.
B. Anti torpedo digunakan untuk menghancurkan torpedo lawan.

Lantas bagaimana mengefektifkan sistem pertahanan kapal perang agar dapat diandalkan ?

1. Karena sistem pertahanan kapal perang modern sudah bekerja secara terkomputerisasi dan otomatis dalam deteksi, identifikasi serta intercept maka operator dituntut untuk rajin mengupdate sistem dan melakukan perawatan dengan baik agar sistem pertahanan kapal semakin efektif dan efisien serta punya response time attack yang semakin cepat.

2. Mengefektifkan peran armada pesawat, helikopter, UAV AEW & C sebagai sistem pendukung karena berkemampuan beyond horizon radar untuk deteksi, identifikasi, targetting dan pemandu rudal pada target diluar jangkauan radar kapal perang.
Kemampuan ini didapat karena pesawat / helikopter / UAV mampu terbang cepat dan tinggi sehingga dapat cover area yang lebih jauh dan luas serta dapat mengirimkan lebih banyak data dan informasi sikon serta potensi ancaman kepada kapal perang.

3. Selalu berdoa kepada Tuhan agar sistem pertahanan kapal tidak tiba tiba rusak / macet ketika dibutuhkan. Tak ada gading yang tak retak, tak ada sistem pertahanan yang bisa benar benar diandalkan 100 % setiap saat.

Peran AEW & C sebagai beyond horizon radar
Ukraina Mengklaim Berhasil Menembak Fregat Admiral Makarov, Tapi Rusia Membantahnya

Terlepas dari nasib buruk, masih ada faktor lain yang mempengaruhi yaitu human error yang dipengaruhi oleh skill dan fisik operator.
Diubah oleh gonugraha76
profile-picture
profile-picture
profile-picture
si.matamalaikat dan 13 lainnya memberi reputasi
14 0
14
profile picture
kaskus geek
08-05-2022 09:03

1. Alam
Kalo gak salah horizon sejauh 70-90 km, di luar itu berarti di belakang lengkung bumi.
Itu sebabnya Exocet varian awal (MM38) yg jangkauannya 70km sudah terbilang cukup jauh.

Dalam kasus lain waktu perang Falkland, ada A-4 Argentina bisa mendekati kapal Inggris (lupa kapal apa) dan menyerang dgn bom Mk82.
Kapal Inggris kesulitan mendeteksi karena gangguan sinyal akibat berada di dekat pulau. Radar jaman dulu kesulitan deteksi target yg terbang rendah, apalagi ada latar belakang pulau/gunung (kalo versi radar udaranya kemampuan look down shoot down).
...cmiiw
4
profile picture
KASKUS Plus
08-05-2022 12:25
Secanggih apapun sistem pertahanan kalau operatornya ga mumpuni bisa jadi bumerang juga. Mkn ini yg terjadi sm armada AL Rusia. Mungkin operatornya ngga waspada thd serangan musuh yg mendadak.
2
profile picture
kaskus maniac
08-05-2022 13:03
@jagotorpedo benar om, karena adanya garis horizon ini tanpa bantuan AEW & C keunggulan ASM memang akan mandul jika target masih berada di luar garis horizon. Banyak produsen ASM menyadari keterbatasan ini sehingga membatasi range dan memaksimalkan keunggulan ASM di sektor lain.
Kalau gak salah HMS Invicible, armada pespur Argentina A4 memang banyak makan korban kapal Inggris selama Falkland Wars : HMS Conventry, Ardent, Antelope, RFA Sir Galahad, LCU F4 dll.
2
profile picture
kaskus maniac
08-05-2022 15:05
@69banditos operator radar memang wajib punya kewaspadaan tinggi, bila slow respons bisa fatal akibatnya.
2
profile picture
kaskus addict
09-05-2022 08:58
Wkwkwk gak tau kenapa ngebaca penjelasan kayak gini bisa ngebuat kaum flat earth kejang2 emoticon-Leh Uga
3
profile picture
kaskus maniac
09-05-2022 09:19
@PhaantomPain wkwkwk ... dari jaman jadoel sampai milenium gak abis abis debatnya
2
Memuat data ...
1 - 6 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia