- Beranda
- Stories from the Heart
[HORROR] Kontrakan 13 Kamar. Base On True Story.
...
TS
pyanti
[HORROR] Kontrakan 13 Kamar. Base On True Story.
Kontrakan 13 kamar
![[HORROR] Kontrakan 13 Kamar. Base On True Story.](https://s.kaskus.id/images/2022/02/11/9247574_202202110402430558.png)
Langsung yah,
Sebelumnya. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan atau ada yang tau kisah ini, ane harap dari kisah ini kita bisa ambil hikmahnya. Tanpa menghakimi pelakunya. Tulisan ini ane buat hanya untuk pengingat, khususnya buat diri ane sendiiri. Baik buruk, ini adalah kenangan juga. Sekalian nulis sebuah hobby TS yang mana masih banyak kekuranganya . Rutinitas dunia nyata kadang melelahkan gan, setidaknya disini kita bisa berhenti sejenak.
part 1
part 2 pemberi fantasi bu toni
pemberi fantasi bu toni 2
part 3. ketakutan penikmat logika
![[HORROR] Kontrakan 13 Kamar. Base On True Story.](https://s.kaskus.id/images/2022/02/11/9247574_202202110402430558.png)
Quote:
Quote:
Langsung yah,
Sebelumnya. Mohon maaf sebesar-besarnya jika ada kesalahan atau ada yang tau kisah ini, ane harap dari kisah ini kita bisa ambil hikmahnya. Tanpa menghakimi pelakunya. Tulisan ini ane buat hanya untuk pengingat, khususnya buat diri ane sendiiri. Baik buruk, ini adalah kenangan juga. Sekalian nulis sebuah hobby TS yang mana masih banyak kekuranganya . Rutinitas dunia nyata kadang melelahkan gan, setidaknya disini kita bisa berhenti sejenak.
Spoiler for prolog:
part 1
part 2 pemberi fantasi bu toni
pemberi fantasi bu toni 2
part 3. ketakutan penikmat logika
Diubah oleh pyanti 30-06-2023 04:45
arieaduh dan 18 lainnya memberi reputasi
19
7.8K
63
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
32.8KThread•52.9KAnggota
Tampilkan semua post
TS
pyanti
#14
Pemberi Fantasi Bu Toni
Ibu dan bapak toni adalah sepasang suami istri. Aku mengenal keluarga ini tidak terlalu dekat diawal. Keluarga yang tertutup.
Bu toni berusia sekitar 40 tahun. Sedangkan pak toni mungkin lebih tua beberapa tahun.
Bu toni mengunakan kursi roda, mereka hanya tingal berdua. Anak mereka hanya datang diawal kepindahan, lalu beberapa minggu kemudian terlihat mengunjungi mereka.
Beberapa bulan diawal mereka pindah, tidak ada hal aneh. Pak toni pergi bekerja siang hari, lalu bu toni hanya diam didalam rumah. Hingga desas desus tentang hal aneh pada bu toni sampai ditelingaku, andai kata kepo sudah ada sejak tahun itu, mungkin akupun urung untuk mendengar dan melihat tentang kebenaranya.
***
"unga, tau ga bu toni, dia aneh banget tau.."
"Aneh apanya? Bukanya kasian dia yah, katanya kakinya lemas, gada tenaganya, buat berdiri sama digerakin juga ga bisa?"
"Iiih, bukan itu !. Ini soal kelakuan bu toni, kalau suaminya keluar dia tuh kerjaanya cuma duduk di depan pintu, dandan, sisiran, terus pakaianya itu loh, pake baju sexy banget.. sampe aku bisa liat dalemanya, gelaay banget deh."
"Masa sih?"
"Iya, kamu sih sibuk sendiri, jarang ketemu kita-kita, kalo ga percaya sore kita duduk di kontrakan bu suci."
"Ayo, sore aku juga ga ada kerjaan lagi."
***
Aku dan penghuni kontrakan ini berteman, lidya namanya. Dia hanya berbeda 2 tahun diatasku usianya.
Sore hari kami bertemu dirumah sebelah bu toni, sambil melihat langsung keadaan bu toni.
Aku melihat sendiri keadaan bu toni, dia duduk didepan pintu rumahnya, memakai pakaian yang sama sekali tidak pantas pada usianya, walaupun itu di kamar kontrakannya sendiri rasanya tidak pantas juga. Potongan pakaianya berdada rendah, bagian bawahnya pun sedikit tersigkap. Bahkan aku bisa melihat celana dalamnya.
Lidia hanya senyam senyum melihatnya. Penghuni kontrakan lain hanya bisa mengelengkan kepala.
Bu suci bahkan bebeapa kali menegur bu toni. Tapi dia hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Aku mencoba menegur bu toni
"bu, lagi santai?"
"Eh neng bunga, iya nih. Gerah didalem".
"Pa toni belum pulang bu?"
"Iya nih neng, biasanya magrib pulangnya."
Benar kata lidya, tangan bu toni terus menyisir rambutnya. Rambut bu toni sekitar panjang sebahu, dengan beberapa helai uban yang sudah terlihat, membuatnya tampak menyeramkan dari pada terlihat cantik.
Sekitar 1 jam aku berbincang dengan bu toni, tapi lama kelamaan hidungku mulai mencium bau-bau tak sedap dari kamar bu toni. Baunya seperti anyir. Membuatku tak tahan juga berlama-lama disana. Aku tidak menceritakan itu pada siapapun. Rasanya tidak pantas.
***
Beberapa hari berlalu, aku bertemu dengan perawat bu toni, ternyata dia disuruh oleh anaknya untuk memeriksa bu toni, ibunya mengeluh gatal di organ intimnya. Di bagian bawahnya pun terlihat beberapa bercak merah dan gatal.
Setelah selesai merawat bu toni, aku sengaja mengajaknya mengobrol. Menanyakan keadaan bu toni.
Mbak nani namanya, beliau sangat ramah dan sudah merawat bu toni hampir 1 tahun ini, biasanya dia dipangil oleh anaknya untuk mengantikan merawat ibunya.
"mbak, udah lama rawat bu toni, katanya mbak sering kesini yah, saya ko baru liat."
"Iya teh, teteh anak yang punya kontrakan ini yah, saya kesini paling sebulan 1 atau 2 kali ajh teh, disuruh dini anaknya. Paling kalo kesini saya suruh mandiin, bersih-bersiihin badanya teh, soalnya ibu jarang mandi yang bersih."
"Oo, pantes. Mbak udah lama kenal sama bu toni? Kalo boleh tau, bu toni kenapa sih mbak? Ko bisa ga bisa jalan, katanya kakinya lemes yah !"
"Iya lama teh, saya dulu tetangga kontrakanya, saya disana tukang urut teh, makanya saya sering dipanggil sama orang, termasuk ngurusin si ibu. Si ibu dulu suaminya bukan pak toni ini teh."
"Oo, bukan mbak. Jadi teh dini juga bukan anaknya pak toni yah. Baru tau aku, terus gimana ceritanya mbak bisa pisah?" tingkat penasaranku bertambah.
"Saya ceritain, bagian yang saya tau ajah yah teh. Dulu itu ibu masih sama ayahnya dini, cuma sikap ibu sama suaminya aga kurang bagus teh, ibu merasa paling cantik, sedang ayahnya dini dianggap seperti budak. Keluarga ini sering bertengkar, bahkan ibu ini yang sering mukul suaminya, bahkan yang saya dengar, pernah suaminya sedang tidur, oleh si ibu ini di tendang. Barang-barang juga sering jadi sasaran. Pokonya keluarga ini ga harmonis. Sampai suatu hari ibu ini bilang kesaya, kenapa organ intimnya sering gatal dan keputihan. Saya sudah kasih beberapa resep jamu. Tapi beberapa hari kemudian belum sembuh juga. Yang saya tau ibu sempet kedokter. Dari situ saya ga ketemu lagi, sampai sekitar 1 bulan, saya denger ibu nikah lagi. Si suaminya ditingalin begitu ajah. Dini anaknya ga terima ibunya nikah lagi. Sampai sekarang sepertinya masih marah. Tapi ada satu cerita yang saya denger teh, aga serem juga sih, katanya ibu ini sering dimimpiin sama lelaki ganteng, lalu berhubungan seperti suami istri, rasanya tidak seperti saat dengan suaminya. Itu yang membuat ibu tidak suka dengan suami lamanya. Ibu ini mencari sosok seperti lelaki didalam mimpinya itu".
"Serem juga mbak, tapi kenapa ibu bisa sampai kayak gini teh. Kakinya lumpuh apa gimana sih?"
"Teteh percaya ga ada makhluk yang suka sama manusia?"
"Maksudnya mbak? Disukain gimana? Disukain sama setan gitu?"
"Iya teh, ada beberapa jenis manusia yang bisa disukain oleh makhluk lain, dan kalau mereka sering berhubungan, energi si manusia itu akan terserap oleh mereka. Nauzubilah. Semoga kita selalu dilindungi dari hal itu yah teh"
"Astagfirullah, serem amat mbak. Terus bu toni kenapa ga di rukiyah atau apa gitu mbak?"
"Sudah teh, cuma bu toni juga menyukainya. Jadi susah lepasnya, jadi yah, cuma niat hati bu toni yang bisa mengobati penyakitnya".
**
Lama aku berbincang dengan mbak nani, sampai akhirnya dia pamit pulang.
*Bersambung*
Ts laper.
Bu toni berusia sekitar 40 tahun. Sedangkan pak toni mungkin lebih tua beberapa tahun.
Bu toni mengunakan kursi roda, mereka hanya tingal berdua. Anak mereka hanya datang diawal kepindahan, lalu beberapa minggu kemudian terlihat mengunjungi mereka.
Beberapa bulan diawal mereka pindah, tidak ada hal aneh. Pak toni pergi bekerja siang hari, lalu bu toni hanya diam didalam rumah. Hingga desas desus tentang hal aneh pada bu toni sampai ditelingaku, andai kata kepo sudah ada sejak tahun itu, mungkin akupun urung untuk mendengar dan melihat tentang kebenaranya.
***
"unga, tau ga bu toni, dia aneh banget tau.."
"Aneh apanya? Bukanya kasian dia yah, katanya kakinya lemas, gada tenaganya, buat berdiri sama digerakin juga ga bisa?"
"Iiih, bukan itu !. Ini soal kelakuan bu toni, kalau suaminya keluar dia tuh kerjaanya cuma duduk di depan pintu, dandan, sisiran, terus pakaianya itu loh, pake baju sexy banget.. sampe aku bisa liat dalemanya, gelaay banget deh."
"Masa sih?"
"Iya, kamu sih sibuk sendiri, jarang ketemu kita-kita, kalo ga percaya sore kita duduk di kontrakan bu suci."
"Ayo, sore aku juga ga ada kerjaan lagi."
***
Aku dan penghuni kontrakan ini berteman, lidya namanya. Dia hanya berbeda 2 tahun diatasku usianya.
Sore hari kami bertemu dirumah sebelah bu toni, sambil melihat langsung keadaan bu toni.
Aku melihat sendiri keadaan bu toni, dia duduk didepan pintu rumahnya, memakai pakaian yang sama sekali tidak pantas pada usianya, walaupun itu di kamar kontrakannya sendiri rasanya tidak pantas juga. Potongan pakaianya berdada rendah, bagian bawahnya pun sedikit tersigkap. Bahkan aku bisa melihat celana dalamnya.
Lidia hanya senyam senyum melihatnya. Penghuni kontrakan lain hanya bisa mengelengkan kepala.
Bu suci bahkan bebeapa kali menegur bu toni. Tapi dia hanya tersenyum tanpa berkata apa-apa.
Aku mencoba menegur bu toni
"bu, lagi santai?"
"Eh neng bunga, iya nih. Gerah didalem".
"Pa toni belum pulang bu?"
"Iya nih neng, biasanya magrib pulangnya."
Benar kata lidya, tangan bu toni terus menyisir rambutnya. Rambut bu toni sekitar panjang sebahu, dengan beberapa helai uban yang sudah terlihat, membuatnya tampak menyeramkan dari pada terlihat cantik.
Sekitar 1 jam aku berbincang dengan bu toni, tapi lama kelamaan hidungku mulai mencium bau-bau tak sedap dari kamar bu toni. Baunya seperti anyir. Membuatku tak tahan juga berlama-lama disana. Aku tidak menceritakan itu pada siapapun. Rasanya tidak pantas.
***
Beberapa hari berlalu, aku bertemu dengan perawat bu toni, ternyata dia disuruh oleh anaknya untuk memeriksa bu toni, ibunya mengeluh gatal di organ intimnya. Di bagian bawahnya pun terlihat beberapa bercak merah dan gatal.
Setelah selesai merawat bu toni, aku sengaja mengajaknya mengobrol. Menanyakan keadaan bu toni.
Mbak nani namanya, beliau sangat ramah dan sudah merawat bu toni hampir 1 tahun ini, biasanya dia dipangil oleh anaknya untuk mengantikan merawat ibunya.
"mbak, udah lama rawat bu toni, katanya mbak sering kesini yah, saya ko baru liat."
"Iya teh, teteh anak yang punya kontrakan ini yah, saya kesini paling sebulan 1 atau 2 kali ajh teh, disuruh dini anaknya. Paling kalo kesini saya suruh mandiin, bersih-bersiihin badanya teh, soalnya ibu jarang mandi yang bersih."
"Oo, pantes. Mbak udah lama kenal sama bu toni? Kalo boleh tau, bu toni kenapa sih mbak? Ko bisa ga bisa jalan, katanya kakinya lemes yah !"
"Iya lama teh, saya dulu tetangga kontrakanya, saya disana tukang urut teh, makanya saya sering dipanggil sama orang, termasuk ngurusin si ibu. Si ibu dulu suaminya bukan pak toni ini teh."
"Oo, bukan mbak. Jadi teh dini juga bukan anaknya pak toni yah. Baru tau aku, terus gimana ceritanya mbak bisa pisah?" tingkat penasaranku bertambah.
"Saya ceritain, bagian yang saya tau ajah yah teh. Dulu itu ibu masih sama ayahnya dini, cuma sikap ibu sama suaminya aga kurang bagus teh, ibu merasa paling cantik, sedang ayahnya dini dianggap seperti budak. Keluarga ini sering bertengkar, bahkan ibu ini yang sering mukul suaminya, bahkan yang saya dengar, pernah suaminya sedang tidur, oleh si ibu ini di tendang. Barang-barang juga sering jadi sasaran. Pokonya keluarga ini ga harmonis. Sampai suatu hari ibu ini bilang kesaya, kenapa organ intimnya sering gatal dan keputihan. Saya sudah kasih beberapa resep jamu. Tapi beberapa hari kemudian belum sembuh juga. Yang saya tau ibu sempet kedokter. Dari situ saya ga ketemu lagi, sampai sekitar 1 bulan, saya denger ibu nikah lagi. Si suaminya ditingalin begitu ajah. Dini anaknya ga terima ibunya nikah lagi. Sampai sekarang sepertinya masih marah. Tapi ada satu cerita yang saya denger teh, aga serem juga sih, katanya ibu ini sering dimimpiin sama lelaki ganteng, lalu berhubungan seperti suami istri, rasanya tidak seperti saat dengan suaminya. Itu yang membuat ibu tidak suka dengan suami lamanya. Ibu ini mencari sosok seperti lelaki didalam mimpinya itu".
"Serem juga mbak, tapi kenapa ibu bisa sampai kayak gini teh. Kakinya lumpuh apa gimana sih?"
"Teteh percaya ga ada makhluk yang suka sama manusia?"
"Maksudnya mbak? Disukain gimana? Disukain sama setan gitu?"
"Iya teh, ada beberapa jenis manusia yang bisa disukain oleh makhluk lain, dan kalau mereka sering berhubungan, energi si manusia itu akan terserap oleh mereka. Nauzubilah. Semoga kita selalu dilindungi dari hal itu yah teh"
"Astagfirullah, serem amat mbak. Terus bu toni kenapa ga di rukiyah atau apa gitu mbak?"
"Sudah teh, cuma bu toni juga menyukainya. Jadi susah lepasnya, jadi yah, cuma niat hati bu toni yang bisa mengobati penyakitnya".
**
Lama aku berbincang dengan mbak nani, sampai akhirnya dia pamit pulang.
*Bersambung*
Ts laper.
JabLai cOY dan 18 lainnya memberi reputasi
19
Tutup