Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
41
Lapor Hansip
26-01-2022 20:40

Untuk Pertama Kalinya Sistem Pertahanan Rudal THAAD Berhasil Mencegat Rudal Balistik

Belum ada kisah pencegatan yang berhasil dilakukan oleh sistem pertahanan rudal THAAD buatan Lockheed Martin setidaknya sampai awal tahun ini. Kisah sukses operasional THAAD justru datang dari luar Amerika, UAE akhirnya membuat debut pertama THAAD dalam sebuah insiden pencegatan rudal balistik yang diduga ditembakkan oleh milisi Houthi. Mengutip artikel The War Zone serangan Houthi di fasilitas dekat kilang minyak di UAE sendiri terjadi pada Senin (17 Januari 2022) yang menewaskan tiga orang dan melukai enam lainnya.

Dalam serangan yang juga melibatkan drone tersebut, salah satu rudal balistik jarak menengah Houthi berhasil dicegat oleh sistem THAAD. Publikasi berita itu mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya yang terhubung dengan UAE, juga mengkonfirmasi bahwa rudal Houthi yang dimaksud menargetkan fasilitas minyak di dekat Pangkalan Udara Al Dhafra. Merupakan rumah bagi pasukan AS, Prancis, dan Emirate.

U.S. Central Command mengatakan bahwa, anggota layanan AS di Al Dhafra dipaksa untuk berlindung di bunker mereka selama sekitar 30 menit dan kemudian diinstruksikan untuk memakai alat pelindung selama kurang lebih 24 jam sesudahnya. Elemen lain dari serangan Houthi juga berhasil dihancurkan oleh ssitem pertahanan udara di UAE, duta besar negara itu untuk Amerika Serikat, Yousef Al Otaiba, menyatakan bahwa “beberapa dicegat, beberapa dari mereka tidak."


Quote:
Untuk Pertama Kalinya Sistem Pertahanan Rudal THAAD Berhasil Mencegat Rudal Balistik

Foto: Lockheed Martin



Sistem THAAD (Terminal High Altitude Area Defense) dikembangkan pada 1990-an untuk menghancurkan berbagai jenis rudal balistik yang berbeda, meskipun hanya menunjukkan keandalan yang cukup terbatas selama periode awal pengujian, sistem ini telah matang dan digunakan secara luas. Termasuk di area hotspot di Timur Tengah, Korea Selatan, dan di tempat lain di Pasifik.

THAAD adalah sistem pencegat terminal, artinya dirancang untuk menjatuhkan hulu ledak rudal balistik selama fase akhir penerbangan mereka, saat mereka meluncur melalui atmosfer menuju target mereka.

THAAD juga berhasil memenangkan pesanan ekspor terbatas, dengan UAE menjadi pelanggan asing pertama, dengan kontrak awal senilai sekitar US$ 1,135 miliar. Kontrak itu mencakup 48 rudal, sembilan kendaraan transporter erector launcher (TEL), dan dua radar. UAE menerima sistem pencegat THAAD pertamanya pada tahun 2015. UAE kemudian juga membangun sebuah situs di sepanjang garis pantai Teluk Persia, yang berlokasi strategis untuk menghadapi ancaman dari Iran, yang memiliki gudang rudal balistik yang terus berkembang.


Quote:
Untuk Pertama Kalinya Sistem Pertahanan Rudal THAAD Berhasil Mencegat Rudal Balistik

Foto: U.S. Missile Defense Agency



Emirate telah ditarik ke dalam konflik dengan Houthi sebagai hasil dari peran aktif mereka dalam koalisi pimpinan Saudi yang memerangi Houthi di Yaman sejak konflik di negara itu pecah pada tahun 2015. UAE tetap terlibat di Yaman meskipun mengurangi skala operasi anti-Houthi dan peningkatan nyata dalam hubungan dengan Iran.

Sementara itu di UAE khususnya, Angkatan Udara AS tahun lalu melakukan setidaknya satu latihan kontra-drone udara yang melibatkan berbagai pesawat yang berbeda dengan Angkatan Udara Emirate. Sekarang, bagaimanapun, ada bukti jelas bahwa UAE tidak hanya menghadapi ancaman dari sistem tak berawak tingkat rendah tetapi juga dari rudal balistik.

Saat ini UAE juga mengoperasikan sistem pertahanan udara Patriot Advanced Capability 3 (PAC-3) yang memiliki kemampuan rudal anti-balistik, perlu dicatat bahwa Arab Saudi baru-baru ini menyatakan telah mulai kehabisan stok rudal Patriot untuk melawan ancaman rudal Houthi.  
Menariknya UAE sudah berusaha untuk meningkatkan pertahanan udaranya, tidak diragukan lagi dengan memperhatikan intensitas yang dilakukan oleh Houthi terhadap Arab Saudi. Yang telah melihat beberapa serangan drone dan rudal, termasuk serangan kompleks pada infrastruktur minyak.

Sementara itu kedutaan besar AS di UAE untuk pertama kalinya memberi peringatan kepada warga AS yang tinggal di negara tersebut, mereka juga memberi instruksi bagaimana caranya berlindung ketika rudal balistik ditembakkan ke wilayah tempat mereka tinggal. Untungnya selama proses pencegatan rudal balistik tersebut, serpihan-serpihan rudal tidak smpai menimbulkan korban jiwa atau luka.


Quote:
Untuk Pertama Kalinya Sistem Pertahanan Rudal THAAD Berhasil Mencegat Rudal Balistik

Ilustrasi: Lockheed Martin



Sebagai tambahan informasi dalam pengembangan aktif sejak tahun 1990-an, program THAAD telah mengalami penundaan berulang kali. Masalah kontrol kualitas dan masalah lainnya terus menghampiri. Sementara itu kontraktor pertahanan Lockheed Martin memulai tes penerbangan pertama rudal THAAD pada April 1995. Pada awalnya THAAD tidak berhasil mencapai target apa pun sampai tes ke-10 pada Juni 1999.

Setahun kemudian, Pentagon memberi Lockheed Martin kontrak baru untuk memulai pengembangan rekayasa dan manufaktur sistem. Para insinyur tidak menguji coba sistem yang disempurnakan sampai November 2005. Sebagian dari penundaan itu berada di luar kendali kontraktor pertahanan yang bermarkas di Maryland. Perusahaan itu telah mengalihkan pekerjaan pada motor roket ke divisi propulsi ruang angkasa Pratt and Whitney.

Baru pada tahun 2012 THAAD berhasil menembak jatuh rudal balistik jarak menengah tiruan (MRBM). Senjata itu telah mengulangi prestasi itu beberapa kali sejak itu. Namun, pada Desember 2016, sistem tersebut masih belum terbukti dapat menembak jatuh pengganti rudal balistik jarak menengah (IRBM). Hal itu dilaporkan oleh Office of Director, Operational Test and Evaluation (DOT&E) Pentagon.

Rudal balistik tipe MRBM memiliki jangkauan sekitar 1.000 kilometer (lebih dari 620 mil) dan 3.000 kilometer (di bawah 1.870 mil), sementara IRBM dapat mencapai target hampir dua kali lebih jauh. Atas indikasi tersebut beberapa ahli kini masih meragukan sistem THAAD, terutama yang berkaitan dengan penempatannya di Korsel sejak awal tahun 2017. Banyak ahli percaya rudal balistik Musudan Korea Utara (BM-25 atau Hwasong-10) termasuk dalam kategori IRBM.


Meski berhasil mencegat rudal balistik untuk pertama kalinya, jalan THAAD untuk membuktikan efektivitasnya masih panjang. Sepanjang jalan kenangan.



Quote:




Referensi Tulisan: The War Zone& Defense News
Sumber Foto & Ilustrasi: sudah tertera di atas
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gabener.edan dan 22 lainnya memberi reputasi
21
Masuk untuk memberikan balasan
militer-dan-kepolisian
Militer dan Kepolisian
1.1K Anggota • 2.2K Threads
Untuk Pertama Kalinya Sistem Pertahanan Rudal THAAD Berhasil Mencegat Rudal Balistik
28-01-2022 20:36
indon punya peluang dihujanin rudal balistik ga ya emoticon-Ngakak
0 0
0
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia