Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
106
Lapor Hansip
17-01-2022 20:33

Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?

Hai GanSis! Setelah kemarin saya sudah buat thread berjudul Mengapa Ottoman Menyerang Konstantinopel? Kini saya jadi kepo dengan wilayah tersebut di masa Sekarang. Apa kabarnya Turki sekarang?

Quote:Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?
Foto oleh Arefin Shamsul dari Pexels


Turki, sebuah negara yang belakangan banyak dibicarakan karena ada keluarga artis pulang dari Turki, beberapa terjangkit Omicron setibanya di Tanah Air. Hadeeh, Omicron bikin OmyGod!

Oke itu hanya intermezzo saja. Selain itu Turki memang tengah jadi perhatian dunia, sebab krisis ekonomi yang melanda negara tersebut. Sebab Pandemi sebagian besar negara di dunia memang mengalami krisis moneter. Namun kondisi lebih rumit tampaknya dialami Turki. Dari informasi yang saya baca (cek sumbernya dibawah) mata uang Lira mengalami pelemahan yang cukup besar dan terjadi inflasi besar. Kondisi ini disebut-sebut karena kebijakan pemerintahan Erdogan yang enggan menaikkan suku bunga. Sementara kehadiran mata uang asing dan kripto mulai digunakan (tidak resmi) karena mata uang lokal dinilai kehilangan nilainya. Kondisi demikian tentu tidak diharapkan, karena merusak sistem keuangan. Ya kita doakan agar kondisinya semakin membaik.

Saya, sebagai netizen biasa yang awam ini menjadi tergelitik setelah tahu kondisi demikian. Mengingat wilayah Turki di masa lalu pernah berdiri Kekaisaran yang  sangat disegani di masanya. Ya kita tahulah bagaimana hebatnya Ottoman dan Bizantium dahulu.

Layaknya bertanya mengapa Indonesia tidak bisa kaya raya dari jual rempah-rempah? sementara VOC dulu bisa.

Kini pertanyaannya juga mirip-mirip, mengapa Turki tidak bisa sekuat, sebesar, sejaya, makmur dan sejahtera seperti halnya penguasa terdahulu di wilayah tersebut, yakni Bizantium dan Ottoman.

Setelah ditelusuri di Google, terus terang saya belum temukan artikel yang secara khusus membahas ini. Jadi mohon maaf jika isi thread ini tidak begitu valid.

Agaknya saya menemukan jawabannya dari mempelajari sebab keruntuhan Kesultanan Turki Usmani. Secara garis besar, kemunduran Turki Usmani ini kalau boleh saya nilai ini mirip dengan apa yang menimpa Nokia. Bahwa keduanya kalah meski tidak melakukan kesalahan fatal.

Contoh, Nokia bertahun-tahun menguasai pasar ponsel dunia. Mereka melakukannya dengan baik dan tanpa kesalahan berarti. Tapi pesaingnya melakukannya dengan lebih baik, cepat dan mengikuti zaman.

Begitupun Turki Usmani, bahkan selama berabad-abad mereka berkuasa. pada 3 Maret 1924 mengalami keruntuhan. Kesultanan yang berdiri kurang lebih 625 tahun lalu itu dibubarkan lewat Majelis Nasional Agung dalam sidangnya sejak Februari 1924. Majelis memutuskan menghapus jabatan khalifah dan mempersilakan khalifah terakhir, Abdul Majid II meninggalkan Turki.

Bisa dibilang mereka melakukan itu (berkuasa) dengan baik. Bahkan sebenarnya mereka masih bisa eksis sampai sekarang, andai Ottoman tidak kalah di Perang Dunia I. Atau lebih tepatnya mereka tidak salah memihak di PD I.

Kesultanan Ottoman memang telah berkuasa selama beberapa abad dan melewati berbagai zaman. Namun mereka dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Sementara Eropa berkembang pesat dengan perkembangan industrinya.

Ottoman kala itu dinilai masih terlalu agraris, tidak mengembangkan industri, pendidikan yang tertinggal dan perkembangan pesat negara pesaing yang melemahkan mereka.

Revolusi industri sudah dimulai sekitar tahun 1700-1800 di Eropa. Sementara Turki Usmani saat itu masih kekurangan pabrik untuk mengimbangi Inggris, Prancis dan Rusia. Sehingga tiba waktu berperang Kesultanan belum siap. Industri Kesultanan belum siap untuk memproduksi senjata, meriam, besi dan baja guna membangun rel kereta api untuk mendukung perang. Ditambah mereka yang berperang dipihak Jerman, dinilai keputusan yang keliru.

Disamping itu, kondisi masyarakat kala itu berperan melemahkan Kesultanan dari dalam. Daerah kekuasaan yang luas dari Timur Tengah, Afrika Utara, hingga Eropa Timur membuat kondisi masyarakat yang sangat heterogen. Kenyataannya mereka tidak terlalu bersatu. Diperparah dengan tingkat pendidikan penduduk yang rendah.

Jadi bila ditanya mengapa Turki sekarang tidak bisa semakin Ottoman dan Bizantium? Menurut saya sama dengan bertanya mengapa Indonesia bisa tidak semashur pada era Hindia Belanda atau Majapahit sekalipun? Jawabnya Karena zaman yang telah berubah.

Beda zaman, beda juga sistem pengolahannya. Zaman berubah, berubah juga cara sukses dan menjadi kaya raya. Turki Usmani di zamannya memang sangat disegani. Armada perang yang tangguh pada masanya, hasil pertanian yang baik, dan menguasai jalur perdagangan internasional. Namun ketika dunia berubah, hal yang demikian tidak lagi cukup untuk membuat Kesultanan terus eksis.

Dulu, butuh berapa hektar lahan sawah atau kebun untuk menghasilkan uang miliaran? Coba bayangin, di tahun 2022 kini seorang pemuda yang sudah menghasilkan milyaran Rupiah dari hasil jual foto selfie dirinya dalam bentuk NFT. Ialah Gozali Everyday.

Quote:Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?
Ghozali Everyday/OpenSea


Maksudnya bukan berarti kita meninggalkan tradisi, seperti meninggalkan sawah atau memunggungi laut. Hanya saja disini cara mengolah potensi yang berbeda. Harus banyak inovasi dan kreatifitas.

Zaman memang telah berubah. Yang telat beradaptasi maka Ia akan tertinggal. Dunia terus berputar, kadang diatas, kadang dibawah.

Tidak hanya membandingkan Turki dengan Ottoman dan Bizantium. Juga Indonesia dengan kolonial dan kerajaan terdahulu. Status negara adidaya juga berganti sesuai masa, Spanyol pernah menyandang status itu, lalu Amerika Serikat (mantan jajahan Spanyol) dan apakah China selanjutnya? Kita lihat nanti.

Dari sini jika boleh saya berkesimpulan. Bahwa wilayah strategis, luas wilayah kekuasaan dan sumber daya melimpah, bukanlah jaminan untuk menjadikan sebuah negara maju dan kuat. Setidaknya itu yang berlaku dimasa sekarang. Disinilah bedanya dengan di masa lalu.

Sehingga salah jika kita masih berpikir seharusnya Turki bisa seperti Ottoman dan Bizantium, karena mereka punya sejarah yang kuat, wilayah strategis dan sumber daya yang mendukung lainnya. Tapi mengapa sekarang mereka krisis ekonomi? Padahal para pendahulu mereka merupakan penguasa yang disegani dunia.

Tanyakan juga pada diri kita sendiri (bangsa Indonesia), mengapa kita tidak sekuat dan sehebat para nenek moyang kita yang terkenal tangguh di lautan dan daratan? Why?

Rianda Prayoga
Salam dari Binjai, 17 Januari 2022


Diubah oleh riandyoga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hayley.quinn dan 29 lainnya memberi reputasi
24
Masuk untuk memberikan balasan
sejarah--xenology
Sejarah & Xenology
0 Anggota • 5.6K Threads
Mengapa Turki Sekarang Tidak Bisa Sebesar Ottoman dan Bizantium?
22-01-2022 19:05
"Kesultanan Ottoman memang telah berkuasa selama beberapa abad dan melewati berbagai zaman. Namun mereka dinilai tidak mengikuti perkembangan zaman. Sementara Eropa berkembang pesat dengan perkembangan industrinya."

kurang tepat poin ini mohon di research jangan sampai bias hanya karena anda ngga suka dengan keadaan indonesia sekarang
Diubah oleh sammyceng
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mamarnr dan 2 lainnya memberi reputasi
1 2
-1
profile picture
kaskus addict
22-01-2022 21:05
Maaf, ini apa hubungannya sama ngga suka dgn kondisi Indonesia sekarang?
0
profile picture
kaskus maniac
23-01-2022 01:17
Nah, pertanyaan ane sama dengan agan di atas ane, tolong dijelaskan hubungannya gan emoticon-Jempol
1
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 04:27
@riandyoga

anda bicara sejarah turki kan bukan indonesia, lalu kenapa bawa indonesia?

"Tanyakan juga pada diri kita sendiri (bangsa Indonesia), mengapa kita tidak sekuat dan sehebat para nenek moyang kita yang terkenal tangguh di lautan dan daratan? Why?"

kalau kalimat diatas sudah membuktikan tujuan anda bukan membahas sejarah turki tetapi hanya ketidaksukaan terhadap keadaan bangsa ini.
1
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 06:20
@sammyceng waduh asumsinya terlalu jauh. Itu bukan karena ketidaksukaan. Maksudnya itu agar penyampaian informasi lebih gampang. Kebetulan sejarah Indonesia dan Turki memiliki kemiripan dalam hal ini sama² pernah berbentuk kerajaan yg kuat.

Ada juga diatas yg menyinggung budaya Tionghoa soal generasi ketiga yg konon bikin bisnis hancur. https://www.kaskus.co.id/show_post/6...b7ff31d62bfd50

Tidak ada maksud ketidaksukaan pada Indonesia. Bahwa kemunduran di generasi turunan itu permasalahan banyak negara, kelompok, etnis hingga keluarga.
0
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 06:40
Sejarah Indonesia memiliki kerajaan yang kuat itu apa yah?

Sriwijaya? Lah kekuasannya cuma di situ aja dan gak lama.

Majapahit? Luas secara teritori karena ambisi sang maha menterinya. Tapi gak diikat secara kuat karena pusat kekuasannya ya cuma di Jawa aja.

Gak pernah ada kerajaan yg benar2 kuat kalo kata ane mah, cuma bunga-bunga overproud aja dari pelajaran sejarah di sekolah.

Jatidiri bangsa aja kebingungan kok Indonesia ini negara maritim atau Negara Agraris.
3
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 06:49
@riandyoga

kemiripan darimana ya ? kalau sama2 kerajaan semua negara di dunia juga berasal dari kerajaan

anda bicara sejarah di hubungkan dengan sesuatu yang "konon", malah menjadi mitologi, kalau anda bicara sejarah bicara data dan hipotesa bukan berdasarkan "konon"
0
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 06:52
@cintasenja
Quote:Gak pernah ada kerajaan yg benar2 kuat kalo kata ane mah, cuma bunga-bunga overproud aja dari pelajaran sejarah di sekolah.


Oke diterima pendapatnya. Tapi maaf, kata "kuat" disini ukurannya seperti apa sih?. Maaf lagi nih, kalo menurut saya "kuat" disini bukan berarti yg hanya hampir menguasai separuh dunia. Mampu menguasai regional dan menghalau pasukan Monggol seperti yg dilakukan Majapahit, saya pikir itu bentuk kekuatan pada masanya.
0
profile picture
kaskus addict
23-01-2022 06:57
@sammyceng ya mohon maaf kalau gak sesuai pendapat agan. Itu merupakan gaya penyampaian informasi yg saya gunakan. Membandingkan dgn Indonesia, agar lebih relate dan mudah dicerna. Bila belum dpt dipahami, ya berarti saya yg masih bego.

Sekali lagi memang gk ada maksud ketidaksukaan pda Indonesia.

Terkait kata konon, ya itu memang kepercayaan etnis Tionghoa, bisa dipercaya atau tidak bagi kita yg diluar etnisnya.
0
Memuat data ...
1 - 8 dari 8 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia