Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
79
Lapor Hansip
27-12-2021 21:04

Arwah Kucing Hitam Membalas Dendam

Arwah Kucing Hitam

Arwah Kucing Hitam Membalas Dendam

Pada suatu malam, sebuah mobil melintas di tengah jalan. Terlihat dua sejoli yang berada di bangku depan sedang bermesraan, mereka juga tidak mempedulikan sekitar.

"Ren, perhatikan depan. Kalau sampai nabrak orang, kita semua bisa celaka." Seorang wanita dari bangku belakang buka suara.

Pria bernama Rendy yang sedang menyetir itu langsung membuang muka. "Nggak bisa lihat orang lagi enak-enak, ya. Sialan!"

"Udahlah, Sayang. Ucapan Nia ada benarnya juga." Sang pacar pun ikut berkomentar.

Mendadak, entah benda apa yang melintas begitu cepat. Hingga membuat Rendy menginjak rem secara tiba-tiba.

Braakkk!

"Ouhhh! Bisa nyetir nggak, sih. Sakit tau!" umpat salah satu pria yang duduk bersebelahan dengan Nia, Bram namanya.

Merasa mobil milik Rendy menabrak sesuatu, mereka berempat turun dari mobil untuk melihat keadaan. Tidak disangka, seekor kucing berbulu hitam lebat tergelatak di atas tanah. Dari tubuh hewan berbulu itu keluar cairan berwarna kuning yang baunya menyengat.

"Dasar kuning sialan, berani-beraninya nabrak mobilku. Mana bau lagi, uh!" Rendy menendang tubuh kucing yang tak berdaya itu hingga ke pinggir jalan.

"Ren, kenapa kamu main kasar. Kucing itu nggak bersalah, kita yang udah menabraknya." Nia tidak terima dengan perlakuan temannya itu.

"Banyak bacot kamu, udah masuk!"

Diana, pacar Rendy langsung menarik tangan Nia untuk kembali masuk ke mobil. Meskipun wanita itu sebenarnya ingin melihat keadaan si kucing. Rendy langsung menancap gas dan meninggalkan area tersebut, Nia hanya bisa menatap tubuh kucing yang tergeletak di jalan dengan perasaan tak menentu.

Sesosok wanita dengan baju putih berlumuran darah, berdiri tegak di samping tubuh kucing. Sorot matanya yang tajam menatap ke arah mobil milik Rendy.

Keesokan harinya di kampus, Rendy dan teman-temannya menghampiri Nia yang sedang duduk merenung.

"Mikirin apa, Nia? Sampai kami datang pun kamu nggak tahu."

"Eh, Na. Nggak apa-apa, kok. Aku masih kepikirin kucing yang kita tabrak semalam itu."

"Aku jadi nggak selera makan!" Rendy menggebrak meja, kemudian pergi meninggalkan mereka. Diana sang pacar langsung menyusulnya.

"Udah, jangan pedulikan si Rendy. Aku ke kamar mandi dulu." Bram ikut meninggalkan Nia.

Di dalam kamar mandi, terlihat lampu di sana berkelap-kelip. Bram merasa ada yang tidak beres, ia berjalan perlahan untuk melihat sekeliling. Tiba-tiba terdengar suara wanita menangis, ia pun makin penasaran. Dibukanya satu persatu pintu kamar mandi, tetapi kosong. Sedangkan suara tangisan itu makin dekat. Sisa satu pintu paling akhir, saat ia ingin membukanya. Mendadak sebuah tangan menyentuh pundaknya.

"Arrhhhh!"

"Maaf, Mas. Kalau ngagetin."

Ternyata itu adalah pekerja yang ditugaskan untuk memperbaiki lampu kamar mandi. Lega, akhirnya Bram tidak was-was lagi. Ia pun masuk ke salah satu ruangan. Gegas, ia membuka celana untuk buang air kecil.

Terlihat genangan air dari bawah ruangan menggenang ke arah kakinya. Sedangkan di sisi lain, pekerja yang mengurus lampu tadi sedang memotong beberapa kabel yang sudah lama. Niatnya untuk diganti dengan yang baru. Ia menoleh untuk mencari kabel baru yang dicari. Ternyata lupa tidak dibawa, akhirnya ia keluar dari kamar mandi untuk mengambil barang yang kelupaan.

Kabel yang terpotong tadi, tiba-tiba mengeluarkan percikan api dan terjatuh ke lantai. Tepat mengenai genangan air yang mengarah ke kaki Bram. Pria itu membalik badan, kemudian terkejut karena sesosok wanita yang entah dari mana datangnya sudah berdiri tegak menatapnya. Sosok itu langsung mencekik leher Bram bersamaan dengan sengatan listrik di badan. Tubuhnya langsung menghitam, kemudian tergeletak di atas lantai.

Kabar itu langsung menggemparkan seluruh kampus, terutama teman-temannya. Mereka tidak percaya bahwa Bram akan tewas seperti itu. Pihak kepolisian datang meneliti perihal kematian Bram, tetapi tidak menemukan keganjalan sama sekali. Namun, tidak bagi Nia. Ia merasa kematian Bram ada sangkut pautnya dengan kucing hitam yang mereka tabrak kemarin malam. Dugaan itu diperkuat dengan terlihatnya sosok wanita yang menatap dirinya dari kejauhan.

Bersambung.

Penulis @piendutt
Sumber : opini pribadi
Diubah oleh piendutt
profile-picture
profile-picture
profile-picture
69banditos dan 29 lainnya memberi reputasi
28
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
19.7K Anggota • 28.7K Threads
Arwah Kucing Hitam Membalas Dendam
29-12-2021 20:14
Katanya mayat di lompatin kucing hitam hidup
profile-picture
profile-picture
itkgid dan piendutt memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus addict
30-12-2021 11:06
Mitosnya iya gan, tapi khusus kucing hitam yang jantan
0
profile picture
newbie
30-12-2021 12:17
Iya gan, kucing hitamnya hidup emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskus addict
30-12-2021 12:28
@smkbnpwk kucing berambut hitam emoticon-Ngakak
0
profile picture
newbie
30-12-2021 16:16
Apa bedanya bulu sama rambut gan? emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskus addict
30-12-2021 17:44
@smkbnpwk dari kalimatnya gan emoticon-Ngakak
0
Memuat data ...
1 - 5 dari 5 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
duda-keren-dan-mahasiswi-cantik
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia