Story
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
2
Lapor Hansip
22-11-2021 16:44

Ditampar Sadar Kemudian Belajar (Bag. Terakhir)

Lanjut ceritanya yaaa
***
Tak usai sampai di situ kegiatan belajar mengajar tetap ku lanjutkan. Murid privat ketiga yang kuajar selanjutnya adalah Joshua anak kelas satu SD. Awal aku mengajar Joshua bertepatan dengan bulan Ramadhan. Kami biasanya belajar pada pukul empat sore dan selesai pukul enam maghrib. Joshua ini anaknya ramah saat pertama kali aku berbuka puasa ditempatnya, ia membawakanku makan dan minuman berbuka segelas air putih dan mie sedap goreng cup. Melihatnya yang juga lapar akupun menawarkan makanan tersebut kepadanya dan kami makan mie tersebut berdua tanpa rasa canggung. Joshua biasa mengenakan sempak dan kaos dalam saat belajar, perawakannya memang cukup berisi dan terkadang menangis saat hendak belajar. Karena tidur siangnya terganggu. "Joshua cita-citanya apa?" tanyaku. "Jadi kaya Mas Risqi." jawabnya. loh jadi kaya Mas Risqi gimana Jos? Aku memastikan kembali apa cita-citanya. "Jadi guru to mas, aku suka ngajar og mas, sini Mas Risqi gantian tak ajar aku yang jadi gurunya." Mendengar jawaban dari Joshua tersebut kamipun tertawa. Ahahahah.... Pernah suatu ketika aku menanyakan ada tidak tugad dari sekolahan. "Ada mas, PAK." jawabnya. PAK apa Jos? Tanyaku bingung. "Ini lho mas Pendidikan Agama Kristen." Wahhhh Mas Risqi tau ga ya Jos wkwkwk jujur aku bingung. Ya udah Joshua yang baca Mas Risqi yang dengerin ya. Mas Risqi kan ga paham Pendidikan Agama Kristen. Lebih kurang sebulan aku mengajar Joshua, karena hanya dibutuhkan selama ujian kenaikan kelas saja. Pernah suatu ketika aku membawa latihan soal dan kebetulan pada saat mengerjakan latihan soal tersebut Joshua melihat kunci jawabannya. Sontak dia pun mengambilnya dan kami saling berebut sampai ia menangis. Jujur memang aku salah karena teledor. Kemudian aku dan asisten rumah tangganya menenangkannya serta memberikan pengertian kepadanya.
***
Antara tahun 2018-2021 hari-hari di Semarang kuisi dengan mengajar privat, bekerja di kedai kopi dan menyelesaikan skripsi. Murid selanjutnya adalah Marcello kelas empat SD, anaknya pendiam dan serius belajar. Ibunya selalu meminta dan mengingatkanku untuk mengajari Cello aksara jawa. "Mas, nanti sore minta tolong ya lebih banyak belajar aksara jawanya." begitulah pesan ibunya kepadaku. Jujur aku pribadi tak tahu aksara jawa. Setiap malam aku selalu belajar dan menghafal aksara jawa, ya sudah mau bagaimana lagi anggap saja nguri-nguri budaya jawi. Cello yang mulanya pendiam menjadi sosok yang riang saat belajar. Cukup lama aku menjadi tutornya, sampai suatu ketika jadwalku mengajar dan bekerja di kedai kopi menjadi tak karuan. Akhirnya kuputuskan untuk pamit undur diri dari mengajar meskipun orang tuanya menyayangkan dan menyanggupi untuk memberikan honor lebih. Tapi ya sudahlah, tidak apa-apa daripada harus hilang keduanya lebih baik salah satu pekerjaan dikorbankan.
***
Bulan Ramadhan 2021, lama sudah jedaku tak mengajar. Terakhir bulan Januari 2020 aku sudah tak lagi mengajar Marcello. Kemudian aku putuskan mengajar lagi di tahun 2021. Muhammad Abid I'tizam namanya, siswa kelas 1 SD yang belum mahir membaca, menulis dan berhitung. Ibunya merasa keberatan dan meminta tolong untuk menjadi guru Izam selama pembelajaran dalam jaringan. Izam sangat suka bermain, dia selalu menanyakan, "kapan selesainya mas aku main... udah ditungguin temen-temenku itu lho." Tentu sambil merengek. "Ya kalo Dik Izam udan lancar menulis nanti main. Nulis dulu tiga kalimat setelah itu udah." Begitulah Izam, anaknya asik diajak bicara dan suka mainan. Terkadang aku pun membahas tentang mainan untuk menyatukan frekuensi dengannya, tentu agar ia tak merengek untuk keluar dan bermain. Izam hampir sama supelnya seperti Joshua. Ia kerap meminta bagian makananku untuk dimakan bersama, pernah suatu kali aku disuguhkan mie instan kemudian kami makan bersama. "Aku suka makan mie mas, sampe ga boleh sama mama og." ternyata Izam sangat suka makan mie instan sehingga ibunya membatasinya makan mie instan. Aku mengajar izam cukup lama sampai akhirnya memutuskan berhenti karena ibunya isolasi mandiri akibat covid-19.
***
Menjadi seorang guru bagiku tak mudah, selain harus menguasai materi, pandai berkomunikasi pun ada hal lain yang berkaitan dengan jiwa juga perlu diolah. Mengajar adalah hobi, sebuah hobi bila kita tekun suatu saat nanti pasti akan berguna, setidaknya untuk diri sendiri. Kata dosenku, "jika guru mendapati siswa yang nurut itu biasa, yang luar biasa apabila kita mendapatkan siswa yang bandelnya luar biasa kemudian kita olah menjadi baik. Bahasa kasarnya begini mas, banyu comberan kuwe kan kotor, lha tugas kita seorang guru itu mengolah bagaimana si banyu comberan kuwe mau dadi bening." Lebih kurang seperti itu cerita pengalaman mengajarku meskipun baru kelas kecil, tapi gapapa mudah-mudahan bermanfaat untuk menuju kelas besar yang lebih baik.Aamiin... sekian dari aku sampai jumpa dithreed selanjutnya. Ditampar Sadar Kemudian Belajar. Salam
Diubah oleh arsipojan
profile-picture
profile-picture
rsmembumi dan bukhorigan memberi reputasi
2
Masuk untuk memberikan balasan
stories-from-the-heart
Stories from the Heart
0 Anggota • 28.1K Threads
Ditampar Sadar Kemudian Belajar (Bag. Terakhir)
21-12-2021 20:46
keren gan nice share gan.
profile-picture
arsipojan memberi reputasi
1 0
1
profile picture
newbie
22-12-2021 05:22
Terimakasih agan krisna. Ehehe
0
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
ada-kisah-di-tanah-papua
Stories from the Heart
Stories from the Heart
cerita-cupu-yang-lucu
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia