News
Pencarian Tidak Ditemukan
KOMUNITAS
link has been copied
62
Lapor Hansip
03-12-2021 08:02

Gara-gara Huruf W, Penderitaan Korban Penggusuran di Bandung Bertambah Panjang

Gara-gara Huruf W, Penderitaan Korban Penggusuran di Bandung Bertambah Panjang

SuaraJabar.id - Warga korban penggusuran di Jalan Anyer Dalam, Kelurahan Kebonwaru, Kota Bandung, ternyata masih harus bersabar untuk mendapatkan keadilan.

Meski telah menjalani sidang pembacaan gugatan di Pengadilan Negeri Bandung, hari ini, Kamis (2/12/2021), agenda selanjutnya ternyata harus mundur lantaran ada kesalahan pihak pengadilan dalam pemanggilan salah satu pihak tergugat, yakni PT Wijaya Karya.

Kuasa hukum warga, Tarid Febriana menyebut, dalam surat pemanggilannya pihak pengadilan salah menuliskan pihak tergugat, yang seharusnya PT Wijaya Karya, malah PT Ijaya Karya, kurang huruf "W".

"Ada kesalahan dari pengadilan soal pemanggilan (tergugat). Harusnya Wijaya Karya, kurang huruf W, jadi Ijaya Karya. Jadi harus dipanggil ulang," ungkapnya.

Sidang selanjutnya pun baru akan digelar pada tanggal 30 Desember 2021 mendatang dengan agenda jawaban dari para tergugat dan turut tergugat.

Tarid menyayangkan dan merasa heran bahwa kesalahan itu baru diketahui saat ini, padahal gugatan itu telah didaftarkan sejak akhir Agustus 2021.

Seharusnya, lanjut Tarid, kesalahan semacam itu bisa terkoreksi lebih awal, sehingga persidangan bisa bergulir lebih cepat. Dengan begitu, warga pun bisa segera mendapatkan kepastian atas gugatannya alias tidak terkatung-katung.

"Ya, aneh saja. Bagi warga bisa merugikan, sidangnya mundur maka kepastiannya makin lama," katanya.

Diketahui, sebagian warga masih bertahan di Jalan Anyer Dalam. Mereka ada yang mengungsi di masjid, ikut menumpang di rumah tetangga atau saudara, dan beberapa warga terpaksa mengontrak. tercatat, ada sebanyak 84 jiwa yang terdampak penggusuran, termasuk anak dan lansia.

Sebagaimana pantauan Suara.com, malam kemarin, Rabu (1/12/2021), sekitar 20 warga harus berbagi ruang di Masjid Hidayatulfalah, RT06/04 yang kini dijadikan posko pengungsian darurat.

Di sana, ada dua bayi. Yang muda berusia 2 bula, yang lebih tua belum genap 4 bulan. Ada pula seorang balita berusia 3 tahun, seorang anak berusia 7 tahun, serta seorang lansia berusia 70 tahun. Hingga tengah malam, tangisan kedua bayi tadi masih silih menimpal.

Diketahui, kasus penggusuran di Jalan Anyer Dalam ini berkaitan dengan proyek Laswi City Heritage yang digarap PT Wijaya Karya (Wika) di atas lahan yang diklaim oleh PT Kereta Api Indonesia (KAI). Kabarnya, bakal jadi kawasan ikonik baru di Kota Kembang mencakup pusat kawasan bisnis, area publik, olahraga, hingga hiburan.

Dampaknya, 25 rumah warga digusur. Sepengetahuan warga, itu bakal dijadikan jalan masuk untuk kendaraan proyek.

Dari kejadian itu, PT KAI tidak memberikan ongkos ganti bangunan apalagi lahan. Hanya memberi ongkos bongkar senilai Rp 200 ribu permeter persegi untuk bangunan semi-permanen dan Rp 250 ribu permeter persegi untuk bangunan permanen.


Sebagian warga menerima kesepakatan itu, sebagian lain menolaknya karena dianggap tidak layak. Warga pun lantas mengajukan gugatan. Mempertanyakan status lahan dan menuntut ganti rugi bangunan rumah mereka yang kini serata dengan tanah.

"Intinya kita mempertanyakan soal kepemilikan tanah PT KAI, yang mereka klaim itu. Terus yang kedua, kalau misalkan tanah itu milik PT KAI, kita meminta dari warga itu, kita meminta ganti rugi yang layak atas bangunan-bangunan milik warga," kata Tarid.

Untuk diketahui, selain PT Wijaya Karya, pihak tergugat lain adalah PT KAI dan Badan Pertanahan Nasional Kota Bandung, pihak turut tergugat adalah Pemprov Jabar dan juga Pemkot Bandung.

https://jabar.suara.com/read/2021/12...njang?page=all

Tuntutan yg aneh.. emoticon-Malu (S)

Kalian yg nyerobot tanah orang.. Kok malah yg d serobot d suruh ganti rugi??.. emoticon-Malu (S)



emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hattori hanzo dan 24 lainnya memberi reputasi
25
Masuk untuk memberikan balasan
berita-dan-politik
Berita dan Politik
0 Anggota • 629.4K Threads
Gara-gara Huruf W, Penderitaan Korban Penggusuran di Bandung Bertambah Panjang
03-12-2021 08:09
memang masalah yang dibiarkan menahun
kebetulan ada temen di KAI, tanah milik KAI udah sering diserobot atau dipakai warga, mknya ada pemukiman pinggir rel dll emoticon-Big Grin
profile-picture
profile-picture
profile-picture
angkatiga3 dan 16 lainnya memberi reputasi
17 0
17
profile picture
kaskus geek
03-12-2021 08:10
Ada oknum yang ngutipin gak ?
5
profile picture
kaskus freak
03-12-2021 08:12
@anti.liberal nah klo itu ane no komen
4
profile picture
kaskus geek
03-12-2021 09:22
di gotham city, tanah di pinggir rel banyak tuh didirikan rumah dan kios bahkan ruko. Ada teman beli ruko dan perbaiki ruko it hingga habis 10 milyar tapi suratnya gak jelas, di pinggir rel. Kebetulan daerahnya itu sekarang merupakan pusat grosir yg berkembang. Gua tanya kok berani kali ya, dia bilang udah tanya dukun, katanya gak apa apaemoticon-Ngakak

memang sih daerah itu juga udah lama berdirinya

di tempat lain di gotham, ada yg udah dibongkar

ada lagi yg baru mulai dibangun, yg bangun okp setempat, modusnya bangun satu dulu, sedikit sedikit, kalau tak ada yg menindak, langsung bangun banyak dan dijualemoticon-Big Grin

sekarang pemerintah yg serba salah, mau menggusur, sementara daerah itu malah jadi pusat sentra ekonomi. Kalau digusur, ekonomi kotanya bakal terimbas, pengangguran bakal melonjak.
4
profile picture
kaskus addict
03-12-2021 09:39
@kinggidorah666 Simpel sih sebenarnya
Yang jual yang dituntut ganti rugi
Nyariin lahan baru buat PT KAI
Sekalian suruh bangun rel biar bisa dilewatin kereta api emoticon-Ngakak
4
profile picture
kaskus geek
03-12-2021 11:59
@saekicorp.
'Nyariin lahan baru ?
Sekitaran 5-10 m dari rel kereta api itu pasti punyanya PT. KAI (saya kurang tahu angka pastinya, tapi ada bedanya yang dibelokan, double rel dan yang lurus). Begitu juga halnya dengan sungai, pipa gas, tanahnya itu wewenang dari jawatan masing-masing.
Belum lagi yang area hijau-resapan.

===> Salah satu sebab mengapa saya nulis thread mengenai pemaksimalan penggunaan lahan (tapi yang resmi bisa/boleh dipergunakan), terutama untuk perkotaan. emoticon-Big Grin
Ada satu yang sedang saya "rancang" konsepnya, tapi agak 'nyendat, "si kang idea" entah lagi keluyuran kemana. emoticon-Big Grin

2
profile picture
kaskus freak
03-12-2021 12:32
@saekicorp. @bingsunyata bener

10 meter kanan kiri rel itu masih milik KAI gan
0
profile picture
kaskus geek
04-12-2021 11:24

@dwiatmaja

di gotham city mana ada lagi tuh tanah 10 meter kanan kiri relemoticon-Big Grin

5 meter aja udah syukur kalau adaemoticon-Ngakak

kalau mau cari siapa salah siapa benar, kayanya udah telat deh

0
profile picture
kaskus geek
04-12-2021 15:59
@kinggidorah666
Itu berlaku untuk rel yang masih "hidup", gan. Itu kalau PT.KAI-nya mau tegas, loh ...
Kalau yang udah mati, kembali kepada negara.
Dan tergantung pada pemerintah, itu tanahnya akan diperuntukkan untuk apa. Terkait tata wilayah/kota bersangkutan.

Namun perlu dibedakan mekanisme pengembaliannya, dengan bila yang melakukannya adalah swasta. Kalau BUMN, itu tidak perlu diberikan ganti rugi dalam bentuk uang. Begitu pula tidak perlu juga diberikan tukar guling.
Tapi dengan konsekuensi tertentu pula, bahwa ketika PT. KAI "punya gawe", negara juga harus memberikan "suntikan modal", tidak cuma mengandalkan keuntungan yang dihasilkan oleh PT. KAI aja. Tidak seperti bila yang punya gawe adalah swasta.
0
profile picture
kaskus geek
04-12-2021 16:43
@bingsunyata rel di gotham hidup semua ganemoticon-Big Grin
0
Memuat data ...
1 - 9 dari 9 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia