News
Batal
KATEGORI
link has been copied
19
Lapor Hansip
23-10-2021 15:23

Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru

Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru
Mustafa Kemal Atatürk (19 Mei 1881 – 10 November 1938), hingga 1934 namanya adalah Gazi Mustafa Kemal Paşa, adalah seorang perwira militer dan negarawan Turki yang memimpin revolusi negara itu. Ia juga merupakan pendiri dan presiden pertama Republik Turki. Ideologinya yang sekularis dan nasionalis berikut kebijakan serta teorinya dikenal sebagai Kemalisme.

Mustafa Kemal membuktikan dirinya sebagai komandan militer yang sukses selama berdinas sebagai komandan divisi dalam Pertempuran Gallipoli. Setelah kekalahan Kesultanan Utsmaniyah di tangan tentara Sekutu, dan rencana-rencana berikutnya untuk memecah negara itu, Mustafa Kemal memimpin gerakan nasional Turki dalam apa yang kemudian menjadi Perang Kemerdekaan Turki. Kampanye militernya yang sukses menghasilkan kemerdekaan negara ini dan terbentuknya Republik Turki. Sebagai presiden yang pertama, Mustafa Kemal memperkenalkan serangkaian pembaruan luas dalam usahanya menciptakan sebuah negara modern yang sekuler dan demokratis. Menurut Hukum Nama Keluarga, Majelis Agung Turki memberikan kepada Mustafa Kemal nama belakang "Atatürk" (yang berarti "Bapak Bangsa Turki") pada 24 November.

Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru
Atatürk setelah lulus dari Kolese Militer (1905)

Masa muda
Mustafa dilahirkan pada 1881, di Selânik Utsmaniyah (kini Thessaloniki di Yunani), sebagai anak seorang pegawai kecil yang kemudian menjadi pedagang kayu. Sesuai dengan kebiasaan Turki pada waktu itu, ia dinamai Mustafa saja. Ayahnya, Ali Rıza Efendi, seorang pegawai bea cukai, meninggal dunia ketika Mustafa baru berusia tujuh tahun. Karena itu, Mustafa kemudian dibesarkan oleh ibunya, Zübeyde Hanım.

Ketika Atatürk berusia 12 tahun, ia masuk ke sekolah militer di Selânik dan Manastır (kini Bitola), kedua-duanya pusat nasionalisme Yunani yang anti-Turki. Mustafa belajar di sekolah menengah militer di Selânik, dan di sana namanya ditambahkan dengan nama Kemal ("kesempurnaan") oleh guru matematikanya sebagai pengakuan atas kecerdasan akademiknya. Mustafa Kemal masuk ke akademi militer di Manastır pada 1895. Ia lulus dengan pangkat letnan pada 1905 dan ditempatkan di Damaskus. Di Damaskus ia segera bergabung dengan sebuah kelompok rahasia kecil yang terdiri dari perwira-perwira yang menginginkan pembaruan, yang dinamai Vatan ve Hürriyet (Tanah Air dan Kemerdekaan), dan menjadi penentang aktif Kesultanan Utsmaniyah. Pada 1907 ia ditempatkan di Selânik dan bergabung dengan Komite Kesatuan dan Kemajuan yang biasa disebut sebagai kelompok Turki Muda.

Pada 1908 kaum Turki Muda merebut kekuasaan dari sultan Abdul Hamid II, dan Mustafa Kemal menjadi tokoh militer senior. Pada 1911, ia pergi ke provinsi Libya untuk ikut serta dalam melawan invasi Italia. Pada bagian pertama dari Perang Balkan Mustafa Kemal terdampar di Libya dan tidak dapat ikut serta, tetapi pada Juli 1913 ia kembali ke Istanbul dan diangkat menjadi komandan pertahanan Utsmaniyah di wilayah Çanakkale di pantai Trakia (Trakya). Pada 1914 ia diangkat menjadi atase militer di Sofia, sebagian sebagai siasat untuk menyingkirkannya dari ibu kota dan dari intrik politiknya.
Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru
Atatürk bersama teman-temannya di Beirut (1906)

Karier militer
Ketika Kesultanan Utsmaniyah terjun ke Perang Dunia I di pihak Jerman, Mustafa Kemal ditempatkan di Tekirdağ (di Laut Marmara). Setelah Perang Dunia I usai, Kemal diangkat menjadi panglima dari semua pasukan yang berada di Turki Selatan. Banyak gerakan-gerakan yang muncul atas inisiasi rakyat untuk menggempur dan mengusir Sekutu dari wilayah Turki, akhirnya pasukan yang dipimpin oleh Kemal dan dibantu oleh gerakan-gerakan rakyat berhasil mengusir Sekutu dari Turki. Keberhasilan Sekutu mengusir penjajah, membuat rakyat dan Kemal berniat untuk menyingkirkan kekuasaan Sultan dengan membuat pemerintahan tandingan di Anatolia. Pembentukan pemerintahan tandingan ini tidak lain karena kebijakan Sultan telah bertentangan dengan kepentingan Nasional Turki dan Sultan masih menjadi boneka Sekutu yang otomatis kebijakannya adalah pencitraan dari kebijakan Sekutu atas Turki.

Gelibolu (Gallipoli)
Ia kemudian dipromosikan menjadi kolonel dan ditempatkan sebagai komandan divisi di daerah Gallipoli (bahasa Turki: "Gelibolu"). Ia memainkan peranan kritis dalam pertepuran melawan pasukan sekutu Inggris, Prancis dan ANZAC dalam Pertempuran Gallipoli pada April 1915. Di sini ia berhasil menahan pasukan-pasukan sekutu di Conkbayırı dan di bukit-bukit Anafarta. Karena keberhasilannya ini, pangkatnya kemudian dinaikkan menjadi Brigadir Jenderal, dan dengan demikian memperoleh gelar pasya dan memperoleh pengaruh yang semakin luas dalam upaya-upaya peperangan. Dengan pengaruh dan pengalaman inilah Mustafa Kemal berhasil menggulingkan Kesultanan Utsmaniyah dan merebut kembali wilayah-wilayah yang mulanya telah diserahkan kepada Yunani setelah perang besar itu.

Mustafa Kemal memperoleh penghormatan dari bekas lawan-lawannya karena keberaniannya dalam kemenangan. Memorial Mustafa Kemal Atatürk mempunyai tempat terhormat dalam Parade ANZAC Parade di Canberra. Di tugu peringatan ini tertulis kata-katanya:

Para pahlawan yang menumpahkan darahnya dan kehilangan nyawanya ... kalian kini terbaring di tanah dari negara sahabat. Karena itu beristirahatlah dengan damai. Tidak ada perbedaan antara Johnny dan Mehmet di mana mereka kini terbaring berdampingan di negara kita ... Kalian, para ibu yang mengirim anak-anaknya ke negara-negara yang jauh, hapuskanlah air matamu. Anak-anakmu kini berbaring pada haribaanmu di dalam kedamaian. Setelah kehilangan nyawa mereka di negeri ini, mereka pun telah menjadi anak-anak kami.
Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru

Kemal Pasya, ketika dia adalah komandan pasukan (1918)

Tahun-tahun terakhir Perang Dunia I
Pada 1917 dan 1918 Mustafa dikirim ke front Kaukasus (Kafkaslar) untuk berperang melawan pasukan-pasukan Rusia, yang berhasil dimenangkannya. Ia kemudian ditempatkan di Hejaz (Hicaz), untuk menindas Pemberontakan Arab (yang didukung oleh Britania Raya) melawan Kesultanan Utsmaniyah. Setelah melepaskan jabatannya, akhirnya ia kembali untuk berdinas dalam mempertahankan Palestina, namun gagal. Pada Oktober 1918 Kesultanan Utsmaniyah menyerah kepada Sekutu, dan Mustafa Kemal menjadi salah seorang pemimpin partai yang memilih untuk mempertahankan wilayah yang lebih kurang sama dengan yang dikuasai oleh Turki sekarang, sementara setuju untuk mengundurkan diri dari semua wilayah lainnya.
Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru
Sebuah kartu pos yang menggambarkan Atatürk sebagai pahlawan Muslim

Emansipasi Turki
Sementara pasukan Sekutu mulai menduduki Kesultanan Utsmaniyah, kaum revolusioner Turki mulai memperlihatkan perlawanan. Mustafa Kemal mengorganisir gerakan-gerakan "Kuva-yi Milliye" (Angkatan Nasional) yang paling berhasil, yang berkembang menjadi Perang Kemerdekaan Turki.

Revolusi Mustafa Kemal dimulai dengan penempatannya di Samsun, dan di sana ia diberikan kekuasaan darurat sebagai Inspektur Divisi Militer ke-19. Begitu tiba di Anatolia, ia menafsirkan kekuasaannya secara bebas, dan menghubungi serta mengeluarkan perintah-perintah kepada para gubernur provinsi dan panglima militer daerah. Ia menyuruh mereka untuk melawan pendudukan. Pada Juni 1919 ia dan teman-teman dekatnya mengeluarkan Deklarasi Amasya yang menggambarkan mengapa wewenang Istanbul tidak sah. Para perwira Turki Muda secara politis mempromosikan gagasan bahwa pemerintahan di pengasingan harus dibentuk di suatu tempat di Anatolia. Perintah Istanbul untuk menghukum mati Kemal datang terlambat. Sebuah parlemen baru, Dewan Agung Nasional, sebuah pemerintahan darurat yang dibentuk di Ankara pada April 1920.

Pada tahun 1921 Kesultanan Utsmaniyah secara resmi dihapuskan dan pada tahun 1923 Turki menjadi Republik Sekuler dengan Mustafa Kemal sebagai presidennya. Ia kemudian mendirikan rezim satu partai yang hampir tidak terinterupsi hingga tahun 1945.

Mustafa Kemal kemudian memulai program revolusioner di bidang sosial dan reformasi politik untuk memodernisasi Turki. Perubahan perubahannya termasuk emansipasi untuk perempuan, penghapusan seluruh Institusi Islam dan pengenalan pada kode hukum Barat, pakaian, kalender, serta alfabet, mengganti seluruh huruf Arab dengan huruf Latin.

Untuk kebijakan luar negeri ia memilih netral dengan menjalin hubungan baik dengan negara tentangga. Mustafa Kemal Pasya menandatangani Perjanjian Kars (23 Oktober 1921) dengan Uni Soviet - sebuah perjanjian persahabatan yang isinya Turki menyerahkan kota Batumi, yang kini terletak di Georgia - kepada kaum Bolshevik Lenin sebagai ganti kedaulatan atas kota-kota Kars dan Ardahan, yang direbut oleh Rusia Tsaris dalam Perang Rusia-Turki, 1877-1878. Ia mengantarkan Perjanjian Lausanne, dan dengan itu Turki akhirnya memasuki masa damai setelah satu dasawarsa mengalami peperangan yang menghancurkan, meskipun ia menghadapi oposisi irredentis di Dewan Nasional dan di tempat-tempat lainnya.

profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoseful dan 5 lainnya memberi reputasi
4
Masuk untuk memberikan balasan
Mustafa Kemal Atatürk , Bapak Bangsa Turki Baru
26-10-2021 09:13
Aye sdh serius baca plototin satu persatu blunder ataturk pas baca sumber nya langsung ngakak emoticon-Wkwkwk

Pantesan dibully
Dr awal sdh anti ottoman
Banyak blunder
Wikipedia

Triple kill emoticon-Ngakak
0 0
0
profile picture
aktivis kaskus
26-10-2021 14:43
Dari manapun kalau referensinya jelas gpp gan. emoticon-Embarrassment
Ini referensi sumber yg di wikipedia:
Ulang tahun Atatürk tidak diketahui. Hari dimulainya Perang Kemerdekaan Turki adalah hari ulang tahunnya yang simbolis. Zürcher, Erik Jan (1984). The Unionist factor: the role of the Committee of Union and Progress in the Turkish National Movement, 1905–1926. Leiden: E.J. Brill. hlm. 106.
Harun Nasution, Pembaharuan Dalam Islam: Sejarah Pemikiran dan Gerakan (Jakarta: Bulan Bintang, 1992), 146.
(Inggris) BBC History: Ataturk Kemal
Andrew Mango, Atatürk. hlm. 536
Cleveland, A History of the Modern Middle East, 181
Michael Radu, (2003), "Dangerous Neighborhood: Contemporary Issues in Turkey's Foreign Relations", page 125, ISBN 978-0-7658-0166-1
S. M. Zwemer: Translations of the Koran, The Moslem World, 1915
Wilson, M. Brett (2009). "The First Translations of the Qur'an in Modern Turkey (1924–1938)". International Journal of Middle East Studies. 41 (3): 419–435. doi:10.1017/s0020743809091132.
Elmalılı Hamdi Yazır, (1935), "Hak dini Kur'an dili: Yeni mealli Türkçe tefsir" 9 volumes, printed in Istanbul
Demirci, Fatih Kadro Hareketi ve Kadrocular, Dumlupınar Üniversitesi Sosyal Bilimler Dergisi, 2006, sayı 15.
Ergüder, J. 1927 Komünist Tevkifatı, "İstanbul Ağır Ceza Mahkemesindeki Duruşma", Birikim Yayınları, İstanbul, 1978
Başvekalet Kararlar Dairesi Müdürlüğü 15 Aralık 1937 tarih, 7829 nolu kararname Diarsipkan 7 June 2016 di Wayback Machine.. Erişim tarihi: 9 Şubat 2019. Ayrıca: Arşiv bağlantısı.
Huntington, Political Order in Changing Societies, 347–357
http://www.ggdc.net/Maddison/Historical_Statistics/horizontal-file_03-2007.xls
Webster, The Turkey of Atatürk: Social Process in the Turkish Reformation, 260
Doğan, Formation of factory settlements within Turkish industrialization and modernization in 1930s: Nazilli printing factory
Republic of Turkey, Ministry of Culture and Tourism. "Aydın – Historical Ruins". T.C. Government. Diarsipkan dari versi asli tanggal 7. September 2007. Nazilli cotton print factory was established over an area of 65.000 m2 on the Nazilli Bozdoğan highway. It is the "first Turkish cotton print factory" the foundation of which was laid on 25 August 1935 and which was opened by Atatürk with great ceremony.
"History of Turkish Aeronautical Association". Diarsipkan dari versi asli tanggal 19. Dezember 2007. Diakses tanggal 1. Januar 2020.
"Skylife". Diakses tanggal 1. Januar 2020.
"Nuri Demirağ Aircraft Factory". Nuridemirag.com. Diarsipkan dari versi asli tanggal 21. Juli 2012. Diakses tanggal 1. Januar 2020.
Stone, Norman "Talking Turkey". National Interest, Fall 2000, Issue 61.
Eastham, The Turkish Development Plan: The First Five Years, 132–136
Atatürk: Eine Biographie, Klaus Kreiser, C.H.Beck, 2011, ISBN 3406619789, hlm. 80, (Ger.)
"Balkan Is Not Dead". IMDb. 9 August 2012. Diakses tanggal 11 Maret 2019.
"Atatürk'ün Özel Hayatı". Atatürk. 2008. Diarsipkan dari versi asli tanggal 31 December 2012. Diakses tanggal 12 November 2012.
Bozdağ, İsmet (2005). Latife ve Fikriye İki Aşk Arasında Atatürk. Istanbul: Truva Yayınları.
Turgut, Pelin (1 Juli 2006). "Turkey in the 21st century: The Legacy Of Mrs Ataturk". The Independent. UK. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2006-07-18. Diakses tanggal 29 September 2007.
Akhtar, Salman (2008). The Crescent and the Couch: Cross-Currents Between Islam and Psychoanalysis. Rowman & Littlefield. hlm. 68. ISBN 978-0-7657-0574-7.
Sabiha Gokcen biography, Hargrave Pioneers of Aviation
Political Islam in Turkey: Running West, Heading East? Author G. Jenkins, Publisher Springer, 2008, ISBN 0230612458, hlm. 84.
Düzel, Neşe (2012-02-06). "Taha Akyol: Atatürk yargı bağımsızlığını reddediyor"
Ethem Ruhi Fığlalı (1993) "Atatürk and the Religion of Islam" Atatürk Araştırma Merkezi Dergisi, Sayı 26, Cilt: IX.
Prof. Utkan Kocatürk, Atatürk'ün Fikir ve Düşünceleri (Atatürk ve Din Eğitimi, A. Gürtaş, p. 26), Atatürk Araştırma Merkezi, 2007; ISBN 9789751611741
Prof. Ethem Ruhi Fığlalı, "Atatürk'ün Din ve Laiklik Anlayışı", Atatürk Araştırma Merkezi, 2012; ISBN 978-975-16-2490-1, p. 86
Atatürk'ün Söylev ve Demeçleri, Ankara 1959, 2. Baskı, II, 66-67; s. 90. III, 70
Reşat Kasaba, "Atatürk", The Cambridge history of Turkey: Volume 4: Turkey in the Modern World, Cambridge University Press, 2008; ISBN 978-0-521-62096-3 [//books.google.com/books?id=iOoGH4GckQgC&pg=PA163 hlm. 163]; accessed 27 March 2015.
[//books.google.com/books?id=kdXGAAAAQBAJ&pg=PA84 Political Islam in Turkey by Gareth Jenkins, Palgrave Macmillan, 2008, hlm. 84]; ISBN 0230612458
[//books.google.com/books?id=DUal7eYmEnEC&pg=PA106 Atheism, Brief Insights Series by Julian Baggini, Sterling Publishing Company, Inc., 2009; ISBN 1402768826, p. 106.]
[//books.google.com/books?id=2gAjMuLivlQC&pg=PA19 Islamism: A Documentary and Reference Guide, John Calvert John, Greenwood Publishing Group, 2008; ISBN 0313338566, hlm. 19.]
Mustafa Kemal Ataturk, the founder of the secular Turkish Republic said: "Aku tidak punya agama, dan kadang-kadang aku berharap semua agama di dasar laut ..." [//books.google.com/books?id=oXxXxBXewzgC&pg=PA146 The Antipodean Philosopher: Interviews on Philosophy in Australia and New Zealand, Graham Oppy, Lexington Books, 2011, ISBN 0739167936, hlm. 146.]
Phil Zuckerman, John R. Shook, The Oxford Handbook of Secularism, Oxford University Press, 2017, ISBN 0199988455, hlm. 167.
Tariq Ramadan, Islam and the Arab Awakening, Oxford University Press, 2012, ISBN 0199933731, hlm. 76.
"Atatürk İslam için ne düşünüyordu?". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2017-07-22. Diakses tanggal 2017-07-22.
Ahmet Taner Kışlalı "Kemalizm, Laiklik ve Demokrasi [Kemalisme, Laicisme, dan Demokrasi]" 1994
Nutuk, vol. 11, hlm. 708.
Fığlalı "Atatürk dan Agama Islam"; Tetapi untuk menyebutkan bahwa agama adalah masalah hubungan dan komunikasi antara Allah dan hamba-Nya." [dibacakan dari Kılıç Ali, Atatürk'ün Hususiyetleri, Ankara, 1930, hlm. 116]
Jacob M. Landau (1984). Atatürk and the Modernization of Turkey. London ; New York: University of Chicago Press. ISBN 90-04-07070-2. halaman 217
M. Orhan Tarhan "Should Government Teach Religion?" The Atatürk Society of America
Kılıç Ali, Atatürk'ün Hususiyetleri, Ankara, 1930, hlm. 57
A. Afet İnan, M. Kemal Atatürk'ten Yazdıklarım, İstanbul, 1971, hlm. 85–86.
Karpat, "The Personality of Atatürk", hlm. 893–99.
Dukitip dalam Atatürk: The Biography of the Founder of Modern Turkey, by Andrew Mango; "In a book published in 1928, Grace Ellison quotes [Atatürk], presumably in 1926-27", Grace Ellison Turkey Today (London: Hutchinson, 1928)
Atatürk'ün Türkiye Büyük Millet Meclisi'nin V. Dönem 3. Yasama Yılını Açış Konuşmaları (dalam bahasa Turki). "... Dünyaca bilinmektedir ki, bizim devlet yönetimimizdeki ana programımız, Cumhuriyet Halk Partisi programıdır. Bunun kapsadığı prensipler, yönetimde ve politikada bizi aydınlatıcı ana çizgilerdir. Fakat bu prensipleri, gökten indiği sanılan kitapların doğmalarıyla asla bir tutmamalıdır. Biz, ilhamlarımızı, gökten ve gaipten değil, doğrudan doğruya yaşamdan almış bulunuyoruz."
Afet İnan, Medenî Bilgiler ve M. Kemal Atatürk'ün El Yazıları, Türk Tarih Kurumu, 1998, hlm. 364.
Macfie, Alexander Lyon (2014). Ataturk. Routledge. hlm. 6. Diakses tanggal 2018-12-31.
Atatürk'ün Hayatı (Kehidupan Atatürk). Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata Turki (Turki).
Soyak, Hasan Rıza (1973). Atatürk'ten Hatıralar. İstanbul: Yapı Kredi Yayınları. hlm. 154
Mango, Atatürk, 526
"The Burial of Atatürk". Time Magazine. 23 November 1953. hlm. 37–39. Diarsipkan dari versi asli tanggal 2013-08-23. Diakses tanggal 7 August 2007.
JPNN.com, IT (8 november 2014). "Presiden Turki Bangun Istana 1000 Ruang". JPNN.com. Diakses tanggal 8 november 2014.
Kadıoğlu, Ayşe (April 1996). "The Paradox of Turkish Nationalism and the Construction of Official Identity". Middle Eastern Studies, Vol. 32, No. 2. 32: 177–193. doi:10.1080/00263209608701110. JSTOR 4283799.
Hakan, John L.; Esposito, M. Yavuz (2003). Turkish Islam and the Secular State: the Gülen movement. Syracuse, New York: Syracuse University Press. hlm. 280. ISBN 9780815630401.
Gazeteci Dursun Öldürüldü, Milliyet, 5 September 1990
"Turkish intelligence, PKK involved in professor's death: Claim - Turkey News". Hürriyet Daily News (dalam bahasa Inggris). Diakses tanggal 2019-10-20.
"Uğur Mumcu 7. Yıl - BELGEnet". Diarsipkan dari versi asli tanggal 2001-06-09. Diakses tanggal 2001-06-09.
M. Şükrü Hanioğlu (9 Mei 2011). Atatürk: An Intellectual Biography. Princeton University Press. hlm. 128. ISBN 978-1-4008-3817-2. Diakses tanggal 5 Juni 2013.
Bernd Rill: Kemal Atatürk. Rowohlt, Reinbek 1985, p. 147.
Remarks on the 25th Anniversary of the Death of Kemal Atatürk, 4 November 1963. Audio file on: jfklibrary.org.
Bernd Rill: Kemal Atatürk. Rowohlt, Reinbek 1985, p. 146.
Halil Gülbeyaz: Mustafa Kemal Atatürk. Vom Staatsgründer zum Mythos. Parthas-Verlag, Berlin, 2004, p. 228.
Girbeau, Sabine (18 Agustus 2003). "Habib Bourguiba ou la modernité inachevée". Afrik.com.
Buku Harian Huda Sya'rawi - Kitab Al-Hilal, September / 1981
THE TWO KEMALS; The Polished Aristocrat of European Circles in Contrast With the Ruthless Commander of Fanatical Turks, New York Times, 1 Oktober 1922.
1
profile picture
kaskus maniac
27-10-2021 08:42
@LordFaries4.0 Salah satu blunder fatal ataturk mencoba menterjemahkan Alquran
0
profile picture
kaskus maniac
29-10-2021 07:02
@LordFaries4.0 @adamyvon

Disitukan sudah disebutkan rata2 orang Turki gak ngerti kandungan Quran karena menggunakan huruf dan bahasa arab. Jadi tafsir Quran jadi hak perogatif kaum Ulama saja.
Makanya Attaturk membuat terjemahan dalam bahasa Turki agar isinya dapat ditrlaah semua pihak bahkan kalo perlu diperdebatkan scr akademis
Pihak konservatif tentu keberatan bahkan mencetak Quran menggunakan mesin saja masih diperdebatkan apalagi jika ditulis dalam non arab.

Kesalahan attaurk ya melakukan moderniaasi dg represif dan paksaan bukan persuasif.
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2021 18:54
@LordFaries4.0 @mamorukun Ya seperti 2 cewek yg bakar Alqur'an dl

Mereka gak ngerti isinya bukan nya dipelajari main bakar aja
0
Memuat data ...
1 - 4 dari 4 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia