News
Batal
KATEGORI
link has been copied
39
Lapor Hansip
20-10-2021 21:02

APBN Danai Kereta Cepat, Pengamat Sebut Berlanjut Sampai Operasional

APBN Danai Kereta Cepat, Pengamat Sebut Berlanjut Sampai Operasional


JAKARTA - Pembiayaan Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) dengan menggunakan Anggaran Pendapatan Belanja Negara ( APBN ) diperkirakan akan terus berlanjut hingga ke tahap operasional dan perawatan KCJB.

Agus Pambagio, pengamat transportasi sekaligus kebijakan publik, menilai alokasi APBN tidak saja digunakan pada konstruksi lanjutan KCJB. Namun, pemerintah akan terus menggelontorkan kas negara untuk mendanai biaya operasional dan perawatan kereta.


Asumsi tersebut didasarkan pada beberapa indikator. Pertama, pembengkakan biaya (cost overrun). Indikator ini mengacu pada perhitungan PT KAI (Persero) sebagai konsorsium BUMN atau PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).



Cost overrun KCJB diperkirakan mencapai USD4,9 miliar atau setara Rp69 triliun. Penyebab utama cost overrun adalah biaya capital output ratio (COR) untuk engineering procurement construction (EPC) sebesar USD4,8 miliar atau Rp68 triliun.


Padahal, hitungan awal capital expenditure (capex) KCJB berada di angka USD6,07 miliar. Jumlah itu terdiri dari EPC USD4,8 miliar dan USD1,3 miliar untuk non-EPC.

Menurut Agus, dengan nilai cost overrun yang bombastis itu, maka penggunaan APBN dalam skema penyertaan modal negara (PMN) kepada KAI pun akan sangat besar. Mustahil, kata dia, jika kas negara hanya digelontorkan pada tahap konstruksi kereta saja. Sebab, tidak akan menolong kelanjutan proyek strategi nasional (PSN) tersebut.


"(Kalau hanya untuk konstruksi) Gak bakal menolong kalau menurut saya. Kecuali digelontorkan banyak uang, belum beroperasi, belum perawatan, ini masih membangun. Nanti operasinya mau menambah berapa lagi," ujar Agus saat dikonfirmasi, Senin (18/10/2021).

Sementara, kebutuhan biaya konstruksi diprediksi mencapai Rp120 triliun. Belum termasuk perkiraan pembengkakan yang saat ini tengah diaudit BPKP. Untuk memfinalisasi dan menyukseskan proyek di sektor transportasi itu, pemerintah akan tetap menggunakan APBN sebagai alternatif.


Indikator kedua adalah tidak ekonomis atau menguntungkan. Agus menilai pendapatan dari okupansi penumpang dan biaya operasional dan perawatan kereta tidak seimbang. Biaya operasional kereta per tahun diperkirakan mencapai Rp5 triliun - Rp10 triliun.



"Nanti kalau sudah beroperasi, saya perkirakan itu antara Rp5 triliun-Rp10 triliun per tahun. Itu gimana (cari) duit-nya? Kan ada biaya pembangunan sekarang, terus ada operasi, operasinya siapa yang bayar selulernya, itu duitnya bayarnya berapa? Terus penumpang, sehari katakan delapan kali, itu siapa yang mau naik? Bayar listrik, bayar pegawai, bayar sewa, bayar stasiun berapa, ya dihitung aja," katanya.


Ihwal keuntungan, Kementerian BUMN telah menghitung pengembalian modal proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung dan diperkirakan terjadi pada 40 tahun mendatang. Perkiraan ini merupakan perhitungan konservatif Kementerian BUMN dengan PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).


Staf Khusus Menteri BUMN Arya Sinulingga mengatakan, berdasarkan hitungan kasar pengembalian modal KCJB akan sama seperti Mass Rapid Transit (MRT).

"Secara konservatif, hitungan kami tetap payback period untuk equity-nya itu, ini ya 40-an tahun. Tapi kita belum tahu ya, ini hitungannya masih kasar. Ini kan mirip-mirip dengan MRT," ujar Arya.

sumbernya

Biar tekor yang penting kesohor emoticon-Malu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
gmc.yukon dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk untuk memberikan balasan
APBN Danai Kereta Cepat, Pengamat Sebut Berlanjut Sampai Operasional
20-10-2021 23:45
Bukan mau ngebela lho ya
Ini penilaian umum saja
Berlaku ke semua kasus Cost overrun proyek apapun

Pertama
Adanya cost overrun itu adalah hal yang sangat wajar
Proyek2 besar hampir semua kena Cost overrun
Jadi sebelum proyek berjalan
Semua pihak seharusnya sudah siap dengan hal ini

Kedua
Berapapun Cost overrun yang terjadi
Harus ada alasan
Dan alasannya masuk akal
Oleh karena itu harus ada audit akan hal ini


Ketiga
Adanya transportasi cepat ini
Pasti ada pro dan kontra
Namun cepat atau lambat kita akan butuhkan
Untuk membelah keruwetan transportasi di masa mendatang
Jalan tol? Kagak selalu bisa diandalkan!


Keempat
Oleh karena itu
Berapapun biayanya
Pastikan wajar!
Pastikan tidak ada markup di luar kewajaran yang dapat merugikan kita


Kelima
Niat sudah baik
Tujuan sudah baik
Optimis saja
Pembagian saham di pihak China lumayan lho persentasenya
Jadi seharusnya kedua belah pihak bisa saling menjaga kepeecayaan
Apalagi ini levelnya presiden ke presiden
Pastikan Cost overrun memang begitu adanya dan wajar
Pastikan audit atas Cost overrun berjalan dengan baik!
profile-picture
xneakerz memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus maniac
21-10-2021 06:40
Wajar tanpa pemberitahuan WTB
0
profile picture
kaskus maniac
22-10-2021 12:55
Ya kita taulah emang begitu tugas buzzerp
0
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2022, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia