Automotive
Batal
KATEGORI
link has been copied
406
Lapor Hansip
19-09-2021 21:02

Fenomena Tenteng Helm

Fenomena Tenteng Helm

Sumber : Dokumentasi pribadi




Quote:Fenomena Tenteng Helm




Hai Agan-Sista!



Setelah sekian lama tidak menulis, akhirnya TS tergelitik juga untuk bikin lagi.



Berawal dari iseng-iseng scroll medsos dan ketemu satu postingan dari akun hujat yang isinya semacam keluh kesah karena dicibir selalu menenteng helm kemanapun dia pergi.



"Helm doang dibawa-bawa, lebay amat takut ilang." Dalam hati pasti banyak yang ngebatin begitu. Bagi kebanyakan orang, melihat seseorang jalan-jalan sambil bawa-bawa helm memang terlihat alay atau lebay. Tak jarang malah risih. Tapi, eits! Coba dibaca artikel di bawah ini untuk menambah insight Agan-Sista terhadap para Helmet Lovers.



Bening, Ngab




Akhir-akhir ini TS perhatikan ada yang menarik dalam hal per-helm-an duniawi. Mulai banyak anak muda yang mulai memperhatikan penampilannya di jalan raya dan menempatkan sebuah helm bukan sebagai peranti berkendara saja.

Di satu sisi ini adalah hal yang baik karena kesadaran keselamatan berkendara meningkat dari yang tadinya banyak yang masih abai dengan pemakaian helm. Hal ini sejalan dengan semakin banyaknya rilisan helm eyecathing yang dikeluarkan produsen, baik dari segi grafis atau model batok helm itu sendiri dengan tanpa mengurangi standar keselamatan yang menjadi esensinya. Namun di sisi lain, karena minat yang semakin tinggi tanpa diiringi penambahan produksi membuat harga beberapa tipe helm menjadi tidak masuk akal satu dan lain sebab. Sebut saja tipe lokal Kyoto untuk seri half face atau TT Course untuk tipe full face. TS tidak akan mengulas lebih jauh tentang harga, biarkan saja berhembus seperti angin. Cieehhh....



Kalau TS telaah lebih jauh, fenomena Sunmori ataupun Night Ride saat akhir pekan menjadi alasan paling krusial kenapa Helmet Lovers berkembang sangat pesat. Kalau dulu sunmori atau night ride hanya sebagai ajang pelampiasan penat dengan menikmati dinginnya angin atau pemandangan saat touring bersama-sama, sekarang mulai bergeser menuju ajang fashion show riding apparel. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah....



Sunmori, Ngab



Engagement media sosial.


Berbagai macam orang berlomba-lomba menunjukkan perlengkapan berkendara mereka saat ini. Siapa yang tak mau terlihat paling keren memakai perlengkapan premium saat berkumpul dan dijepret oleh banyak tukang foto akun-akun komunitas yang ikut nongkrong, bergaya seperti pembalap MotoGP dan diposting lalu menjadi beken? (TS akui dengan tampang TS yang pas-pasan, begitu pakai satu helm fullface yang premium, tampang TS jadi makin ganteng..... soalnya ketutup sama helm. Xixixixi....)
Hal ini bisa dimanfaatkaan menjadi sarana self-branding murah meriah, apalagi untuk para selebgram atau vloggers. Tak butuh biaya tambahan untuk menaikkan pamor identitas yang sekaligus meningkatkan engagement akun mereka . Tul?

Sosial media memang menjadi katalis utama di era serba teknologi seperti sekarang ini untuk menguatkan eksistensi komunitas-komunitas seperti ini yang imbasnya menyebabkan makin menjamurnya grup-grup pecinta helm seperti ASLI (Arai Shoei Lovers Indonesia) maupun grup Helmet Lovers regional sebagai wadah paguyuban.



Gathering ASLI




Banyak yang menjadi daya tarik untuk memiliki helm dengan harga yang relatif naudzubillah ini. Namun di balik kekurangan dari segi harga tersebut, tentu setara dengan apa yang ditawarkan produknya. Dari segi safety helm premium memiliki perbedaan yang amat jauh dengan standar helm yang kebanyakan beredar di jalanan. Bahan pembuatan, sirkulasi udara, tingkat kebisingan, kenyamanan fitting dan fitur-fitur lainnya seperti EQRS (Emergency Quick Release System) saat terjadi (amit-amit) kecelakaan tidak akan didapatkan pada helm kebanyakan. Dan yang paling penting tapi sering diabaikan, prestis.


Dari sinilah fenomena tenteng helm bermula. Terlebih di mall-mall.


"Daripada helm gue hilang, daripada helm gue jatoh bego, daripada helm gue basah kehujanan di parkiran terus jamuran, ya mending gue tenteng. Daripada dengerin omongan orang tapi yang rugi diri sendiri."


Sejatinya bukan hanya masalah harga saja, lebih kepada menjaga agar perlengkapan kita tetap memiliki fungsi maksimal karena apabila helm tersebut pernah jatuh, pasti akan mengurangi durabilitasnya. Tapi tetap, harga adalah alasan yang paling utama. Apalagi kalau helm tersebut dibekali perlengkapan tambahan seperti intercom atau kamera vlogging yang harganya tidak bisa dibilang murah. Malah terkadang lebih mahal daripada helm itu sendiri. Ehehehehe....

Siapa yang gak nyeseg kalau helmnya yang ditinggal di parkiran hilang begitu saja, atau, dengan tanpa mengurangi rasa hormat, tergores saat dititipkan di tempat penitipan helm? 7 tahun lalu TS pernah punya helm tempur kesayangan tipe INK CX22, saat itu TS tinggal di parkiran mall dan saat kembali ke parkiran, helm tersebut sudah raib.
Rasanya nyeseg sekali sodara-sodara!
Perjuangan mengumpulkan uangnya itu lho yang bikin nyeseg. Sejak saat itu, TS memilih untuk jadi penganut tenteng helm kemana-mana walaupun harganya tak seberapa.

Sayang....


Lalu bagaimana dengan helm yang harganya bisa puluhan kali lipat dari helm milik TS tadi seperti merk ARAI atau BELL? Gaji TS sebulan sebagai budak korporat yang tidak cukup buat belinya saja sudah malas bayangin gimana rasanya kalau itu terjadi. Soalnya gaji paling cuma cukup buat beli visornya doang. Ehehehe....


Sejatinya tidak patut kita menilai sesuatu yang tidak kita pahami sepenuhnya. Selama itu tidak merugikan sekitar, biarkan sajalah. Jadi netijen jangan terlalu julid, kalau kata istri TS....



Pada akhirnya, perkara helm adalah pilihan masing-masing. Ada yang merasa cukup dengan helm hadiah dari pembelian motor, dan ada pula orang yang merasa cukup untuk membeli perlengkapan premium untuk berkendara di jalan raya. Esensinya adalah untuk melindungi kita saat terjadi kecelakaan. Wabil khusus, kepala kita.


Ada anekdot yang sering terdengar di kalangan pecinta helm. Kalau kita beli helm mahal-mahal tapi tidak pernah kecelakaan itu jadinya rugi atau untung?



Tetap jaga keselamatan di jalan dan jangan arogan.



Akhir kata TS undur diri.


Sekian dan terimacendol.


Artikel : Mantapmantapman.


Kredit sumber : Dokumentasi pribadi dan instagram user tertera



Fenomena Tenteng Helm

profile-picture
profile-picture
profile-picture
nite.hime dan 35 lainnya memberi reputasi
36
Masuk untuk memberikan balasan
Fenomena Tenteng Helm
21-09-2021 14:05
ya tergantung kebutuhan...

Kalo kerjaan keliling dan kudu bolak-balik ninggal motor di parkiran umum cukup pake helm "hiu" dan sekelasnya.

Kalo lebih buat turing, atau kerjaannya netep di kantor aja nggak kemana-mana jadi nenteng helm itu nggak bikin repot, boleh lah pake helm sekelas "shark" ke atas...

Mana yamg bikin nyaman aja, omongan orang mah gak usah ditanggepin. Apalagi kalo helm kita lebih mahal dari motor dia.... hehehe
profile-picture
B217AN4646AN memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
21-09-2021 14:13
betul sekali, gan. soalnya kalau kenapa kenapa yang rugi ya kita sendiri. selama itu pakai helm bersertifikasi ya dinyamanin saja mau berapapun nilainya. yang penting pakai helm.
0
profile picture
kaskus maniac
21-09-2021 15:04
bolak balik ninggal motor di parkiran emang gak dikunci motornya gan?

kalau motor aja bisa dikunci, kenapa helm enggak bisa diproteksi juga?

sebenernya ente beli helm buat ngejaga otak apa buat gaya sih?

kalau dari ente mah beli helm mahal itu buat gaya, bukan fungsi yang dicari, alasan takut hilang cuma alasan klise yang sebenarnya bisa dicegah meski helm mesti ditinggal di motor

apalagi kalau naik motor matic yang punya bagasi gede masa bisa ilang

iya kalau naik motor yang gak punya bagasi mesti tambah proteksi lagi
0
profile picture
kaskus maniac
21-09-2021 15:05
@B217AN4646AN

HIU sertifikasi apa? sertifikasi Halal?

sertifikasi SNI aja meragukan, katanya SNI based on DOT, padahal SNI cuma jadi standar biar bisa dijual, mana ada helm 200-300 ribu standar DOT
1
profile picture
kaskus holic
21-09-2021 15:54
@KyraAltair Emang kalau naik motor bagasi kecil proteksi apa yang bisa ditambahin buat aman?,

beli box? gak semua orang suka make box ribet make box motor jdi lebih gede. ya mending ditenteng

dicantolin tempat cantolan helm?, kena potong helm hilang juga

temen ada heml kyt biasa dicantolin di jok motor talinya kena potong padahal itu helm jenis standar bukan kualitas atas
1
profile picture
kaskus addict
21-09-2021 16:09
@KyraAltair walaupun terkesan gak jelas, HIU emang udah tersertifikasi SNI dari awal permintaan emboss SNI jaman dulu. macam Caberg lokal atau BMC. tapi karena tergerus merk lokal lain yang kenceng inovasinya, helm helm seratus-ribuan kaya HIU itu terkesan sertifikasinya abal-abal dan ter-marjinal-kan
oiya, proses emboss SNI yang paling alot itu di arai. entah gimana prosesnya, kalau arai saja luluh untuk nambahin embos resin di shellnya pasti ada nilai-nilai SNI yang sejalan sama build quality mereka. itu yang bikin saya agak melunak sama SNI.
0
profile picture
kaskus addict
21-09-2021 16:11
@KyraAltair @ax788 ada beberapa kondisi yang memang tidak bisa disamakan. yang penting itu kepala dihelmin walopun motoran deket juga.... emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus addict
21-09-2021 16:17
@KyraAltair ya tiap orang punya alesan masing2 kan gan. Kalo bagasi muat buat helm ya bisa ditaro bagasi. Kalo bagasinya penuh karena bawa jas ujan? ya mau nggak mau dibawa lah helmnya.

Lagi pula, kalaupun ada orang nenteng AGV K1 nya ke dalem Mall buat gaya juga gpp kan? Ya anggep aja sama kayak emak2 ke kondangan pake kalung sama gelang emas, sama-sama buat gaya meskipun nggak bikin tambah cakep... hehehe
1
profile picture
kaskus addict
21-09-2021 16:58
@yuniharto yoi. senyamannya kita aja pokoknya safety first. bacotan netijen ntar dulu sana....
gitulah kira-kira.
btw emang ada bagasi motor yang muat agv k1/k3sv? keknya macem nmax dkk juga gak muat deh. itu shellnya gede soalnya
0
profile picture
kaskus holic
22-09-2021 06:27
@yuniharto @B217AN4646AN gak muat gan kalau sekelas nmax gitu. itu heml gede trus cembung mentok pastinya di satu sisi. kalau xmax saya gatau dah
1
profile picture
kaskus addict
22-09-2021 09:16
@KyraAltair @ax788 kalo ane sih selalu pake gembok kode gt sih yg tali dari baja gt. Jadi aman tiap di parkiran. Ketimbang cuman dicantolin di jok, bisa digunting kayak kasus temen ane helm nya sama kek ane , ilang dong digunting tali helmnya
1
profile picture
kaskus addict
22-09-2021 10:32
@yuniharto @ax788 ha itu. solusinya kalau mau ngemol pakai helm bagus ya ditenteng/bawa tas kalo gak mau dititipin.
0
profile picture
kaskus addict
22-09-2021 10:32
@kelC mantap ini sih. selalu menjaga barang kita ya gan emoticon-Jempol
0
profile picture
kaskus holic
23-09-2021 06:49
@kelC @B217AN4646AN ada aja emang triknya mereka
1
Memuat data ...
1 - 13 dari 13 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia