Kaskus

Story

congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish
Ku Kejar Cintamu Sampai Garis Finish

Tuhan tidak selalu memberi kita jalan lurus untuk mencapai suatu tujuan. Terkadang dia memberi kita jalan memutar, bahkan seringkali kita tidak bisa mencapai tujuan yg sudah kita rencanakan diawal. Bukan karena tuhan tidak memberi yg kita inginkan, tetapi untuk memberi kita yg terbaik. Percayalah, rencana Tuhan jauh lebih indah.

Quote:
Polling
Poll ini sudah ditutup. - 13 suara
Siapa yang akan menjadi pemaisuri Raja?
Olivia
31%
Bunga
8%
Diana
15%
Zahra
15%
Okta
8%
Shinta
23%
Diubah oleh congyang.jus 04-03-2022 10:27
sargopipAvatar border
efti108Avatar border
JabLai cOYAvatar border
JabLai cOY dan 37 lainnya memberi reputasi
38
165.8K
793
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread52.8KAnggota
Tampilkan semua post
congyang.jusAvatar border
TS
congyang.jus
#604
Part 72
"Sini mah, gantian aku yang gendong" gua tawarin buat nenangin Dini yang daritadi nangis.

Mamah mengizinkan gua menggendong Dini, hanya saja belum mau membalas ucapan gua.

Minggu sore, setelah mengantar Okta pulang les, gua mampir ke rumah Mamah.

Sesuai rencana kemaren, gua mencoba pedekate in Mamah lagi lewat Dini.

Dengan aura gua yang positif, gua berhasil menenangkan Dini dalam sekejap😎.

Sampai akhirnya Dini tidur pulas di gendongan gua.

Setelah itu, gua bergegas mindahin Dini ke kamarnya. Pegel juga kalo kelamaan gendong bocah. Takutnya, kalo gua kebanyakan gerak, nanti dia bakal bangun lagi, terus ngerengek lagi😭.

Di balkon 'kamar' lantai 2, gua melepas rindu dengan spot me time lama milik gua, sambil menunggu maghrib tiba.

Zahra menyusul membawa dua gelas teh hangat.

"Perhatian banget adek aku, mana cantik banget lagi" goda gua, Zahra tersipu malu...

Gua mengejek "Tapi kok belum punya pacar ya?"

Zahra membela diri "Ya gimana mau punya pacar, yang ada pada takut duluan sama mas Raja"

"Loh, emangnya aku pernah ngancem kalo ada yang deketin kamu?.. eh, siapa yang deketin? Cerita dong" tanya gua dengan amat kepo

"Ya kan orang-orang di sekolah ngiranya aku sama Mas Raja ada hubungan spesial. Mereka kan gatau kalo kita sekarang sepupuan. Yang coba deketin aku banyak, tuh sampe guru agama ngechat mulu" kata Zahra

"Lah, kok kamu baru ngomong sih kalo itu om-om pengen deketin kamu?. Pantesan kok kayaknya dia sensi banget sama aku"

Jadi guru agama gua di sekolah ini kisaran umur 25 an. Tiga tahun dia jadi guru gua, tiga tahun pula nilai agama di rapor gua dikasih ngepress KKM sama dia. Padahal, nilai harian gua di atas rata-rata.

Temen gua yang ngga bisa baca tulis quran malah nilainya lebih bagus dari gua.

Selain itu, rambut gua sering banget dibikin ga beres sama itu om-om. Gua sih fair-fair aja kalo dia ngerazia rambut secara merata. Tapi yang bikin gua ngga habis pikir, gua mulu yang diincer. Sedangkan, ada beberapa temen gua yang rambutnya juga gondrong.

Dan sore itu, terungkaplah penyebab itu om-om ngga suka sama gua.

Mungkin, karena ngelihat kedekatan gua ama zahra, dia mau bikin gua kelihatan jelek di mata Zahra.

Tapi sorry nih pak guru, bapak ngga tau kalau saya ini tinggal serumah sama zahra. Sedangkan, kalau bapak terus-terusan bikin masalah sama saya, yang ada malah rencana bapak gagal total😜.

"Selfie sama aku, posting di BBM" usul gua

Dengan segera, foto selfie gua dan Zahra muncul di recent update.

Tak butuh waktu lama, bapak-bapak itu langsung coment.

Gua minta Zahra buat ngeread pesan tersebut tanpa dibalas.

Seharusnya sih sebagai laki-laki, dia sadar kalau udah dikasih kode lewat postingan-postingan sosmed begitu.

Gua sama sekali ngga mempermasalahin perbedaan usia antara mereka. Yang jadi masalah adalah, Zahra ngga mau sama dia.

Toh misal zahranya mau, tapi dengan dia yang nyari gara-gara ke gua, gua ngga yakin keluarga besar Zahra bakal nerima😎

"Terus, siapa lagi yang deketin kamu dek?" Tanya gua lagi

"Anak-anak jurusan sebelah ada sih beberapa. Ngebet banget mau ngajak jalan. Tapi aku tolak, aku bilang kalo lagi ama mas Raja, hehe" jawab Zahra.

"Haduuuuh, nanti anak-anak sekolah bakal makin ngira kalau kita ada hubungan spesial. Terus ngga ada yang deketin kamuemoticon-Hammer" kata gua sedikit jengkel

"Aku ngga suka sama mereka. Aku tuh lagi suka sama satu cowok, tapi doi punya pacar😭" ekspresi Zahra berubah jadi lesu

"Lagian naksir ke orang yang udah punya pacar"

"Dia tuh beda. Ganteng, pinter, pemberani. Langka banget lah cowok yang kayak dia🥰" ucap Zahra panjang lebar

Gua makin kepo "Siapa sih? Cerita dong"

"Rahasia😝"

"Oh main rahasia-rahasiaan nih"

"Eh, udah adzan. Shalat maghrib dulu" berkat suara adzan maghrib, zahra berhasil kabur dari rentetan pertanyaan gua. Dia langsung masuk ke dalam rumah, meninggalkan gua sendiri dengan pertanyaan-pertanyaan yang tak terjawab.

Saat shalat maghrib, gua bergantian dengan Mamah untuk memastikan Dini tetap pulas dalam tidurnya

"Kirain udah nginep sini lagi" Zahra kecewa ketika gua berpamitan pulang.

"Ntar aku tidur sini kalo Tantemu itu udah mau ngobrol sama aku, Oke?" Gua mencoba memberi harapan ke Zahra.

Gua berjalan ke kamar Mamah, berpamitan pulang. Berharap gua bakal di tahan agar tinggal di sini lagi.

Gua mengambil tangan mamah, mencium tangannya. Tak ada penolakan, tapi belum ada tanda-tanda bahwa Mamah bakal balas ucapan gua. "Mah, aku pamit ya"

"Dini, mas tinggal dulu ya. Besok ketemu lagi ya, yang nurut sama Mamah, jangan bikin mamah capek" gua sentuh pelan pipi si bayi kecil yang tertidur pulas.

Gua ngga tau sampai kapan Mamah membisu seribu bahasa ke gua, tapi bakal terus gua coba memperbaiki hubungan gua sama Mamah. Setidaknya sampai gua rasa 'cukup'.

Ketika 'cukup' dari gua belum juga bisa meluluhkan hati mamah. Yaudahlah.

Quote:


*****


Tak terasa, sudah memasuki akhir bulan maret. Okta sudah mulai super sibuk dengan persiapan ujian nasional di awal bulan april nanti.

Gua dan Okta sepakat untuk mengurangi intensitas pertemuan kita berdua.

Yang tadinya hampir setiap hari ketemu, sekarang bisa hanya seminggu sekali.

Dengan berkurangnya intensitas pertemuan gua dan Okta. Otomatis waktu luang gua lebih banyak habis di bengkel. Sesekali, gua dateng ke rumah Mamah buat jengukin Dini.

Entah kenapa, Dini yang awalnya cuma buat perantara gua supaya bisa deket lagi sama mamah, malah jadi sesuatu yang ngga bisa gua lepas.

Seperti ada yang kurang kalau sehari aja ngga gendong Dini.

Padahal juga awalnya gua bener-bener ngga seneng ketika Mamah hamil lagi.

Kembali lagi ke gua dan Okta..

Besok, tanggal 4 april adalah hari pertama pelaksanaan ujian nasional. Malam hari sebelum ujian nasional, gua sempet chatingan sama Okta.

"Jangan kecapekan belajarnya, tidur yang cukup"

"Semoga lancar ujiannya"

Beberapa pengingat gua kirimkan ke Okta. Mengingat Okta adalah type orang yang berkomitmen tinggi.

Gua takut, jika dia tak ingat waktu ketika belajar. Sampai lupa kalau dia juga butuh cukup istirahat.

Beberapa hari berikutnya, gua dan okta sama sekali ngga berjumpa, bahkan gua sengaja ngga mengirim pesan.

Gua ngga mau ngeganggu konsentrasinya. Hanya saja gua tetap meminta update tentang Okta melalui Mamahnya.

Skip sampai tanggal 7 mei, hari dimana waktu yang mendebarkan bagi siswa tingkat akhir di seluruh penjuru negeri.

Hari dimana mereka akan menerima surat pengumuman hasil belajar mereka selama tiga tahun.

Ketika menjelang siang hari, Okta mengirim foto surat kelulusannya. Dia dinyatakan lulus. Gua balas dengan ucapan selamat.

"Ja, aku mau ikut coret-coret. Boleh ya?" Okta meminta izin ke gua untuk merayakan kelulusan, sesaat setelah mendapat kepastian bahwa dia dinyatakan lulus.

"Iya, tapi ngga pakai konvoi segala ya.." pesan gua ke Okta, supaya hanya coret-coret seragam saja. Mengingat konvoi siswa di hari kelulusan bakal diwarnai aksi perang antara dua basis besar anak STM di Semarang.

Gua ngga mau Okta bakal jadi korban salah sasaran.

Dari siang hingga sore, recent update BBM maupun timeline Instagram gua dipenuhi foto-foto siswa-siswa yang merayakan kelulusan.

Bagi siswa-siswi tersebut mungkin kelulusan kali ini adalah hal yang melegakan. Tapi bagi gua dan Okta? Ini ibarat beberapa meter lagi menuju garis finish antara kisah kami berdua.
delet3
japraha47
mirzazmee
mirzazmee dan 14 lainnya memberi reputasi
15
Tutup
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.