News
Batal
KATEGORI
link has been copied
53
Lapor Hansip
31-07-2021 19:03

LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan

Setelah unjuk kehebatan dalam perang yang melibatkan Azerbaijan dan Armenia, alutsista bernama "drone" seolah menjadi bintang utama dalam dunia militer. Banyak negara mulai belomba-lomba mengembangkan produk drone mereka, mulai dengan drone kecil untuk misi pengintaian sampai drone tempur berukuran besar yang bisa membawa senjata. Drone pun tak hanya dikembangkan oleh negara maju, negara berkembang pun juga mulai serius dengen drone buatan mereka. Misalnya Indonesia yang membuat drone Elang Hitam.

Update perkembangan drone kini datang dari Negeri Paman Sam, dikutip dari TheDrive.com (27/07/2021) Defense Advanced Research Projects Agency (DARPA), lembaga riset yang berada di bawah naungan Departemen Pertahanan Amerika Serikat mulai awal tahun ini merilis program yang diberi label “LongShot.”

Secara umum konsep LongShot mirip dengan drone, namun ada beberapa perbedaan antara keduanya. Jika drone konvensional harus diluncurkan dari pangkalan di permukaan dan perlu menempuh jarak jelajah sebelum terlibat dalam suatu operasi serangan, maka LongShot akan bisa dibawa oleh pesawat berawak. Rencananya LongShot akan ditempatkan pada cantelan senjata (hardpoint) pesawat tempur atau pesawat pembom. Dalam prakteknya di lapangan kelak, LongShot akan diluncurkan sebelum memasuki wilayah udara lawan.


Quote:
LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan

Desain LongShot dari DARPA.

Foto: DARPA



Dengan dibuatnya LongShot, tugas pilot pesawat tempur di masa depan akan semkain mudah. Penggunaan LongShot diharapkan dapat meminimalisir jatuhnya korban jiwa (pilot) serta mengurangi resiko kerusakan pada pesawat dalam pertempuran.

Program LongShot telah dimulai pada tanggal 8 Februari 2021, DARPA sendiri sudah memberi kontrak kepada General Atomics Aeronautical Systems, Northrop Grumman, dan Lockheed Martin. Ketiga manufaktur tersebut akan berkompetisi untuk merancang konsep dan desain awal prototype LongShot.

Pihak General Atomics yang sudah kenyang pengalaman sebagai produsen drone tempur, telah memperlihatkan konsep desain awal dari LongShot di website resmi mereka. Selain dapat diluncurkan melalui pesawat tempur dan pesawat pembom, General Atomics menyebutkan bahwa LongShot dapat diluncurkan dari sesama drone dan kemudian dikendalikan dari jarak jauh.

Yang menarik dari desain LongShot adalah tidak adanya roda pendaratan layaknya drone pada umumnya, belum diketahui secara pasti apakah drone ini hanya digunakan sekali pakai atau bisa di desain untuk digunakan kembali ? Salah satu keunggulan LongShot adalah ia bisa bergerilya dari jarak yang aman, lalu membawa rudal lebih dekat ke sasaran di saat rudal tersebut masih bertenaga penuh.


Quote:
LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan

Desain LongShot dari General Atomics.

Ilustrasi: General Atomics



Dalam simulasi pertempuran modern, LongShot dirancang untuk melindungi aset angkatan udara yang lemah dalam aspek perlindungan udara. Aset yang dimaksud adalah pesawat pembom. Dengan adopsi LongShot, maka pesawat pembom kedepannya dapat beroperasi mandiri tanpa harus dikawal oleh jet tempur konvensional. Dalam keterangan lebih lanjut, General Atomics menyebut LongShot sebagai "pembuka jalan di langit", jika suatu ketika ada potensi serangan dari jet tempur musuh, LongShot tinggal diluncurkan dan secara otomatis akan meladeni duel udara dengan meluncurkan rudal udara ke udaranya sendiri.

Karena digunakan untuk menghancurkan lawan di udara, maka LongShot yang dirilis oleh General Atomics nampak dibekali rudal udara ke udara AIM-120 AMRAAM yang diluncurkan dari weapon bay. Dikutip dari TheDrive.com, LongShot kedepannya akan coba diintegrasikan pada pesawat pembom B-52H serta pesawat pembom baru, yakni B-21 Raider.

Untuk B-21 Raider, USAF sebagai "user" menginginkan B-21 memiliki kemampuan untuk meladeni duel udara ke udara, entah dengan cara apa masih dirahasiakan. Salah satu opsinya adalah penggunaan sistem drone "counter-air" seperti LongShot. Dikutip dari berbagai sumber media militer internasional, dana awal (desain) yang dibutuhkan DARPA untuk proyek LongShot sebesar US$ 22 juta.


Quote:
LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan

Desain LongShot Northrop Grumman.

Ilustrasi: Northrop Grumman



Sebenarnya jika kita perhatikan, cara kerja LongShot mirip cara kerja rudal udara ke uadara yang diluncurkan pesawat dari jarak jauh. Namun, perbedaannya adalah jika rudal udara ke udara diluncurkan langsung dari pesawat tempur, tenaga rudal sudah berkurang saat mencapai sasaran, ada kemungkinan musuh bisa menghindari atau menghancurkan rudal tersebut.

Tetapi jika diluncurkan dari LongShot, tenaga rudal masih dalam kondisi penuh. Saat diluncurkan dalam jarak yang lebih dekat, rudal tersebut akan bisa memberi efek kerusakan yang lebih dahsyat pada pesawat tempur musuh.

Sejauh ini baru Northrop Grumman dan General Atomics yang merilis desain LongShot, di mana Lockheed Martin belum membeberkan desainnya. Dan baru General Atomics yang memberi sedikit gambaran mengenai LongShot. Proyek ini memang cukup menarik, karena menggabungkan konsep rudal udara ke udara jarak jauh dengan sistem drone. Bicara soal industri drone serta teknologi kecerdasan buatan, saat ini memang mulai banyak dikembangkan di negara maju. Terutama oleh Amerika dan Turki yang sangat antusias dengan teknologi drone.

Mungkin berita militer pada rentang 5 sampai 10 tahun ke depan akan didomimasi oleh pembahasan drone dan teknologi kecerdasan buatan (AI). Dan 20 tahun mendatang, konflik bersenjata "mungkin" tidak akan memakai senapan serbu M16 atau AK-47, tapi sudah memakai drone yang dikendalikan dari jarak jauh. Bagaimana pendapat agan tentang perkembangan dunia drone ini ?


Quote:
LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan

Proyek LongShot melibatkan 3 manufaktur ternama, mulai dari General Atomics, Northrop Grumman dan Lockheed Martin.

Ilustrasi: DARPA



Demikian sedikit update berita dari dunia drone, drone disini bukan berarti "kadrun" seperti yang selalu dikatakan para Kaskuser di thread ane saat membahas drone. Gak tahu kenapa ada beberapa agan yang mencocoklogikan antara drone dan kadrun, apakah mereka fansnya kadrun sampai membawa nama itu ke dalam pembahasan drone ? emoticon-Bingung (S)

Sejujurnya masa kadrun sudah berlalu, kini mari sambut masa "Drone" yang akan membawa perubahan pada perkembagan teknologi serta pertahanan di era modern. Sekian dulu dari ane, semoga pembahasan kali ini bisa bermnafaat untuk agan dan sista semuanya. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer




Referensi Tulisan: 1.2.3
Ilustrasi Gambar: DARPA, General Atomics, Northrop Grumman
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
asamboigan dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Masuk untuk memberikan balasan
LongShot - Dirancang Untuk Meringankan Tugas Pilot Pesawat Tempur di Masa Depan
01-08-2021 14:48
jadi inget Carriernya protoss di starcraft, yg nembakin musuh drone nya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
muhamad.hanif.2 dan 3 lainnya memberi reputasi
4 0
4
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia