News
Batal
KATEGORI
link has been copied
45
Lapor Hansip
29-07-2021 17:39

Ukraina Mendapat Kontrak Senilai US$ 200 Juta Untuk Ekspor Rudal R-27

Beberapa hari terakhir ini, industri pertahanan Ukraina banyak memuat berita yang mengejutkan. Setelah kemarin (21/7/2021) mengumumkan adanya negosiasi lanjutan dari Indonesia terhadap pengadaan sistem pertahanan pantai RK-360MC Neptune, kini Ukraina mengumumkan bahwa mereka sukses meraih kontrak penjualan rudal R-27 dari sebuah negara di Asia.

Dikutip dari defence-blog.com (28/07/2021), Vladimir Zimin yang menjabat sebagai direktur dari "Artem", mengatakam bahwa perusahaannya mendapat kontrak senilai US$ 200 juta untuk pengadaan rudal R-27. Pihak Artem sebagai manufaktur rudal juga sudah menerima uang muka. Nilai kontrak tersebut merupakan yang terbesar dalam kurun waktu 10-15 tahun terakhir.


Quote:
Ukraina Mendapat Kontrak Senilai US$ 200 Juta Untuk Ekspor Rudal R-27

Rudal R-27.

Ilustrasi: artem.ua



Yang menarik dari kabar terbaru ini, defence-blog.com menyebut ada kemungkinan Indonesia atau India yang akan membeli R-27. Namun, kabar ini masih simpang siur, pasalnya Artem tidak menyebut negara yang membeli rudal ini. Hanya memberi petunjuk, jika pembelinya berasal dari Asia.

Bicara soal R-27, rudal ini memang dirancang khusus untuk digunakan pada pesawat buatan Rusia, mulai dari Sukhoi dan MiG. Maka tak heran, jika negara yang memiliki pesawat Sukhoi atau MiG menjadi pasar yang strategis bagi Ukraina. Sebagai negara yang sempat menjadi bagian Uni Soviet, Ukraina mendapat keuntungan besar di bidang pertahanan. Di mana basis sistem dan standar senjata mereka relatif sama dengan Rusia. Bahkan, beberapa mesin kapal ada di tangan Ukraina.

Pada masa Uni Soviet, produksi R-27 dipasrahkan kepada salah satu manufaktur asal Ukraina, yakni Artem. Sementara di Uni Soviet diproduksi oleh Vympel. Dengan memanfaatkan sanksi Countering America’s Adversaries Through Sanctions Act (CAATSA), sejak beberapa tahun belakangan, Ukraina memang gencar menawarkan rudal ini kepada negara-negara pengguna jet tempur produksi Rusia. Rudal ini termasuk rudal handal yang laris bagi negara-negara pengguna MiG dan Sukhoi. Boleh dikata R-27 bisa disebut rudal udara ke udara yang battle proven.


Quote:
Ukraina Mendapat Kontrak Senilai US$ 200 Juta Untuk Ekspor Rudal R-27

Menurut defence-blog.com, spekulasi pembeli rudal R-27 antara India dan Indonesia ?

Ilustrasi: Tangkapan Layar defence-blog.com



Sebagai pengguna jet tempur Sukhoi Su-27 dan Su-30, Indonesia juga sudah melengkapi jet tempur tersebut dengan rudal R-27. Rudal R-27 yang digunakan TNI AU adalah buatan Vympel NPO, biro perancang dan industri persenjataan Rusia. Rudal yang memliki enam varian ini punya maksimum jarak tembak mulai dari 50-110 km, tergantung sistem pemandu yang digunakan.

Dikutip dari indomiliter.com (29/07/2021), pada gelaran Indo Defence tahun 2018, Ukraina juga sempat menawarkan R-27 kepada Indonesia. Melalui UkrOboronProm, badan ekspor dan industri pertahanan Ukraina, mereka sudah menyiapkan paket kerja sama kepada industri pertahanan Indonesia. Pada waktu itu, dari salah satu booth diperlihatkan full mockup rudal udara ke udara jarak menengah-jauh, R-27.


Quote:
Ukraina Mendapat Kontrak Senilai US$ 200 Juta Untuk Ekspor Rudal R-27

Sosok R-27 pada gelaran Indo Defence 2018.

Foto: indomiliter.com



Terkait rudal R-27 yang dibuat oleh Artem, rudal udara ke udara ini dibuat dalam beberapa varian yang berbeda. Varian tersebut terdiri dari pilihan pemandu semi active radar seeker with command updates, infra red seeker dan passive guidance on radar and jammer. Pihak Artem sendiri memiliki 6 tipe berbeda yang ditawarkan, mulai dari R-27ER1 dan R-27R1 (berpemandu radar semi aktif), R-27ET1 dan R-27T1 (berpemandu infra red), serta R-27EP1 dan R-27P1 (berpemandu radar pasif).

Kontrak yang didapatkan oleh Ukraina tersebut, kedepannya bisa mereka gunakan untuk mengembangkan proyek alutsista yang lain, yakni drone Sokil-300 dan rudal R-360. Keberhasilan Ukraina dalam menjual R-27 merupakan kabar yang menggembirakan bagi industri pertahanan mereka. Dengan memanfaatkan aturan "CAATSA" yang dikeluarkan Amerika, negara ini bisa jadi alternatif pilihan bagi "mereka" yang membutuhkan pasokan senjata buatan Rusia, tapi terhalang aturan "CAATSA".

Lalu bagaimana menurut pendapat agan sekalian tentang proses pengadaan rudal R-27 ini ? Benarkah negara di benua Asia yang memesan rudal ini kemungkinannya India atau Indonesia ? Jika bicara Asia, sebenarnya masih ada nama Vietnam dan Malaysia yang juga memakai produk pesawat tempur Rusia.

Sekian sedikit update berita "lagi" dari Ukraina, semoga pembahasan kali ini bida menambah wawasan dan referensi baru untuk agan sekalian. Sampai jumpa emoticon-Angkat Beer






Referensi Tulisan: 1.2.3
Ilustrasi Gambar: indomiliter.com, artem.ua, Google Image
Diubah oleh si.matamalaikat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
varokahh dan 25 lainnya memberi reputasi
26
Masuk untuk memberikan balasan
Ukraina Mendapat Kontrak Senilai US$ 200 Juta Untuk Ekspor Rudal R-27
01-08-2021 10:14
Harga segtu mah Buat latihan aja dah vroh klo ane emoticon-Blue Guy Bata (L)
profile-picture
jlamp memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia