News
Batal
KATEGORI
link has been copied
272
Lapor Hansip
23-06-2021 08:23

Mengendap di Gudang Farmasi, Ribuan Vaksin AstraZeneca Nyaris Kedaluwarsa

Mengendap di Gudang Farmasi, Ribuan Vaksin AstraZeneca Nyaris Kedaluwarsa

SuaraJogja.id - Puluhan ribu vaksin mengendap di Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Parahnya, ribuan vaksin tersebut akan memasuki kedaluwarsa tanggal 30 Juni 2021 dan bulan Oktober 2021 mendatang.

Ketua DPRD Gunungkidul, Endah Subekti Kuntariningsih mengungkapkan pihaknya mendapat laporan dari Komandan Kodim 0730 Gunungkidul tentang 37.000 vaksin yang masih mengendap di Gudang Farmasi Dinas Kesehatan Kabupaten Gunungkidul. Vaksin tersebut nyaris kedaluwarsa dalam waktu dekat ini.

Dari hasil pendataan di gudang penyimpanan vaksin Dinas Kesehatan Gunungkidul diperoleh data sebanyak 3.150 vaksin AstraZeneca dengan tanggal kedaluwarsa 30 Juni. Lalu sebanyak 19.450 vaksin Sinovac yang kedaluwarsa Oktober.

"Ini tentu mengagetkan kami. Karena bertolak belakang dengan keterangan Kepala Dinkes pada rapat paripurna lalu," terangnya, Selasa (22/6/2021) usai rapat Forkompinda.
Menurut Endah, adanya stok vaksin ini tidak sejalan dengan statement kepala Dinkes saat rapat kerja pengawasan penanganan covid-19 pada 17 Juni 2021 yang ditegaskan hanya menyimpan sedikit vaksin untuk kepentingan perorangan yang mendesak vaksinasi. Sedangkan untuk layanan umum dilakukan sistem order langsung ke Dinkes DIY saat akan pelaksanaan vaksinasi.
Bupati Gunungkidul Sunaryanta pun menyayangkan adanya stok vaksin yang nyaris kedaluwarsa tersebut sebab pada rapat koordinasi sebelumnya telah diungkapkan jika tidak ada stok vaksin. Namun ternyata Senin malam ditemukan fakta masih banyak stok vaksin yang nyaris kedaluwarsa.
"Saya menyayangkan itu. Kenapa seperti itu, nanti saya panggil yang berkompeten untuk koordinasi," ujar Sunaryanta.Oleh karenanya kami meminta agar vaksin itu segera digunakan sebelum kedaluwarsa nanti,"ujar Komandan Koramil Wonosari ini.

Kendati demikian jumlah tersebut bisa berubah karena belum semua tempat didata. Kemungkinan jumlah stok vaksin akan bertambah atau berkurang tergantung penggunaannya. Namun data tersebut menerangkan kondisi riil adanya stok vaksin yang nyaris kedaluwarsa.

TNI sendiri sudah berusaha turut serta dalam melakukan percepatan vaksinasi terhadap berbagai golongan masyarakat. Vaksinasi tersebut mereka selenggarakan bekerjasama dengan petugas Dinas Kesehatan setempat mulai bulan Maret 2021 yang lalu.
Kita dorong agar vaksinasi segera diselesaikan untuk menambah daya tahan tubuh,"terangnya.

Sumur :https://jogja.suara.com/read/2021/06/23/071611/mengendap-di-gudang-farmasi-ribuan-vaksin-astrazeneca-di-gunungkidul-nyaris-kedaluwarsa

Lockdown/PPKM ??
3.M ??
Drama nyapres saja kalian ,gubernur se jawa!
Vaksin tersedia pun sia sia !!
Diubah oleh deabatam
profile-picture
profile-picture
profile-picture
meooong dan 38 lainnya memberi reputasi
37
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Mengendap di Gudang Farmasi, Ribuan Vaksin AstraZeneca Nyaris Kedaluwarsa
23-06-2021 10:19
kebiasaan tolol


ga cepat tanggap

vaksinasi pun lambat

tolol
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Mildeye02 dan 9 lainnya memberi reputasi
9 1
8
profile picture
kaskus maniac
23-06-2021 14:45


Ikuti UU ITE sopan gan
1
profile picture
kaskus addict
23-06-2021 18:36
SDM Indonesia pandir dan pemalas, ditambah perilaku masyarakat kebanyakan abai dan acuh makanya ibarat peribahasa ayam mati dilumbung beras. mampos aja luh jing
4
profile picture
kaskus addict
23-06-2021 21:36
@CMS830 wkwkwk
0
profile picture
kaskus maniac
24-06-2021 07:49
@CMS830 bagus peribahasa itu tapi ap ente jg termasuk org yg ente sebutin pemalas & pandir? acuh & abai?

coba hari ini ente udah ngasih kebaikan apa buat masyarakat, & negara!
0
profile picture
kaskus addict
24-06-2021 21:18
@missv4pendeta @CMS830
bayar pajak ,bayar bpjs..

emang pegawai pemerrintah udah ngelakuin apa ?
0
Memuat data ...
1 - 5 dari 5 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia