News
Batal
KATEGORI
link has been copied
214
Lapor Hansip
20-06-2021 23:10

Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"

 Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"

Ketua Bidang Komunikasi Publik Satuan Tugas (Satgas) COVID-19 Hery Trianto menjelaskan alasan pemerintah hingga saat ini tidak mengambil kebijakan penerapan "
lockdown" atau karantina wilayah.

Hery Trianto dalam keterangannya di Jakarta, Minggu, menjelaskan bahwa substansi pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berbasis mikro sebagai kebijakan untuk mencegah penyebaran COVID-19 yang berjalan selama ini sama dengan "
lockdown"

.

"Jadi jangan dibenturkan antara kebijakan lockdown dengan pembatasan kegiatan masyarakat. Substansinya sama, membatasi mobilitas masyarakat untuk menekan laju penularan," kata Hery.

Baca juga: Epidemiolog usulkan karantina wilayah di Kabupaten Kudus

Pemerintah memperpanjang PPKM mikro, 15-28 Juni 2021. PPKM mikro menggunakan acuan beleid Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 13 Tahun 2021.

Aturan itu menjelaskan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan mengoptimalkan posko penanganan COVID-19 di desa dan kelurahan untuk pengendalian penyebaran COVID-19.

PPKM mikro membatasi kegiatan di tempat kerja/perkantoran, pelaksanaan kegiatan belajar mengajar, mengatur pemberlakuan pembatasan kegiatan restoran dan pusat perbelanjaan, mengatur kegiatan di tempat ibadah, kegiatan fasilitas umum, serta kegiatan seni, sosial dan budaya.

Hery mengatakan petugas di lapangan memperketat pelaksanaan PPKM mikro melalui operasi yustisi yang melibatkan TNI dan Polri. Petugas di lapangan memantau kegiatan dan menertibkan masyarakat yang tidak mematuhi protokol kesehatan.

"Tujuannya untuk mengurangi mobilitas agar masyarakat lebih banyak di rumah. Karena faktor penularannya manusia. Jadi, kalau aktivitas manusianya dikurangi, akan menekan penularan," kata dia.

Hery menegaskan, PPKM mikro sebenarnya cukup efektif menekan laju penularan COVID-19. Belakangan, kasus positif meningkat karena beberapa hal.

Seperti, masyarakat tidak mematuhi larangan bepergian, larangan mudik lebaran. Menurut Hery, pemerintah sudah berupaya agar masyarakat tidak bepergian dan mudik, tapi ternyata banyak yang tidak mengikuti imbauan pemerintah.

Baca juga: Warga jalani karantina wilayah di Cilangkap dapat bantuan makanan

"Kasus di Kudus, kita tahu di sana ada ziarah setelah Lebaran di Sunan Muria dan Sunan Kudus, kemudian itu dianggap salah satu yang memicu penularan. Di Bangkalan juga sama, setelah Lebaran masyarakat punya tradisi berkumpul. Ketika berkumpul terjadi interaksi, terjadi risiko penularan," kata Hery.

Penyebab lainnya lanjut dia adalah varian baru COVID-19 yang diduga turut mempercepat penularan.

Dengan PPKM mikro menurut Hery kebijakan mitigasi risiko hingga tingkat RT/RW semakin mudah. Hingga saat ini ada puluhan ribu desa yang membentuk posko.

Posko aktif melaporkan perkembangan kondisi di daerah masing-masing. Efektivitas kebijakan PPKM mikro sudah terlihat sampai pertengahan Mei.

"Sehingga kita dapat data yang lebih valid tentang apa sebenarnya yang terjadi di berbagai daerah. Ketika kita bisa memetakan zona risiko hingga ke RT/RW, tentu saja itu akan semakin baik, kita semakin presisi," katanya.

Selain itu, Hery mengatakan, kebijakan mikro lockdown juga sudah diterapkan beberapa daerah. Misal, satu RT melakukan mikro lockdown karena ada lima keluarga yang terpapar COVID-19.

"Ini terjadi di beberapa daerah. Mikro lockdown sudah dilakukan sebenarnya, tapi skalanya mikro," ujar Hery.

https://www.antaranews.com/berita/22...medium=twitter

profile-picture
profile-picture
profile-picture
indramamoth dan 19 lainnya memberi reputasi
20
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Satgas jelaskan alasan pemerintah tak terapkan "lockdown"
20-06-2021 23:22
kalo mau tempat wisata itu ditutup dulu...acara2 kaya kondangan ...rapat2 perusahaan di meeting room.. di tiadakan dulu...

ud ngurangin banyak mobilitas
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 6 lainnya memberi reputasi
5 2
3
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 12:03
teorinya gitu gan, tp prakteknya tdk semudah itu, pekerja wisata, biro travel, pedagang2 disekitar tempat wisata, event organizer, sewa tenda, sewa sound syatem, katering, banyak lah usaha2 dibidang tersebut yg akan terdampak secara ekonomis

"harus ada pengorbanan bro, utk kepentingan bersama yg lebih besar"

setuju, tp coba dipikirken lg solusinya, sebab tdk semua bisa wfh dan tetep dapet gaji misalnya, pekerja informal harus bekerja keluar rumah utk makan hari ini misalnya, atau kaya ane dagang depan alfamart, jam 7 sore minimarket harus tutup, pdhal biasanya jam rame habis isya smp sekitar jam 10an mlm, kerasa bgt loh gan.. hal2 seperti ini yg mungkin ga akan nyampe oleh pekerja formal yg bisa wfh, bisa zoom miting, bahkan pedagang2 onlen pun perlu kurir yg harus keluar utk mengantarkan pesanan, perlu driver ojol nganter orderan, tetap ada mobilitas, orang maupun barang.. yg ane lakukan saat ini tetap dagang, berusaha memaksimalkan prokes, pake masker, cuci tangan, semoga cepat berlalu, kembali normal, sehat sentosa..
6
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 12:25
@dadedarwanto

Mantap
Ini juga jadi masalah di luar negeri
Pekerja di gastronomi atau industri hiburan dan semacamnya

Kalo negara kaya mereka bisa kasi paid leave
Tapi sekaya apapun negaranya pasti lama2 ga kuat juga

Akhirnya semua negara pada buka-tutup2
1
profile picture
aktivis kaskus
21-06-2021 12:25
Lagian ente gabisa lgs pure banding kan "tempat wisata" tersebut sama meeting/rapat perusahaan sama kondangan.

Kalo di logika kan tempat wisata itu cakupannya luas, org bisa dateng dari mana aja dari daerah manapun

Kalo kondangan yg saya liat hanya org2 private yg biasanya diseleksi dan yg dari luar kota pun paling 1-2 org dan biasanya swab test.

Ini lagi, rapat korporat biasanya boss2 besar mereka lebih sadar kovid dan lebih ketat. Bos mana mau rapat rame2 begitu, yg ane liat boss2 gede korporat kalo rapat bener2 private dan ketat prosedur.

Jadi kalo ane liat analogi ente kurang relevan aja.
0
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 12:32
@dadedarwanto betul intinya negara Indonesia sangat susah bertahan dari wabah covid 19 ini, karena dari segala macem cara yg di lakukan oleh negara negara lain sangat tidak efektif disini
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 13:17
@affan0225 rapat korporat bisa pake zoom.. yg ane liat rapat di gedung2 cenderung buang2 budget aja,,

kondangan test swab? ngimpi bro?
1
profile picture
kaskus geek
21-06-2021 13:19
Yg acara kawinan tuh, di hotel2 msh aja ada acaranya , blm lagi acara rapat parpol di hotel2 emoticon-Cape d...
1
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 13:20
Musuh terbesar dalam upaya meredam COVID bukanlah hajatan/kondangan/meeting, tapi LONG HOLIDAY!! Setiap kali ada event penting libur panjang, mudik, taun baru dan semacamnya selalu ada peningkatan.

Namanya libur panjang orang selalu tidak tahan untuk keluyuran, dari sekedar cari makan sampe wisata domestik yang dimana itulah kluster baru. Tapi libur semacam lebaran juga susah dikontrol karena sudah budaya puluhan taun untuk selalu eksodus pulang pergi silaturahmi.

Begitu liburan selesai, THR harus ludes, cuma taun ini ada bonus tambahan yaitu kluster covid. Yang tadinya anak sekolah mau belajar tatap muka terancam batal, tadinya udah work from office ya terancam batal juga. Jadi musuh kita tuh libur panjang, jangan ada libur panjang lagi sampe covid bisa dijinakkan!!
1
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 13:20
Dilema sih gan.

Wisata ditutup para pelaku pariwisata/travel teriak "pak presiden tolong wisata dibuka, kami mau makan apa pak"

Wisata dibuka giliran para nakes tereak kewalahan pasien makin meningkat

***

Mall ditutup para pedagang tereak "kami mau makan apa pak"

Mall dibuka, netizen: percuma wfh kalo mall tetap buka bla bla bla

***

Sekolah ditutup emak emak tereak "pak saya pusing anak saya banyak tugas, bukannya tambah pinter malah tambah bodoh anak kami jika terus seperti ini, udah gitu bayaran full tetap jalan"

Sekolah dibuka KPAI yang tereak jangan korbankan anak-anak

***

Transportasi umum (kereta/bis/dsb) dihentikan yang tereak para pekerja "kami kerja untuk cari nafkah pak mau makan apa anak istri" sopir juga tereak "kami nganggur ga digaji pak"

Transportasi umum dijalankan netizen tereak juga

Dan masih banyak lagi lainmya yang mana kesimpulan dari semua ini adalah: satu dikorbankan satu terselamatkan. Dan disini pemerintah mencoba untuk menyelamatkan keduanya dengan cara tidak melakukan lockdown total.

Bismillah jubir istana emoticon-Nyepi
3
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 13:22
Ngurangin penduduk dr covid mah ga mungkin.. stadar kematian per taun 1 jt. Copid br 50rb diantaranya juga mempercepat yg hrs nya mati juga. Yg murni copid gavtau brapa.

Sebelum herd imunity tercapai kita dah melarat duluan ...
1
profile picture
kaskus addict
21-06-2021 13:40
@dadedarwanto

'sebab tdk semua bisa wfh dan tetep dapet gaji misalnya'

percuma dijelasin gan, yang mereka tau pro lockdown itu kadrun emoticon-Ngakak

aye cerita pengalaman selama part time gudang yang mesti meladeni panic buying, delivery dari pagi sama dipaksa standby terus malah dibilang 'lagi mewek sama curhat? itu kan memang tugas elu' emoticon-Ngakak

mereka prinsipnya kuratif, bomat kasusnya berapa yang penting jumlah orang sembuhnya yang dilihat emoticon-Ngakak

@kepalaember
'betul intinya negara Indonesia sangat susah bertahan dari wabah covid 19 ini, karena dari segala macem cara yg di lakukan oleh negara negara lain sangat tidak efektif disini'

bisa efektif, asal pemerintahnya tegas, dak pusingin hal lain

kelemahan pemerintah kita itu lebih banyak pikirin hal hal dak penting sebenarnya
4
profile picture
aktivis kaskus
21-06-2021 13:49
@jefry347 ya suka2 bosnya lah mau di hotel ato onlen. Lagian kan kalo dihotel juga itung2 bantu pihak hotel yg keder. Lagian ane kemaren rapat dinas, nginep hotel juga protokol kok, masker turun dikit aja di ingetin.

0
profile picture
kaskuser
21-06-2021 13:53
@dadedarwanto @kepalaember @crot113 kekurangannya anggaran kurang gan.jadi ga bisa suruh lokdon.harus kasi makan.

pemerintah suruh tutup tapi ga dikasi solusi... di sg setau ane berapa persen gaji karyawan swasta yg disuruh tutup disubsidi d ama pemerintah..tapi ya ga bisa bandingin..disana angarannya gede..

https://www.mom.gov.sg/covid-19/advisory-on-salary-and-leave

tu prognya.. jadi ga suruh org libur aja..di support jg
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 13:54
@affan0225 ya makanya ane bilang cuma ngabisin angaran.. tau ga skrg hotel banyak yg dipake tempat isoman? baik itu yg terdaftar atau tidak..banyak yg ngungsi ke hotel...

poin ane adalah kalo rapat2 ada alternatifnya... ga usa harus temu muka...

siap terkena covid di hotel?ya gpp..silahkan aja gan rapat trus di hotel....
-1
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 13:57
pemerintahnya aja masih suka ngasi contoh kumpul" kerumunan

ambil contoh: waktu pemberian gelar (katanya) profesor sang tuan putri banteng merah emoticon-Leh Uga
1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 13:59
@lsenseyel nah ya ini jg ga bener ....pemerintah jg harus kasi conth..ga usa kunjungan2 kerja yg ga perlu.. ud zoom2 aja...
-1
profile picture
kaskuser
21-06-2021 14:05
Pom bensin libur dulu 2 minggu..langsung dijamin pd nongkrong d rmh..jaman skrg jarang yg mau jalan kaki.. emoticon-Big Grin
3
profile picture
kaskuser
21-06-2021 14:09
@Uprutz susah lah..skrg urusannya ama perut org.. lok don2 dananya itu..
-1
profile picture
kaskus maniac
21-06-2021 15:21
@jefry347 @Uprutz ane lebih ke sini sih, udah lebih dari setahun, pemasukan mereka berkurang, buat makan pun jadi susah
0
profile picture
aktivis kaskus
21-06-2021 16:29
@Uprutz trs operasional buat nakes, damkar, polkis, tentara, angkutan sembako n obat bijimane dong. Klo dibuat pom khusus yakin dah gw bbrapa hari jg digeruduk rame2 sama rakyat.
0
Memuat data ...
1 - 19 dari 19 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia