Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
35
Lapor Hansip
17-06-2021 18:10

Terobsesi [END]

Terobsesi
SYNOPSIS
Cerita ini mengisahkan tentang seorang pria yang bernama Jun yang mencintai istri sahabatnya sendiri. Saking cintanya kepada istri sahabatnya, sampai-sampai Jun terObsesi berat.
Sedangkan hubungan persahabatan mereka masih berjalan baik sampai saat ini. Semua berawal dari masa lalunya.

Kenapa Jun bisa terobsesi pada istri sahabatnya? Apa yang terjadi di masa lalunya? Semua akan terjawab dalam cerita ini.


WARNING !
Quote:Cerita ini mengandung konten dewasa, mohon untuk bijak dalam membacanya. Nama tokoh bukan nama asli, latar waktu, tempat juga bukan asli.


JANGAN TANYA CERITA INI FIKSI ATAU REAL ! Baca saja dengan RILEX. Jangan lupa kasih dukungan seperti kasih Rate bagus, cendol, agar TS bersemangat lagi bikin ceritanya.


INDEX STORY
Quote:Eps 1: Hidupku
Eps 2: Misteri Taperwer
Eps 3: Misteri Taperwer Part 2
Eps 4: Misteri Taperwer Terpecahkan
Eps 5: Miniatur Senja
Eps 6: Permen
Eps 7: Tanda Merah Di Leher
Eps 8: Akhir
Eps 9: Takdir
Eps 10: Terobsesi

Pesan dari cerita ini adalah, janganlah terlalu terobsesi dengan pasanganmu, jika dia tidak berjodoh denganmu, relakanlah, dan cobalah ceritakan isi hatimu kepada orang lain. Hindari hal-hal negative lainnya, karena kebahagianmu adalah tujuanmu. Namun cinta tidak bisa di tebak.
Quote:
SESI Q N A !
Q: Apakakah cerita ini akan ada lanjutannya?
A: Yes, di tunggu aja ya gan.
Q: Kenapa Broto tidak di ceritakan lagi? Karena dia kan sahabat Jun juga?
A: Di karenakan Cerita ini hanya berfokus kepada pemeran utama nya saja.
Q: Di cerita selanjutnya, Broto akan muncul ga?
A: Yes.
Q: Cerita lanjutannya akan menceritakan apa?
A: Cerita lanjutannya akan menceritakan lebih ke perselingkuhan antara Jun dengan Viona (spoiler)


Sambil nunggu Season selanjutnya rilis, baca dulu Short story ane gan, dijamin seru !
Short Story

Diubah oleh ihsanjun29
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Rohmatullah212 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
Masuk untuk memberikan balasan
Terobsesi
19-06-2021 19:24

Episode 4

Eps 4: Terungkapnya Misteri Tuperwer
Quote:Setelah pertemuan di cafe tadi, kini aku semakin akrab dengan Viona. Sampai sekarang kita masih chatingan via whatsapps. Tapi aku pengen nelpon dia, mudah-mudahan aja di angkat.

*tuuutttt (bunyi telpon)



Obrolan dalam telpon..

"Hai Vio. emoticon-Smilie "

"Hai juga Jun emoticon-Smilie "


"Besok aku jemput kamu ya? "


"Emang tau rumahku? "


"Belum. Sebentar lagi juga kamu ngasih tau emoticon-Smilie "

"Ihh.. Pede deh :P "


"Ya udah kalo ga mau di jemput emoticon-Big Grin "


"Nyebelin. Katanya mau jemput !. "


"Kan belum di kasih tau alamat rumahnya :') "

"Eh bentar. Emang besok mau pergi kemana? "


"Ke kampus lah. Wkwk "


"Besok kan libur ! "


"Astagfiruloh. Iya ya. Hehe"


"Makanya kalo punya kalender tuh jangan cuma di pajang doang. Haha"



"Kan aku ga punya kalender. Bentar lagi punya nya kamu, yang akan selalu ngingetin aku setiap saat. Hahaha"


"Ish... Gombal :') "


"Itu namanya bukan gombal. Tapi salah satu usaha buat dapetin kamu. Hehe"

"Tuh kan gombal lagi. Pasti tiap cewek di gombalin kan? :P "


"Mana ada kaya gitu. Oh iya aku mau tanya sesuatu. "


"Tanya apa? "


"Waktu di kantin kampus, pas aku nyamperin kamu. Kenapa kamu bohong? Malah jutek gitu. "


"Hahaha. Mau ngerjain kamu aja emoticon-Stick Out Tongue "


"Lah ko gitu. Aku malu tau di gituin sama kamu. Wkwk"


"Hehe. Ya udh maaf. Aku ga bermaksud kaya gitu. Sebenarnya aku tuh malu... "


"Malu kenapa? "


"Emm... "


"Malu kenapa coba? "


"Eu.... Engga ah nanti deh ceritainnya. Hehe"


"Lah kenapa ga sekarang? Bikin penasaran aja. "


"Pokonya nanti deh. Nunggu waktu yang tepat emoticon-Smilie "


"Iya tapi kapan?. "


"Ya tunggu aja emoticon-Smilie "


"Ya udah iya.. Eh, aku masih kepikiran loh soal taper wer itu punya siapa ya. "


"Hahaha.. Taper wer yang ada tulisan namaku? "


"Iya, kalo bukan punya kamu, terus punya siapa ya? "


"Em... Sebenarnya Taper.... (Terpotong) "




"Juuun ! Kecoaaaaa juuunn " Teriak si Broto


"Mana... Mana... " Serentak Aku pun kaget saat si Broto teriak ada kecoa.


*Tut.. Tut... Tut.. (Telpon terputus)


"Hallo.. Vio.. " Yah telpon nya terputus. " Gerutu ku.


"Itu jun ke arah mu ! " Teriak Broto.


Aku dan Broto panik gegara kecoa, jujur aja kami takut pada kecoa, eh tapi sebenarnya bukan takut, lebih ke jijik aja, apalagi kalo kecoa nya udah mode terbang.

____________




Hari Sabtu..
Singkat cerita pagi pun tiba, tepat di hari sabtu kuliah di liburkan. Pukul 8 pagi aku baru bangun, sedangkan Broto masih terlelap dengan nyenyak. Lalu aku beranjak untuk mandi, rencana hari ini aku mau ajak Viona ngedate, mudah-mudahan dia gak nolak.


Ingin rasanya mengutarakan perasaanku sama dia, tapi kayanya terlalu cepat kalo sekarang. Aku harap dia memiliki perasaan yang sama kepadaku. Setelah selesai mandi, aku bersiap untuk jemput Viona, sebaiknya aku telpon dia sekarang.

"Hallo.. "


"Iya, jadi mau jemput aku? "


"Jadi dong. Ya udh aku sekarang ke rumah kamu ya. "


"Oke. Alamat rumahku aku sharelok ya! "


"Oke Vio. "


"Daaaah."


Jadi ga sabar pengen main sama dia, pasti dia seneng banget kalo di ajak keliling kota ini pasalnya kan di baru di kota ini.

Lalu aku pacu motor ini dengan cepat, rupanya hari ini cukup mendukung, jalanan tidak terlalu macet, langit masih cerah, mudah-mudahan tidak turun hujan.

Beberapa saat kemudian akhirnya aku sampai di depan rumah Viona, rumah gedung bertingkat yang sangat evic. Aku jadi ragu, ternyata Viona anak yang berpunya. Namun aku tidak boleh terlihat mengecewakan, karena aku memang tulus jatuh cinta kepadanya.

"Dimana bel nya ya? " Gumam ku dalam hati.

Setelah pelanga pelongo akhirnya aku menemukan bel nya, kemudian aku tekan tombol belnya dan tiba-tiba muncul suara.

"Maaf ini dengan siapa? " Suara dari dalam bel.

Aku yang keheranan mendadak katro, baru kali ini mendapati rumah secanggih ini. Dengan sedikit gugup aku menjawab suara itu.

"S-saya Jun ! " Jawabku sedikit gugup.

"Maaf, ada keperluan apa ya? " Kata dari suara dalam bel itu.

"Ss-saya te-teman nya Viona, apakah Viona nya ada? " Tanyaku.

"Tunggu sebentar ya! " Ucap suara dalam bel itu.

Setelah menunggu, akhirnya Viona keluar dari rumahnya. Dengan penampilannya yang menawan, seakan aku terpesona melihatnya.

"Astaga, cantik banget Viona ! " Gumam ku dengan replek.

"Jun? Kamu kenapa? Ko bengong? " Tanya Viona yang keheranan karena aku terlihat bengong dan kaku.


"Eh, engga kok. Hehe. Kamu cantik hari ini. " Ucapku dengan memujinya.

"Jadi, kemarin-kemarin ga cantik gituh? " Sahut Viona dengan sedikit becanda.


"Ti-tidak maksudku, kamu hari ini berbeda. Tapi, kamu ga malu jalan sama aku naik motor? " Ucapku yang sedikit kikuk.


"Kenapa harus malu. Yang penting nyaman emoticon-Smilie " Ucap Viona dengan tersenyum.

"Yuk kita jalan ! " Tambahnya.

"A-ayo, ini helmnya di pake. (Menyodorkan helm) " Ucap ku.


Kami pun beranjak pergi, dengan hati yang senang, dicampuri dengan
perasaan yang canggung, membuat diri ini merasa tidak enak, telah membawa seorang wanita yang sempurna untuk berboncengan denganku.

Akan tetapi sepertinya Viona menikmatinya, dia tidak sedikitpun mengeluh, semoga saja ini bukan drama, yang dimana ia berpura-pura mau denganku.

Langit masih sama, mentari bersinar dengan teriknya, kami masih berjalan menyusuri jalan ramai ini. Karena hari yang sudah semakin panas, kami memutuskan untuk berteduh di taman kota.

"Vio, kita duduk dulu yuk di tamkot. " Kataku kepada Viona.

Viona hanya mengangguk, lalu setelah memarkirkan motor, kami mencari tempat duduk. Dan akhirnya mendapati tempat duduk dekat pohon yang rindang.

Ku pandangi Viona yang mulai berkeringat, aku pun langsung mencari minuman dingin. "Vio, tunggu bentar ya, aku beli dulu minuman. " Ucapku sebari beranjak membeli minuman.

Lalu setelah aku mendapatkan minuman, saat aku kembali, aku melihat Viona sedang di goda oleh dua orang pria. Tak terima melihat itu, aku pun langsung menghajar salah satu pria yang menggoda Viona.

*plaaaaak (suara pukulan)


"Awww... " Salah satu pria itu kesakitan.


"Wow, santai dong bang ! " Kata pria satynya lagi.


"Kalian ngapain ganggu cewe gua? " Teriak ku dengan berani.


"Jun, udah, aku gpp ko . " Ucap Viona menenangkan ku.


"Oh jadi lu pacarnya? " Kata pria itu.


"Iya gua pacarnya ! Mending lu pada pergi dari sini ! " Bentak ku.


"Baiklah kalo begitu. Bray (temennya) ayo kita pergi. " Ucap pria itu, lalu pergi begitu saja.


"Lah, ko mereka gitu amat sih? Baru di bentak udh pergi. " Ucap ku.


"Em.. Tadi kamu bilang, aku pacarmu? " Ucap Viona dengan wajah merah.


"Hehe. Iya, becanda ko " Jawab ku sedikit malu.


"Ko becanda ! Tau ah. " Ucap Viona cemberut.


"Lah ko jadi cemberut gtu? " Sahut ku.


"Kamu nyebelin . " Ujar Viona.


"Lah, salah ku apa Vio? " Ucapku pura-pura gatau.


"Pikir aja sendiri ! " Ucap Viona yang kesal masih dalam keadaan cemberut.


"Iya deh iya. Maafin aku. " Rayu ku.


"Engga ! " Ucap Viona.


"Kalau gitu, kamu mau ga jadi pacar aku? " Dengan lancang aku nembak Viona. Hehe


"Hah, kamu serius? " Tanya Viona dengan wajah merahnya.


"Jangan kan serius, beribu rius pun aku berani. Jujur, aku emang suka sama kamu " Ucapku dengan meyakinkan.

"Em... Sebenarnya aku juga suka sama kamu. Dan sejujurnya, taperwer itu memang punya ku. Aku sengaja ninggalin taperwer itu, karena aku lihat kamu terus melihatku. Jadi alasanku meletakan taperwer itu agar kamu mengembalikannya, dan bisa bertemu sama kamu. Tapi.. " Viona menjelaskan semunya.


"Tapi apa? " Ucapku memotong penjelesannya.


"Iya tapi, saat kamu ngembaliin taperwer nya, aku jadi gugup dan malu. Akhirnya aku pura-pura gatau apa-apa. Maafin aku ya jun udh bohong sama kamu emoticon-Frown " Ucap Viona dengan wajah yang makin memerah.


"Akhirnya misteri taperwer terpecahkan juga. " Gumam ku dengan tersenyum.


"Ish... Ko gtu emoticon-Frown "


Entah ini mimpi atau bukan, aku bahagia sekali rasanya. Moment yang aku tunggu-tunggu akhirnya terwujud juga. Dan yang tak ku sangka adalah ternyata Viona juga suka kepadaku. Tapi apakah dia mau nerima aku apa adanya?


"Vio. Apa kamu nerima aku apa adanya? Aku masih banyak kekurangan, sedangkan kamu... (Terpotong) "


"... Ssstttt... Aku tidak peduli soal itu, yang penting adalah perasaan kita, kebahagian, aku harap kamu tidak mengecewakan. " Kata Viona meyakinkan ku.


Hari ini, tepat di hari sabtu, aku dan Viona resmi berpacaran, namun aku takut satu hal, yaitu setelah hari wisuda nanti, tinggal beberapa minggu lagi.

Bersambung...

profile-picture
hakkekkyu memberi reputasi
1 0
1
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
denting-waktu-dalam-ruang-sepi
Stories from the Heart
tenung-based-on-true-story
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Heart to Heart
Poetry
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia