News
Batal
KATEGORI
link has been copied
179
Lapor Hansip
17-06-2021 18:56

Epidemiolog: Jika Tak Ada Pengetatan, 1-2 Minggu Lagi Faskes Kolaps

Epidemiolog: Jika Tak Ada Pengetatan, 1-2 Minggu Lagi Faskes Kolaps


Keterisian tempat tidur (BOR) di berbagai fasilitas pelayanan kesehatan di berbagai daerah saat ini semakin hari kian penuh oleh pasien COVID-19. Jika lonjakan kasus tidak bisa dikendalikan, maka dapat dipastikan bahwa rumah sakit tidak akan lagi sanggup merawat pasien.

Beberapa fasilitas bahkan telah terisi hingga lebih dari separuhnya. Contohnya saja di Rumah Sakit Darurat Wisma Atlet Kemayoran yang per Kamis (17/6) ini telah terisi hingga 77,5 persen. Sementara, angka kasus di Jakarta terus meroket.

"Jika tidak ada containment, pengendalian yang ketat, saya bisa katakan 2 minggu sampai 1 bulan lagi (Faskes) kita akan kolaps. Karena itu strategi mengatasi masalah ini tidak bisa hanya dengan menambah tempat tidur," ujar Kabid Pengembangan Profesi Perhimpunan Ahli Epidemiologi Indonesia, Dr Masdalina Pane, dalam diskusi virtual, Kamis (17/6).

Epidemiolog: Jika Tak Ada Pengetatan, 1-2 Minggu Lagi Faskes Kolaps

Ia juga menilai, penambahan kapasitas tempat tidur di berbagai rumah sakit bukanlah solusi satu-satunya. Masyarakat harus dapat mencegah penularan COVID-19 yang lebih luas.

"Karena ada satu titik di mana akan terjadi kapasitas lonjakan. Di mana rumah sakit dan tempat tidur sudah tidak bisa lagi mengatasinya. Makanya yang harus dilakukan adalah containment di hulu. Jadi bagaimana caranya agar masyarakat itu bisa tetap mematuhi protokol kesehatan tapi tracingnya tetap kuat," tambah Masdalina.

Epidemiolog: Jika Tak Ada Pengetatan, 1-2 Minggu Lagi Faskes Kolaps

Kondisi lonjakan ini sebenarnya sudah dapat dipelajari dari beberapa momen libur panjang sebelumnya. Bahkan pernah ada libur panjang yang tidak diikuti dengan kenaikan kasus. Maka dari itu, masyarakat sudah seharusnya mengurangi mobilisasi agar pola yang sama ini tidak terjadi lagi.

"Karena kita juga pernah mengalami libur panjang yang kasusnya tidak naik. Artinya model-model seperti itu yang harus kita lakukan, tentu peran serta masyarakat jadi faktor penting. Jadi pada saat ini pembatasan mobilitas bisa jadi solusi, tapi itu tidak bisa lama," tutup Masdalina.

https://kumparan.com/kumparannews/ep...xbPYGkOc3/full






emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2 emoticon-Hammer2
Diubah oleh kaskus.infoforum
profile-picture
profile-picture
profile-picture
dika110103 dan 24 lainnya memberi reputasi
19
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Epidemiolog: Jika Tak Ada Pengetatan, 1-2 Minggu Lagi Faskes Kolaps
17-06-2021 19:18
jadi solusinya apa ???

dari dulu jual ketakutan doang

congor udah dimaskerin, jaga jarak udah sekarang apa ???

mau lokdon sampe 2025 ??? elu aja sono makan tanah
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yoga111 dan 18 lainnya memberi reputasi
15 4
11
Memuat data ...
profile picture
kaskuser
18-06-2021 19:55
@Ndaru4u hahaha iya gan. Saran sih komunikasi pemerintah diperbaiki, dan juga kl bisa bikin sistem yg memberikan reward kl vaksin. Ane denger di deket pabrik ane ada bansos pemerintah tapi warga yg nerima hrs mau vaksin. Ini ide jenius yg mestinya diterapkan k banyak hal. Misalnya kasih milestone kalau vaksinasi sudah sekian persen akan dilakukan pelonggaran bertahap. Ini hal bagus yang pada akhirnya akan meningkatkan partisipasi vaksin.
1
profile picture
kaskus maniac
18-06-2021 20:12
@Ndaru4u @ykc30 di tempat ane belum ada. Sifatnya masih kecamatan dan metodenya masih datang, daftar.

Maksud saya, kalo dibatasin 1 hari 50. Tetep aja paginya itu pasti bergerombol rebutan daftar.

Padahal yg bagus menurut saya, diadakan di kelurahan. Itu kan ada data warga. Di plotin aja senin rw mana, selasa RW mana.

Kalo mau warga antusias, jangan dikasih bansos. Kasihlah tiket undian berhadiah 1 milyar. Justru lebih murah jatuhnya emoticon-Leh Uga
0
profile picture
aktivis kaskus
18-06-2021 20:15
@anti.liberal @ykc30 @Ndaru4u nakes itu terbatas gan. Ujung tombak vaksinasi itu ada tiap puskesmas. Dokter di puskes bini gw cuma 2 plus 1 drg plus 3 perawat. Jgn dikira orang2 pake baju putih di puskesmas itu perawat n dokter smua. Ada admin,apoteker, tu. Masi hrs ngelayanin swab, mantau pasien koped yg isoman, rujuk pasien , blm program ksehatan yg lain ky dbd, tbc, bpjs.
BULLSHITTTT 1000 persen vaksinasi bisa dikebut slama tidak ada tambahan dokter n perawat!!!
Makanya vaksinasi masal terpusat masi jadi solusi terbaik utk ngebut.
1
profile picture
aktivis kaskus
18-06-2021 20:25
@Ndaru4u @ykc30 @anti.liberal nakes jg maunya bgitu gan...scara puskes udh dipake utk aktivitas laen. Dan scara organisatoris pak lurah itu ktua satgas koped smentara kapus cuma koordinator. Cumaaa...lurahnya pada mau ape kaga. N, atu lg yg mau nyuntik siapeee ...
0
profile picture
newbie
18-06-2021 20:48
Disuruh gk mudik aja ga bisa, ga ada solusi, rakyat gabisa diatur, kek tai di got.
0
profile picture
kaskus maniac
18-06-2021 20:50
@Ndaru4u @ykc30 @tontop

saran saya bukan dikebut, tapi di atur/dijadwalin

kebiasaan indonesia itu segala sesuatu harus rame, harus dipublikasi, harus nampang, spanduk harus gede dll hasil nol besar.

jadiin aja lurahnya jadi satgas, gak mau ??? GANTI !!!

jadi lurah tanggung jawab atas vaksinasi warganya. silahkan bikin timeline sendiri kan bisa.

kalo sekarang itu kebanyakan tidak jelas, dibilang disini diadakan vaksinasi, lalu 1 kecamatan berbondong2. sampe sana kuota habis, besok pagi berbondong2 lagi, kuota habis, besok pagi berbondong2 lagi terus aja gitu.

terus ada lagi info di sana ada juga, pindah lagi kesana berbondong bondong.

keliatan kok mental pelat merah di indonesia begini, bekerja itu mengutamakan tampilan, bukan hasil. spanduk dimana mana, foto sana sini. kerja 0 besar.

jadi saran saya gak usah ada vaksinasi di luar kelurahan. semua cukup di lurah. lurahnya gak mau pecat, ganti. kalo gak ada yang mau, kasih ke TNI.

dari situ kan lurahnya bisa bikin senin RW sekian sampe sekian selasa sekian sampe sekian. dah kayak gitu gak usah diajarin lah.

terserah mau tuntas sampe akhir tahun, yg penting jelas ada timelinenya.

intinya ngadain tuh jangan kayak bazzar baju bekas, gitu dah
1
profile picture
kaskus geek
18-06-2021 20:52
@agarina88 Mending mudik gan, masalah sosial jauh lebih mengerikan.
0
profile picture
aktivis kaskus
18-06-2021 21:08
@Ndaru4u @ykc30 @anti.liberal sejak pandemi itu lurah ya otomatis ketua satgas covid tingkat klurahan bree. Klo di jkt si udh lmyn krn wan abud neken camat n lurah utk ngejar warganya ikut vaksin. Nah, wan abud bisa bgono krn di dukung apbd yg tinggi. Yg ditargetin itu lurah n camatnya. Ga tau klo di daerah bijimane yg jelas klo di bandung dibebanin ke kapus bkn lurah atw camat. Bini gw az tiap hari ngundang 25-30 orang, tpi yg dateng srlalu ga ampe 10.
Btw, mslh sering keabisan vaksin mah emg krn stok sinovac di indon masih terbatas. User user di lapangan udh tau itu
1
profile picture
aktivis kaskus
18-06-2021 21:17
@Ndaru4u @ykc30 @anti.liberal dan lagi, balik lagi...yang mau nyuntik siapee.
Scara dlm kondisi normal tanpa koped pun indon dah kkurangan dokter. Apalagi ini dihajar bersamaan...
1
profile picture
kaskus addict
18-06-2021 21:33
@lifi2ro @affan0225 iya karna disiplin hanya di tempat kerjaan jadinya gampang kena. Yang ane takutin sih kalau kena pas lagi di luar kota apes banget sampe harus di karantina di negeri orang.
0
Memuat data ...
41 - 50 dari 50 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia