News
Batal
KATEGORI
link has been copied
47
Lapor Hansip
15-06-2021 10:59

Pendekatan Indonesia ke Israel Perlu Diubah Jika Ingin Bantu Palestina Lebih Jauh

Pendekatan Indonesia ke Israel Perlu Diubah Jika Ingin Bantu Palestina Lebih Jauh

JAKARTA, KOMPAS.com - Indonesia disarankan untuk melakukan terobosan pendekatan jika ingin membantu menyelesaikan konflik Israel-Palestina dengan pemerintahan baru Israel. Terlebih mengingat cara lama Indonesia terbukti tidak efektif.

“Cara-cara yang dipakai Indonesia sejak 1948 terbukti tidak efektif, sudah mentok bahkan. Karena kekuatan Palestina sebagai suatu entitas politik pun makin tercerai berai,” ujar Dinna Prapto Raharja, Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional kepada Kompas.com pada Senin (14/6/2021).

Menurutnya, membangun hubungan dengan Israel menjadi suatu hal yang tidak terhindarkan saat ini.


Adapun dalam kenyataannya, sudah bertahun-tahun Indonesia dan negara-negara pesaing di Asia, menggunakan produk dan teknologi Israel yang memang terdepan di tingkat global.

Falam kenyataannya juga, menurut pandangan ahli membuka hubungan diplomatik tidaklah sama dengan mengakui, bahwa tindakan Israel kepada Palestina adalah benar.

“Hubungan diplomatik itu ada banyak dimensi, yang penting adalah kita punya strategi jelas, sigap dan taktis,” ujar Dinna yang juga pendiri Synergy Policies.


Posisi Indonesia dalam konflik Israel Palestina saat ini juga dinilai bisa lebih berpengaruh dan berpotensi mampu menekan "Negeri Zionis", yang kini dibawah pemerintahan Perdana Mentri baru Israel Naftali Bennett.

Hal itu terlihat dari sejumlah faktor seperti kondisi neraca perdagangan Israel yang defisit dengan Indonesia dan negara-negara ASEAN. Artinya, Indonesia memiliki keunggulan tertentu yang bisa dijadikan kekuatan untuk menekan Israel.

Selain itu, pasca terpilihnya pemerintahan baru Israel saat ini, kondisi di dalam “Negeri Zionis” sedang koyak persatuannya.

Masuknya kubu Arab ke koalisi pemerintah, dikhawatirkan justru membuat mereka kehilangan alasan untuk berbeda pendapat dengan kubu-kubu partai kanan di dalam Israel.

Faktor ketiga yang bisa menguatkan posisi Indonesia adalah karena Liga Arab dan OKI terbukti tidak bisa mengangkat isu Israel-Palestina. Apalagi saat ini, perekonomian mereka tertekan akibat Covid-19 dan kegagalan melakukan diversifikasi ekonomi.

“Indonesia bisa menjadi kekuatan alternatif di luar negara-negara Arab itu,” terang Dinna.

Jika serius membantu Palestina lebih jauh, Indonesia menurutnya sudah punya jalur untuk berinteraksi dengan berbagai pemangku kepentingan di dalam Israel dan Palestina.

Terlebih ketika jalur komunikasi, ekonomi dan politik dibuka.

“Indonesia juga punya alasan untuk lebih sigap dan akuntabel tentang perjuangan membela Palestina, dibandingkan kalau pasif saja seperti sekarang.”


https://www.kompas.com/global/read/2...page=all#page2

The definition of insanity is.. doing the same thing over and over.. and expecting different results.

--Albert Einstein--


Quote:“Cara-cara yang dipakai Indonesia sejak 1948 terbukti tidak efektif, sudah mentok bahkan. Karena kekuatan Palestina sebagai suatu entitas politik pun makin tercerai berai,”ujar Dinna Prapto Raharja, Praktisi dan Pengajar Hubungan Internasional kepada Kompas.com pada Senin (14/6/2021).

Menurutnya, membangun hubungan dengan Israel menjadi suatu hal yang tidak terhindarkan saat ini.




emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr9
profile-picture
profile-picture
profile-picture
pakisal212 dan 2 lainnya memberi reputasi
3
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pendekatan Indonesia ke Israel Perlu Diubah Jika Ingin Bantu Palestina Lebih Jauh
15-06-2021 11:30
Tidak ada solusi dua negara.
Tidak ada negara Israel.
Yang ada hanya negara Palestina, yang isinya orang orang Palestina dan imigran illegal Yahudi / Israel.

Fakta sejarah tak terbantahkan, tidak ada wilayah bernama Israel sebelum tahun 1948 di permukaan bumi ini, apa lagi di Timur Tengah, apa lagi di Palestina.

Israel tak lebih dari imigran illegal, pendatang haram di Palestina, sejak awal 1900an, kemudian merampok mengagressi tanah wilaya palestina, Israel membunuh dan mengusir orang Palestina dari Palestina dengan bantuan dan dukungan Inggris dan AS, kemudian mendirikan negara haram illegal Israel.

Negara haram illegal Israel harus batal dan bubar demi hukum, kemanusiaan dan demokrasi. Negara haram illegal Israel tak memiliki legal standing, baik dari sisi historis maupun dari sisi wilayah.

Saat ini Israel sedang menjalankan politik dan kebijakan biadab di Palestina, bernama politik apartheid.

Soekarno, sebagai salah satu Founding Father Indonesia, menolak Israel, mendukung penuh Palestina, bahkan atas perintah Soekarno, Timnas Indonesia menolak bertanding melawan Israel. Padahal kalo tanding, bisa dibantai dan dihancurkan itu tim negara haram illegal Israel.

Indonesia, sesuai UUD’45, mendukung penuh Palestina, menolak Israel, seperti yang tercantu dalam pembukaan UUD,45, seperti yang dilakuin oleh Soekarno.

Orang Indonesia yang dukung Israel, adalah pengkhianat bangsa, anjing penjilat penjajah, sebaiknya hengkang aja dari Indonesai, tinggal aja di bulan atau Mars dengan bantuan tehnologi Israel yang dibangga banggain itu.

Tidak ada damai dengan negara haram illegal Israel biar seluruh orang Palestina terusir dari Palestina, karena kebiadaban negara israel.

Tidak ada damai dengan negara haram illegal Israel, tapi bisa berdamai dengan Israel hidup dalam satu Negara bernama Negara Palestina.
profile-picture
profile-picture
Mistaravim dan valkyr9 memberi reputasi
1 1
0
profile picture
kaskus freak
15-06-2021 11:35


Minum aer putih dulu sono!...masih siang udah nyebar kebencian aja nih mahluk emoticon-Ngakak
2
profile picture
kaskus maniac
15-06-2021 11:36
Kalo israel disuruh musnah emang mereka bakal pasrah diem aja?

Justru kl palestina dan pendukungnya punya pendapat kek ente jadi alasan buat israel melawan donk.....

Kebetulan ente menyebutkan apartheid.
Saat nelson mandela menang di afsel, justru beliau sendiri yg menentang penghukuman atas orang2 apartheid. Juga keinginan balas dendam kulit hitam atas kulit putih.
Krn yg dicita2kan adalah persamaan hak. (Hidup berdampingan bersama)
Jd buat nelson, semua harus mulai dr nol, yg lalu biarlah berlalu. Kl masih niat menyakiti lawan ya akan ada perlawanan dr yg disakiti.

Makanya skrg afsel damai. Sayang palestina ga punya nelson mandela.
1
profile picture
kaskus maniac
15-06-2021 12:19
@Mistaravim
kok nyebar kebencian, itu fakta, emang tak ada nama wilayah Israel di permukaan bumi ini sebelum tahun 1948.

benci kepada Israel itu hal yang wajar, karena mereka pelaku kebiadaban terhadap orang orang Palestina, tak bermalu sama sekali, sama kayak elu, tak punya malu sama sekali belain perampok dan pengagressor
1
profile picture
kaskus freak
15-06-2021 12:21
@The.Lord.of.Uni Jadi kapan ente jihad ke Palestina? emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskus maniac
15-06-2021 12:24
@angopmaksimal
gua nggak bilang Israel musnah, tapi menolak negara Israel yang berdiri di atas tanah wilayah Palestina yang mereka Rampok.

apa yang dilakuin Israel itu mencederai nilai moral, kemanusiaan dan demokrasi.

elu nggak simak apa isi postingan gua, elu asal njeblak aja.

postingan gua udah jelas, cuman ada negara Palestina, yang isinya orang Palestina dan Imigran Yahudi Israel di Palestina.

sama dengan Afsel, apartheid dibubarkan, tidak ada lagi dominasi kulit putih atas kulit hitam, semuanya membaur jadi satu dan punya hak yang sama.
1
profile picture
kaskus maniac
15-06-2021 13:00
@The.Lord.of.Uni masalah rebutan tanah itu kedua belah pihak punya versi masing2 soal siapa yg paling berhak.

Masalahnya ga ada yg bisa jd jurinya, jd hakim yg berhak menentukan siapa yg benar.

Balik lagi, kl niatannya kek ente ya gabakal selesai.

Sama aja, kita mau pake dasar wilayah majapahit, jd singapur, malaysia, brunei, philipina, timor leste, dijadikan wilayah indonesia. Orang 2 di negara tsb tdk dimusnahkan, tapi dibawah bendera indonesia sesuai dasar sejarah majapahit.

Apa mereka mau? Ya engga.....
2
profile picture
kaskus geek
15-06-2021 13:42
emang sebelum 1948 sdh ada negara bernama palestina? emoticon-Leh Uga
1
profile picture
kaskus maniac
15-06-2021 15:15
Eksistensi Negara Israel itu nyata.
Ada penduduk.
Ada wilayah.
Ada pemerintahan berdaulat yg sah.
Ada pengakuan negara lain.

Jgn mau dibohongi bhw mendukung eksistensi Negara Palestina dan menolak eksistensi Negara Israel adl amanat UUD 45.

Amanat UUD 45 soal peran internasional kita adalah memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan:
kemerdekaan
perdamaian abadi
dan keadilan sosial

Indonesia sdh mengakui eksistensi Negara Palestina merdeka. Negara Israel sendiri jg sdh mendapat pengakuan dr negara2 lain. Artinya kedua negara itu sdh merdeka tp keduanya berkonflik.

Shg agar konsisten menjalankan amanat UUD 45 mk Indonesia hrs melangkah ke fase 2 yaitu mendorong perdamaian abadi diantara Negara Palestina dan Negara Israel.

Jd sdh benar dan realistis jk Indonesia itu mendukung two states solution. Sdh benar dan realistis pula jk warga negara Indonesia mendukung sikap resmi negara soal two state solution.

Yg menginginkan Negara Palestina merdeka namun mengingkari eksistensi Negara Israel dan sebaliknya mendukung Negara Israel namun mengingkari Negara Palestina sdh saatnya kalian bangun dari mimpi dan berdamai dgn realitas.
1
profile picture
kaskus holic
15-06-2021 20:30
@tukangbeling7

1948 ga ada negara Palestina, adanya Mandat Palestina, di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris. Sejak 1920 Mandat Palestina dikuasai Inggris akibat Turki Ottoman kalah Perang Dunia 1.

Kenapa Mandat Palestina tidak diserahkan kembali ke Palestina atau Arab atau Turki.

Karena bangsa Arab di Palestina dan Irak, bergabung dengan Nazi membentuk Legion Freies Arabien yang berperang dengan Inggris dan Yahudi.

Jelas Inggris setelah menang Perang Dunia 2 jadi sakit hati dan tidak menyerahkan Mandat Palestina kembali ke Palestina atau Arab. Malah dijadikan negara Israel.

Intinya ini rebutan lahan, kalau mau tanah Palestina balik, ya menang perang.
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 09:02
@angopmaksimal
Quote:Posted by @angopmaksimal
@The.Lord.of.Uni masalah rebutan tanah itu kedua belah pihak punya versi masing2 soal siapa yg paling berhak.

Masalahnya ga ada yg bisa jd jurinya, jd hakim yg berhak menentukan siapa yg benar.

Kok versi masing masing . . . .
Elu buta sejarah, atau sengaja membutakan akal sehat elu sendiri?

Membutakan akal sehat elu karena udah terhipnotis dogma “tanah perjanjian” dan “bangsa pilihan tuhan”?

Quote:Posted by @angopmaksimal
Balik lagi, kl niatannya kek ente ya gabakal selesai.

Memang nggak bakalan selesai, karena pembentukan negara haram illegal Israel di wilayah Palestina dengan menginjak injak nilai moral, kemanusiaan, keadilan dan demokrasi. Biadab, kebiadaban yang didukung pula oleh AS dan Inggris, juga oleh kaum cebong kayak elu.

Quote:Posted by @angopmaksimal
Sama aja, kita mau pake dasar wilayah majapahit, jd singapur, malaysia, brunei, philipina, timor leste, dijadikan wilayah indonesia. Orang 2 di negara tsb tdk dimusnahkan, tapi dibawah bendera indonesia sesuai dasar sejarah majapahit.

Apa mereka mau? Ya engga.....

Analogi elu kemana?
Analogi itu berdasarkan fakta yang ada, bukan dengan berhalusinasi kayak elu begini.

Kapan juga Indonesia mengklaim wilayah Singapura, Malaysia, Brunai, Philipina dan Timor Leste. Analogi elu, analogi di luar akal sehat, sesat pikir, logical fallacy, faulty comparison.

Gagal otak elu.
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 09:03
@tukangbeling7
Quote:Posted by @tukangbeling7
emang sebelum 1948 sdh ada negara bernama palestina?

Makanya, elu baca isi postingan gua secara cermat, jangan karena dogma “tanah perjanjian” dan “bangsa pilihan tuhan”, elu jadi membuta tuli.

Yang gua tulis itu,”tidak ada wilayah yang bernama Israel sebelum tahun 1948.”

Bisa nggak sih elu bedain antara wilayah versus negara?
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 09:03
@titoa.ja
Quote:Posted by @titoa.ja
Eksistensi Negara Israel itu nyata.
Ada penduduk.
Ada wilayah.
Ada pemerintahan berdaulat yg sah.
Ada pengakuan negara lain.

Jgn mau dibohongi bhw mendukung eksistensi Negara Palestina dan menolak eksistensi Negara Israel adl amanat UUD 45.

Amanat UUD 45 soal peran internasional kita adalah memelihara ketertiban dunia yang berdasarkan:
kemerdekaan
perdamaian abadi
dan keadilan sosial

Indonesia sdh mengakui eksistensi Negara Palestina merdeka. Negara Israel sendiri jg sdh mendapat pengakuan dr negara2 lain. Artinya kedua negara itu sdh merdeka tp keduanya berkonflik.

Shg agar konsisten menjalankan amanat UUD 45 mk Indonesia hrs melangkah ke fase 2 yaitu mendorong perdamaian abadi diantara Negara Palestina dan Negara Israel.

Jd sdh benar dan realistis jk Indonesia itu mendukung two states solution. Sdh benar dan realistis pula jk warga negara Indonesia mendukung sikap resmi negara soal two state solution.

Yg menginginkan Negara Palestina merdeka namun mengingkari eksistensi Negara Israel dan sebaliknya mendukung Negara Israel namun mengingkari Negara Palestina sdh saatnya kalian bangun dari mimpi dan berdamai dgn realitas.

Permasalahannya, . . . .
keberadaan negara haram illegal Israel dibentuk dengan cara mengagressi wilayah Palestina, Israel melakukan pembunuhan terhadap orang Palestina, Israel mengusir orang Palestina dari Palestina.

Negara haram illegal Israel didirikan dengan cara cara biadab.
Negara haram illegal Israel didirikan dengan cara di luar peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Padahal dulu, keberadaan orang Israel di Palestina, tak lebih dari imigran illegal, pendatang haram.

Indonesia, dibentuk dengan kesepakatan yang ada, tertulis dalam Pembukaan UUD’45, menjunjung tinggi nilai nilai peri kemanusiaan dan peri keadilan.

Soekarno, salah satu Founding Father Indonesia, menolak tegas Israel, mendukung penuh Palestina.

Apakah elu, cebong umat kobokan, lebih berjasa ketimbang Soekarno?

Elu cebong umat kobokan lebih layak disebut sebagai pengkhianat Soekarno.
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 09:04
@tukangbeling7 @jaguarxj220
Quote:Posted by @jaguarxj220
@tukangbeling7

1948 ga ada negara Palestina, adanya Mandat Palestina, di bawah kekuasaan Kerajaan Inggris. Sejak 1920 Mandat Palestina dikuasai Inggris akibat Turki Ottoman kalah Perang Dunia 1.

Kenapa Mandat Palestina tidak diserahkan kembali ke Palestina atau Arab atau Turki.

Karena bangsa Arab di Palestina dan Irak, bergabung dengan Nazi membentuk Legion Freies Arabien yang berperang dengan Inggris dan Yahudi.

Jelas Inggris setelah menang Perang Dunia 2 jadi sakit hati dan tidak menyerahkan Mandat Palestina kembali ke Palestina atau Arab. Malah dijadikan negara Israel.

Intinya ini rebutan lahan, kalau mau tanah Palestina balik, ya menang perang.

Nah, ini baru setengah betul, karena apa pun yang terjadi, tak lepas dari konteks sejarah.

Gua bilang setengah betul, karena pada dasarnya tidak ada perang antara Inggris versus Arab, apa lagi Israel. Yang ada perang antara pihak sekutu ngelawan poros. Dan Ottoman Turki memihak Jerman. Bahkan Arab saudi, dengan bantuan Inggris melepaskan diri dari Ottoman Turki.

Dan memang, dari sisi sejarah, pembentukan negara haram illegal Israel dengan cara biadab yang didukung oleh AS dan Inggris.

Cara biadab Israel ini dikenang sebagai tragedi nakba, oleh orang Palestina.

Dan tragedi Nakba ini sudah menjadi sejarah, akan dikenang terus oleh orang Palestina secara turun menurun, tertulis dalam buku sejarah mereka.

Perang tak akan pernah berhenti, sebelum negara haram illegal Israel bubar, biar kata sampai seluruh orang Palestina terusir dari Palestina.
0
profile picture
kaskus holic
16-06-2021 10:29
@tukangbeling7 @The.Lord.of.Uni

Catatan sejarah menunjukkan Grand Mufti Jerusalem bersama dengan politikus Irak, menjalin hubungan dengan Jerman dan Italia (Axis) saat PD 2.

"In the beginning of April 1941, Iraqi politician Rashid Ali al-Gaylani along with several more Iraqi officers who were part of the nationalist group the Golden Square, overthrew the pro-British regime in the Kingdom of Iraq. The new pro-Nazi government sought German and Italian support for an Iraqi revolt against British forces in the country. Contact was established with the Axis powers with the help of the Grand Mufti of Jerusalem Amin al-Husseini, a Nazi supporter who had been living in Iraq since he had fled imprisonment from Mandatory Palestine shortly before the war."

Makanya ya sudah, apa yang dimulai dengan perang, lanjutkan dengan perang, akhiri dengan perang.

Masalahnya, negara Arab beberapa kali kalah perang dengan Israel, perang 1948, Yom Kippur, perang 6 hari.

Strategi embargo minyak seperti tahun 1970an juga sudah tidak efektif, negara barat sudah tidak tergantung minyak Arab Saudi sekarang.
0
profile picture
kaskus geek
16-06-2021 11:39
@jaguarxj220 @jaguarxj220 @The.Lord.of.Uni emoticon-Leh Uga lha jordan & saudi pembentukannya jg dibantu inggris (lebanon & suriah oleh prancis) emoticon-Wakaka apakah Jordan + saudi = negara ilegal? emoticon-Leh Uga wong Jordan itu maunya Tepi barat kembali menjadi bagian jordan & Mesir maunya Gaza balik lg jd bagian Mesir emoticon-Wakaka
0
profile picture
kaskus geek
16-06-2021 11:40
@The.Lord.of.Uni berarti palestina jg negara ilegal donk emoticon-Wakaka
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 14:28
@tukangbeling7 @jaguarxj220
Quote:Posted by @jaguarxj220
@tukangbeling7 @The.Lord.of.Uni

Catatan sejarah menunjukkan Grand Mufti Jerusalem bersama dengan politikus Irak, menjalin hubungan dengan Jerman dan Italia (Axis) saat PD 2.

Lha, itu kan memang Jerman cari dukungan dari dunia Arab. Emang Jerman duluan yang menghubungi Mufti Yerusalem.

Quote:Posted by @jaguarxj220
"In the beginning of April 1941, Iraqi politician Rashid Ali al-Gaylani along with several more Iraqi officers who were part of the nationalist group the Golden Square, overthrew the pro-British regime in the Kingdom of Iraq. The new pro-Nazi government sought German and Italian support for an Iraqi revolt against British forces in the country. Contact was established with the Axis powers with the help of the Grand Mufti of Jerusalem Amin al-Husseini, a Nazi supporter who had been living in Iraq since he had fled imprisonment from Mandatory Palestine shortly before the war."

Itu kan konflik dalam negri, yang dimanfaatin oleh orang luar. Perseteruan antara feodalisme versus demokrasi.

Quote:Posted by @jaguarxj220
Makanya ya sudah, apa yang dimulai dengan perang, lanjutkan dengan perang, akhiri dengan perang.

Yang mulai perang itu kan Israel, terkenal dengan Tragedi Nakba. Lagian juga, sejarahnya, emang Israel itu imigran illegal di Palestina. Karena memang Israel ini bangsa biadab, kayaknya satu satunya jalan, emang perang.

Quote:Posted by @jaguarxj220
Masalahnya, negara Arab beberapa kali kalah perang dengan Israel, perang 1948, Yom Kippur, perang 6 hari.

Strategi embargo minyak seperti tahun 1970an juga sudah tidak efektif, negara barat sudah tidak tergantung minyak Arab Saudi sekarang.

Kalah perang itu kan karena Israel dibantu dan didukung AS dan Inggris, kalo nggak, tak mungkin lah menang. Bahkan sampe sekarang pun, Israel tetep dapet bantuan dari AS biar bisa eksis.

Bisanya AS, yang ngakunya juara demokrasi, pejuang HAM, kok bantu negara haram illegal Israel yang biadab, perampok tanah orang dan pembunuh.

Quote:Posted by @jaguarxj220
Strategi embargo minyak seperti tahun 1970an juga sudah tidak efektif, negara barat sudah tidak tergantung minyak Arab Saudi sekarang.

Siapa bilang embargo gagal. Embargo itu sukses, ampe si chaplin Henry Kissinger datang ngemis ke Arab buat beli minyak, ngemis kayak anjing, njilat njilat, pas tak dikasih ngebunuh.

dan udah terbongkar dokumennya, seandainya dalam 4 bulan Arab saudi tak menghentikan embargo minyak, AS akan menghancurkan dan mengambil alih kilang minyak di Arab.

Hasilnya raja Arab Saudi mati dibunuh oleh keponakannya sendiri yang baru pulang dari Amerika. Setelah itu, baru lah minyak dari Arab ngalir kayak kencing ke AS.

Dan terbukti, AS nempatkan pasukan di Timur Tengah sekitar 45.000 personil, hingga sekarang.

Seandainya, tanpa ancaman militer dari AS, udah bakal diembargo minyak.
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 14:31
@jaguarxj220 @jaguarxj220 @tukangbeling7
Jordan, saudi, itu semua didirikan dan didiami oleh orang orang pribumi, enduduk aslinya.

kalo Israel, jelas cuman imigran illegal di Palestina, udah lah imigran illegal, dirikan negara di tanah wilayah orang laen.
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 14:34
@tukangbeling7
illegal dari mana, penduduk Palestina, itu emang orang asli Palestina. kalo mereka dirikan negara Palestina, wajar itu.

lha, Israel cuman imigran illegal, ngerampok tanah palestina, membunuhi orang Palestina, itu kan namanya bangsa biadab barbarianisme, kok malah elu dukung.

dan fakta sejarah, tak ada nama wilayah israel di atas muka bumi ini sebelum tahun 1948, apa lagi di Timur Tengah, apa lagi di Palestina.

elu jadi manusia biadab, hanya karena membuta akibat dogma tentang "tanah perjanjian" dan "bangsa pilihan"
0
profile picture
kaskus maniac
16-06-2021 14:58
@The.Lord.of.Uni
Palestina sebagai wilayah itu merujuk pada suku bangsa yg awalnya mendiami daerah tsb. Dan saat ini suku bangsa tsb udah ga ada.

Sedang penduduk palestina skrg adalah suku bangsa arab, jadi palestina modern dan israel itu sama2 pendatang.

Klaim kepemilikan tanah baik palestina dan israel punya dasar fakta sejarah masing2, bukan masalah tanah terjanji apalah....

Balik lagi, yg bisa jadi hakim/jurinya siapa?

Kl ente sebagai pendukung palestina aja seruannya terus berjuang walau sampai musnah sekalipun.... Buat pendukung israel akan bilang so be it....

Negara2 yg pengen liat palestina israel damai ya ga bisa apa2, kenapa? Krn scr hukum internasional kedudukan masing2 negara itu sama.
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 37 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia