Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
5510
Lapor Hansip
16-02-2021 15:01

Desa Misterius Di Pedalaman Kalimantan [ Tamat ]

Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan

Salam lekum agan sista semua.

Setelah hampir 10 tahun hiatus, akhirnya ane bikin thread lagi di kaskus. Agak canggung juga, karena sudah 1 dekade cuman sesekali berkunjung. Cuman kali ini ane mau bikin cerita, tentang pengalaman seorang kawan yang menemukan hal ganjil ketika ada project di salah satu desa di pedalaman Kalimantan.

Jadi ceritanya bakal ane jabarin satu-satu di bawah emoticon-Cool

Quote:beberapa gambar ane comot dari google sebagai ilustrasi, bukan dokumentasi pribadi.


Quote:Update teratur tiap malam Senen dan malam Jumat pukul 19.00. wib


Quote:Saya mohon dengan sangat untuk tidak meng Copy Paste cerita ini. Semoga agan dan sista yang budiman bersikap bijaksana, dan bisa menghargai karya orang lain. Terima kasih


Quote:


















































Diubah oleh benbela
profile-picture
profile-picture
profile-picture
hexalova dan 250 lainnya memberi reputasi
243
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Desa Tumbal Misterius Di Pedalaman Kalimantan
06-06-2021 19:00
Quote:Original Posted By benbela


Bab 40 : Api, Darah dan Air Mata


Pak kades berlari kencang ke dalam hutan, mengejar bue Alang yang telah kabur memanggul tubuh tambi Nyai.

Aku dan pak Kasno juga berlari meninggalkan pondok, menuju motor pak kades yang tergeletak di pinggir jalan setapak.

Dalam keadaan panik, motor itu kami dirikan. Motor itu segera kami nyalakan, namun selalu gagal.

"Dorong !"

Pak Kasno melompat ke jok motor. Aku segera mendorong motor itu dengan panik. Melalui jalan tak rata, motor sangat susah didorong.

Kupaksakan sekuat tenaga, keringat bercucuran dan kaki mulai pegal. Motor tersendat-sendat saat pak Kasno memasukkan persneling.

Setelah beberapa kali percobaan, suara knalpot yang bising akhirnya meraung di kesunyian malam.

Tanpa banyak bicara, aku melompat ke belakang dan pak Kasno langsung memacu gas.

Terseok-seok, motor butut itu bergerak menghentak di jalan tak rata. Bagai kesetanan, pak Kasno membawa motor butut melaju kencang, melewati jalan setapak, melalui rumah-rumah warga lalu berbelok menuju ladang pak Kades.

Aku dan pak Kasno kaget bukan main, begitu melihat api di tengah ladang membakar pondok pak kades.

Pak Kasno memacu motor semakin kencang. Nyala api sangat terang benderang, menerangi sekitar ladang yang tadi gelap gulita.

Semakin dekat, aku melompat dari motor. Tak kupedulikan pak Kasno yang terjungkal ke semak belukar.

Berlari, aku berteriak mencari istriku. Berurai air mata, kupangil-pangil namanya mengelilingi pondok. Jantungku berdegub kencang ketika nyala api semakin membesar.

Hatiku hancur, berharap bisa menemukan istriku. Aku tersungkur di atas tanah, di depan pondok yang menyala. Tak bisa kubendung air mata yang keluar, tubuhku bergetar.

Api semakin membara, membakar atap-atap rumbia dan dinding kulit kayu. Tak kuhiraukan panas nyala api yang menerpa wajahku.

Kemarahanku membuncah. Gemuruh dadaku mengelegak.

...aaaaarrrrrrgggggghh...

Aku berteriak kencang, sangat kencang sambil berurai air mata.

..bruuak...

Tiang penyangka dan atap rumbia jatuh, menyala-nyala dimakan api.

"Nak Bimo...disana !"

Tergopoh pak Kasno berlari dengan kaki yang pincang. Tangannya menunjuk ke arah kumpulan batang singkong yang tertutup rumput liar.

Istriku ! Istriku tergeletak di sana tak berdaya. Aku berlari, kudapati tubuhnya bermandikan darah. Tapih bahalainya robek di bagian perut. Robek memanjang, ada luka penuh darah di perut istriku yang bagai wanita hamil 9 bulan.

Kududukan tubuhnya, kepeluk dari belakang dan kusandarakan di dada. Aku menangis, menangis memeluknya bagai orang gila. Tak kupedulikan darah yang mengotori tangan dan bajuku. Aku menangis sejadinya, mendapati istriku yang menutup mata. Hatiku luluh tersedu-sedu. Kuguncang-guncang tubuhnya, istriku tetap tak membuka mata. Hatiku rasanya makin pedih, bagai diiris-iris belati.

Pak Kasno mendekat, namun langkahnya terhenti. Ternyata beberapa meter dari situ, tergeletak tubuh pak Tingen. Darah keluar dari mulut dan hidungnya. Tak hanya pak Tingen, ternyata ada dua tubuh lagi yang tergeletak. Pak sekdes dan istrinya. Kondisi mereka tak jauh berbeda. Entah apa yang terjadi di tempat ini saat kami pergi.

"Mas..." ujar istriku lemah. Aku kaget bercampur haru, istriku masih bernafas.

"Iya dik...aku disini dik." ucapku berurai air mata. Kupeluk tubuhnya erat.

"Perutku berdarah mas..." Istriku mengusap tangannya ke perut. Telapaknya penuh darah. Wajahnya pasrah tak berdaya.

"Nanti kita obati dik..nanti kita obati." Masih menangis, kupeluk tubuhnya, kugenggam tangannya.

"Mina mas...mina ingin membunuhku. Ia ingin membelah perutku." ucap istriku semakin lemah.

Aku terdiam, tak bisa berkata apa-apa. Kutatap mata istriku yang berkaca-kaca. Bibirnya bergetar, genggaman tangannya semakin lemah.

Sulit dipercaya, tapi aku tahu istriku tak mungkin berbohong.

Kebencianku pada mina Uwe seketika tumbuh. Dibalik kebaikannya, ternyata ia serigala betina berbulu domba. Darahku mendidih, ingin menuntus balas. Jelas sudah, ulah siapa semua ini.
Ternyata, mina Uwe lah iblis berwujud manusia.

***


Nyala api berangsur padam, menyisakan bara.

Kulihat, Pak Kasno menangis, menyaksikan kawannya penuh darah.

"Pak Tingen...pak..."

Suara pak Kasno bergetar, penuh air mata. Ditekannya luka di pinggang pak Tingen.

"Uhuk...uhuk.."

Pak Tingen terbatuk, memuntahkan darah. Tubuhnya terkulai kehabisan darah.

"Cari tubuh mina Uwe, dia harus dimusnahkan sebelum kembali jadi manusia." Menggeliat, pak Tingen merintih menahan sakit.

Rupanya, sepasang mata yang mengawasi pondok di balik pepohonan adalah pak Tingen. Ia sengaja membakar dermaga, agar aku dan istri tak jadi pergi meninggalkan desa.

Ia jadikan istriku umpan, untuk menuntaskan dendamnya pada mina Uwe. Dendam 7 tahun lalu.

Saat siang berganti malam, disitulah hal mengerikan terjadi. Baru saja aku, pak kades dan pak Kasno pergi meninggalkan pondok dengan motor pretelan, mina Uwe beringas.

Pak Tingen hendak menolong, namun kejadiannya begitu cepat.

Dengan sebilah Dohong, mina Uwe menggorok leher pak sekdes yang lengah. Pak sekdes menggelepar dengan darah muncrat di lehernya, membasahi wajah, baju tanah dan rerumputan.

Istri pak sekdes histeris, segera jadi korban berikutnya. Dohong dihunjamkan ke perutnya berulang kali, istri pak sekdes meregang nyawa seketika.

Mina Uwe bergegas masuk ke dalam pondok. Usahanya untuk mengambil janin di perut istriku selalu gagal. Di saat itulah, mina Uwe berniat membelah perut istriku.

Mina Uwe duduk di depan istriku yang tak berdaya, menempelkan ujung Dohong yang tajam ke perut istriku yang tertutup tapih bahalai. Pintu pondok tiba-tiba hancur. Dengan Mandau di tangan, pak Tingen mengincar leher mina Uwe.

Tubuh pak Tingen yang perkasa, ternyata bukanlah lawan mina Uwe yang gemulai. Serangan pak Tingen terhenti tanpa menyadari apa yang terjadi. Pinggangnya tiba-tiba terasa dingin. Dirabanya, penuh darah. Dohong menancap di pinggangnya, menembus rusuk, merobek organ dalam. Diliriknya, tangan putih mulus berlumur darah, menggenggam erat dohong yang menancap di pinggang.

Beberapa senti di depan wajahnya, mina Uwe tersenyum puas. Wanita ini lebih gesit dari yang ia duga.

...bruuk...

Sekali gerakan, tubuh pak Tingen menghantam dinding kulit kayu hingga hancur berkeping, lalu hempas di tanah. Tubuhnya terasa sakit dan nafasnya semakin sesak. Darah di pinggangnya mengalir semakin deras. Pak Tingen mengatur nafas, menahan sakit. Darah mulai keluar dari hidung dan mulut.

Di balik dinding yang jebol, terlihat mina Uwe kembali berusaha membelah perut istriku.

Istriku yang terkulai lemah, menjerit kesakitan saat ujung dohong yang tajam mulai merobek kulit, menembus kain tapih bahalai.

Darah mulai mengalir, merembes hingga ke paha. Belum selesai, tiba-tiba tubuh mina Uwe terpental. Menembus dinding kayu, badannya mendarat di atas rumput. Muntah darah, mina Uwe pergi ke arah hutan.

Rupanya, kuyang tambi Nyai menerjang tubuh mina Uwe, tepat beberapa saat sebelum berhasil membelah perut istriku.

Kepala tambi Nyai melayang kesana kemari dengan amarah, mencari mina Uwe yang menghilang entah kemana.

Tambi Nyai mengerang, saat tiba-tiba mina Uwe yang telah menjelma menjadi kuyang, mencengkram ususnya yang menggantung dengan taringnya yang tajam. Mina Uwe berusaha membunuh tambi Nyai dengan merobek organ dalamnya. Darah berbau busuk menetes ke rerumputan, daun-daun dan tanah.

Kepala tambi Nyai terhempas ke batang pohon yang cukup besar, saat mina Uwe membantingnya dengan keras. Tambi Nyai mengerang, suaranya menyakitkan telinga.

Api dari lampu minyak yang tumpah, mulai membakar pondok. Istriku yang tergolek lemah, menjerit ketakutan saat api perlahan semakin membesar. Api mulai membakar ujung tikar rotan. Hawa panas merayapi tubuhnya yang tak bisa bergerak.

Saat sudah pasrah menanti ajal, dirasakannya ada sepasang tangan yang menyeret tubuhnya keluar dari pondok.

Menahan sakit dipinggang, pak Tingen menyeret tubuh istriku hingga ke batang-batang singkong yang tumbuh liar.

Setelah selesai, pak Tingen kembali lagi ke pondok.

Satu persatu, tubuh kaku pak sekdes dan istrinya juga diseret menjauh hingga akhirnya pak Tingen kehabisan tenaga.

Saat itulah, aku dan pak Kasno tiba di ladang dalam keadaan panik.

Kini, di langit yang gelap, dua bola api saling serang, saling kejar dan saling berusaha membunuh satu sama lain.

Aku bangkit berdiri, tubuhku bergetar hebat, keberanianku muncul. Hasrat menuntut balas sudah menguasai tubuhku, mengalir ke dalam darah yang sudah mendidih karena amarah.

Kugenggam erat dohong di tangan, hatiku penuh dendam.

"Ma-mau kemana ? " tanya pak Kasno menahan isak.

"Pak...tolong jaga istriku sebentar."

Pak Kasno masih terdiam. Kali ini ia menangis tulus, menangisi kawan yang telah menemaninya dalam lima tahun terakhir.

Pak Kasno kembali teringat awal perjumpaannya dengan pak Tingen.

Lima tahun yang lalu, suatu sore pak Tingen tiba-tiba datang ke rumah dinas. Ia meminta jam mengajar, alasannya untuk kepentingan sertifikasi. Tentu saja pak Kasno menerima dengan senang hati. Segera saja ia usulkan ke dinas pendidikan di kabupaten, dan langsung disetujui. Karena sekolah memang memerlukan guru agama Hindu Kaharingan.

Suatu malam usai berburu, pak Tingen pulang dengan keadaan luka dalam. Tubuhnya baik-baik saja, tapi ia muntah darah. Darah tidak hanya keluar dari mulut, tapi dari hidung dan telinga. Entah apa yang terjadi, pak Tingen enggan bercerita.

Pak Kasno dan istri menggotong tubuhnya ke dalam rumah. Pak Kasno hendak meminta pertolongan pak Kades, namun pak Tingen mencegah. Ia minta dirahasiakan. Selama berhari-hari ia dan istri merawatnya sembunyi-sembunyi.
Mereka merawatnya dengan ramuan dan akar tumbuhan dari hutan, sesuai petunjuk pak Tingen.

Dari situlah pak Kasno menyadari, ternyata pak Tingen datang ke desa Muara Tapah karena ada kepentingan lain. Dia datang bukan hanya sekedar untuk mengajar, tapi menuntut balas atas kematian anak dan istrinya.

Bermodalkan rambut kuyang yang selalu dibawa, pak Tingen melacak keberadaan pemiliknya. Yang ia tahu, rambut kuyang itu bisa mendeteksi keberadaan pemiliknya. Rambut itu juga, sekaligus kelemahan sang kuyang. Dengan ritual tertentu, pemilik ilmu kuyang akan kesulitan melacak siapa yang memegang rambutnya. Bagaikan anjing yang kehilangan penciuman, kuyang itu hanya bisa meraba-meraba.

Rambut itulah yang selama ini melindungi anak-anak. Rambut itu juga yang membuat pak Tingen tidak diketahui keberadaannya oleh sang pemilik.

Pemiliknya hanya mengetahui pak Tingen guru biasa, datang mengajar dan pergi lagi tanpa curiga sedikitpun. Bertahun-tahun pak Tingen keluar masuk hutan, mengintai pemilik rambut itu diam-diam. Berusaha mencari kelemahan pemiliknya.

Hingga pak Tingen menyadari, pemilik rambut itu akan lengah saat wanita dari seberang pulau tiba di desa Muara Tapah.

Barulah detik ini, pak Kasno mengetahui siapa pemilik rambut kuyang yang dipegang pak Tingen.



...berkentang...




Sekrol bawah ye 😁
Diubah oleh benbela
profile-picture
profile-picture
profile-picture
marvina11 dan 82 lainnya memberi reputasi
82 1
81
Memuat data ...
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 14:23
@Koropockle @benbela @bonita71 Enggak pake drone. Enggak pake pistol.

Pakai senjata pusaka.
Pakai ilmu-ilmu serangan berbasis elemen alam.

Kalau cuma saling obok-obok jerohan sambil mencak-mencak, Sista @bonita71 yang sudah jago tarik-tarik rambut sambil mencak-mencak juga bisa.
3
profile picture
kaskus addict
07-06-2021 14:57
Terbukti dg kata2 Pak Tingen untuk tidak percaya pada siapapun didesa itu, karena dia sudah bisa menebak siapa yg ada dibalik peristiwa mengerikan selama ini.
Kasihan bener Tambi Nyai bertahun2 berada dibawah tuduhan keji sampai anaknya sendiri hilang kepercayaan terhadapnya.
4
profile picture
kaskuser
07-06-2021 15:01
Ahhh tidakkkk
emoticon-Cape d... emoticon-Hoax

@biohex





2
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 15:07
@bonita71 Lha, Sista kan sering tarik-tarik rambut sambil mencak-mencak, cuma bedanya kalau dulu itu tarik-tarikan rambut sambil mencak-mencak melawan kutu rambut. Lebih gokil lagi, tarik-tarik rambut sambil mencak-mencak melawan kutu pelakor.

Kalau ini kutu kuyang. Wkwkwkwkw....
2
profile picture
kaskuser
07-06-2021 15:12
emoticon-Om Telolet Om!
2
profile picture
newbie
07-06-2021 17:07
Pikiran ane sudah terbentuk,yg namanya kuyang ya jahat.memang ada yg gak menghisap darah manusia,cuma darah binatang aja,makanya tambi nyai wajahnya tetap tua,biasanya salah satu alasan jadi kuyang biar awet muda.jadi pikiran ane tetap kuyang jahat.gak ngira bakal ada 2 kuyang bertarung diendingnya.gan @benbela emang jago bikin alurnyaemoticon-Hammer2
3
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 18:10
@benbela @momo3231 Kalau Agan melihat ilmu kuyang pada saat ini, maka "memang benar, terlihat jahat".
Tapi, kalau Agan melihat ilmu kuyang pada masa lampau, maka ane katakan enggak jahat.
2
profile picture
kaskus holic
07-06-2021 18:29
@benbela @momo3231 @biohex
Pernah baca dimana, lupa ane....

Konon ilmu kuyang itu asalnya dari dewi dorga ( dewi keabadian ), pengamal ilmu itu akan berumur panjang n awet muda selama masih mengkonsumsi sesuatu di waktu2 tertentu. Sesuatu itu bisa berupa janin bayi, ari2 bayi, darah mens dll.

Mungkin cak rahman yg lebih paham dg hal ini.
3
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 18:39
@benbela @momo3231 @waroxz76 Hanya ada 3 ilmu kanuragan yang bisa kekal abadi. 3 ilmu ini bukanlah bersifat ilmu gaib, tetapi ilmu ini bersifat kolaborasi secara penuh. Disini ane memakai istilah kanuragan, bukan ilmu gaib, karena disitu sudah terdapat proses penggabungan seutuhnya antara pelaku ilmu (bangsa manusia) dengan bangsa jin (permisi, mohon maaf) Ka***q (bangsa jin). Energi metabolisme manusia dan energi aura manusia telah dilakukan sabotase seluruhnya oleh bangsa jin tersebut.

Ilmu anti raga mati/ ilmu abadi
3
profile picture
kaskus addict
07-06-2021 18:44
@biohex Ka.. mau ilmu forever young tanpa bersekutu sm jin hahaha..🤣. Ur trit ntr ya baru smp rumah nih
2
profile picture
kaskus maniac
07-06-2021 18:49
@makgendhis @biohex bayar aja dokter buat awet muda...suntik ini itu anu, oplas juga...😀
Kalo gak gitu jadi aja wolverine...😀 😀 😀
3
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 18:51
@benbela @momo3231 @waroxz76
Perihal Dewa/ Dewi :
Pada era lampau banyak ditemui dengan aneka sosok yang kita sebut sebagai Dewa/ Dewi. Karena, memang pada saat itu, masyarakatnya merasa bahwa mereka berkemampuan fantastis. Kemampuan ini jarang ada orang-orang yang memiliki. Seperti memanggil hujan, terbang sana-sini, membantu permasalahan, dll...

Paradigma


Dewa-Dewi ini bukanlah ngajarin masalah mistis, tetapi ngajarin teknologi.
Pengen bukti?
Datang saja ke gunung Padang (Cianjur).
1
profile picture
kaskus holic
07-06-2021 18:51
@benbela @momo3231 @biohex
Nomor 2. Ilmu pancasona aka rawarontek kah ?

Baru tahu ane klo ada yg kembali pulih setelah terkena air dan angin, selama ini hanya tanah saja.

Klo ttg legenda Syarif Tambakyoso yg klo mati terbunuh tapi akan hidup lagi setelah namanya diteriakkan oleh ibunya itu termasuk yg mana cak ?
4
profile picture
kaskus holic
07-06-2021 18:54
@biohex @makgendhis
Ane jg lagi marathon tritnya cak rahman mak, byk membuka wawasan kita yg selama ini hanya tahu klo ilmu2 gaib itu hanya krn campur tangan bangsa jin, tapi ternyata manusia oleh Allah telah dibekali sesuatu yg jauh lebih dahsyat ( Masya Allah ).
2
profile picture
kaskus addict
07-06-2021 18:55
@biohex @benbela @momo3231 @waroxz76 hmmm... bisa diibaratkan kyk "eternals" d MCU ya gan... ane pernah baca juga d slh satu thread d kaskus kl mahluk dr planet lain yg dateng k bumi juga berwujud astral...ane bingung itu golongan jin apa gmn ya? Wallahualam bishawwab...
emoticon-Shakehand2
2
profile picture
kaskus addict
07-06-2021 18:56
@waroxz76 Betul gan, ane aja kaget pas baca bagian tersebut. Banyak pelajaran yg bisa dipetin di threadnya Ka Rachman @biohex 😇🙏
2
profile picture
kaskus addict
07-06-2021 18:56
@slametfirmansy4 hahaha... laser aja yg cepet dah 😂😂
2
profile picture
newbie
07-06-2021 18:59
Makin puyeng ane gan emoticon-Ngakak. Coz ane memang gak mendalami sampai kek gimana gitu emoticon-Hammer2
2
profile picture
aktivis kaskus
07-06-2021 19:14
momo3231


@momo3231 Mohon maaf, Gan emoticon-Maaf Agan Ane hanya ingin meluruskan saja. Sebab, ane enggak ingin jerih payah orang-orang dimasa lampau itu dicap jahat/ sesat.

Mohon maaf, ane pengen berbagi (bersifat info secara umum/ general ; bukan ajang pamer). Ane yakin bahwa pasti disini ada Fulan yang bertanda ada goresan di leher. Mohon maaf kepada Fulan tersebut, karena telah lancang berbagi info emoticon-Maaf Agan
Kalau ntar kejadian seperti ini, bisa-bisa seperti film Naruto lagi... (niat awal Six Sage Path disalah artikan oleh beberapa generasi penerusnya) emoticon-Cape d...

Biohex pada 06-05-2021 05:54



2
profile picture
kaskus maniac
07-06-2021 19:15
Gasssss
1
Memuat data ...
21 - 40 dari 72 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
warisan-itu-bernama-cenayang
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
kamar-kosong-chapter-1
Stories from the Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia