Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
5
Lapor Hansip
17-04-2021 11:42

Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat

Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat




Assalamu'alaikum Waramatullahi Wabarakaatuh

Marhaban Yaa Ramadhan


#RamadanBerkah


Bulan Suci Ramadhan adalah bulan yang penuh keberkahan. Di bulan ini, segala suatu kebaikan yang dilakukan Insyaa Allah akan menjadi pahala. Bagi yang menjalankannya.



Antusias dari kalangan anak-anak hingga dewasa sungguh menjadi penghias menyambut datangnya bulan Ramadhan. Berbagai persiapan untuk Shalat Tarawih, sahur dan berbuka adalah rutinitas di bulan Ramadhan yang tidak ingin dilewatkan.


Namun, bukan hanya itu. Di berbagai belahan dunia, pasti mempunyai tradisi unik yang berbeda-beda. Apalagi di Indonesia, kaya akan tradisi dan budaya yang melekat. Justru, itulah yang dinanti-nanti, karena jika bukan Ramadhan tidak ada tradisi-tradisi itu.



Apalagi di Kampung ane, tradisinya kental banget. Masih rutin dilaksanakan sampai sekarang. Ada 3 tradisi yang tidak pernah dilewatkan saat menyambut dan saat Ramadhan.




1. Ngarewahkeun



Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat
Sumber gambar



Ngarewahkeun berasal dari bahasa sunda yang artinya Membekali Karuhun. Tradisi ini dilakukan sehari sebelum Ramadhan. Biasanya kami berbagi dan bertukar makanan dengan tetangga.

Seperti, nasi kuning atau nasi putih dan lauknya berbagai macam. Ada juga yang hanya berbagi lemper lengkap dengan gorengannya.


Sebelum dibagikan, makanan dibacakan dulu Hadoroh. Kami juga menyajikan minuman dan makanan kesukaan para Karuhun leluhur keluarga. Barulah makanan itu dibagikan ke tetangga dan tetangga menukarnya dengan makanan lain. Begitupun sebaliknya.



Munggahan



Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat
Sumber: Dokumen Pribadi




Tradisi ini mungkin ada juga di daerah lainnya, dan memang tradisi ini masih diwariskan sampai sekarang.


Identik dengan memotong Ayam atau membeli yang sudah siap masak. Sebagai penyambutan Bulan Ramadhan, dilakukan pada sore hari dan sebagian ada juga yang mempersiapkan dari pagi atau siang.


Waktunya hampir sama dengan 'Ngarewahkeun'. Bedanya, kalau 'Ngarewahkeun' makanannya dibagikan, kalau munggahan untuk sendiri.



Kuliah Subuh



Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat
Sumber Gambar


Adalah acara kajian keagamaan yang dilakukan pada saat setelah Shalat Subuh. Ibu-ibu dan Bapak-bapak akan berkumpul di Masjid untuk mendengarkan penceramah. Juga anak-anak sekolah akan ikut bekumpul dan mengisi buku Kegiatan Romadhon dari sekolah.


Biasanya setiap Jama'ah akan dibagi satu bungkus Kurma, kupon dan makanan ringan. Kupon harus dikumpulkan dan akan diundi akhir bulan Ramahan. Setiap tahunnya, selalu ada yang dermawan. Insyaa Allah berkah.



Waktu ane masih kecil, kalau berangkat Tarawih pasti bawa bekal bareng teman-teman. Dan bekalnya bukan cuma jajan, tapi bawa buah Jambu Batu, masako dan cabe rawit. Diapain coba? Jadi, masako dan cabe rawit dicampur dan ditekan-tekan pake tangan atau batu, kayak mau nyambel gitu. Dicoel, deh pake Jambu Batu.




Jadi, tradisi nomor berapa yang menurut agan dan sista menarik? Kalo ane paling suka Kuliah Subuh dan nyambel saat Tarawih.
Diubah oleh sitinur200
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ngarewahkeun, Munggahan dan Kuliah Subuh. Tradisi di Majalengka Tetap Melekat
23-04-2021 20:04
Kuliah subuh di daerah ane kayanya udah ngga ada gara-gara pandemi huhu
profile-picture
sitinur200 memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
24-04-2021 06:47
Di sini masih
0
Memuat data ...
1 - 1 dari 1 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia