Female
Batal
KATEGORI
link has been copied
212
Lapor Hansip
20-04-2021 20:00

Jika Kulit Gelap Adalah Ukuran Tidak Cantiknya Wanita, Bagaimana dengan Kartini?

Jika Kulit Gelap Adalah Ukuran Tidak Cantiknya Wanita, Bagaimana dengan Kartini?
(Ibu Kita Kartini/Wikimedia Commons)

Apa yang bisa Gan Sis lihat di foto ini? Sosok Kartini dengan mukanya yang sendu namun menyiratkan kobaran semangat di dalam dirinya? Gaya rambut dengan sisiran rapi dan sanggul khas wanita Jawa? Kebaya? atau kulitnya yang sawo matang?

Diantara semua deskripsi tersebut yang akan Ane bahas pada thread kali ini adalah terkait kulit sawo matangnya Kartini atau yang dewasa kini dikategorikan sebagai kulit gelap.

Yap! kulit yang mati-matian dihindari dan ingin diubah oleh banyak orang, khususnya perempuan Indonesia. Karena berkulit gelap kini kerap dianggap 'tidak lebih baik' daripada si kulit terang, sasaran empuk hinaan atau ledekan, atau kesimpulannya adalah: sering jadi objek atau korban rasisme lingkungan.

"Hah kok kini? Bukannya rasisme terhadap kulit gelap sudah ada dari zaman dulu ya?"

Singkat cerita. Memang, stereotip buruk untuk orang-orang yang berkulit gelap sudah ada dari dulu, terutama di Negara-Negara Barat. Namun jika bicara hal ini di Negara Indonesia, rasanya agak aneh karena melihat kulit-kulit kakek nenek moyang kita zaman dahulu yang tertangkap di banyak arsip foto sejarah berwarna kuning langsat, sawo matang dan hitam.

Ironisnya, semakin berkembangnya zaman standar kecantikan di Indonesia semakin bergeser jauh dari akarnya. Akibat adanya globalisasi, pandangan dan standar kecantikan wanita nusantara pun berubah.

Entah siapa yang memulai, wanita cantik Indonesia zaman sekarang mayoritas dideskripsikan dengan badan yang kurus, rambut lurus nan jatuh, hidung mancung, bibir tipis nan imut, tinggi semampai, dan jangan lupa... kulit harus terang! harus putih! hitam atau gelap itu buruk! jelek!

Maka tak heran, produk pemutih instan atau skin care dengan iming-iming mencerahkan laku di pasaran. Tidak hanya itu, perempuan bisa dikatakan glow up atau berubah menjadi lebih bersinar dan cantik jika kulitnya yang tadinya sawo matang atau hitam berubah menjadi putih, terang, dan berkilauan~

Sebenarnya perkara kulit memang hak masing-masing sih ya... tetapi, karena adanya pergeseran standar kecantikan yang sepihak (entah dibuat oleh siapa) tersebut banyak hal yang berubah.

Mau tidak mau, suka tidak suka, setuju tidak setuju. Nyatanya di lapangan, perempuan berkulit putih atau terang lebih diuntungkan daripada perempuan berkulit hitam atau gelap.

Baik dari segi lingkungan pertemanan, percintaan, kesempatan, atau bahkan peluang pekerjaan.

"Di Indonesia, kalau kamu good-looking 99% masalahmu akan selesai!"
Nah masalahnya, good-looking di Indonesia memandang kulit! Ya kan?
Putih YES! ✅ | Hitam NO! ❎


Padahal, kecantikan dan kehebatan perempuan jauh lebih besar dari warna kulit dan penampilannya.

Jika Kulit Gelap Adalah Ukuran Tidak Cantiknya Wanita, Bagaimana dengan Kartini?
(akarnews.com)

Mimpinya yang tinggi, pemikirannya yang luas, kemampuannya yang mumpuni, nyalinya yang berani, dan wajah bahagianya yang berseri terlepas dari apapun jenis kulit dan bentuk badannya. Ciri-ciri itulah yang adil untuk menjadi patokan cantik atau tidaknya seorang wanita.

Dengan adanya standar kecantikan baru yang datang dari dunia antah berantah, nilai perempuan di tengah masyarakat semakin kecil dan sempit. Tidak usah ada standar kecantikan baru saja perjuangan menjadi perempuan yang merdeka sudah susah, ditambah pula!

Kini, baik perilaku dan kepintaran sudah bukan lagi pertimbangan wahid. Asal cantik, ups sorry maksudnya asal berkulit terang atau putih, mau jadi terkenal? mau dapat kesempatan lebih? mau tampil unjuk gigi? Jalan terbuka luas... (plus, terhindar dari stereotip masyarakat yang menyakitkan lagi).

Seperti yang kita semua pelajari, jalan Kartini untuk menjadi sosok emansipasi wanita yang berpengaruh juga penuh terjal dan berliku.

Kalau dulu Kartini berjuang melawan adanya diskriminasi status sosial, tingkat kebodohan, dan ruang gerak untuk wanita yang masih banyak diperjuangkan hingga kini, tantanga n Kartini masa kini bertambah, yakni diskriminasi kecantikan melalui warna kulit, bentuk tubuh, dan standar kecantikan yang serba tidak masuk akal.

Malu berkulit gelap dan hitam di negara yang nenek moyangnya  berkulit gelap dan hitam? Huft, benar-benar tidak masuk akal.

Jika kulit gelap adalah parameter tidak cantiknya,  tidak hebatnya , dan sempitnya ruang kebahagiaan seorang wanita, lalu bagaimana dengan mayoritas perempuan Indonesia yang berkulit sawo matang dan gelap?

atau...

Jika kulit gelap adalah ukuran tidak cantiknya wanita, lantas bagaimana dengan Kartini?
Diubah oleh anyahebat
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kudanil.la dan 33 lainnya memberi reputasi
32
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Jika Kulit Gelap Adalah Ukuran Tidak Cantiknya Wanita, Bagaimana dengan Kartini?
20-04-2021 20:45
Memangnya Kartini cantik?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
shouteveryone dan 4 lainnya memberi reputasi
4 1
3
profile picture
20-04-2021 22:45
Pria memandang wanita itu dari fisiknya dulu. Sebagaimana dulu bule2 dari barat yg sering surat suratan dgn dia. Kartini terkenal karna dia sering surat2an dgn cowok2 bule di luar negeri (yg di era itu cewek bisa nulis aja gak boleh).
Era itu sama Kayak ibaratnya omegle jaman skrg atau lah bigo, di mana wanita tebar pesona untuk memikat pria di dimensi yg lebih luas dgn cara cara tertentu & Kartini cukup membuat pria pria di luar sana terpesona, yg pertama adalah fisiknya dulu, baru pemikirannya.
4
profile picture
kaskus maniac
21-04-2021 09:05
Menurut gw engga emoticon-Big Grin
Banyak kulit hitam yang cantik, tapi Kartini engga.
2
profile picture
kaskus addict
21-04-2021 09:19
Gan, jangan terlalu polos dah. Kepintaran adalah satu kecantikan dari diri seorang wanita.

Hal ini dapat dilihat dari Cleopatra, yang dianggap wanita tercantik pada zaman Romawi. Padahal menurut buku sejarah, dia gemuk dan jelek, tapi sangat pintar. Sehingga dapat memikat Julius Caesar dan Mark Antony sekalipun.

Begitu juga Kartini. Dia cantik karena dia smart; untuk ukuran wanita pada zamannya.

Coba lihat pangeran Charles. Dia sudah punya istri secantik Lady Diana, tapi mengapa kok malah selingkuh dengan Camilla, dan tergila-gila kepadanya. Padahal dalam hal fisik Camilla jauh kalo dibandingkan Diana.

Karena Camilla smart, Diana dungu. Level intelektual Diana ngak bisa mengimbangi pangeran Charles, sehingga pada akhirnya pangeran Charles memilih Camilla.
2
profile picture
21-04-2021 10:15
B aja kah..?
1
profile picture
kaskus addict
21-04-2021 11:03
Cantik yg di film nya (Dian Sastro)..Hehehehehe
2
profile picture
kaskuser
21-04-2021 11:52
sepertinya maksud agan davinof adalah Kartini itu terkenal bukan karena kecantikannya, tapi daya pikirnya. Makannya kurang tepat kalo yang digunakan sebagai "model" itu kartini tapi yang dibahas malah kecantikan, bukan tentang pemikiran, bener gak gan?
2
profile picture
kaskus maniac
21-04-2021 17:33
gak menjelek2an sih
cuma Kartini memang wajahnya biasa ja sih
2
profile picture
newbie
23-04-2021 06:55
@juhii99 menurut ngana biasa, tapi menurut yang lain bisa jelek, bisa juga cantik.
0
profile picture
kaskus addict
27-04-2021 13:36
Cantik budinya gan,, pemikiran dia yg bikin inner beauty itu keluar
0
Memuat data ...
1 - 9 dari 9 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Pemahaman Hari Kartini dan Emansipasi
pemahaman-hari-kartini-dan-emansipasi
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia