News
Batal
KATEGORI
link has been copied
66
Lapor Hansip
11-04-2021 10:59

Yayasan Harapan Kita: Kami Tak Pakai Uang Negara Kelola TMII Selama 44 Tahun!

Yayasan Harapan Kita: Kami Tak Pakai Uang Negara Kelola TMII Selama 44 Tahun!

Jakarta - Yayasan Harapan Kita buka suara perihal pengambilalihan pengelolaan Taman Mini Indonesia Indah (TMII) oleh negara. Yayasan Harapan Kita menegaskan selama 44 tahun mengelola TMII, tidak pernah menggunakan anggaran negara.

"Pendanaannya dibiayai langsung oleh Yayasan Harapan Kita tanpa bantuan anggaran dari pemerintah," kata Sekretaris Yayasan Harapan Kita, Tria Sasangka Putra dalam jumpa pers di TMII, Jakarta Timur, Minggu (11/4/2021).

Tria mengatakan, selama mengemban tugas untuk mengelola TMII, Yayasan Harapan Kita tidak pernah mengajukan kebutuhan anggaran kepada negara. Yayasan Harapan Kita, lanjutnya, menanggung segala kebutuhan untuk TMII.

"Yayasan Harapan Kita sebagai penerima tugas negara tidak pernah mengajukan atau meminta kebutuhan anggaran dari pengelolaan TMII kepada negara atau pemerintah sesuai amanat Kepres No 51 Tahun 1977. Tentunya tidak selamanya pemasukan yang diperoleh badan pelaksana pengelola TMII dapat mencukupi kebutuhan operasional TMII ini," tuturnya.

Tria juga menegaskan, perbaikan, pembangunan fasilitas baru, perawatan hingga pelestarian TMII merupakan kontribusi Yayasan Harapan Kita kepada negara. Semua itu, kata dia, langsung menjadi milik negara, bukan milik Yayasan Harapan Kita.

"Yayasan Harapan Kita selalu memberikan bantuan kepada TMII yang termasuk membiayai secara mandiri peningkatan, pengembangan TMII sesuai dengan Keppres Nomor 51 Tahun 1977. Sehingga dengan demikian Yayasan Harapan Kita tidak pernah membebani dan merugikan keuangan negara," ungkap Tria.

Lebih lanjut, Tria juga mengungkapkan, bahwa selama ini Yayasan Harapan Kita juga membayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) TMII, meskipun berdasarkan peraturan yang ada, barang milik negara tidak diwajibkan untuk membayar pajak tersebut.

"Sebagai pengelola barang milik negara Yayasan Harapan Kita tetap membayar pajak bumi dan bangunan yang berdasarkan regulasi yang mengatur kewajiban PBB, terhadap barang milik negara sebenarnya dikecualikan untuk membayar PBB," pungkas Tria.

https://news.detik.com/berita/d-5528...004.1609585657

Trus emang kenapa pak??.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr9
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 10 lainnya memberi reputasi
11
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Yayasan Harapan Kita: Kami Tak Pakai Uang Negara Kelola TMII Selama 44 Tahun!
11-04-2021 11:10
tapi tetep yang dikelola aset negara kan?

emoticon-Leh Uga

tapi gue jamin, kalo dikelola negara bakal ancur juga ga keurus, jadi sapi perah. apa sih yang dikelola negara pernah beres? BUMN aja ga ada yang mandiri kok, suntik dana terus.

emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galuhsuda dan 18 lainnya memberi reputasi
18 1
17
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 11:12
Bumn gak mandiri cuma bisanya ngisep duit negara dan gak ngebuat untung ya wajarnya dijual aja. Macam pt di yang gak pernah untung tapi klo ada yang berani ngejual pasti koar koar lagi.
4
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 11:22
Bener di kelola negara lain lagi ceritanya macam pertamini dan PLN
Sudah monopoli rugi terus
3
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 11:24
Dan herannya produk BUMN macam indihom* telkom*el dll lebih mahal dr yg laen
6
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 11:33
Paling bener emamg dikelola CT, Lippo, sinarmas, agung sedayu emoticon-Leh Uga
4
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 12:30
karyawan ama bos bumn mana ada rasa tanggung jawab .perusahaan rugi jg gaji dan bonus tetep ngalir .pekerjaan tanpa resiko 😁
2
profile picture
kaskus maniac
11-04-2021 13:30
Asli sih zona nyaman banget kerja di bumn, akhirnya gue memutuskan resign sebelum skill gue mandek saking nyantainya kerja di bumn wkwk
2
Memuat data ...
1 - 6 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia