News
Batal
KATEGORI
link has been copied
232
Lapor Hansip
10-04-2021 16:41

Tol Trans Sumatera, Ditolak SBY Dieksekusi Jokowi, Kini BUMN Tanggung Kerugian

Presiden Jokowi pada periode pemerintahan ke-1 & ke-2 sangat masif mendorong proyek jalan Tol Trans Jawa dan Tol Trans Sumatera. Bila di Trans Jawa dikerjakan oleh swasta dan BUMN karena secara investasi menguntungkan, beda dengan proyek jalan tol di Sumatera.

Secara kelayakan bisnis, Internal Rate of Return (IRR) proyek Tol Trans Sumatera rendah atau di bawah bunga perbankan. Sehingga tak menarik dan tak menguntungkan secara bisnis. Akhirnya, Jokowi menugaskan BUMN infrastruktur, yakni PT Hutama Karya (Persero) untuk membangun Tol Trans Sumatera sepanjang 2.046 km.

Sebagai langkah awal, pemerintah memberikan bantuan permodalan berupa Penyertaan Modal Negara (PMN) untuk membantu pembiayaan di Tol Trans Sumatera yang diproyeksi menelan biaya investasi Rp 475,96 triliun. Artinya, 60 persen pembiayaan proyek dari PMN dan modal Perseroan, sisanya disokong oleh pinjaman perbankan hingga penerbitan surat utang.

“Ya. Memang itu tidak layak secara finansial tetapi sangat membantu pertumbuhan perekonomian jalan yang dilewati. Makanya kita minta penyertaan modal negara,” ujar Bintang Perbowo dalam wawancara dengan kumparan Kamis (13/2/2020). Saat itu, Bintang masih menjabat sebagai Dirut Hutama Karya.


Hingga akhir 2020, Hutama Karya bersama kontraktor pendukung telah menyelesaikan pembangunan 1.156 km jalan Tol Trans Sumatera, sementara 643 km sedang dalam proses konstruksi. Karena proyek tak layak secara bisnis, keuangan Perseroan ikut terdampak.

Hutama Karya mencatatkan kerugian Rp 2,09 triliun sepanjang tahun buku 2020. Kinerja Hutama Karya ini menurun tajam dibandingkan tahun 2019 yang masih mencatatkan laba bersih Rp 1,99 triliun. Biaya keuangan akibat pembayaran beban bunga pinjaman juga melonjak 215 persen di 2020 menjadi Rp 2,55 triliun.

Tol Trans Sumatera Sempat Ditolak SBY

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) sebelum berakhirnya masa jabatan periode ke-2, disebutkan menolak campur tangan keuangan negara di proyek Tol Trans Sumatera. Suntikan PMN ke Hutama Karya ditolak DPR atas rekomendasi pemerintah. Dalam sebuah wawancara dengan Majalah Tempo pada Agustus 2014, Sekretaris Kabinet kala itu, Dipo Alam menolak pemberian PMN ke Hutama Karya untuk proyek tol di Pulau Sumatera. Dipo disebut ingin ‘mengamankan’ Presiden SBY dari masalah hukum.

https://riaunews.com/2021/04/tol-tra...gung-kerugian/

Masih rugi ya
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 11 lainnya memberi reputasi
4
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Tol Trans Sumatera, Ditolak SBY Dieksekusi Jokowi, Kini BUMN Tanggung Kerugian
10-04-2021 16:43
mending rugi demi masyarakat,daripada rugi gara2 bikin candiemoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 45 lainnya memberi reputasi
44 2
42
profile picture
kaskus maniac
10-04-2021 18:37
wisma atlet bukan si gan?
0
profile picture
newbie
10-04-2021 21:20
Wkkk emang ga dipelajari kenapa alasan ditolak di rezim sebelumnya yaa, potensu rugi kok dipaksakan, ini mah tolol nya keterlaluan....
4
profile picture
kaskus addict
11-04-2021 07:42
Hambalang dibikin tapi korupnya parah
1
profile picture
kaskuser
11-04-2021 10:42
wkwkwk kebiasan rezim kodok, yg jelek pun dianggap bagus
4
profile picture
kaskus addict
11-04-2021 10:47
@vivo15pro proyek infra di daerah pasti awal akan berdarah2 karena ROI nya lama, tapi untuk efek jangka menenggah dan panjang pasti akan menguntungkan masyarakat.

Kalo gak di bangun sekarang mau sampai kapan lagi baru di eksekusi. Contoh bikin tol lintas sumatera itu emang pasti bakalan berdarah2 n merugi apalagi di saat pandemi, tapi dampak nya untuk masyarakat gimana setelah selesai?

Distribusi barang bisa lebih lancar dan ongkos distribusi otomatis berkurang dan harga bisa lebih di ekonomis. Belum lagi transportasi kedepan nya bakalan berguna banget karena daerah bisa ikut berkembang. Ya mikirin dampak baiknya walaupun negara berdarah2 tp liat manfaat nya untuk rakyat.

Wajar SBY nolak karena dia orang nya yg selalu nyari pencitraan uang mau tapi gak mau nama nya jelek. Ya wajar aja gak di eksekusi n nyari yg instant2 aja alhasil project jangka menenggah ama panjang gak ada yg jalan. Jadi emang harus ada yg berani ketok palu untuk proyek jangka panjang seperti ini. Kalo pengecut ya mana mau dia toh dia mikir 5 atau 10 tahun lagi bukan urusan dia lagi
2
profile picture
newbie
11-04-2021 10:59
Bukan masalah pengecut atau bukan, kl judul nya TOL itu pasti pertimbangan bisnis dibelakangnya, kl sampai rugi jadI bisa disimpulkan analis bisnisnya paul alias begok. perencanaan pembangunan yg ngawur. Beda ceritanya kl pembangunan jalan negara (non TOL) setuju banget saya dengan argumen anda, itu jangka panjang dan membangun negara. Kl TOL kan bayar untuk bisa memakainya, bisnis bro bukan membangun untuk negara.
2
profile picture
kaskus addict
11-04-2021 11:38
Yg nyinyir rugi rugi itu tinggal di hutan aja.
1
profile picture
newbie
11-04-2021 11:44
TOL nya lewat hutan bre, bijimana donk
1
profile picture
newbie
15-04-2021 19:37
@vivo15pro @DPRD opini gw sama aja biayanya. Cuma waktu distribusi lebih cepat. Jalan tol kan bayar om
0
Memuat data ...
1 - 9 dari 9 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia