News
Batal
KATEGORI
link has been copied
80
Lapor Hansip
10-04-2021 06:49

Duh! Pengusaha Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Bisa Mubazir

Duh! Pengusaha Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Bisa Mubazir

Jakarta - Sejak tahun 2014, berbagai macam proyek infrastruktur dibangun di tanah air. Mulai dari jalan tol, pelabuhan, bandara, jembatan, bendungan, lumbung pangan, dan sebagainya. Di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi), infrastruktur memang menjadi salah satu prestasi andalannya.

Di balik proyek infrastruktur, ada BUMN yang ditugaskan negara untuk membangunnya. BUMN itu pun juga menggaet vendor-vendor lokal untuk membantu pengerjaannya.

Namun, di balik ajakan kerja sama itu, vendor lokal harus menghadapi berbagai tantangan, salah satunya dalam masalah keuangan. Di setiap proyek yang dilelang BUMN, para vendor lokal harus bersaing menawarkan jasa yang murah dengan kualitas terbaik. Sayangnya, meski sudah menekan harga dan memberikan kualitas terbaik, para vendor lokal masih harus menunggu lama untuk menerima pembayaran dari BUMN.

"Mereka (BUMN) kan juga mencari harga terendah. Mereka kan sudah banting harga juga ketika tender. Mereka juga pasti mepet, maka mereka mencari harga yang lebih murah, tapi berkualitas. Tapi ketika sudah murah, berkualitas, tetap lambat pembayarannya, tetap dicicil. Itu yang dikeluhkan teman-teman di daerah," kata Sekretaris Jenderal (Sekjen) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Andi Rukman N Karumpa kepada tim Blak-blakan detikcom, Kamis (8/4/2021).

Di sisi lain, proyek yang telah dibangun pun tidak secara otomatis membuahkan keuntungan bagi BUMN, sehingga pembayaran kepada vendor lokal semakin molor. Oleh sebab itu, menurut Andi pembangunan infrastruktur bisa menjadi mubazir apabila tak dimanfaatkan dengan baik.

"Ya mubazir, bikin jalan nggak dimanfaatkan karena tidak tumbuh sentra-sentra ekonomi di antara infrastruktur yang harganya triliunan itu," tegas Andi.

Untuk itu, menurutnya sangat penting membangun sentra-sentra ekonomi di sekitar infrastruktur yang sudah dibangun dan menghidupkan. Dengan demikian, proyek yang telah dikerjakan pun tidak sia-sia, justru bisa memberikan multiplier effect bagi masyarakat.

"Saya tidak ingin mengatakan pemerintah tidak punya master plan yang bagus, tidak punya perencanaan yang baik. Karena maksud saya kita menikmati infrastruktur yang ada saat ini. Ini pencapaian yang luar biasa. Tinggal bagaimana jalan tol yang dibangun itu menjadi multiplier effect bagi masyarakat sekitarnya," papar dia.

Ia memberi contoh proyek infrastruktur yang berhasil dibangun dan dibangun Indonesia pada masa Orde Baru. Proyek apa itu, lihat di halaman selanjutnya.

Menurutnya, ada infrastruktur yang sukses dibangun di Indonesia bersama dengan sentra-sentra ekonominya. Infrastruktur itu adalah distrik Kuala Kencana di Kota Timika, Papua. Kuala Kencana adalah kawasan yang dibangun bak kota modern, yang diresmikan sejak tahun 1995.

Kuala Kencana dibangun dan dilengkapi dengan pusat perbelanjaan, rumah sakit (RS), pasar, dan sebagainya sehingga menciptakan sentra ekonomi. Menurutnya, Kuala Kencana harus dicontoh pemerintah dalam membangun infrastruktur.

"Ini menurut saya Pak Soeharto memberikan contoh kepada kita, bagaimana cara membangun kota. Pertanyaan saya, selama 25 tahun berganti-ganti presiden ini, sudah beberapa kali berganti presiden, kita ini asik saja membangun infrastrukturnya, tetapi tidak membangun industrinya," ujar Andi.


Oleh sebab itu, ia berharap ke depannya proyek yang diberikan BUMN kepada vendor lokal harus dilengkapi dengan perencanaan lengkap, sehingga bisa memberikan manfaat. Dengan demikian, BUMN yang sudah mengeluarkan anggaran besar-besaran untuk membangun infrastruktur tersebut bisa memperoleh pemasukan, dan tak lagi terlambat melunasi pembayaran kepada vendor lokal.

"Kalau ini jalan, multiplier effect ke pengusaha lokal ini sangat baik. Tapi lagi-lagi kami berharap siapapun partner BUMN yang terlibat supaya memperhatikan pembayaran ke teman-teman pengusaha agar tidak terlambat bayarnya," tutup Andi.

https://finance.detik.com/infrastruk...bazir?single=1

Koala kencana itu d bangun dan sepenuhnya d kelola oleh PT freeport punya amerika.. Bukan oleh soeharto.. emoticon-Malu (S)

Piaraan cendana detected.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 17 lainnya memberi reputasi
18
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Duh! Pengusaha Sebut Proyek Infrastruktur Jokowi Bisa Mubazir
10-04-2021 07:39
Dr semua proyek di daerah bandung,menurut ane kereta cepat bandung jakarta yg ga keliatan manfaatnya...
profile-picture
profile-picture
profile-picture
terranova345 dan 7 lainnya memberi reputasi
4 4
0
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 08:10
Kan belum operasi gan
3
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 08:21
Tau dari mna gan ? Ane orang Bandung aja blm pernah liat keretanya sudah beroperasi ?
3
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 08:32
barangnya aja blon jadi, gimana loe bisa ngehakimin itu gak ada manfaatnya? ini sama aja seperti 30 taon lalu loe bilang whatsapp gak ada manfaatnya.
2
profile picture
10-04-2021 08:32
Eh goblok bin tolol....itu proyek blm jadi uda di bilang ga ada guna, emak lw ngasi makan lw apa njing? Rumput ya?!?!?
1
profile picture
aktivis kaskus
10-04-2021 08:57
Emang enggak.. Kereta cepat selisih berapa km berhenti lagi angkut penumpang kayak bajaj... Kapan cepat nya? 🤣🤣
1
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 09:40
@Terlena707 gak bakalan gan.... argo gede dan parahiangan aja sekarang gak berenti-berenti kok sampe jakarta, gimana loe bisa bilang tuh kereta cepat bakalan berenti-berenti?
1
profile picture
kaskus maniac
10-04-2021 09:46
Wkwkw idup di jaman apa ni org emoticon-Ngakak (S)
0
profile picture
aktivis kaskus
10-04-2021 09:54
keren nih, bisa melihat masa depan bosque 😂👍
1
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 10:42
Prematur komen ente gan.
Ntr tggu jadi dulu.
1
profile picture
kaskus maniac
10-04-2021 11:40
Kereta cepat bandung itu ada grand designnya gan....

Persaingan china jepang itu buat dapat proyek, indo ngulik2 biar mereka bersaing kasih paket terbaik.

Kedepan jepang akan lanjutin jalur utara sampai surabaya.
Sedangkan china dapat jalur selatannya.

Kalo presiden selanjutnya mau lanjutin....
1
profile picture
kaskus geek
10-04-2021 11:59
Kalo udah jadi juga bakal disubsidi besar2an itu tiket ka cepat jakarta bandung. Udah ada travel, bus, pesawat, kereta biasa.
1
profile picture
kaskus geek
10-04-2021 12:11
Itu ada Grand Plan nya sih..pembentukan kota kota baru di sepanjang jalur kereta api cepat... Kaya Summarecon Bandung mereka membangun mendekati Stasiun KA Cepat itu.... Mana mungkin Summarecon berani Invest di bandung kalo Infrastruktur nya ga ada.. Target mereka kan orang2 berduit di Jakarta yang ingin punya rumah di bandung
1
profile picture
kaskus geek
10-04-2021 12:12
Ada bau2 nekolim berarti.
0
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 14:28
@kaiserwalzer justru bagus, tambah banyak alternatif transportasi artinya pengusaha jasa angkutan gak bisa lagi semena-mena pasang tarif...
0
profile picture
kaskus addict
10-04-2021 18:32
Yaelah belum juga kelar udah ngomong ga guna. Kalo udah jadi baru bisa dijudge berguna atau engga. Kalo berguna bagus kalo ga berguna berarti pemborosan.
0
profile picture
kaskus maniac
10-04-2021 18:53
@rizaradri ambil pelajaran dr trans jakarta, jaman sutiyoso itu semua ahli lalulintas, tata kota menentang, masy ga setuju.

Skrg jd moda paling penting di jkt, semua cagub memasukkan penambahan jalur ke program nya...
0
profile picture
kaskus addict
11-04-2021 10:53
Kalu menurutku sih gagalnya dari segi transportasi pendukung yg beroprasi di dalam kota Bandung.
Kalau di Jakarta ada TransJakarta, sedangkan di Bandung? Penumpang KA cepat yg turun di Bandung sepertinya nggak mau melanjutkan perjalanan dgn angkot, mau pake DAMRI saja trayek masih terbatas jadwal dan jangkauannya. Solusi terakhir ya pake angkutan online dan taksi.
0
Memuat data ...
1 - 17 dari 17 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia