News
Batal
KATEGORI
link has been copied
26
Lapor Hansip
06-04-2021 10:19

China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas

Para pakar keamanan Inggris cemas karena China menguasai 95 persen produksi rare earth atau logam tanah jarang yang kerap dijuluki sebagai "emas industri". Logam tanah jarang sangat penting untuk produksi jet tempur—termasuk F-35—, ponsel pintar hingga mobil listrik.

Surat kabar The Times yang berbasis di London melaporkan di tengah persaingan global yang semakin kompetitif untuk mengamankan elemen rare earth, para pakar keamanan telah memperingatkan bahwa ketergantungan pada China dapat semakin merusak keamanan Inggris.


China saat ini menyumbang lebih dari 95 persen produksi logam rare earth di dunia, di mana badan-badan keamanan Inggris meningkatkan kekhawatiran bahwa di tengah meningkatnya persaingan untuk sumber daya alam yang langka, Beijing mungkin menggunakan pengaruh yang dimilikinya dalam industri sebagai "senjata" dalam perselisihan.

"Risikonya adalah bahwa China menggunakan posisinya dalam rantai pasokan untuk menekan ekonomi lain, dan bahwa Inggris tidak memiliki alternatif yang dapat diandalkan," kata Chris Williams, direktur pelaksana UK Seabed Resources, yang dilansir Senin (5/4/2021).


Mayoritas unsur rare earth, juga dijuluki "emas industri" karena aplikasinya yang beragam dalam industri pertahanan dan teknologi, relatif berlimpah di kerak bumi.


Namun, proses penambangan kelompok 17 logam yang terbentuk di bawah permukaan bumi dan mengubahnya menjadi bahan yang dapat digunakan itu mahal.



Kelompok rare earth, termasuk cerium, neodymium, terbium, dan erbium, sulit ditambang karena tidak ditemukan dalam jumlah besar layaknya mineral lain seperti emas.

Menurut para ahli keamanan, elemen rare earth yang digunakan oleh industri Inggris telah diproses di China, sehingga betapa rentannya terhadap rantai pasokan keamanan dan ekonomi Inggris secara keseluruhan.


Dalam tinjauan terintegrasi kebijakan luar negeri dan pertahanan Inggris, yang diterbitkan pada 16 Maret, ketergantungan pada logam rare earth dipilih sebagai masalah keamanan, dengan penekanan dibuat pada pentingnya diversifikasi pasokan untuk menjaga perdagangan barang-barang penting tetap terbuka pada saat krisis.



Untuk meningkatkan kemandiriannya terkait pasokan mineral rare earth, pemerintah Inggris mendanai proyek penambangan laut dalam di Pasifik.



Dioperasikan oleh UK Seabed Resources, anak perusahaan divisi Inggris di perusahaan pertahanan Lockheed Martin, proyek ini bertujuan untuk mempelajari potensi pemanenan nodul polimetalik yang kaya mineral.



Ditemukan sekitar 4 kilometer di bawah permukaan dasar laut, mereka dapat menyediakan jutaan ton tembaga, nikel, kobalt, serta mineral mangan dan rare earth yang digunakan dalam industri konstruksi, ruang angkasa, energi alternatif, dan komunikasi.



"Rekayasa baru diperlukan di setiap area rantai nilai. Mekanika mengangkat nodul dari dasar laut, sistem penggerak, sensor dan rangkaian komando dan kontrol, serta ROV tambahan yang akan memantau aktivitas tersebut dan memberikan dukungan," kata Christopher Williams, pakar dari UK Seabed Resources.



Karena cadangan deposit mineral ditemukan di sedimen di dasar Pasifik, proyek serupa dilakukan oleh negara-negara seperti China, Jepang, Korea Selatan, Belgia, Jerman, dan Prancis.


Ketika Inggris mempublikasikan tinjauan terintegrasi tentang kebijakan luar negeri, pertahanan dan keamanan pasca-Brexit berjudul "Global Britain in a Competitive Age", Inggris menjabarkan visi pemerintah untuk peran bangsa di kancah global selama dekade berikutnya.



Telah digarisbawahi bahwa ketika negara Eropa itu berusaha untuk menunjukkan kemampuan ofensif dan defensifnya, investasi semakin disalurkan ke kecerdasan buatan dan "komando luar angkasa" untuk menangkal ancaman yang muncul.

Pasar Rare Earth Menguntungkan


Pasar logam rare earth semakin menguntungkan, di mana perkiraan oleh Global Market Insights memperkirakan akan bernilai USD20 miliar pada tahun 2024.



Pada tahun 2020, tambang China menghasilkan 110.000 ton rare earth, yang merupakan lebih dari 55 persen dari total hasil penambangan global. Data ini dipaparkan David Merriman, seorang ahli rare earth di Roskill.



Rare earth digunakan sebagai magnet untuk speaker dan hard drive di ponsel, televisi, dan komputer.



Setiap iPhone Apple mengandalkan beberapa elemen rare earth. Misalnya, neodymium digunakan untuk membuat magnet kecil namun kuat yang memungkinkan speaker iPhone berfungsi.



Lebih dari 90 persen kendaraan hibrida dan listrik, seperti yang diproduksi oleh Ford dan Tesla, menggunakan magnet rare earth di motor dan sistem pengeremannya.


Unsur rare earth merupakan komponen vital dalam produksi turbin angin, panel surya, kabel serat optik, dan sistem pemandu senjata.



https://international.sindonews.com/read/387246/41/china-kuasai-95-persen-rare-earth-dunia-pakar-keamanan-inggris-cemas-1617613491/20

hah
china kuasai 95%?
jadi amerika berapa?

emoticon-Matabelo 
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
China Kuasai 95 Persen Rare Earth Dunia, Pakar Keamanan Inggris Cemas
06-04-2021 10:32
Sebenernya tambang rare earth dimana2 ada, tapi cuma cina yg paling berani mengolahnya.
Amerika sebenernya banyak kok, tapi mereka ga berani menambang & mengolahnya

Kenapa????

Karena menambang rare earth itu merusak lingkungan, jauh lebih parah daripada nambang minyak.
Proses pemurnian kandungan rare earth jauh lebih berbahaya daripada mengolah emas.

Cuma negara yang cuek ama lingkungan yang berani mengolahnya, jadi jangan salahin cina kalo penguasa rare earth.
Negara barat sendiri takut bikin.
Diubah oleh lpk02
profile-picture
reid2 memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus geek
06-04-2021 10:49
nah ini dia

australia ktnya juga kaya rare earth

masalahnya klo negara barat takut lingkungan, kenapa di bela2in nyelem di laut? bukannya potensi kerusakannya lebih parah di laut daripada di darat ?
0
profile picture
kaskus addict
06-04-2021 10:58
@dwiatmaja
Negara barat maunya negara berkembang (kalo bisa nan jauh disana) yang nambang terus jual ke mereka.
Biar kalo ada bencana lingkungan,bukan salah mereka dan mereka ga kena juga dampaknya.

Orang kan tinggal didarat, bukan dalam laut bro
Sehancurnya2 bawah laut, msh oke lah.
Lagipula inggris ngomong lautan negara lain, bukan negara dia.
So why not????
Tambang aja,hayo..... Mahal neh..... Masa kalah ama chinese???
Kompor Mode ON
0
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia