Kaskus

Story

sayyess...Avatar border
TS
sayyess...
My Heroine
My Heroine

My Heroine

Quote:

Quote:


=========

Masa SMA merupakan masa paling indah karena masa tersebut adalah masa pertemanan dan masa percintaan yang penuh kisah, begitu pun dengan diriku yang tak luput dari masa masa indah tersebut.....

Banyak cerita yang telah kulalui dari suka maupun duka, dari awalnya belum kenal hingga menjadi kenal...

Kisah ku pun dimulai saat aku berusia 17 tahun dari anak pendiam yang tidak memperdulikan apa itu cinta hingga menjadi seorang yang mengenal dunia kegelapan...

Quote:


Versi revisi dari Wattpad
Diubah oleh sayyess... 02-01-2022 21:38
iamzeroAvatar border
justhallooAvatar border
hibernateInPainAvatar border
hibernateInPain dan 8 lainnya memberi reputasi
9
2.4K
17
GuestAvatar border
Komentar yang asik ya
Mari bergabung, dapatkan informasi dan teman baru!
Stories from the Heart
Stories from the Heart
KASKUS Official
32.8KThread1Anggota
Tampilkan semua post
sayyess...Avatar border
TS
sayyess...
#7
Part 5 : Dia
"Arka, Arka bangun dong udah mau maghrib nih." ucap seseorang dan aku tau kalau dia berbohong karena saat itu, belum ada azan maghrib yang kudengar.

Terdengar suara yang ngak begitu asing bagi ku, suara yang dua hari ini selalu bersamaku. Suara tersebut bukan tak lain adalah suara Imell. Aku membuka mataku, kulihat Imell tersenyum melihatku dan aku beranjak lalu duduk menghadapnya.

"Bukan nya lu dah pulang ke rumah." tanyaku lalu mengucek mata kemudian sengaja menguap ke arahnya.

Imell menutup hidungnya dengan kedua tangannya dan seperti biasa Imell mencubit lenganku.

"Ihh, jorok lu.".ucapnya yang masih menutup hidungnya.

"Aww, sakit." ucapku kesakitan terkena cubitannya Imell.


Lengan kugerakkan untuk mencoba melepaskan cubitannya, Wulan pun melepaskan cubitannya.

"Gw kesini karna gw, mau ngajak adik lu jalan - jalan." ucapnya.

"Kapan tuh, sekarang ?" tanyaku.

"Malam minggu."

"Kok sekarang ngajaknya."

"Ya sekarang, kalo besok - besok kan ngak lagi."

"Ohhh."

"Kok ohhh."

"Terus, gw harus ngomong apa."

"Ntahlah." ucapnys lalu beranjak dari duduk kemudian dia menuju ke teras rumah.

"Ntahlah, maksudnya apaan dah." gumamku yang bingung maksud dari Imell tadi.

Aku berdiri lalu menuju ke kamar mandi, selesai mandi dan ganti baju aku berjalan menuju ke luar rumah dan menghampiri Wulan yang sedang asyik mengobrol dengan Arsha.

Aku pun gabung duduk dengan mereka dan mendengarkan obrolan yang membosankan. Kemudian aku beranjak lalu masuk kembali ke dalam rumah dan duduk di kursi. Ku ambil hp lalu memainkan game tak lama kemudian Aisyah menelpon ku.

"Assalamualaikum, ka."

"Waalaikumsalam kak, ada apa ya kak tumben nelpon gw."

"Gini Ka, mau ngak besok lu nemanin gw ke toko buku."

"Emangnya kakak mau beli buku apa ?" tanyaku.

"Gw mau beli buku tentang ternak buat bahan pelajaran untuk ujian."

"Ok lah kak,  besok gw nemanin lu ke toko buku."

"Sipp, besok gw jemput ya di rumah lu, dah Assalamualaikum Ka."

"Waalaikumsalam kak."

Setelah teleponan dengan Aisyah, aku melanjutkan main game. Sekitar setengah jam suara azan berkumandang, aku menyudahi main game lalu bersiap siap untuk pergi ke masjid. Saat aku ingin pergi ke masjid, Wulan memanggilku. Aku membalikkan badan dan melihatnya yang sudah menggunakan mukena.

"Tunggu, gw mau ikut."

"Cepetan nanti terlambat lagi, Arsha ngak ikut shalat ke masjid ?" tanyaku.

"Katanya sih ngak ikut, dia shalat di rumah aja."

Kami berdua berjalan menuju ke masjid, di perjalanan menuju ke masjid. Kami bertemu dengan Surya lagi.

"Halo bro." sapa Surya.

"Halo bro."

"Masih nempel aja tuh Bidadari lu."

"Bidadari yang mana bro." ucapku yang celingak - celinguk mencari seseorang.

"Itu yang dibelakang kita." ucap Surya yang jari jempolnya ke arah belakang menunjuk Imell yang berjalan dibelakang kami.

"Ohh, itu mah bukan bidadari kali bro."

"Terus apaan."

"Anak Hilang"

Imell tiba tiba melewati kami dan berjalan menjauhi kami berdua. Aku terseyum lalu Surya menepuk pundakku dan mempercepat langkahnya menyusul Imell dan mereka berdua pun mengobrol, kulihat Inell tersenyum - senyum saat ngobrol sama Surya.

Saat itu juga dada ku terasa nyesek merasa ngak rela kalau Imell ngobrol sama Surya. Aku melanjutkan langkahku ke masjid, sampai di masjid aku langsung menuju ke tempat wudhu. Selesai Wudhu aku duduk di barisan shaf paling belakang karena masjid udah di penuhi oleh orang.

Beberapa menit kemudian aku bersamaan orang di desa menunaikan shalat maghrib, selesai shalat maghrib aku langsung menuju ke rumah sendirian sedangkan Imell masih asik ngobrol sama Surya.

Sampainya di rumah aku langsung rebahan di lantai dan memejamkan mata.

Saat itu aku melihat Imell berdiri didepanku lalu melambaikan tangan dan dirinya mulai menjauh saat ku mendekatinya. Seketika aku berteriak memanggil namanya "IMELLLL". Aku langsung beranjak dari tidur dan celingak - celinguk mencari Imell. Emak dan Arsha langsung menghampiriku, mungkin mendengar teriakanku tadi.

"Ada apaan nak, kok teriak teriak manggil Imell."

"Iya bang ada apaan."

"Ngk apa apa, Arka cuma mimpi mak, mungkin kelelahan habis ngerjakan tugas."

"Yaudah emak ke kamar dulu ya."

"..." aku terdiam cuma mengangguk.

"Cie cie, mimpiin Kak Imell."

"Apaan sih lu, oiya Imell kemana kok ngak kelihatan." tanyaku.

"Cie nyariin hehe,  Kak Imell selesai shalat tadi langsung pulang ke rumahnya." jawab Arsha.

"..."

"Dek, buatin abang kopi dong lagi kepengen minum kopi nih." pintaku

"Iya, bang."

Arsha berjalan menuju ke dapur, sedangkan aku keluar ke rumah dan duduk di teras. Aku melamun memikirkan mimpi yang barusan kualami.

"Bang, nih kopinya."

Aku menoleh ke arah Arsha yang menyuguhkan kopi. Aku mengambil kopi dari tangannya lalu meminumnya. Arshs lalu duduk disampingku.

"Bang, sebenarnya lu suka sama Kak Imell kan ?" tanya Arsha.

"Ntahlah, abang pun bingung." jawabku dengan singkat lalu menyeruput kopi.

"..."

Kami berdua diam tanpa sepatah kata pun, lalu adikku beranjak dan masuk ke dalam rumah. Kuambil hp di saku kulihat jam sudah menunjukkan pukul delapan malam, segera ku masuk ke dalam rumah dan melaksanakan shalat isya. Selesai shalat aku keluar rumah dan berjalan menuju ke Pos Ronda, di pos ronda terlihat Surya, Maman, dan Bang Atep sedang asyik menyanyi. Surya main gitar, Maman main gendang sedangkan Bang Atep bernyanyi. Mereka menyanyikan lagu Iwan Fals yang berjudul "Lont*ku".

"Assalamualaikum." sapaku.

"Waalaikumsalam." jawab mereka dengan serentak

"Wah, wah. Lagi asyik nih nanyi."ucapku sambil duduk bergabung dengan mereka.

"Asyik dong, apalagi Bang Atep yang nyanyi suaranya udah sama persis kayak Iwan Fals, deh." ucap Maman.

"Bisa aja lu, man." ucap Bang Atep

"Bro, mana bidadari lu. Biasa gw lihat selalu nempel gw lihat." tanya Surya.

"Udah pulang dia bro." jawabku.

"Bidadari?? siapa tuh, Ya??" tanya Maman ke Surya.

"Itu bang Bidadari nya Arka, kalo ngak salah  dia ngasih tau gw namanya Imell" jawab Surya.

"Cantik ngak orangnya." tanya maman langsung melepaskan gendang yang ditangannya.

"Cantik banget, pokoknya wow banget lah." jawab surya.

"Ka, besok besok ajaklah kesini. Kan ada juga untuk cuci mata hehe" ujar Maman

"Ngk bisalah, dia siapa gw pake ajak segala kesini dan lu kira dia sabun apa untuk cuci mata."

"Kapan lagi dia kesini Ka."tanya Maman

"Ngak tau lah." jawab ku dengan singkat lalu beranjak dari duduk.

"Gw duluan ya." pamitku ke mereka bertiga.

"Cepat banget Ka." ucap Bang Atep

"Udah malam juga bang"

"..."

Aku melangkah kaki menuju ke sekolahan sesampainnya di sekolahan aku berhenti di gerbang depan lalu bertemu dengan Satpam yang sedang asyik minum kopi. Satpam tersebut bernama Pak Bio, aku udah kenal dekat dengannya sejak kelas 10.

"Assalamualaikum pak." sapa ku.

"Waalaikumsalam." jawab Pak Bio (Satpam)

"Saya boleh masuk ngak pak." tanyaku.

"Boleh boleh."

Aku langsung masuk ke post lalu duduk di sebuah kursi berdampingan dengan Pak Bio.
Pak Bio menawarkan Kopi, aku pun menerimanya. Pak Bio menuangkan kopinya di sebuah gelas kosong lalu memberikannya ke aku.

"Makasih pak"

"Tumben kesini Ka." tanya Pak Bio

"Lagi bosan aja pak, di rumah ngak ada hiburan."  jawabku

Pak Bio membuka Laci di meja nya dan mengeluarkan Papan Catur beserta bidaknya, kemudian Pak Bio menyusun bidaknya.

"Kamu tau kan Ka, main catur ?" tanya Pak Bio.

"Tau pak dikit - dikit"

"Mantap!!! , kamu duluan Ka" ucap Pak Bio dengan semangat.

"Iya, pak."

Aku pun mulai pion yang didepan benteng, lanjut Pak Bio menjalankan Kuda sebelah tangan. Kurang lebih 10 menit kami bermain catur, aku pun kalah telak, dan kami pun melanjutkan ronde ke-2 dan lagi - lagi aku pun kembali kalah telak.

"Masih lanjut ngak Ka." tanya Pak Bio.

"Lanjut pak, Arka mau balas dendam nih." ucapku yang tak kalah semangat dari Pak Bio.

Pak Bio pun mulai jalan duluan, dan lagi - lagi aku pun kalah telak, untuk ketiga kalinya.

"Hahahaha, gimana sih Ka katanya mau balas dendam."

"Hehe, Pak Bio terlalu jago main catur nya dahlah pak, Arka nyerah aja dah."

"Baru 3 ronde udah nyerah aja." ucap Pak Bio lalu menyimpan kembali Papan Catur di lacinya.

Kulihat jam di dinding sudah menunjukkan pukul 10 malam aku menghabiskan kopi lalu berpamitan untuk pulang ke rumah.
Diubah oleh sayyess... 02-01-2022 18:34
0
Ikuti KASKUS di
© 2026 KASKUS, PT Darta Media Indonesia. All rights reserved.