News
Batal
KATEGORI
link has been copied
130
Lapor Hansip
06-03-2021 01:26

Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis


Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak EtisMoeldoko cium tangan SBY (Twitter/@umarhsb75).


Kepala Pusat Penelitian Politik Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (P2P-LIPI) Firman Noor mengatakan, manuver yang dilakukan Kepala Kantor Staf Presiden (KSP)  Moeldoko untuk menduduki jabatan Ketua Umum Partai Demokrat sudah terbaca sejak awal kekisruhan yang menyeret nama mantan Panglima TNI tersebut. "Iya, karena begini, manuvernya ketahuan sekali ya, kurang cantik Pak Moeldoko mainnya," kata Firman saat dihubungi Kompas.com, Jumat (5/3/2021). 

Firman menilai, tindakan yang dilakukan Moeldoko tersebut sangat tidak etis dalam perpolitikan nasional. 

Ia mengatakan, kesalahan tersebut tentu tidak hanya dari Moeldoko, tetapi pihak internal partai yang membuka pintu untuk mantan Panglima TNI tersebut. "Untuk pak Moeldoko jangan begitulah, seharusnya ya tidak memanfaatkan kekisruhan rumah tangga orang, sebetulnya sangat tidak etis begitu," ujar dia.  

Firman mengatakan, Moeldoko kali ini tidak menunjukkan sikap kenegarawanannya untuk mendirikan partai politik sendiri guna memperjuangkan visi dan misi. Ia menilai, Moeldoko malah lebih memilih untuk membajak partai politik yang sudah ada. "Dia (Moeldoko) lebih baik beli jadi atau membajak kalau saya bilang dengan pendekatan yang uang yang bergayung sambut dengan harus diakui ini kesalahan internal partai demokrat juga," ucapnya. Baca juga: AHY: Moeldoko Pungkiri Pernyataannya Sendiri, Bukan Sikap Kesatria Di samping itu, Firman merasa heran dengan hasil Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang mayoritas kader memilih dipimpin oleh orang lain ketimbang dipimpin kader partai sendiri. 

"Mereka (kader Partai Demokrat) saya lihat mengatasnamakan orang yang senior bekerja keras untuk partai, tapi justru mengusulkan orang yang belum berkeringat sama sekali untuk partai, jadi aneh dan kontradiktif," tutur dia. 

Lebih lanjut, Firman mengatakan, seharusnya pihak Istana memberikan teguran kepada Moeldoko karena akan menjadi preseden buruk bagi pembangunan partai politik ke depannya. "Tapi kita lihat kalau ini memang dibiarkan artinya tingkat kepeduliaan Istana terhadap pembangunan partai tidak kuat atau bahkan diragukan," ujar dia.  KLB yang dilakukan kubu Kontra AHY menyatakan Moeldoko sebagai Ketua Umum dan Marzuki Alie sebagai Ketua Dewan Pembina. Baca juga: Profil Moeldoko: Dulu Panglima TNI Pilihan SBY, Kini Pimpin Demokrat Kubu Kontra AHY Dalam tayangan Kompas TV, diketahui melalui sambungan telepon, Moeldoko menyatakan menerima keputusan tersebut. "Saya menghargai dan menghormati keputusan saudara. Oke, kita terima menjadi ketua umum," tutur Moeldoko. Selain itu, Marzuki Alie juga mengatakan bahwa dia siap bekerja sama dengan Moeldoko untuk memenangkan Partai Demokrat pada 2024. "Moeldoko Ketum, saya Ketua Dewan Pembina. Jadi keputusan Kongres merupakan keputusan yang tertinggi. Jadi saya dan Pak Moeldoko akan bergandeng tangan untuk memenangkan PD 2024, termasuk memenangkan pilpres," sebut Marzuki dikonfirmasi Kompas.com melalui pesan singkat, Jumat.


https://nasional.kompas.com/read/202...-etis?page=all


Sungguh buruk tabiatnya , demi ambisi berkuasa rela merendahkan harga dirinya, tanpa rasa malu sedikitpun, demi ambisinya rela merebut yg bukan menjadi haknya dari orang yg dulu telah mengangkatnya menjadi panglima TNI... bagaimana  rakyat mau memilih menjadi presiden kalo prosesnya di lakukan dg cara cara yg kotor
Diubah oleh NEVERTALK1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 13 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Pengamat: Manuver Moeldoko Ketahuan Sekali, Kurang Cantik dan Tidak Etis
06-03-2021 02:53
di mata ane, dunia politik itu sejak dulu sama saja.
perebutan dan mempertahankan kekuasaan.
yang membedakan paling kadang ada yang mainnya halus, ada yang mainnya kasar. ada yang main cantik, ada yang main buruk rupa.
tapi esensinya sama saja.

===================

pendukung megatron akan mengatakan ini karma pak beye thdp megatron
pendukung gusdur mungkin juga akan mengatakan hal serupa.
simpatisan antasari akan mengatakan ini karma antasari.
pendukung ahok juga akan mengatakan ini karma ahok.

emoticon-Leh Uga

tapi di sini ane mo lihat seberapa piawai ahy dalam menghadapi situasi seperti ini.
kalau ia sanggup melawan permainan ini, mungkin dia memang ada kelayakan untuk memimpin bangsa ini kelak. emoticon-Traveller
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 12 lainnya memberi reputasi
13 0
13
profile picture
kaskus addict
06-03-2021 03:20
You said it well👍
2
profile picture
kaskus maniac
06-03-2021 04:10
pilgub gagal
ketua kogasma gagal
maksa jadi cawapres gagal
jadi ketua umum pun hasil edit ad/art oleh bapaknya dan di pilih secara aklamasi
hebatnya ad/art yang biasa harus di ubah dan di setujui di kongres
malah dilakukan secara sepihak oleh SBY
makanya kasus perpecahan gini bisa terjadi

begitu terjadi isu internal
mewek teriak sana sini
panggil bapak hingga tulis surat ke jokowi minta tolong

ginian mau mimpin bangsa?
emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP
emoticon-DP emoticon-DP emoticon-DP
8
profile picture
kaskus addict
06-03-2021 05:03
@pasti2periode jangan sampe jadi dh, indonesia bisa bubar [ramalan prabowo]
0
profile picture
kaskus freak
06-03-2021 05:52
emoticon-Blue Guy Peaceemoticon-Hi

Itu bapaknya udah turun gunung
ahy masih kurang jam terbangnya
kalo ga dibackup bapaknya kurang joss
0
profile picture
kaskus maniac
06-03-2021 06:24
harap sabar
ini ujian emoticon-Malu (S)
0
profile picture
kaskus geek
06-03-2021 06:43
Mantap komennya.

Kalo ane sih mandangnya karena ada partai yang labil gara2 ketumnya masih awam, ada pihak yang berpikir kalau partai bisa jadi lebih baik kalau ketumnya diganti.

Nah masuklah beberapa masukan salah satunya Moeldoko buat jadi ketum Demokrat. Andai sejak awal AHY bisa mimpin partai, gak bakal Moeldoko berusaha "membajak" Partai Demokrat.

Selain itu juga Demokrat seolah krisis kader sehingga gak ada calon tepat buat menggantikan sosok SBY selama ini.

Kalo PDIP, mungkin sosok Jokowi bisa jadi ketum kalo udah bukan presiden lagi, jadi kalo soal kaderisasi, PDIP jauh lebjh baik daripada Demokrat.
4
profile picture
kaskus addict
06-03-2021 07:00
Ini fix sah pindah pucuk ke muldoko?

Bingung pisan, katanya gak sah tapi koq mewekan

Kalo yakin gak bakalan sah mah kudunya keep calm
-1
profile picture
kaskus maniac
06-03-2021 07:09
Bisa juga cuma sebatas settingan, karena nga mungkin pucuk kekuasaan pindah cuma gara² ada klb abal²

Apalagi pak beye jagonya drama² kaya gini buat naekin pamor partai dan ahy
-1
profile picture
kaskus maniac
06-03-2021 08:06
@Org.sembarangaN moeldoko akan sah kalau Yasona laoly ngasih stempel di SK nya... Bola panas ada di yasonna sekarang mau ngesahin kongres lucu2an ini apa ngak
0
profile picture
kaskus geek
06-03-2021 10:57
keliatan masih d back up pepo gtu..dan blm keliatan manuver2 lainnya jg..
0
Memuat data ...
1 - 10 dari 10 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia