Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
254
Lapor Hansip
22-02-2021 21:40

Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?

Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?

Hai GanSis apa kabar? Kiranya semua dalam kebaikan dan kebahagiaan. Kali ini ane mau cerita suka duka saat jualan koran di Pulo Gadung. Di mana hampir tiap hari ane melihat kejahatan di depan mata, tapi tidak bisa berbuat apa-apa.

Tahun 2003 waktu itu ane jualan koran di area Kowanbisata 512 jurusan Pulo Gadung-Ciputat, 511 jurusan Pulo Gadung-Depok sama Mayasari P11 jurusan Tangerang atau Cimone saat itu.

Pagi jam 4 ane sudah ada di terminal, menyaksikan para penumpan bus Antar Kota Antar Propinsi yang baru tiba. Ada yang sudah hafal jalan, ada yang baru pertama kali injakkan kaki di Jakarta. Sementara para jambret justru beroperasi di jam-jam genting ini.

Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?

Sering saat aku menjual koran sambil keliling, menemukan Bapak atau Ibu bahkan anak-anak muda yang menangis karena kehilangan dompet atau tas pakaian mereka. Andai saja saat itu ane orang yang berani, pasti langsung ane ambil barang curiannya. Karena ane tahu kelompok mana atau anggota siapa yang tengah beraksi. Sayangnya ane hanya gadis penjual koran yang cari makan di terminal ini.

Enam bulan di Pulo Gadung, banyak yang mengenali wajah ane, mulai tukang jaga WC yang menggratiskan ane kalau mau buanh hajat. Para pecopet yang selalu menatap mata ane yang artinya harus diam. Sopir dan kenek bus, juga para calonya. Tidak lupa para penipu yang selalu menyamar sebagai penolong padahal penjual manusia.

Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?

Kok bisa? Iya ... jadi ada beberapa Ibu-Ibu yang akan bertanya pada gadis yang tampak sendirian, entah mencari kerja atau terlihat bingung. Itu adalah sasaran empuk buat mereka. Yang ane ga habis pikir, kenapa cewek-cewek itu bisa mudah percaya terbujuk rayu katanya ada kerjaan di Jambi. Bahkan terkadang mereka itu cantik-cantik. Satu anak gadis dihargai 300.000 saat itu, nanti kalau sudah 7-10 orang kirim ke Jambi dan 1 anak dijual 1,5juta. Jujur saat itu pingin sekali lapor polisi tapi takut.

Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?

Tuhan baik, ada salah satu anak berhasil kabur dari penampungan yang kebetulan dekat dengan rumah kost ane. Pas pulang jualan ane lihat 5 pria dewasa dan 2 Ibu-ibu berbaris ditangkap Polisi, disorot media Patroli Indosiar kalau tidak salah saat itu. Antara senang tapi takut dikira komplotan, akhirnya ane sembunyi di warung Nasi Padang.

Penggerebekan itu jam 10 tapi ane sembunyi sampai siang, entah berapa batang rokok habis. Jujur ane ketakutan sekali karena ke-7 orang itu ane kenal dan hari-hari ketemu di Pulo Gadung. Karena takut pulang ane kembali ke terminal. Memang lagi apes, sampai di sana pas ada teman yang tengah menjambret ketahuan dan dihajar masa. Dalam waktu kurang dari satu jam, teman satu lagi ketangkap saat menjambret di terminal AKAP, ditangkap polisi dengan pisau masih menancap di perut.

Pengalaman yang mengerikan selama di Pulo Gadung, dan itu adalah hari terakhir ane jualan koran. Rasanya terlalu berat hidup di tempat yang begitu keras. Nyawa dan nurani seperti tak ada harganya. Bahkan demi uang 10 ribu pun tak jarang saling pukul.

Itu kisah ane tentang Pulo Gadung, ane harap sekarang kejahatan makin berkurang, jangan bertambah. Dan kiranya kita dijauhkan dari kejahatan, juga para penipu jalanan ... amiin. ok sekian dan terima kasih.

Foto : Google
Sumbet : Opini pribadi
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ciparakut dan 103 lainnya memberi reputasi
102
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Seperti Apa Pulo Gadung Dan Kejahatannya Yang Dahulu?
23-02-2021 06:37
Nice stori gan, ngingetin ane tahun 2000 nyaris baku pukul di pulo gadung sama tukang aqua yang main taruh di paha. Kalo disingkirin dia bilang megang terus suruh bayar (mana harganya getok). Untungnya orang2 itu cuma gertak sambal aja, kalo calon korbannya cupu dikerjain, kalo berani dia cuma tereak2 sini lo kalo berani turun dari bis, begitu ane keluar dia ngajak ke lapangan (terus aja sampe lebaran monyet).
sampai dengan ane belum punya motor (dulu ane tinggal di pramuka), ane adalah fans berat R905 (terakhir naik masih 1000 bayarnya,) Pulo gadung -- Mangga dua -- Kota, sering banget orang yang baru dari jawa kecopetan trus turun di halte tempat ane naik (karena copetnya turun di sekitar rawamangun). Itu belum insiden cekek atau injek sepatu yang sering ane (dan teman2 ane) lakuin buat ngerjain copet2 di bus itu. Copet yg di 905 cirinya gampang banget ketebak, pake kemeja ala orang kantoran tapi lusuh, udah gitu selalu mepet2. Trus komuknya kayak orang kena hipnotis (flatt banget). Tapi yang paling legend sih teriakan kondekturlah kasih kode "tengah kosong"
profile-picture
profile-picture
profile-picture
manusia.baperan dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 08:42
"tengah kosong" ini maksudnya lampu hijau buat copet operasi, atau ngasih tahu penumpang klo ada copet gan?
0
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 21:35
Iya gan gmna tuh
0
profile picture
kaskuser
23-02-2021 21:54
itu kode buat penumpang kalo jangan pepet2an dekat pintu (depan maupun belakang) karena itu memperlancar modus operandi copet. yang disasar penumpang yang mau turun biasanya mereka bersiap2 agak lama trus mpet2an dah di pintu. So, buat yang baru masuk dan turun jauh mending ke tengah aja
0
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 22:22
itu sih bukan kode.. emg itu artinya kamfang. kirain sandi buat apa dan siapa gtu.
0
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 23:44
Kalau gw di merak diginiin sm tukang kalung gitu, gw ajak brantem dia gak mau hehe
0
profile picture
kaskuser
24-02-2021 17:59
@ninipara maklum gan, separo umur ane abisin di kanpung jadi ga ngerti istilah2 prokem gitu, ane ngertinya juga dari tetangga yg kerja jadi kondektur bus itu (dan setau ane, kru baik itu supir & kondektur Mayasari Bakti adalah Urang sunda, kalo copetnya klean tebaklah sendiri?)
0
Memuat data ...
1 - 6 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia