News
Batal
KATEGORI
link has been copied
188
Lapor Hansip
22-02-2021 15:38

PKS Dorong Presidential Threshold Diturunkan Demi Cegah Politik Identitas

PKS Dorong Presidential Threshold Diturunkan Demi Cegah Politik Identitas

Jakarta - PKS mendorong revisi Undang-Undang Pemilu, salah satunya menurunkan presidential threshold atau ambang batas calon presiden (capres). PKS beralasan ingin mencegah politik identitas karena ambang batas capres yang tinggi.

"Kita melihat 2 kali pilpres 2014 dan 2019 dengan 2 pasang calon itu buruk bagi demokrasi, buruk bagi persatuan kesatuan sehingga ada pembelahan sosial," kata Ketua DPP PKS Mardani Ali Sera dalam rilis survei LSI yang disiarkan di YouTube, Senin (22/2/2021).

Mardani menyebut PKS ingin ambang batas capres jadi 10 persen kursi DPR atau 15 persen suara secara nasional. PKS menilai makin banyak calon presiden, makin tinggi juga kemungkinan politik identitas tertutupi.

"Karena itu PKS tegas menurunkan usulannya agar threshold untuk presiden itu 10 persen kursi DPR atau 15 persen suara sehingga ada banyak calonnya, ada kontestasi karya gagasan tidak ada lagi pembelahan ataupun politik identitas," sebut Mardani.

"Karena itu PKS tetap berjuang agar ada revisi UU Pemilu," tegas anggota Komisi II DPR itu.

Soal pilkada, PKS menolak pilkada disatukan dengan pileg dan pilpres karena menurut mereka banyak mudaratnya, salah satunya party identification, atau ukuran kedekatan masyarakat dengan partai yang akan dipilih, yang dinilai masih rendah. Mardani memberi solusi.

"Lebih baik dibagi tiap 3 tahun. Ada pemilu nasional, ada pemilu buat provinsi ada pemilu buat kabupaten kota," sebut Mardani Ali Sera.

SUMBER

Apapun yang PKS katakan/usulkan.. maka lakukanlah sebaliknya.. emoticon-Malu (S)


emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)emoticon-Ngakak (S)
Diubah oleh valkyr1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lubizers dan 52 lainnya memberi reputasi
53
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
PKS Dorong Presidential Threshold Diturunkan Demi Cegah Politik Identitas
22-02-2021 15:58
Bagus sihh.. biar banyak partisifan capres..
profile-picture
profile-picture
profile-picture
murayh0 dan 3 lainnya memberi reputasi
3 1
2
profile picture
kaskus addict
22-02-2021 16:09
iya tapi apa? kelompok "pihak ketig" gini politik identitasnya bikin kacau
emoticon-Malu
DKI contohnya, selevel gubernur tapi bikin geger satu negara
4
profile picture
kaskus addict
22-02-2021 17:00
Biar pks bisa masukin 5 calon sekaligus : Anies Gatot Mardance Rizieq Dien
2
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 12:03
Benar sih. 2 capres hanya membelah masyarakat menjadi 2. Minimal capres itu enaknya 3 calon, jadi ketika 2 buruk kita masih ada 1 opsi calon pilihan. Ga kaya pilpres kemarin, dua-duanya buruk menurut ane tapi mau ga mau harus memilih salah satu jadinya karena gaada pilihan lain.
0
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 12:08
@deriandroid18 klo semua calonnya blangsak gmn?
1
profile picture
kaskus geek
23-02-2021 12:41
Capres banyak tp juga usulan dr partaik juga bukan seleksi partai , ujungny juga orang2 itu juga, truz apa bedanya sama dua capres
0
profile picture
kaskus holic
23-02-2021 13:45
Pilkada Jakarta lalu ada 3 tapi terbelah jadi 2 juga
CMIIW
0
profile picture
kaskuser
23-02-2021 16:06
@deriandroid18 otak lu sempit. mikir lu pendek. hahaha.. lha biar banyak kalo blangsak semua juga sama aje.. kalo udah 3 ntar lu minta tambah 1 lagi krn supaya ada pilihan lagi yang laen emoticon-Wkwkwk
0
profile picture
kaskus addict
23-02-2021 16:48
@matsuhita Setidaknya kalo ada 3 calon ketika lu memilih salah satu lu gaakan dilabeli ini itu. Bandingkan dengan yang hanya 2 calon, ketika lu milih 01 maka lu auto dicap cebong, ketika lu milih 02 lu auto dicap kampret. Kritik capres 01 auto dicap "lu kampret ya?". Ketika lu kritik capres 02 auto dicap "yaelah cebong bla bla"
0
profile picture
kaskus geek
23-02-2021 21:27
@deriandroid18 @matsuhita pilkada pilihan 3 tetap dua kubu kafir n muslim
D mandiin n kagak
😁
0
Memuat data ...
1 - 9 dari 9 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia