News
Batal
KATEGORI
link has been copied
124
Lapor Hansip
18-02-2021 11:01

BI (Kayaknya) Mau Turunkan Bunga, Rakyat Jelata Dapat Apa?

BI (Kayaknya) Mau Turunkan Bunga, Rakyat Jelata Dapat Apa?


Jakarta, CNBC Indonesia - Pada 18 Februari 2021, Bank Indonesia (BI) akan mengumumkan suku bung acuan terbaru. Pelaku pasar memperkirakan Gubernur Perry Warijyo dan kolega akan menurunkan BI 7 Day Reverse Repo Rate. Jika terwujud, maka akan menjadi pemangkasan pertama sejak November 2020.

Konsensus pasar yang dihimpun CNBC Indonesia menghasilkan angka median 3,5% untuk suku bunga acuan bulan ini. Artinya, ada pemotongan 25 basis poin (bps) dari posisi saat ini.


Institusi


BI 7 Day Reverse Repo Rate (%)

Bank Danamon


3.5

ING


3.75

CIMB Niaga


3.5

Citi


3.5

DBS


3.5

Mirae Asset


3.75

BNI Sekuritas


3.5

Maybank Indonesia


3.5

Bank Mandiri


3.5

Bahana Sekuritas


3.5

Moody's Analytics


3.75

UOB


3.5

BCA


3.75

MEDIAN


3.5


Pekan lalu, Gubernur Perry sudah memberikan kode keras soal potensi penurunan suku bunga acuan. Dalam Rapat Kerja dengan Komisi XI DPR, Perry kecewa dengan performa perekonomian Indonesia yang tidak sebaik perkiraan.
"Sejujurnya ini di bawah ekspektasi. Memang arahnya ada perbaikan, tetapi tidak secepat yang kami perkirakan," tutur Perry, sebagaimana dikutip dari Reuters.
Sebagai informasi, pada kuartal IV-2020 ekonomi Indonesia tumbuh -2,19% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya (year-on-year/YoY). BI sempat memperkirakan Produk Domestik Bruto (PDB) Tanah Air bisa tumbuh positif pada kuartal pamungkas tahun lalu.
Oleh karena itu, Perry menegaskan bahwa BI punya ruang untuk menurunkan suku bunga acuan demi mendorong pertumbuhan ekonomi. Namun langkah ini harus tetap memperhatikan stabilitas ekonomi, terutama stabilitas nilai tukar rupiah. 


Tenang, Rupiah (Rasanya) Baik-baik Saja


Well, sepertinya BI tidak perlu terlampau mencemaskan rupiah. Meski dua hari terakhir cenderung melemah, tetapi mata uang Ibu Pertiwi masih relatif perkasa. Dalam sebulan terakhir, rupiah masih menguat 1% di hadapan dolar AS.

Prospek stabilitas rupiah pun sepertinya masih terjaga. Ini bisa dilihat dari dua indikator, yaitu indeks volatilitas pasar saham (VIX Index) dan Dollar Index (yang mengukur posisi greenback di hadapan enam mata uang utama dunia). Jika dua indeks itu 'kalem', maka kemungkinan besar rupiah juga tidak akan gunjang-ganjing.

Dalam sebulan terakhir, indeks VIX anjlok 7,66% sementara Dollar Index terkoreksi 0,29%. Ini menandakan volatilitas di pasar sedang rendah dan investor sedang ogah bermain aman sehingga aset safe haven seperti dolar AS kurang diminati. 

Perkembangan tersebut membuat arus modal asing ke pasar keuangan Indonesia mengalir deras. Di pasar saham, investor asing membukukan beli bersih Rp 13,49 triliun sejak awal 2021. Dalam periode yang sama, kepemilikan asing di obligasi pemerintah bertambah Rp 17,28 triliun.

"Dengan derasnya aliran modal asing ke negara-negara berkembang, sepertinya posisi overweight terhadap aset yang sensitif terhadap suku bunga misalnya obligasi tenor panjang masih bisa diterima," ujar Putera Satria Sambijantoro, Ekonom Bahana Sekuritas, dalam risetnya. 


Bunga Deposito Sudah Turun Nih!


Sekarang apa kaitannya penurunan suku bunga dengan pertumbuhan ekonomi? Mengapa suku bunga yang lebih rendah bisa mendorong pertumbuhan ekonomi?
Saat ini, pembiayaan ekonomi nasional masih sangat mengandalkan perbankan. Menurut catatan Bank Dunia, 77,3% aset lembaga keuangan di Indonesia dikuasai oleh bank. Aset perbankan mencapai 55,4% PDB.
Jadi rumah tangga dan dunia usaha di Indonesia sangat tergantung kepada bank dalam menyediakan sumber dana untuk ekspansi. Sumber dana itu adalah kredit perbankan. 


Kalau bunga kredit perbankan masih tinggi, maka hasrat rumah tangga dan dunia usaha untuk melakukan ekspansi pun berkurang. Apalagi di tengah suasana yang serba prihatin karena pandemi virus corona (Coronavirus Disease-2019/Covid-19) seperti sekarang, tentu sulit mengharapkan ada ekspansi kalau bunga kredit masih ketinggian.
Apa yang membentuk suku bunga kredit?
Bank akan memberikan bunga kredit yang tinggi kalau bunga simpanan tinggi. Bunga simpanan mencerminkan biaya dana perbankan, seberapa besar duit yang harus keluar untuk membiayai kelangsungan usaha.
Bunga simpanan ditentukan oleh pergerakan suku bunga Pasar Uang Antar Bank (PUAB), pasar tempat bank saling meminjam untuk memenuhi kebutuhan likuiditas. Nah, BI 7 Day Reverse Repo Rate akan menentukan PUAB pada tenor pendek, tenor paling aktif diperdagangkan.
Pada 2020, BI sudah menurunkan suku bunga acuan sebesar 125 bps. Hasilnya, suku bunga simpanan turun bahkan lebih dalam dari itu.
Per November 2011, rata-rata suku bunga deposito tenor satu bulan (yang menjadi acuan biaya dana) di bank komersial adalah 4,48% per tahun. Sudah turun drastis 153 bps dibandingkan posisi yang sama tahun sebelumya.



Bunga Kredit Masih Mahal!


Memang betul suku bunga kredit bank sudah turun seiring tren pemangkasan suku bunga acuan dan simpanan. Namun laju penurunan bunga kredit perbankan belum secepat itu.

Sepanjang 2020, suku bunga Kredit Modal Kerja (KMK) turun 87 bps secara point-to-point. Sementara suku bunga Kredit Investasi (KI) dan Kredit Konsumsi (KK) masing-masing berkurang 65 bps dan 28 bps. 

Entah karena tidak ada permintaan karena ekonomi memang sedang lesu atau gara-gara suku bunga kelewat tinggi, penyaluran kredit perbankan tahun lalu mengalami kontraksi alias pertumbuhan negatif. Sesuatu yang belum pernah terjadi sejak krisis multi-dimensi 1998 yang sering disebut Krisis Moneter (Krismon). 

So, masih ada ruang yang sangat terbuka lebar bagi perbankan untuk menurunkan bunga kredit. Mungkin ini bisa dirangsang dengan menurunkan suku bunga acuan, yang bisa memangkas biaya dana perbankan.

Jika suku bunga kredit bisa turun lagi, dan memang masih sangat mungkin untuk turun lagi, maka rumah tangga dan dunia usaha mungkin akan lebih berminat mengakses pembiayaan perbankan. Saat rumah tangga dan dunia usaha siap melakukan ekspansi (berbekal kredit bank), maka niscaya ekonomi bisa tumbuh lagi.



https://www.cnbcindonesia.com/market...ta-dapat-apa/1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fc88 dan 12 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
BI (Kayaknya) Mau Turunkan Bunga, Rakyat Jelata Dapat Apa?
18-02-2021 11:03
Hindari utang kalo ga terpaksa amat, apalagi cuma buat gaya hidup.. biar ga berurusan dgn bunga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
weidenfeller dan 11 lainnya memberi reputasi
11 1
10
profile picture
kaskuser
18-02-2021 11:51
suku bunga turun g ada hubungannya ama utang bego. tingkat bunga utang itu kebijakan bank2 sendiri suku bunga bi hubungannya ama deposito jd bi turunin suku bunga biar masyarakat gak nyimpen duitnya di bank dalam bentuk deposito tp lbh di arahkan buat belanja investasi biar ekonomi muter
7
profile picture
kaskus addict
18-02-2021 12:25
@tea8 bodo amat
0
profile picture
kaskus addict
18-02-2021 18:44
@tea8 masalahnya suku bunga turun, tapi biasanya ga diikuti oleh turunnya bunga kredit. Jadi kalau hutang, ya tetap saja bayar bunga kredit, sedangkan pendapatan saat corona bisa jadi turun. Jadi semakin sulit melunasi hutang.

Makanya, sebisa mungkin sebelum corona atau resesi, harusnya kaum menengah ke bawah itu berjuang keras, kumpulkan uang yang banyak. Jangan dipake ngehedon dan nyicil hal tidak penting.

Belanja hanya untuk kebutuhan dan secukupnya, bukan karena keinginan.
1
profile picture
kaskus addict
18-02-2021 19:49


Yg psti biar hdup kita tnang.g kpkran tiap blnnya
0
profile picture
kaskus addict
19-02-2021 06:48
💯💯💯💯💯
0
profile picture
aktivis kaskus
19-02-2021 12:24
@gmc.yukon
Bodo amat atau amat bodo ? emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus addict
19-02-2021 15:53
Aduh deposito dr perbulan 500k d potong aja terus. Pantes kok skg cuman dpt 300k asem
0
Memuat data ...
1 - 7 dari 7 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia