News
Batal
KATEGORI
link has been copied
130
Lapor Hansip
17-02-2021 09:34

Harga Rumah Masih Naik Tapi Terus Melambat, Tanda Apa?

Harga Rumah Masih Naik Tapi Terus Melambat, Tanda Apa?

Jakarta, CNBC Indonesia - Kenaikan harga rumah mengalami perlambatan kenaikan di kuartal keempat tahun lalu. Sementara itu penjualan rumah di pasar primer juga masih terkontraksi. Hal ini tercermin dari laporan Bank Indonesia (BI) dalam survei harga properti residensial yang rutin dilakukan bank sentral nasional tersebut. 
BI melaporkan indeks harga properti residensial (IHPR) pada kuartal IV-2020 tumbuh 1,43% (yoy) lebih rendah dari kuartal sebelumnya yang mencapai 1,51% (yoy). Apabila ditinjau secara kuartalan pun IHPR tercatat melambat.

Pertumbuhan IHPR pada periode Oktober-Desember 2020 mencapai 0,22% (qtq). Padahal di kuartal ketiga pertumbuhan IHPR tercatat naik 0,42% (qtq). Perlambatan harga terjadi pada seluruh tipe rumah terutama untuk kategori rumah besar yang tumbuh 0,81% (yoy). Padahal di kuartal tiga masih tumbuh 0,94% (yoy).

Perlambatan pertumbuhan harga rumah secara kuartalan tersebut sejalan dengan melambatnya inflasi biaya tempat tinggal yang dikeluarkan oleh rumah tangga di kuartal terakhir tahun lalu. 
Indeks Harga Konsumen (IHK) untuk sub-kelompok pemeliharaan, perbaikan dan keamanan tempat tinggal atau perumahan tumbuh 0,19% (qtq) atau melambat dibanding kuartal sebelumnya di angka 0,51% (qtq).
Perlambatan kenaikan harga rumah juga masih dibarengi dengan kontraksi volume penjualan. Pada tiga bulan terakhir tahun 2020 volume penjualan rumah mengalami kontraksi 20,6% (yoy). 
Volume penjualan rumah membaik dari kuartal III-2020 yang tercatat mengalami kontraksi sebesar 30,9% (yoy). Meski mengalami perbaikan tetapi volume penjualan rumah masih jauh lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2019. 
BI mencatat penjualan rumah pada kuartal keempat tahun 2019 tercatat masih tumbuh 1,19% (yoy). Kontraksi volume penjualan rumah terjadi pada semua tipe rumah. Untuk tipe rumah besar volume penjualannya menurun 36,6% (yoy) pada periode Oktober-Desember 2020.

Sementara untuk rumah tipe menengah dan kecil kontraksinya masing-masing sebesar 24,1% (yoy) dan 15,1% (yoy) pada periode yang sama. Penurunan penjualan rumah ini tak lepas dari adanya pandemi Covid-19 yang membuat ekonomi RI jatuh ke jurang resesi untuk pertama kalinya sejak krisis moneter tahun 1998.

Penyebab Jualan Rumah Masih Susah

Seiring dengan kebijakan bank sentral yang secara agresif menurunkan suku bunga acuan, suku bunga kredit perbankan pun turun. Suku bunga kredit untuk kepemilikan rumah (KPR) pun berangsur turun. 

Dalam satu tahun terakhir, suku bunga kredit KPR dan KPA perbankan turun 57 basis poin (bps) dari 9,12% (Desember 2019) menjadi 8,55% (Desember 2020). Penurunannya kurang terlalu agresif dibanding penurunan suku bunga acuan yang sudah mencapai 125 bps. 

Perlambatan penyaluran kredit KPR dan KPA juga menjadi faktor lain yang membuat penjualan rumah masih loyo. Maklum rumah merupakan salah satu aset yang terbilang mahal. Susah rasanya bagi masyarakat secara umum untuk membeli rumah dengan uang tunai.  

Dalam survei BI, setidaknya tiga perempat dari total responden membeli rumah menggunakan fasilitas kredit KPR dari perbankan. Kendati sudah mengalami penurunan, masih banyak responden yang mengatakan bahwa suku bunga KPR dan KPA kemahalan. 
Hal ini terutama dikeluhkan oleh masyarakat yang ingin membeli tipe rumah yang kecil. Maklum, tipe ini merupakan tipe rumah yang biasanya disasar oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. 
Selain masalah PSBB dan suku bunga yang dinilai tinggi. Faktor lain yang membuat penjualan properti kurang moncer adalah proporsi uang muka yang tinggi, perizinan dan birokrasi perbankan serta kenaikan harga bahan bangunan. 
Lesunya sektor perumahan dan properti di Tanah Air membuat output perekonomian (PDB) di sektor ini mengalami perlambatan secara beruntun meski masih tumbuh positif.
PDB lapangan usaha untuk sektor real estat tumbuh 1,25% (yoy) pada kuartal terakhir 2020. Pada periode yang sama tahun 2019, pertumbuhannya masih 5,88% (yoy).
Prospek perekonomian Indonesia dinilai akan lebih baik tahun ini. Namun dengan masih berlakunya pembatasan sosial, penyaluran kredit yang terbatas, penurunan suku bunga yang agresif kemungkinan penjualan rumah juga belom bisa terdongkrak signifikan. 
BI pun memperkirakan harga rumah masih tumbuh terbatas pada kuartal pertama tahun ini. 


https://www.cnbcindonesia.com/news/2...mbat-tanda-apa
profile-picture
profile-picture
profile-picture
fc88 dan 14 lainnya memberi reputasi
13
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Harga Rumah Masih Naik Tapi Terus Melambat, Tanda Apa?
17-02-2021 13:06
iya gan, ane aja ini alhamdulillah masih ngontrak, semoga cepet kebeli rumah.. aamiin alhamdulillah.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
profile picture
kaskus addict
17-02-2021 13:13


Aamiin , semoga lekas beli rumah baru bre emoticon-Smilie
0
profile picture
kaskus freak
17-02-2021 13:30


Amin...

Semoga tahun ini ente bisa beli rumah sendiri...

emoticon-Shakehand2
0
profile picture
kaskus addict
17-02-2021 19:59
Aamiin semoga lekas kebeli gan
0
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia