News
Batal
KATEGORI
link has been copied
114
Lapor Hansip
07-02-2021 22:30

Politisi PKS Nilai Pasar Muamalah Tak Langgar UU, Analogikan seperti Tempat Bermain

Politisi PKS Nilai Pasar Muamalah Tak Langgar UU, Analogikan seperti Tempat Bermain


JAKARTA, KOMPAS.com – Keberadaan pasar muamalah di Jalan Raya Tanah Baru, Beji, Depok, Jawa Barat ramai diperbincangkan warganet di media sosial beberapa waktu belakangan.

Sebab, transaksi jual beli di pasar tersebut tidak menggunakan mata uang rupiah, melainkan koin dinar dan dirham.

Menanggapi hal itu, anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera ( PKS), Bukhori Yusuf menilai, pasar muamalah merupakan sebuah komoditas kegiatan bisnis tersebut.


Baca juga: Fakta-fakta Penangkapan Zaim Saidi, Pendiri Pasar Muamalah Depok

Sedangkan dinar dan dirham, menurut Bukhori adalah sebagai uang komplementer dalam transaksi pasar tersebut. Dinar dan dirham juga dibeli menggunakan rupiah.

"Kalau pasar muamalah, saya melihatnya ini kegiatan bisnis. Kegiatan pasar yang kalau saya mendengar dari klarifikasi video dari Zaim Saidi langsung itu di situ tidak ada misalnya dinar dan dirham itu sebagai mata uang, tetapi merupakan salah satu komoditas," kata Bukhori dalam diskusi bertajuk "Khilafah Berkedok Pasar Muamalah ?", Minggu (7/2/2021).

"Artinya kalau dia salah satu komoditas, dia hanya menjadi uang komplementer," ucap Bukhori.

Bukhori lantas menganalogikan pasar muamalah seperti tempat bermain yang ada uang komplementernya.


Baca juga: Polri Sebut Zaim Saidi sebagai Inisiator, Pengelola, dan Penyewa Lapak Pasar Muamalah


Menurut dia, ketika melakukan kegiatan di tempat bermain, maka orang harus membeli koin dan tidak bisa langsung memakai uang.

"Kalau itu, saya kira memang tidak ada sesuatu yang kemudian dilanggar terkait dengan undang-undang masalah keuangan dan juga Peraturan Bank Indonesia," ujar Bukhori.

Bukhori menambahkan, polisi perlu mendalami lebih lanjut jika kegiatan di pasar mualmalah dianggap sebagai kegiatan yang akan mengganti rupiah.

"Saya kira itu juga perlu didalami toh kemudian emas dan perak itu dicetak melalui Antam semuanya," ucap dia.


Baca juga: Tersangka, Pendiri Pasar Muamalah Zaim Saidi Terancam 1 Tahun Penjara

Terkait beredarnya stempel-stempel pada koin di Pasar Muamalah, anggota Komisi VIII DPR ini mengganggap hal itu biasa dilakukan pada sebuah koin.

"Namanya koin, dia bukan sebuah mata uang, ya silakan-silakan saja. Wong dia ditukar dengan padi, ditukar dengan singkong, dan makanan-makanan lain," kata Bukhori.

"Artinya bahwa kalau itu sebuah praktiknya saya kira tidak ada sesuatu yang kemudian dilanggar, tidak ada sesuatu yang kemudian tumpang tindih," ucap dia.


SUMBER : https://nasional.kompas.com/read/202...-tempat?page=1
profile-picture
profile-picture
profile-picture
delia.adel dan 9 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Politisi PKS Nilai Pasar Muamalah Tak Langgar UU, Analogikan seperti Tempat Bermain
07-02-2021 23:33
Quote:Original Posted By u12c
Pada prinsipnya, barter atau jubel, dasarnya adalah akad penjual dan pembeli, tanpa ada saling mencurangi dan saling merugikan satu sama lainnya. Tinggal telaah saja apakah ada kecurangan atau gak disana.
Hal ini akan masuk pelanggaran hukum jika barang yg ditransaksikan adalah barang terlarang dalam aturan hukum. Cek lagi jenis barangnya.
Dalam kasus ini, dianggap terlarangnya adalah barter menggunakan dinar / dirham. Okelah...
Kemudian bagaimana jika barternya bukan menggunakan dinar / dirham, tapi menggunakan emas / perak? Masihkah terlarang?
Klo masih terlarang, bingung jadinya, sebenernya barter itu dilarang aturan atau ngga sih? Trus adakah aturan yg mengatur tata cara barter ?
Lumayan absurd nih kasus..



Absurd apanya? emoticon-Cape d...

Bukannya sudah ada UU bahwa semua transaksi di Indonesia harus menggunakan Rupiah?

Gampangnya gini deh, kalau pakai analogi kadrun.....
Kalau duit dinarnya kita ganti Yuan China, jadi jual beli di pasar itu pakaui duit Yuan, dan harga barangnya juga dalam Yuan. PKS dan kadrun2 lain ribut nggak?

Kalau pakai Yuan nggak ribut, maka boleh deh pakai dinar di sonoh. emoticon-Embarrassment


profile-picture
profile-picture
profile-picture
pradanto17 dan 14 lainnya memberi reputasi
15 0
15
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 00:15
Masalahnya, dinar / dirham termaksud itu bukan mata uang, lebih tepat disebut perhiasan. Ngambilnya juga dari Antam. Dan Antam tidak membuat mata uang. Dia produk emas perhiasan. Darimana agan menyebut dinar / dirham termaksud sebagai mata uang? Mata uang dinar dirham mana yg dicetak oleh Antam ?
Kedua, transaksi termaksud itu lebih cenderung kepada barter, bukan transaksi sebagaimana dimaksud dalam UU. Itu tukar menukar antara barang kebutuhan dengan emas perhiasan.
Gw ngomong pakai logika fair gw.. bukan logika kadrun. Krn gw bukan kadrun. Gw jg gak bilang melanggar aturan atau tidak melanggar aturan terkait kasus termaksud. Gw cuman bilang absurd.. klo dinar / dirham produk Antam yg digunakan itu adalah mata uang negara tertentu, no case. Dah jelas melanggar aturan. Sama kasus klo transaksinya pakai Yuan.
Tapi dalam kasus ini, dinar / dirham dalam bentuk koin termaksud bukan kategori uang.
Lah embuh.. mumeti. emoticon-Traveller
1
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 06:29
@u12c muter muter ae, ruwet pikiranmu, ndang tangi sik
0
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 06:51
@u12c mari kita ikutin logika berpikir lw. Misalnya ada perusahaan memesan emas dengan bentuk sama persis dengan koin Yuan/Israel/Amerika dalam jumlah banyak. Dikarenakan nih perusahaan punya supermarket retail yang tersebar di seluruh Indonesia, nih perusahaan menerapkan kebijakan proses pembelian dilakukan dengan penukaran menggunakan koin yuan tersebut. Ini jadi sah2 aja? Bukan merupakan alat pembayaran ya?

emoticon-Ultah

Fyi,
Dinar emas berdasarkan Hukum Syari'ah Islam adalah uang emas murni yang memiliki berat 1 mitsqal atau setara dengan 1/7 troy ounce, sedangkan Dirham perak Islam berdasarkan ketentuan Open Mithqal Standard (OMS) memiliki kadar perak murni dengan berat 1/10 troy ounce, atau setara dengan 3,11 gram.
2
profile picture
kaskus maniac
08-02-2021 06:58
Klo bukan mata uang, knp barang yg dibeli dgn dinar dan dirham boleh dibawa pulang? Lu pikir barter? Gunanya rupiah apaan klo bukan sebagai alat jual beli? Klo fungsinya cuma alat tukar dan gak ada transaksi jual beli boleh lu komen gini @u12c
1
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 07:26
Bntr....ane bingung ya.. d batang jawa tengah ad pasar yg cm ad d hr minggu. Lupa apa namanya. Buat beli makanan atau souvenir dsana pake koin tanah liat. Jd pas dtg kita harus tuker duit k koin tanah. Pas pulang sisa koin bisa dibalikin lagi jd duit.

Itu gmn?
0
profile picture
kaskuser
08-02-2021 08:13
@babysitter89 ini maksudnya gan?

https://radarpekalongan.co.id/91325/belanja-dengan-mata-uang-kreweng-di-minggon-jatinan-jadoel-di-hutan-rajawali-batang/

coba tanya kaskuser2 cerdas dimari gan, gpp kali ya, yang ga boleh atau melanggar hukum itu kalau yang berbau Islam emoticon-Malu (S)

-1
profile picture
kaskuser
08-02-2021 08:16
https://radarpekalongan.co.id/91325/belanja-dengan-mata-uang-kreweng-di-minggon-jatinan-jadoel-di-hutan-rajawali-batang/

tolong pendapat profesionnalnya gan, perlu diciduk ga pengelolanya nih
0
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 08:40
@p1p1 hehe, pernah mikir jernih gak.. kenapa hal yg berbau islam sering bermasalah dengan hukum

itu krn pola pikir anda yg menganggap semua berbau islam selalu benar, padahal "oknum" bertebaran dimana mana

agama anda dijelekin di depan mata oleh perbuatan pengelola pasarnya sendiri yg melanggar 2 hal penting dlm Islam:
jubel uang dan riba..

masih mau dibela? emoticon-Big Grin
paling gampang jualan agama toh
5
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 10:17
Dah gini ajah, klo diantara agan ada yg bisa mastiin bahwa dinar dirham yg digunakan untuk transaksi itu adalah mata uang, kita close aja perdebatan ini. Itu jelas menyalahi Undang Undang.
Begitu juga klo ada agan yg bisa mastiin bahwa dinar dirham ntu adalah masuk kategori perhiasan, maka kita close ajah dengan simpulan bahwa transaksi ntu bukan kategori transaksi jual beli sebagaimana dimaksud Undang Undang. Tapi lebih cenderung kepada barter barang, dimana barang yg digunakan itu adalah kesepakatan penjual pembeli.
Lepas dari itu, sebenernya ini adalah strategi metode pemasaran. Cuman karena ada bumbu2 khilafah dan transaksi islami, maka ribut.
Padahal dinar dirham juga bukan mata uang islami. Sama seperti onta juga bukam hewan islami. Cuman pada jaman nabi, emang belum dikenal uang kertas apalagi emoney, blm juga kenal sepeda apalagi mobil. Wis kono do mikir dewe2, penting aja ngalokne mring sing beda pendapat. Bisa saja saya salah, agan benar. Bisa juga sebaliknya.
0
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 11:19
@p1p1 lah iya..kreweng. soalnya ane pernah main ksana. Emang unik sih.
Ane buka mmprmasalahkan sesuatu krna berbau islam atau barter. Tp sepertinya tujuan pasar itu diadakan agar keunikannya tsbt membuat umkm sana laku meski cm weekend doang. Itu penarik. Jd pengunjung tuker duit ke koin tanah liat biar belanja serasa di jaman kuno. Dan emang rame.

Dan timezone jg gt kan. Hadiahnya boleh dbawa pulang.
1
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 11:20
@u12c mungkin seperti yg pakai kreweng, koin time zone itu ad izinnya. Tp yg kasus ini blm dpt ijin negara mungkin. Jd mereka kan ga bayar pajak
0
profile picture
kaskus addict
08-02-2021 12:05
@babysitter89 nah klo kaya gini artinya kan bukan bermasalah di transaksi terlarangnya, tetapi ijin penyelenggaraan. Sama kek Mall Supermarket klo gak ada ijin juga dianggap pelanggaran aturan.
Ini masuk akal juga.. emoticon-Shakehand2
1
Memuat data ...
1 - 12 dari 12 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia