News
Batal
KATEGORI
link has been copied
235
Lapor Hansip
22-01-2021 11:58

Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah Secara Epidemiologi

Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah Secara Epidemiologi

Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengomentari upaya 3T atau testing, tracing dan treatment terkait penanganan COVID-19. Menurut Budi, testing Corona di Indonesia selama ini salah secara epidemiologi.

Dalam 'Dialog Warga 'Vaksin & Kita' Komite Pemulihan Ekonomi % Transformasi Jabar' yang disiarkan di YouTube PRMN SuCi seperti dikutip Jumat (22/1/2021), Menkes Budi Gunadi berbicara soal strategi mengatasi pandemi seperti yang disampaikan WHO. Menurut Menkes mengutip WHO, mengatasi pandemi tak terbatas hanya di upaya vaksinasi maupun soal rumah sakit.

"Ini kan belum sebulan kan, baru 3 minggu saya jadi Menkes. Sebenernya itu tadi, kita setiap hujan sibuk ngepel, padahal bocornya nggak pernah ditambel. Masalah bukan di... WHO juga bilang strategi ngatasin pandemi itu bukan hanya vaksin. Bukan hanya ngurusin RS, itu mah udah di ujung, udah telat," ucap Budi.

Menurut Menkes Budi Sadikin, yang harus diurus saat ini yakni perubahan protokol kesehatan pasca-pandemi dan sebelum pandemi yang beda. Dia mengungkit peristiwa jet menabrak Twin Tower di Amerika Serikat.

"Sama kayak dulu tuh ada jet nabrak twin tower di Amerika, jebret. Saya kan naik pesawat sering, itu berubah kan protokol naik pesawat," ucap Budi Sadikin.

Menurutnya, manusia bisa beradaptasi dengan perubahan protokol transportasi udara. Dia yakin seharusnya protokol kesehatan di setiap industri setelah adanya COVID-19 juga harus beradaptasi dan semua pihak yang ahli harus dilibatkan.

"Itu yang aku bilang mesti ditata dari sekarang dan nggak bisa sendiri, mesti tanya orang-orang yang ngerti," kata Budi.

Setelahnya Budi Sadikin mengomentari 3T tadi. Dia menyebut 3T ini penting seperti analogi menambal kebocoran ketika hujan, bukan hanya sibuk mengepel.

Menurut Menkes Budi Sadikin, testing Corona saat ini salah secara epidemiologi. Penyebabnya, testing tinggi itu sebagian di antaranya menyasar kepada pihak yang itu-itu saja.
Satu orang bisa dites sampai berkali-kali dan masuk hitungan testing. Budi Sadikin mencontohkan dirinya yang seminggu bisa dites 5 kali. Dia menilai itu tidak efektif karena seharusnya yang dites adalah suspek Corona.

"Kita tuh nggak disiplin. Cara testingnya salah. Testingnya banyak, tapi kok naik terus. Habis, dites orang kayak saya. Setiap kali mau ke Presiden dites, (ke) Presiden dites. Barusan saya diswab. Seminggu bisa 5 kali swab karena masuk Istana. Emang bener gitu? Testing kan nggak gitu harusnya kan," sebut Budi Sadikin.

"Testing itu kan, testing epidemiologi ya aku diajarin tuh sama temen-temen dokter, bukan testing mandiri. Yang dites tuh orang yang suspek, bukan orang yang mau pergi kayak Budi Sadikin mau ngadep Presiden. Nanti 5 kali (dites) standar WHO kepenuhi tuh, 1 per 1.000 per minggu, tapi nggak ada gunanya testingnya secara epidemiologi,"imbuh dia.

Mantan Wamen BUMN itu menyebut hal seperti itu harus dibereskan. Dia berharap kerja sama dari semua pihak.

"Hal hal yang gitu-gitu yang mesti diberesin. Sebagian ada di tempat saya urusan testing tracingnya, walaupun saya mesti minta bantuan Kang Emil karena sekarang kan puskesmas tidak di bawah saya padahal saya harus pakai itu puskesmas.
Gubernur bisa bilang, bukan di bawah saya juga itu, di bawah bupati wali kota. Kan jadi tambah complicated ini dengan UU Otonomi Daerah," ucap Menkes Budi Sadikin.

Sumber Berita

Sudah hampir setahun baru bangun setelah ganti orang.
Diubah oleh saya.kira
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jlamp dan 45 lainnya memberi reputasi
44
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Menkes Sebut Testing Corona di RI Salah Secara Epidemiologi
22-01-2021 12:18
Keren ni pak menteri.. analisa fundamental khas ekonom,
Hadir dan ga afk kaya teracloud
profile-picture
profile-picture
profile-picture
ventisca dan 4 lainnya memberi reputasi
5 0
5
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 15:07


Masih ada 1 lgi yg AFK
Sayang ga bisa diganti
0
profile picture
aktivis kaskus
22-01-2021 18:45
Hajahahahanjir ngakak gue denger terracloud emoticon-Ngakak
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:08
@xrm.xrn siapa dan dari kementerian apa ?
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:12
@maria.olivia bukan mentri
Itu lho yg menang pemilu 2019
Yg uda tua bangkotan kerjaannya cuma AFK
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:21
@xrm.xrn oh kalau yang itu tugasnya sudah selesai begitu KPU resmi umumkan pemenangnya. emoticon-Embarrassment
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:21
Wapres kau itu AFK mulu emoticon-Smilie
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:26
Itu ada yang lebih afk, ngefeed tapi kokoh jabatannya emoticon-Wkwkwk
0
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 20:40
@maria.olivia yah sebenernya lebih bagus AFK sih drpd tar jadi hard feeder emoticon-Najis
1
profile picture
kaskus maniac
22-01-2021 22:19
Ada yg AFK, kerjanya cuma pas konpers emoticon-Big Grin
-1
profile picture
kaskus addict
22-01-2021 23:17
@casper69 klo yg d jkt sih no comment yah
Dr media emang tolol banyolan
Tpi gw cek web LN.entah knp DKI bnyk dpt apresiasi
Penghargaannya jg d taun 2019 - 2020
Entah gw harus percaya yg mana bingung
0
profile picture
kaskus maniac
22-01-2021 23:59
@xrm.xrn Sebagai warga DKI, kita harus percaya dengan apa yg kita lihat, kita rasakan dan kita alami, bukan dari katanya hanya krn pendukung fanatik.
0
profile picture
kaskus addict
23-01-2021 01:01
@casper69 @xrm.xrn dishare aja web LN yg agan maksud apa... biar bs kt cek ramai2 (ini netral lo)
0
profile picture
kaskus addict
23-01-2021 07:20
@MoodyMoodPecker @casper69 coba cek forum skyscrapercity (itu web2 infrastruktur LN)
Masuk bagian asia aja

Dan beberapa postingan youtube bnyk jg kok
0
profile picture
23-01-2021 10:45
lalu bagaimana analisa teknikalnya kisanak?
0
profile picture
kaskus maniac
24-01-2021 08:27
anda terlalu polos...
0
Memuat data ...
1 - 15 dari 15 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia