News
Batal
KATEGORI
link has been copied
225
Lapor Hansip
20-01-2021 09:54

Kolapsnya RS Rujukan Jabodetabek, Antrean UGD, Pasien Meninggal karena Terlantar

Kolapsnya RS Rujukan di Jabodetabek, Antrean UGD hingga Pasien Meninggal karena Terlantar



Kolapsnya RS Rujukan Jabodetabek, Antrean UGD, Pasien Meninggal karena Terlantar


Kasus Covid-19 yang belakangan melonjak di Indonesia imbas dari libur panjang dan berbagai kerumunan, termasuk penyelenggaraan Pilkada serentak Desember lalu, telah membuat fasilitas kesehatan tak berdaya.

Fenomena "lumpuhnya" fasilitas kesehatan ini bahkan dilaporkan terjadi di Ibu Kota Indonesia, yang memiliki fasilitas lebih banyak dan lebih lengkap dibandingkan daerah lain.

Kota penyangga di sekitar Ibu Kota, seperti Bogor, Depok, Tangerang, dan Bekasi pun mengalami kejadian serupa di mana fasilitas kesehatan tak mampu lagi menampung ledakan kasus.

Seberapa gawat kondisi Covid-19 di wilayah Jabodetabek saat ini? Bagaimana kondisi fasilitas kesehatan sesungguhnya? Simak ulasannya di bawah ini:

Pasien darurat harus antre masuk UGD di Jakarta

Koalisi Lapor Covid-19 mengabarkan bahwa sejumlah pasien positif Covid-19 domisili Jakarta, yang butuh penanganan sesegera mungkin, kesulitan untuk mengakses layanan rumah sakit (RS).

Hal ini dikarenakan seluruh tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya telah penuh terisi.

Lapor Covid-19 mengklaim telah menghubungi 60 RS rujukan Covid-19 di Jabodetabek, tetapi hasilnya nihil.

"Kami sudah menghubungi Menteri Kesehatan, Gubernur DKI Jakarta, dan banyak pihak lain. Katanya sedang dicari, tapi belum ada sampai sekarang," kata relawan Lapor Covid-19 Ahmad Arif, Selasa (19/1/2021) siang.

Arief menjelaskan, di antara pasien tersebut ada seorang ibu dan bayinya yang masih berusia tiga tahun. Mereka merupakan pasien bergejala yang butuh penanganan segera.

Pada Selasa sore, relawan tersebut melaporkan bahwa sang ibu dan anak telah dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Jakarta Pusat.

Namun, mereka tidak bisa langsung menjalani perawatan di Intensive Care Unit (ICU) karena seluruh tempat tidurnya sudah terisi.

"Masih harus antre," ujar Arif, yang menyesalkan kolapsnya RS di Jabodetabek di saat banyak orang butuh perawatan.

"Poinnya, saat ini rumah sakit sudah kolaps," imbuhnya.

Di lain pihak, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mengklaim masih ada tempat tidur untuk pasien Covid-19 yang tersisa, meski jumlahnya sangat sedikit.

Menurut Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria, atau Ariza, tempat tidur khusus pasien Covid-19 di wilayah Ibu Kota masih tersisa 13 persen.

Berdasarkan data Pemprov DKI, Jakarta memiliki total 7.827 tempat tidur isolasi dan 1.063 tempat tidur ICU yang tersebar di 101 RS rujukan.

Sebanyak 6.816 tempat tidur isolasi dan 871 tempat tidur ICU sudah terisi hingga Selasa kemarin.

Akumulasi kasus Covid-19 di Jakarta hingga Selasa (19/1/2021) adalah sebanyak 232.289 kasus, 19.215 di antaranya merupakan kasus aktif.

Sebanyak 209.238 pasien telah dinyatakan sembuh, sedangkan 3.836 lainnya meninggal dunia.

Warga Depok positif Covid-19 meninggal di jalan

Lapor Covid-19 sebelumnya juga melaporkan seorang warga domisili Depok, Jawa Barat, meninggal di taksi online dalam keadaan menderita gejala Covid-19.

Ia meninggal dalam perjalanan mencari rumah sakit yang menerima pasien Covid-19, setelah sebelumnya ditolak oleh 10 rumah sakit.

Insiden terjadi pada 20 Desember lalu, berdasarkan laporan keluarga yang diterima oleh Lapor Covid-19.

"Anggota keluarganya meninggal di taksi daring setelah ditolak 10 rumah sakit rujukan Covid-19," ujar Lapor Covid-19 dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/1/2021).

Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok Novarita secara terpisah mengakui Instalasi Gawat Darurat sudah dipenuhi oleh pasien Covid-19.

"Akhirnya (pasien tersebut) nyari-nyari sendiri, mungkin sampai ke 10 rumah sakit," kata Novarita, Sabtu (16/1/2021). Ia menambhakan, Dinas Kesehatan Depok tengah mencari identitas sang korban.

Alarm soal ancaman kolapsnya fasilitas kesehatan (faskes) di Depok sudah berbunyi sejak akhir November 2020.

Saat itu okupansi ruang isolasi Covid-19 dari dua rumah sakit milik pemerintah, yakni RSUD Kota Depok dan RS Universitas Indonesia, mulai menyentuh 80 persen.

Pada 29 Desember 2020, ketika pasien aktif Covid-19 menyentuh angka 3.343 orang, Direktur RSUD Kota Depok Devi Maryori mengatakan bahwa IGD di rumah sakit tersebut sudah penuh.

Akibatnya, pasien mesti mengantre untuk bisa mendapatkan perawatan.

Saat ini, jumlah pasien aktif Covid-19 di Depok berjumlah 4.284 orang, terbanyak selama 10 bulan pandemi melanda.

Sementara untuk kasus kumulatif Covid-19 di Depok hingga Senin kemarin adalah 22.248 kasus. Sebanyak 17.458 di antaranya dinyatakan sembuh, dan 506 orang meninggal dunia.

ICU Kota Tangerang Selatan penuh

Hingga Selasa kemarin, Kota Tangerang Selatan hanya menyisakan 33 tempat tidur kosong untuk pasien positif Covid-19. Sementara itu, tempat tidur ICU sudah terpakai seluruhnya.

Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Tangerang Selatan Deden Deni menjelaskan, terdapat sekitar 509 tempat tidur isolasi dan 31 tempat tidur ICU bagi pasien Covid-19 di kota tersebut.

"Tempat tidur isolasi tersedia 33, sedangkan tempat tidur ICU terpakai 31," ujarnya.

Pemkot Tangerang Selatan pun mulai membangun tenda di pusat karantina Rumah Lawan Covid-19, Selasa.

Koordinator Bidang Penanganan Satgas Covid-19 Tangerang Selatan, Suhara Manulang, mengatakan akan ada sekitar 16 tenda yang memuat 150 tempat tidur isolasi.

Dengan demikian, kapasitas tempat tidur isolasi di Rumah Lawan Covid-19 akan meningkat menjadi 300.

Total kasus Covid-19 di Tangerang Selatan hingga Selasa adalah 4.396 kasus, 551 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 3.604 pasien dilaporkan sembuh dan 241 lainnya wafat.

Bogor mulai operasikan RS darurat

Pemerintah Kota Bogor, Jawa Barat, mulai mengoperasikan rumah sakit darurat (RSD) di kawasan GOR Pajajaran, Senin (18/1/2021), seiring melonjaknya kasus positif Covid-19.

Rumah sakit yang dikhususkan untuk pasien bergejala ringan tersebut memiliki 64 tempat tidur, 11 dokter umum, dan 44 perawat.

Wali Kota Bogor Bima Arya menuturkan, kasus Covid-19 di kota tersebut terus meningkat, ditandai dengan semakin penuhnya rumah sakit rujukan Covid-19 di Bogor.

"Jika ditanya seberapa darurat, sangat darurat. Saya harus katakan hal itu kepada warga Kota Bogor. (Pembukaan RSD) ini adalah ikhtiar kita untuk semaksimal mungkin menyelamatkan sebanyak mungkin nyawa manusia di Kota Bogor," ujar Bima saat peresmian RS darurat tersebut.

Untuk pertama kalinya, kasus harian Covid-19 di Kota Bogor menembus angka 100, yakni terdapat 120 penambahan kasus baru pada Selasa (19/1/2021).

Dengan penambahan tersebut, total kasus positif Covid-19 di Kota Bogor menjadi 6.936, 1.275 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 5.515 dinyatakan sembuh, dan 146 meninggal dunia.

Bekasi tambah tempat tidur isolasi

Pemerintah Kota Bekasi, Jawa Barat, menambah tempat tidur isolasi bagi pasien Covid-19 di beberapa fasilitas kesehatan, termasuk di RSD Stadion Patriot Candrabhaga Bekasi yang mendapat tambahan 10 tempat tidur.

"Kami tambah tempat tidur isolasi di RSD Stadion Patriot Candrabhaga, (yang tadinya ada 55 unit) sekarang ada 65 unit," ujar Wali Kota Bekas, Rahmat Effendi, Selasa (19/1/2021).

Pria yang akrab disapa Pepen tersebut mengatakan, sejumlah tempat tidur juga ditambahkan di beberapa rumah sakit umum daerah (RSUD). Namun, dia tidak merinci data tersebut.

Jumlah kasus Covid-19 di Kota bekasi hingga Selasa adalah 19.610 kasus, 1.601 di antaranya merupakan kasus aktif. Sebanyak 17.682 dinyatakan sembuh, dan 327 lainnya meninggal dunia.


https://megapolitan.kompas.com/read/...ninggal?page=3


Ngeri coy emoticon-Takut


profile-picture
profile-picture
profile-picture
kimha420 dan 31 lainnya memberi reputasi
32
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kolapsnya RS Rujukan Jabodetabek, Antrean UGD, Pasien Meninggal karena Terlantar
20-01-2021 10:17
Ayolah buka rs darurat.

Relawan dah pada gatel nih.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tepsuzot dan 2 lainnya memberi reputasi
3 0
3
profile picture
kaskus maniac
20-01-2021 11:04
relawan juga ada batasnya ,
lebih baik pengobatan pakai telemedicine dan di rumah
1
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 14:47
Relawan yg udah berjuang dari dulu pasti ada titik jenuh nya gan, yg masih semangat pun banyak,
Pdhal ga da salahnya buka peluang untuk jadi relawan berdasarkan orang2 yg pernah ngurusin keluarganya covid isman drmh,
Toh upaya yg dilakuin pemerintah dan seperti psbb, ppkm, lockdown mini hasilnya ga memuaskan.
Tiap RT ato RW sewa bangunan, relawannya yg udah pengalaman, ane yakin tertangani.
Yg gawat2 baru masukin RS, yg sedang2 bisa diluar RS
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 16:43
Tenaga kesehatan darimana? RS darurat nya bisa bangun cepat, dokter perawatnya itu kagak bisa 1 bulan lags wisuda coyyy
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 16:46
@dimasew peluang relawan itu sudah dibuka seluas luasnya.. DKI bahkan minta keluar daerah, tapi emang susah dptnya. Lagian perawat sama dokter itu terbatas bray. Hal sperti ini sudah di warning sejak awal2 pandemi, tp org justru dengerin provokasi hoax. Vangke emang
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 16:48
Emang separah apa ketika orang kena corona?
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 17:37
@hansipjutek kalo fatal itu ya parah bos. Susah napas dlm triage masuk kategori merah. Diagram emergency paling atas. Karena apa, kekurangan oksigen dapat menyebabkan organ tubuh brenti sewaktu2. Klo bisa segera dpt bantuan oksigen peluang selamat msh besar, tp kalo sudah paru gagal, tanpa ventilator ya berdoa saja. Jangan liat yang gejala ringan atau otg, infeksi virus itu mengenal virus load. Ketika terpapar virus load rendah, ya bisa saja otg atau gejala ringan, namun kalo virus load tinggi masuk tubuh, resiko fatal lebih besar.
2
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 19:28
@Andirujak tapi udah liat pasien covid langsung blm?
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 19:37
@hansipjutek paman gw meninggal bray, kagak sempat dpt ventilator, Ventilator terbatas. Loe mau lihat langsung? Kagak bisa masuk bray, gw bukan dokter, gw bukan perawat.
Cuma asal loe tahu, coronavirus trigger pneumonia. Loe pernah takecare pasien pneumonia?? Mertua gw pneumonia 8 hari di ICU kagak sadar, tante gw pneumonia pasang ventilator 3 hari di ICU.
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 19:41
@Andirujak om gw masuk sih, dan gw ga ngerasa berbahaya kok, santai sih. Gw pake masker + saitizer juga sih. Ga separah yg diomongin orang2 kok
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 19:53
@hansipjutek lah itu dia, loe masuk ruangan, dan loe bisa jadi carrier itu virus. Dan nyata kan, org tidak peduli thdp org lain. Dan ketika loe jadi otg, kagak sadar loe sdh spread. Itulah arogansi dan zholim

Lagian lo bilang ga berbahaya, loe kagak ngerti kan mekanisme fisiologis nya, lho kagak ngerti kan respon imun tubuh org itu tidak sama? Loe kagak paham kan resiko inflamasi pada paru jika respon imun memicu cytokine effect?? Bahaya atau kagak loe nilai pakai pemahaman awam? Trus loe paksakan pendapat loe jadi sebuah kebenaran di atas ilmu medis?? Kacau loe bray.
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 19:55
@Andirujak corona ga berbahaya dan gw ga pernah kena alias selalu negative, corona ga berbahaya asal ikuti prokes aja. Paranoid mungkin yg jadi berbahaya
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 20:04
@hansipjutek wow, loe negative terus?? Emang lo swab tiap minggu??? Tajir juga loe bray.

again, gw tetep kagak setuju klo loe bilang corona kagak berbahaya. apapun kondisi medis yang menyebabkan susah bernapas, itu bahaya dalam medis. Org awam bahas paranoid kagak paranoid,gw kagak peduli, ACUAN GW TETAP KONDISI MEDIS. Susah bernapas masuk kategori merah dalam diagram triage. Entah karena bakteri atau virus, kondisi tersebut emergency. Udah jelas bray??
loe maksain logika awam loe jadikan kebenaran di atas ilmu medis. Well kagak heran kalo byk org pcya narasi hoax daripada himbauan dokter. That is called stupidity LOL
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 20:12
@Andirujak hmmm mungkin elu aja kali bro yg kurang jauh, hoax bagaimana? Wong Menkes jokowi aja sempat bilang ga bahaya, santai, bahkan sempat ada narasi masker itu hanya untuk yg sakit, kl sehat yah ga perlu pakai masker wkwkwk. Sempat juga ada pernyataan kl covid itu ga airborne, eh skg jadi airborne. Wkwkwk mungkin yg pantas di panggil bodoh itu elu kali bro emoticon-Betty LOL
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 20:15
@Andirujak dari kantor gw serologic test tiap bulan, btw elu edit2 mulu bro kaya ga punya pendirian?
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 20:28
@hansipjutek tiap bulan?? Berati ga ada jaminan klo loe kagak pernah kena bray LOL

Hahaha gw kasi tau bray, awal2 pandemi, siapa yg tau ttg covid?? Udah ada penelitiannya?? Kalo menkes kapan hari bicara, udah jelas itu hipotesa. Ngerti hipotesa kagak bray? Awal awal siapa di dunia ini yg tahu seperti persis covid itu bagaimana? Ada ahli yg udah ngerti? Udh ada penelitiannya?? LOL

pada dasarnya mmg masker untuk yg sakit, esensinya masker mempersempit penyebaran droplet. Siapa yg nyangka klo ternyata covid itu ada OTG? Setelah terbukti ada OTG baru rekomendasi berubah semua org hrs pakai masker LOL
asal loe tahu, sars-cov2 virus yg benar2 baru dan diawal pandemi tidak ada satu ahlipun yg mengetahui karakter virus ini secara pasti.

Gw ngerti kalo pemahaman loe itu NOL dalam medis. Makanya kagak heran klo loe provokasi terus. Gw doain loe selamat dunia akherat bray 👌
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 20:31
@Andirujak ah lpgika cacat si andi lagi kerja nih buat menarasi ketakutan2, jangn lupa doain nyokap ndi haha
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 20:54
@hansipjutek lah siapa yg nakutin bray?? Bicara medis esensinya bukan takut atau kagak takut. Gw hadapin biasa aja. Kan sudah dibilangin, hadapin corona itu bukan takut atau kagak takut. Yang penting itu disiplin.

Tapi realitanya orang menyepelekan. Kenapa?? Karena ada provokasi2 yg bikin orang2 underestimate sama corona. Provokasi provokasi yg bilang corona itu kagak bahaya, itu yg menyesatkan, org jadi menyepelekan.

Realitanya adalah sars-cov2 itu berbahaya, jadi jangan disepelekan. Cuma tidak perlu takut, yang penting semua pihak harus displin menjaga diri sendiri dan org lain, agar angka penularan tidak tinggi, karena faskes terbatas brow.

Jangan loe asumsikan bahaya kagak bahaya loe tentukan dari pemahaman awam loe. Bicara medis itu acuannya ilmu bray. Saran gw buka buku sesekali bray, biar kagak sesat
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 20:56
@Andirujak kl pake masker, cuci tangan dan jaga jarak ga bahaya
0
profile picture
aktivis kaskus
20-01-2021 21:29
@hansipjutek wkwkwk masih bilang kagak bahaya?? Acuannya apa ya bray?? Menurut ilmu medis, coronavirus bahaya bray. Mungkin ilmu loe lebih dewa daripada dokter2 dimari wkwkwkwk
0
profile picture
kaskus addict
20-01-2021 21:49
@Andirujak acuannya om ente dan ente aja, om ente lanjut apa gmn?
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 32 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia