News
Batal
KATEGORI
link has been copied
237
Lapor Hansip
07-01-2021 09:09

Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan

Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari KerumunanPara pendukung Presiden AS Donald Trump menduduki US Capitol. Foto/REUTERS

WASHINGTON - Menyikapi perkembangan politik Amerika Serikat (AS), Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York menghimbau warga negara Indonesia (WNI) agar waspada.

Para WNI diminta menghindari kerumunan. “Langkah antisipasi perkembangan situasi politik Amerika Serikat bagi warga masyarakat Indonesia di wilayah kerja Konsulat Jenderal Republik Indonesia New York,” ungkap pernyataan KJRI New York.

“Himbauan ini berlaku di negara bagian Connecticut, Delaware, Maryland, Maine, Massachussetts, New Hampshire, New Jersey, New York, North Carolina, South Carolina, Pennsylvania, Rhode Island, Vermont, Virginia dan West Virginia,” papar imbauan KJRI tersebut.

Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan

Ketegangan di AS tampaknya akan terus berlanjut hingga Joe Biden dilantik sebagai presiden yang baru. Bahkan setelah pelantikan pun tak ada jaminan situasi politik akan mereka.
Aksi pendudukan para pendukung Trump itu untuk membatalkan hasil pemilu 3 November yang dimenangkan secara sah oleh Joe Biden

Reaksi seluruh dunia pun segera muncul. Perdana Menteri Swedia Stefan Lofven dalam tweetnya menggambarkan adegan itu sebagai "serangan terhadap demokrasi".



Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan


“Presiden Trump dan banyak anggota Kongres memikul tanggung jawab yang signifikan atas apa yang sedang terjadi. Proses demokratis dalam memilih presiden harus dihormati," ujar dia.

Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam tweet menyebut peristiwa di Kongres AS sebagai "aib". “Amerika Serikat berdiri untuk demokrasi di seluruh dunia dan itu penting sekarang karena harus ada transfer kekuasaan yang damai dan tertib,” papar dia.

Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan


Menteri Luar Negeri (Menlu) Jerman Heiko Maas mengatakan musuh demokrasi akan dihibur dengan adegan kekerasan di US Capitol. Dia meminta Trump menerima keputusan para pemilih AS.

Dalam satu Tweet, Maas mengatakan kekerasan itu disebabkan oleh retorika yang menghasut. "Trump dan pendukungnya harus menerima keputusan pemilih Amerika pada akhirnya dan berhenti menginjak-injak demokrasi," ujar dia.

"Cukup banyak gambar bergaya Maidan yang datang dari DC," papar Wakil Duta Besar Rusia Dmitry Polyanskiy memposting di Twitter, merujuk pada protes di Ukraina yang menggulingkan Presiden Ukraina yang didukung Rusia, Viktor Yanukovich pada 2014.

"Beberapa teman saya bertanya apakah seseorang akan membagikan kerupuk kepada para pengunjuk rasa untuk menggemakan aksi Victoria Nuland," ungkap dia, mengutip kunjungan 2013 ke Ukraina ketika saat itu Asisten Menteri Luar Negeri AS Victoria Nuland menawarkan makanan kepada para pengunjuk rasa.

Perdana Menteri Australia Scott Morrison menggambarkan pemandangan di Washington sebagai "menyedihkan".

“Kami mengutuk tindakan kekerasan ini dan menantikan transfer damai Pemerintah ke pemerintahan yang baru terpilih dalam tradisi demokrasi Amerika yang hebat,” ungkap dia di Twitter.


https://international.sindonews.com/...8?showpage=all
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lizarazil dan 42 lainnya memberi reputasi
43
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Situasi Politik di AS Memanas, KJRI New York Imbau WNI Hindari Kerumunan
07-01-2021 09:33
tak heran
situasi politik di sana memanas
begitu juga dengan kaskuser trumpet
nyungsep sedalam dalamnya

Tidak bisa lagi mereka teriak MAGA!

Hati hati propaganda sinophobia
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 10 lainnya memberi reputasi
10 1
9
profile picture
kaskus maniac
07-01-2021 12:40


KPU AS belom bisa ngasih hasil pengumuman yg menang siapa, masih ada 1 tools darurat militer di daerah yg dimenangkan Baiden, maka kondisi ini bisa dimanfaatkan trump buat menang jadi presiden 2 Periode moga aja plan itu diambil alih trump dan makin seru aja liat AS ky ginian emoticon-Ngakak
1
profile picture
kaskuser
07-01-2021 14:01
Ya semoga aja trump bisa 2 periode biar amrik tambah nyungsep
0
profile picture
07-01-2021 16:48
Kalo AS nyungsep, ngga ada yang ngebendung Papa Putin dan Paman Winnie The Pooh, lho.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 16:59
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] ya tambah damai kan dunia. Daripada kayak sekarang, sibuk mengacau dan nyebar kebencian dimana2 karena kalah pengaruh sama rusia-china. Liat aja afrika, waktu dibantu barat isinya perang terus, setelah china masuk dibangun pabrik, karena china butuhnya damai agar dia gampang dapet duit. Israel, turki, palestina, saudi semua dirangkul china bukan diadu domba.
0
profile picture
07-01-2021 17:03
@asda10
Damai sama Sepi-Karena-Terbungkam itu beda, Lho.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:10
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] emang waktu china belum masuk afrika, turki, saudi, palestina apa disana gak ada diktaktor? Yang diajak kerjasama sama china ya pemerintahan yang sama yang dulu didukung oleh barat bro. Lalu kenapa dari dulu negara2 barat yang pinter, baik hati dan manusiawi itu malah membuat disana perang terus? Karena dengan perang mereka gampang mengeruk sumber daya dan jual senjata. Emang orba, pinochet dll itu diktaktor dukungan siapa? China? Rusia?
0
profile picture
07-01-2021 17:14
@asda10
Out of context.

Gue cuman bahas antara Damai dan Diam-Seribu-Basa itu beda.
Simple-nya, kalo masi ngga paham juga: Cuma karena di bantu negara2 ex-kolonialis jadi berantakan, ngga berarti di bantu sama Winnie The Pooh terus jadi lebih baik.

The enemy of my enemy, Still nOT my friends. emoticon-Smilie
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:19
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] lu yang out of context duluan bro. KENYATAANNYA afrika sekarang lebih baik kok. Mereka sekarang gak dirundung perang dan punya harapan lebih baik karena dibangun pabrik dan infrastruktur. Trus lu bilang damai atau diam seribu bahasa? KENYATAANNYA pemerintah di turki, saudi, iran, afrika sebelum dan sesudah china masuk tetep sama. Gak berubah dari demokrasi bebas jadi diktaktor. Emang negara2 di atas dulunya demokrasi bebas sebelum china masuk?
0
profile picture
07-01-2021 17:25
"...Gak berubah jadi diktaktor. Emang negara2 di atas dulunya demokrasi bebas sebelum china masuk?... "

Sebelum china masuk sudah Diktator.
Dan setelah China masuk, diktatorship maupun warlordship bakalan bertahan. Selama cuan tetap jalan.

Again, lo bilang "...ya tambah damai kan dunia. ...", makanya gue kasi komen tolong bedakan antara 'Damai' dengan 'Ngga-Berani-Bunyi'.
Yang lo definisikan adalah bukannya Damai. Tapi lebih ngga-berani-bunyi.

Yang di harapkan, adalah, bisa beda pendapat, adu argumen, tapi perbedaan itu bisa dibahas dengan tenang dan beradab.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:26
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] jangan mengalihkan pembicaraan dengan bilang orang lain out of context lah. Bukannya awalnya membahas bagus mana negara barat vs rusia china dalam pemgaruhnya bagi dunia? Ane sudah jawab bagus rusia china karena "dunia lbh damai karena gak diadu domba". Lha lu sendiri out of context dengan membandingkan damai dan gak bisa bersuara? Apa hubungannya? Lha ane bilang damai dalam konteks gak diadudomba, bukan pemerintahan diktaktor. Toh rusia dan china gak mengubah pemerintahan di negara lain. Perkara china rusia diktaktor di negara mereka sendiri ya urusan mereka. Bukan dalam konteks negara barat vs rusia china pengaruhnya bagi dunia.
0
profile picture
07-01-2021 17:27
@asda10
Buat yang ini: "...Bukannya awalnya membahas bagus mana negara barat vs rusia china dalam pemgaruhnya bagi dunia?..."
Ngga tuh.
Di bagian mana ?
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:29
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] emang puluhan tahun lalu apa saudi, turki dll berubah jadi demokrasi bebas? Tetep diktaktor!!! Emang turki berubah jadi lebih otoriter jaman siapa??? Erdogan waktu itu masih didukung amrik bro. Akhir2 ini aja deket sama rusia.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:29
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] trus ini ngomongin apa? "Kalo AS nyungsep, ngga ada yang ngebendung Papa Putin dan Paman Winnie The Pooh, lho."??? Kartun???
0
profile picture
07-01-2021 17:30
@asda10
Makanya ngga bagus di tangan US.
Cuman aja, yang perlu di perhatikan, cuman karena di bantu US jadi jelek, ngga berarti di bantu PRC atau Rusia jadi lebih bagus.
Itu aja.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:34
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] tapi nyatanya emang lebih bagus kok. Mending mana sama2 terbelit utang tapi yang satu disuru bayar senjata (rakyat jadi milisi perang saudara) dengan sumber daya negara atau satunya disuruh bayar pabrik & infrastruktur (rakyat jadi buruh dan pengusaha). Kira2 dulu china gimana caranya jadi negara kaya? Ya jadi buruh perusahaan asing. Bukan jadi milisi perang saudara.
0
profile picture
07-01-2021 17:35
@asda10
untuk yang ini: "[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] trus ini ngomongin apa? "Kalo AS nyungsep, ngga ada yang ngebendung Papa Putin dan Paman Winnie The Pooh, lho."??? Kartun???"
Bukan karena AS lebih baik dari Rusia atau PRC.
Tapi lebih kepada balance of POwer dunia.
kalau salah satu Balance-nya ilang, yang tersisa akan lebih leluasa untuk semena-mena menyatakan ide mereka sebagai yang terbaik.

kalau masih ada AS, maka AS akan secara alamiah bertindak sebagai check&balance untuk kegiatan politik luar negeri-nya Rusia dan PRC.
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 17:37
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] ya poin itu emang ada benarnya tapi lebih baik jika balance of powernya bukan negara yang sukanya mengacak2 negara lain dengan politik penyebar kebencian. Kalau balance of powernya seperti jepang ya ane sih setuju.
0
profile picture
07-01-2021 17:43
@asda10

untuk yang ini:"tapi nyatanya emang lebih bagus kok." Komentar gue: And thats what we called as opinion.

Sama dengan opini tentang bagusnya Demokrasi ala AS yang mengutamakan Freedom.

kalo udah opini, ya, ngga ada diskusinya, sih.
Masalah selera, soalnya.

Tapi, gini, kalo mau sedikit membuka wawasan aja.
Coba selalu baca informasi untuk satu hal dari dua pihak yang secara ideologi berlawanan.
Cari perpotongan diagram venn dari kedua sumber informasi tadi. Kemungkinan besar, yang ada dalam perpotongan tadi adalah informasi yang bisa di pegang. Sisanya cuma opini.
0
profile picture
07-01-2021 17:47
@asda10
"[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] ya poin itu emang ada benarnya tapi lebih baik jika balance of powernya bukan negara yang sukanya mengacak2 negara lain dengan politik penyebar kebencian. Kalau balance of powernya seperti jepang ya ane sih setuju."

Sementara penggantinya belum ada, ya, jangan geser dulu yang masih ada.
Sebab, ibarat bangunan tembok, kalo bata ganjelnya di cabut, sementara penggantinya ngga ada; Ya, seluruh tembok bisa roboh.

More often then not, di dunia nyata, kita kerja dengan yang kita punya. Bukan dengan yang kita mau.

BTW, pernah tinggal lama di negara2 tadi ? Misal China, Russia, EU, US dan/atau Nihon ?
0
profile picture
kaskuser
07-01-2021 19:02
[MENTION]Caine Toreador[/MENTION] amrik jadi penguasa tunggal puluhan tahun toh tembok kan ya gak roboh bro. Tetep lebih baik gak ada balance of power daripada negara ane kacau diadudomba terus, gak tau lagi kalau lu lebih seneng liat perpecahan di negara lu daripada rusia china gak ada saingan.
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 20 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia