Entertainment
Batal
KATEGORI
link has been copied
421
Lapor Hansip
24-12-2020 07:50

Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?

Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?


Sebuah pertanyaan yang mungkin dipertanyakan oleh sebagian besar orang karena melihat kenyataan di dunia nyata bahwa fenomena itu benar - benar terjadi. Yang kaya semakin bergelimang harta dan yang miskin semakin kere. Kenapa bisa begitu? Apakah benar orang kelas menengah diperdaya oleh mereka yang punya kekuasaan? Atau orang miskin sendiri yang kurang cerdas mengelola keuangannya sehingga tak kunjung kaya?

Kenyataan sebenarnya adalah kita semua tidak diajari untuk memiliki kecerdasan finansial di bangku sekolah. Bagi orang yang masuk ke jurusan keuangan dan bisnis, mungkin di ajarkan di Perguruan Tinggi. Tapi masalahnya tidak semua orang merasakan bangku kuliah. Bahkan yang kuliah di jurusan lain seperti teknik, sains dan ilmu sosial pun pelajaran tentang kecerdasan finansial tidak ada. 

Mereka yang semakin kaya adalah orang - orang yang tahu bagaimana mengatur keuangan mereka sedangkan yang masuk ke dalam golongan miskin dan kelas menengah adalah individu yang buta tentang finansial. Di sekolah mereka hanya mempelajari pelajaran yang sebenarnya tidak banyak dibutuhkan di dunia nyata. Sebut saja cabang ilmu matematika seperti kalkulus, integral, dan sebagian kecil ilmu fisika yang tidak dipakai setiap hari di kehidupan kecuali bab listrik. Ilmu matematika yang sudah pasti digunakan dalam keseharian kita hanyalah pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Selebihnya hanya pelengkap kurikulum saja tanpa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari.

Orang kelas menengah ke bawah hanya mengetahui bahwa uang yang mereka dapat dari gaji mereka adalah sumber pendapatan utama mereka yang wajib dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka bekerja keras dari pagi hingga petang untuk mendapatkan uang sebanyak - banyaknya, menabung untuk membeli rumah, mobil dan segudang barang pemenuh keinginan mereka. Dengan memiliki semua itu mereka akan terlihat sukses, tak peduli dengan cara apa mereka membelinya. Cicilan mungkin, kredit mungkin, hutang yang pembayarannya dengan dipotong gaji barangkali. Semua yang mereka lakukan betul - betul bagaikan lingkaran setan yang menjebak mereka ke dalam kerja rodi tiada akhir.

Kenapa kerja rodi? Karena mereke bekerja keras untuk mendapatkan upah, sedangkan upah mereka harus dipotong pajak terlebih dahulu, sisanya dibayarkan pada bank untuk melunasi hutang/kredit yang mereka miliki dan sebagian lagi mereka belanjakan untuk barang - barang yang membutuhkan uang untuk perawatannya. Harta yang mereka cari akan dengan mudahnya habis. Semakin dikejar semakin tidak ada rupanya.

Mereka membeli handphone baru, mobil baru, kredit rumah yang setiap bulannya mengeluarkan uang dari dompet mereka untuk perawatan. Barang - barang sejenis inilah yang dinamakan dengan liabilitas. Handphone perlu pulsa untuk bisa digunakan, mobil butuh bensin, oli dan perawatan mesin. Hal ini berarti, memiliki barang - barang yang dianggap simbol kesuksesan tersebut masih menyedot uang dari pendapatan kita. Disinilah letak kesalahan kita yang membuat kita semakin sulit berada dalam kondisi kaya dan bebas secara finansial. 

Bebas secara finansial maksudnya bisa hidup tanpa harus bekerja karena uang yang akan menghidupi dan bekerja untuk kita. Memangnya bisa? Bisa dong! Untuk pembahasan bebas finansial itu, ane akan tulis di thread yang terpisah ya!

Balik lagi ke kesalahan orang miskin. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka beli adalah liabilitas yang semakin mengurangi kekayaan mereka. Sedangkan orang kaya membelanjakan hartanya di pos ASET, yaitu sesuatu yang menghasilkan pemasukan untuk pemiliknya. Ketika asetnya semakin banyak, pemasukan orang kaya semakin besar pula. Dan itulah yang membuat mereka semakin kaya. Contoh aset misalnya tanah yang disewakan, properti, saham , deposito dll.

Tanpa bekerja keras pun mereka bisa dengan mudah membeli mobil, rumah dan apapun yang mereka mau dari hasil aset mereka. Sekarang sudah terjawab kan kenapa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin?

Ane @adnanami  pamit, jangan lupa follow akun ini untuk mendapatkan update thread inspiratif lainnya. Kalian juga bisa berkunjung ke halaman kaskus ane dengan klik gambar di bawah ini! Sampai jumpa kembali di lain kesempatan. Jangan sungkan untuk saling sapa di kolom komentar thread ini ya!

Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?

Referensi : Buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki
Diubah oleh adnanami
profile-picture
profile-picture
profile-picture
galigulagalu dan 46 lainnya memberi reputasi
45
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?
28-12-2020 00:08
Quote:Original Posted By adnanami
Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?


Sebuah pertanyaan yang mungkin dipertanyakan oleh sebagian besar orang karena melihat kenyataan di dunia nyata bahwa fenomena itu benar - benar terjadi. Yang kaya semakin bergelimang harta dan yang miskin semakin kere. Kenapa bisa begitu? Apakah benar orang kelas menengah diperdaya oleh mereka yang punya kekuasaan? Atau orang miskin sendiri yang kurang cerdas mengelola keuangannya sehingga tak kunjung kaya?

Kenyataan sebenarnya adalah kita semua tidak diajari untuk memiliki kecerdasan finansial di bangku sekolah. Bagi orang yang masuk ke jurusan keuangan dan bisnis, mungkin di ajarkan di Perguruan Tinggi. Tapi masalahnya tidak semua orang merasakan bangku kuliah. Bahkan yang kuliah di jurusan lain seperti teknik, sains dan ilmu sosial pun pelajaran tentang kecerdasan finansial tidak ada. 

Mereka yang semakin kaya adalah orang - orang yang tahu bagaimana mengatur keuangan mereka sedangkan yang masuk ke dalam golongan miskin dan kelas menengah adalah individu yang buta tentang finansial. Di sekolah mereka hanya mempelajari pelajaran yang sebenarnya tidak banyak dibutuhkan di dunia nyata. Sebut saja cabang ilmu matematika seperti kalkulus, integral, dan sebagian kecil ilmu fisika yang tidak dipakai setiap hari di kehidupan kecuali bab listrik. Ilmu matematika yang sudah pasti digunakan dalam keseharian kita hanyalah pertambahan, pengurangan, perkalian dan pembagian. Selebihnya hanya pelengkap kurikulum saja tanpa kita terapkan dalam kehidupan sehari - hari.

Orang kelas menengah ke bawah hanya mengetahui bahwa uang yang mereka dapat dari gaji mereka adalah sumber pendapatan utama mereka yang wajib dibelanjakan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Mereka bekerja keras dari pagi hingga petang untuk mendapatkan uang sebanyak - banyaknya, menabung untuk membeli rumah, mobil dan segudang barang pemenuh keinginan mereka. Dengan memiliki semua itu mereka akan terlihat sukses, tak peduli dengan cara apa mereka membelinya. Cicilan mungkin, kredit mungkin, hutang yang pembayarannya dengan dipotong gaji barangkali. Semua yang mereka lakukan betul - betul bagaikan lingkaran setan yang menjebak mereka ke dalam kerja rodi tiada akhir.

Kenapa kerja rodi? Karena mereke bekerja keras untuk mendapatkan upah, sedangkan upah mereka harus dipotong pajak terlebih dahulu, sisanya dibayarkan pada bank untuk melunasi hutang/kredit yang mereka miliki dan sebagian lagi mereka belanjakan untuk barang - barang yang membutuhkan uang untuk perawatannya. Harta yang mereka cari akan dengan mudahnya habis. Semakin dikejar semakin tidak ada rupanya.

Mereka membeli handphone baru, mobil baru, kredit rumah yang setiap bulannya mengeluarkan uang dari dompet mereka untuk perawatan. Barang - barang sejenis inilah yang dinamakan dengan liabilitas. Handphone perlu pulsa untuk bisa digunakan, mobil butuh bensin, oli dan perawatan mesin. Hal ini berarti, memiliki barang - barang yang dianggap simbol kesuksesan tersebut masih menyedot uang dari pendapatan kita. Disinilah letak kesalahan kita yang membuat kita semakin sulit berada dalam kondisi kaya dan bebas secara finansial. 

Bebas secara finansial maksudnya bisa hidup tanpa harus bekerja karena uang yang akan menghidupi dan bekerja untuk kita. Memangnya bisa? Bisa dong! Untuk pembahasan bebas finansial itu, ane akan tulis di thread yang terpisah ya!

Balik lagi ke kesalahan orang miskin. Mereka tidak sadar bahwa apa yang mereka beli adalah liabilitas yang semakin mengurangi kekayaan mereka. Sedangkan orang kaya membelanjakan hartanya di pos ASET, yaitu sesuatu yang menghasilkan pemasukan untuk pemiliknya. Ketika asetnya semakin banyak, pemasukan orang kaya semakin besar pula. Dan itulah yang membuat mereka semakin kaya. Contoh aset misalnya tanah yang disewakan, properti, saham , deposito dll.

Tanpa bekerja keras pun mereka bisa dengan mudah membeli mobil, rumah dan apapun yang mereka mau dari hasil aset mereka. Sekarang sudah terjawab kan kenapa yang kaya semakin kaya dan yang miskin semakin miskin?

Ane @adnanami  pamit, jangan lupa follow akun ini untuk mendapatkan update thread inspiratif lainnya. Kalian juga bisa berkunjung ke halaman kaskus ane dengan klik gambar di bawah ini! Sampai jumpa kembali di lain kesempatan. Jangan sungkan untuk saling sapa di kolom komentar thread ini ya!

Kenapa yang Kaya Makin Kaya dan yang Miskin Makin Miskin?

Referensi : Buku Rich Dad Poor Dad karya Robert Kiyosaki


Ane tanbahkan sedikit, misalnya saya punya uang dan kaya raya, dan saya kmaren lihat saham BRI anjlok sampai -40%, disitu saya lihat ada kesempatan emas, saya beli saham nya, beli aja 10M tungguin aja 1-2tahun kedepan.
Dan waktu bulan januari BTC sempat anjlok di angka 40jt, beli aja 1BTC seharga 40jt, sekarang BTC udah menyentuh angka 400jt.
Nah simpulkan sendiri kalau yg hidupnya pas2an, dan bingung besok harus isi token listrik, dan besok harus makan apa, tidak ada chance untuk melangkah ke kesempatan emas tersebut.
Kalau punya rumah, saran saya JUAL!!! Puterin duidnya, jangan di anggurin, punya aset JUAL!!! Jangan dianggurin.

Pekiwan kalau berkenan untuk pembaca.
profile-picture
adnanami memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskus addict
28-12-2020 01:02
Tapi pada kenyataannya gak semudah itu, begitu harga anjlok yang punya uang pun lari gak berani beli. Kalo cuma sekedar berandai-andai gampang, eksekusinya belum tentu. Turun sedikit berkoar-koar "serok" "tampung", begitu dikasih turun banyak hilang gak berbekas tuh yang koar-koar.

Mau invest kalo gak pake strategi yang gampang kejeblok. Contoh: forex/money game banyak makan korban orang kaya.
0
profile picture
kaskus maniac
28-12-2020 01:53
iya, betul memang investasi adalah hal yang bagus, tapi investasi yang bagus adalah investasi yang tidak maksa sih, ngga' perlu sampai jual rumah, sekarang bisa kok investasi dari 100.000 saja.🙏
0
profile picture
kaskus geek
28-12-2020 05:50
Kalo udah master mah jual rumah g pake mikir ya gan emoticon-Big Grin yg nggak ngerti investasi nyemplung kayak gitu auto jd gelandangan gan wkwkwk karena pergerakan saham g ada yg tau, ya kalo naik kalo malah tambah turun? Auto kere gan ...
0
profile picture
kaskus addict
28-12-2020 07:01
Secara teori sih iya bisa gitu. Tapi pas ngadepin langsung pasti bakalan mikir lagi seribu kali mau beli atau ngga.
Btw BTC sempat terjun lagi ke 40 jt ya, sayang banget udah ngga ngitukin sejak 3 tahun yang lalu
0
profile picture
kaskus addict
28-12-2020 08:16
Ya kalo diomongin sekarang itu udah history. Kalo bisa liat ke depannya, nengok2 history gt gak ada guna, mending forecasting.
0
profile picture
kaskus addict
28-12-2020 11:28
kalo luat grafik yang udah jadi history enak...udah tau ...hasilnya...se master apapun..tidak ada yang tau...menurut ane kalo sudah bisa baca stick candle, forecast, program pake ilmu apapun...ga ada yang pasti...dan kalo sesuatu ga pasti itu dinamakan judi...sudah banyak korban...yang ane liat...teman ane yang invest di properti malah kayanya lebih awet dan tambah kaya...kalo yang main non fisik seperti saham , forex dll...malah seperti uap cepet naik cepet ilang...tapi ya sekali lagi tergantung type orangnya...dan mentalnya
0
Memuat data ...
1 - 6 dari 6 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia