News
Batal
KATEGORI
link has been copied
484
Lapor Hansip
23-12-2020 02:25

Gara-gara Video TikTok Injak Rapor, 5 Siswa SMP Dikeluarkan dari Sekolah

Gara-gara Video TikTok Injak Rapor, 5 Siswa SMP Dikeluarkan dari Sekolah

Gara-gara Video TikTok Injak Rapor, 5 Siswa SMP Dikeluarkan dari Sekolah

LOMBOK TIMUR, KOMPAS.com- Sebanyak lima siswa kelas 1 SMPN 1 Suele, Lombok Timur, Nusa Tenggara Barat, dikeluarkan dari sekolahnya setelah membuat video TikTok menginjak rapor.

Sanksi itu membuat para orangtua siswa yang dikeluarkan dari sekolah kebingungan bagaimana anaknya melanjutkan pendidikannya.

"Anak saya menangis, tidak mau makan. Kaget dia, gara-gara TikTok dia dikeluarkan dari sekolah, kami juga orangtua kaget, bagaimana ini? bisakah anak sekolah lagi?" keluh Baiq Raehan (38), ibu salah satu siswa yang dikeluarkan, Selasa (22/12/2020).

Raehan tahu anaknya dikeluarkan dari sekolah setelah mendapat surat panggilan orangtua pada Senin (21/12/2020).

Datangnya surat itu sempat membuat Raehan bingung karena pembagian rapor siswa sudah berlangsung pada Jumat (19/12/2020).

Saat memenuhi panggilan tersebut, Raehan malah dijelaskan soal kesalahan anaknya.

"Kami dikumpulkan dan dijelaskan bahwa anak kami membuat TikTok yang menginjak injak rapor sekolah, dan karena perbuatan itulah mereka dikeluarkan. Anak-anak teriak histeris tidak menyangka kalau harus dikeluarkan dari sekolah," jelas Raehan.

Dia mengatakan semestinya sekolah memberikan peringatan dahulu, memberi kesempatan pada anak-anak agar tidak mengulangi perbuatannya.

Hal senada juga diungkapkan Anun (37), ibu dari siswa lain yang dikeluarkan dari sekolah. Anun mengatakan anaknya tidak berhenti menangis setelah mendapat hukuman tersebut.

"Kenapa kesalahan anak saya ini, dia itu korban HP. Mestinya dinasihati dulu baru dikeluarkan. Apa tidak ada kebijakan lain? " kata Anun.

Salah satu anak yang dikeluarkan dari sekolah mengaku video TikTok itu dibuat bersama teman-temannya karena kesal nilai mereka turun setelah pembelajaran daring berlangsung.

Padahal, sebelumnya mereka juara kelas.

"Saya sedih, ingin sekolah di sana lagi. Kami menyesal, kami salah. Waktu itu kami kecewa dengan nilai yang tidak memuaskan, kami menyesal, kami salah," kata salah satu siswa yang dikeluarkan.

Sekolah bantah mengeluarkan siswa

Kepala Sekolah SMPN 1 Suela, Kasri membantah telah mengeluarkan lima siswanya yang membuat video TikTok menginjak rapor.

"Kami tidak memecat, tetapi meminta mereka mencari sekolah lain, tidak di sekolah ini, karena tindakan mereka telah melanggar aturan sekolah. Melebihi skor pelanggaran 75 poin," kata Kasri saat dihubungi.


Menurutnya, hal itu adalah keputusan rapat dewan guru, bahwa mereka harus mencari sekolah lain.

"Itu adalah aturan atau regulasi sekolah. Bukan aturan saya pribadi, tapi aturan yang disepakati bersama oleh semua pihak melalui dewan guru, " kata Kasri.
sumber

********

Berlebihan.
Usia SMP, apalagi masih kelas 7 jelas usia yang masih sangat labil. Mereka masih terbilang anak kecil yang suka cari perhatian.

Benar, perbuatan mereka salah, tetapi jika hukuman yang diterima mereka harus keluar dari sekolah, jelas sangat berlebihan. Dan lucu apabila Kepala Sekolah berkelit tak mengeluarkan mereka, tapi meminta mereka untuk mencari sekolah lain. Bahasa yang teramat bodoh dan terkesan dipaksakan untuk membela diri.

Jika alasan mereka, para murid SMP ini adalah kekesalan karena turunnya nilai, jelas bohong. Mengapa bohong? Mereka baru kelas 7, dan sekolah baru berjalan 1 semester. Bagaimana ukuran mereka menilai bahwa nilai-nilai mereka turun, padahal sebelumnya mereka masih kelas 6 SD. Kecuali mereka sudah kelas 8, mungkin masih bisa diterima logika, karena bisa saja siswa-siswi yang sekolah daring, tugas-tugasnya justru dikerjakan oleh para orangtuanya, sehingga nilai-nilai raport cenderung naik drastis.

Apapun juga, perbuatan mereka masih jauh dari kepantasan jika diberi hukuman terberat. Masih banyak sebenarnya perbuatan yang bisa menyebabkan seorang siswa atau siswi dikeluarkan dari sekolahnya. Tidak adil apabila para siswi ini langsung mendapat hukuman terberat tanpa adanya peringatan atau hukuman percobaan terlebih dahulu.

Dalam kasus ini, turunnya Kak Seto dan KPAI sangat dibutuhkan dan jelas cocok dengan ruang lingkup mereka. Bukan soal anak-anak atau cucu orang Petamburan sana yang ceritanya dilebih-lebihkan macam dongeng dan drama komedi.

KPAI harus bisa menjembatani permasalahan ini antara pihak sekolah dengan pihak orangtua para murid. Harus ada solusi tepat dan baik dengan mengesampingkan ego para dewan guru yang jelas sangat berlebihan. Dinas Pendidikan terkait juga harus bisa memberi solusi dengan tidak mengorbankan masa depan para siswi yang masih duduk dibangku kelas 7 ini, yang pastinya sangat terpukul dengan keputusan pihak sekolah. Dan Kak Seto, bisa memberi konseling dan pendidikan budi pekerti kepada ke 5 siswi SMP ini.

Guru kencing berdiri, murid kencing berlari. Jika ini adalah pepatah yang benar, pastinya pihak guru juga turut bersalah, sebab bisa saja ada seorang guru atau beberapa guru di sekolah tersebut yang selama ini bersikap arogan terhadap murid-muridnya. Dan sikap itulah yang dicontoh oleh beberapa muridnya.

Dan terakhir, kejadian ini pastinya adalah akibat penggunaan aplikasi hp yang tidak selektif dan bijaksana. Yang tadinya dianggap akan lucu justru menjadi malapetaka. Dan yang merekam serta menguploadnya ke internet juga harus dimintai pertanggungjawaban, sebab menurut ke 5 siswi SMP ini, teman merekalah yang merekam dan mengupload ke internet meskipun salah satu dari ke 5 siswi SMP itu keberatan dan tidak ingin video menginjak-injak raport itu diupload ke internet.

Dari kejadian ini, pasti ada pro dan kontra. Itu hal yang wajar. Tiap orang pasti akan berbeda pendapat dalam memandang sebuah masalah atau kejadian. Tapi sebaiknya, perdebatan itu jangan sampai mematikan langkah mereka untuk tetap mendapat pendidikan disekolah yang mereka idam-idamkan.

Begitu seharusnya.


Quote:Original Posted By prabowosandii
sekolah yang bagus itu seharusnya mengutamakan unsur pembinaan, gak cuma melulu fokus akademik dan peringkat doank.
sekolah negeri rata2 gitu, cuma fokus akademik dan peringkat, mereka gak peduli sama perkembangan kejiwaan siswa nya, karena merasa udah kek dewa. udah bagus ente bisa sekolah gratis di sekolah negeri, jadi skolah negeri guru2 nya cenderung menuntut minta di layani siswa/ortu, bukan kebalikannya. unsur pembinaan diserahkan ke ortu masing2, guru negeri tugas nya cuma ngajar, toh sebagus apapun tuh guru, gaji sama karena mereka PNS.

sekarang kita bandingkan sama sekolah national plus kek labschool sebagai contoh. mengutip prof dr arief rachman, M.Pd, dia mantan kepsek disitu, sekarang dia duta UNESCO untuk Indonesia. dia bilang pendidikan itu gak cuma akademik doank, tapi juga kudu ada unsur pembinaan. anak yg bodoh DIBINA menjadi agak mendingan. anak yg mendingan DIBINA agar menjadi pintar, dst dst. artinya guru harus peduli dgn perkembangan kejiwaan siswa nya juga, memakai pendekatan persuasif. artinya kalo ada masalah dgn siswa, jangan langsung di vonis, dicaritau dulu apa penyebab nya, di motivasi dll dll. beda sama negeri, karena guru2 d sekolah national plus di nilai per individu, bukan per eselon kek PNS. kalo gak bener, bisa di keluarkan, gak bisa jadi guru disitu lagi. beda sama guru di sekolah negeri, walau gak bener kerja nya, asal gak parah2 banget kesalahan nya, tetap aman posisi nya.

sekolah negeri jadi favorit karena gratisan dan peringkat nya. tapi semua itu harus di bayar mahal oleh ortu nya, karena sekolah negeri itu ibarat nya ente cuma nebeng status doank, sisanya ente kudu bimbel sendiri, ortu kudu ikut ngawasin, dll dll, karena sekolah negeri cuma peduli sama sekolahnya doank, gak peduli sama siswa nya. siswa jadi sapi perah buat naikin peringkat sekolah tuh negeri. enak di sekolahnya, gak enak di ortu dan siswa nya.




Diubah oleh i.am.legend.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
serapionIeo dan 70 lainnya memberi reputasi
65
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Gara-gara Video TikTok Injak Rapor, 5 Siswa SMP Dikeluarkan dari Sekolah
23-12-2020 03:59
Udahlah......
Pada open BO dan jadi yutuber atau selebgram aja......
Peran orang tua dalam mendidik anak itu penting
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jfun790 dan 21 lainnya memberi reputasi
21 1
20
profile picture
kaskuser
23-12-2020 07:33

Jawaban yang tegas tepat dan cermat

Ente cocok gantiin naadhim emoticon-Salaman

Ortunya dah sengklek otaknya
1
profile picture
kaskus maniac
26-12-2020 20:50
Komentar yg kontradiktif..
1
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia