News
Batal
KATEGORI
link has been copied
387
Lapor Hansip
04-11-2020 08:31

Studi: Untuk Sukses, Lebih Baik Terlahir Jadi 'Anak Sultan' daripada Pintar


Quote:Sudah sejak lama anak-anak di Amerika Serikat, Indonesia, dan seluruh dunia diberitahu bahwa kerja keras bakal selaras dengan hasil yang didapat. Prinsip hidup ini ditanam orang tua sejak anak mereka duduk di bangku kanak-kanak.

Namun menurut laporan dari Georgetown Center on Education and the Workforce (CEW), pintar saja tidak menjamin orang menjadi kesuksesan, karena faktanya adalah “Born to Win, School to Lose”. Artinya, terlahir sebagai 'anak sultan' atau orang kaya lebih baik dan menjamin kesuksesan di masa mendatang ketimbang lahir sebagai orang pintar secara akademisi tapi dari kalangan menengah ke bawah. 
“Untuk berhasil di AS, lebih baik dilahirkan sebagai orang kaya ketimbang pintar,” Anthony P. Carnevale, direktur CEW sekaligus penulis utama penelitian kepada CNBC. “Orang dengan bakat sering kali tidak berhasil. Apa yang kami temukan dalam penelitian ini adalah orang pintar dari kalangan menengah bawah tidak banyak yang sukses secara finansial ketimbang orang tidak terlalu pintar dari kalangan atas.”

Dalam penelitiannya Carnevale dan timnya menganalisis data dari National Center for Education Statistics (NCES) untuk melihat hasil siswa dari tanaman kanak-kanak hingga dewasa, menilai kecerdasan menurut kinerja pada tes matematika standar.

Para peneliti kemudian mengkategorikan siswa berdasarkan status sosial ekonomi, mempertimbangkan pendapatan rumah tangga, pendidikan terakhir orang tua, dan prestise pekerjaan orang tua. 
Hasilnya cukup mengejutkan. Siswa pintar dari kalangan menengah ke bawah atau miskin cenderung tidak lulus dari SMA, perguruan tinggi, atau mendapatkan gaji yang tidak sebanding dengan siswa dengan nilai buruk tapi lahir dari kalangan menengah atas alias terlahir sebagai anak sultan.

Penelitian itu menyebut siswa pintar yang terlahir sebagai orang miskin hanya memiliki peluang 31 persen untuk meneruskan pendidikan ke perguruan tinggi dan mendapatkan pekerjaan dengan gaji 35.000 dolar AS atau setara Rp 511 juta di usia 25 tahun, dan 45.000 dolar AS atau sekitar Rp 657 juta di usia 45 tahun. Sementara siswa kurang pintar dengan nilai buruk dari kalangan sultan memiliki peluang 71 persen untuk mendapatkan pencapaian yang sama.

Bahkan jika siswa miskin secara finansial berhasil mengalahkan rintangan dan mendapatkan gelar sarjana, mereka masih menghadapi tantangan. Studi Georgetown menemukan siswa pintar dari keluarga miskin dengan nilai teratas dan memperoleh gelar sarjana memiliki peluang 76 persen untuk mencapai kesuksesan pada usia 25 tahun.

Sebagai pembanding, siswa dari kalangan sultan yang berhasil mendapatkan gelar sarjana punya peluang 91 persen untuk mempertahankan status sosial mereka sebagai sultan. Carnevale mengatakan, ada beberapa variabel yang berkontribusi pada dinamika ini. Faktor-faktor yang mempengaruhi variabel tersebut antara lain ras, kelas, jenis kelamin, dan segala sesuatu mulai dari ketersediaan buku di rumah hingga cara belajar di kelas. 

“Saat kami mengikuti anak-anak ini selama bertahun-tahun, kelas demi kelas, yang kami temukan adalah mereka semua tersandung (menemui kegagalan). Perbedaannya adalah antara siapa yang tersandung dan yang bangkit kembali dan siapa yang tersandung dan tidak, ”kata Carnevale.

Ia percaya bahwa jika sumber daya dan dukungan dapat membantu siswa miskin dengan nilai buruk dapat mengatasi tantangan dan mencapai kesuksesan, begitupun dengan siswa pintar dari kalangan bawah. Selain itu, kebijakan pemerintah juga dapat berperan dalam mengatasi probabilitas ini, termasuk pemberian beasiswa, memastikan upah hidup yang stabil bagi orang tua, dan memerhatikan sekolah dan lingkungan.


SUMBER


sekali lagi membuktikan
jika kalian ngerasa gagal
pendapatan kecil
bahkan pengangguran
tidak semua hal ini adalah salah dirimu

orang yang paling "berjasa" atas kegagalan kalian adalah
ORANG TUAMU
dimana belum mapan sudah nikah bahkan buat anak sebanyak mgkn

jangan mengikuti jejak ortu zaman dulu yang bodoh
dimana bagi mereka anak hanyalah ALAT maupun PEMBANTU gratisan untuk menjaga mereka di hari tua

zaman sudah berubah
tanpa anakpun, jika sukses dan punya uang
kalian bisa "adopsi" anak hingga tinggal di panti jompo yg memiliki fasilitas WAH

jadilah orang tua bertanggung jawab
setelah mapan, baru hasilkan keturunan
sehingga anak anakmu tidak perlu hidup dalam keadaan melarat dan melalui banyak rintangan

anak adalah hasil dari keinginan orang tua
bukan keinginan anak itu sendiri untuk lahir di dunia
karena itulah orang tua harus bisa bertanggung jawab penuh untuk masa depannya
bukan melahirkan anak untuk menanggung masa depan orang tua

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
thread ini
kupersembahkan untuk nasbung
emoticon-Peluk
profile-picture
profile-picture
profile-picture
TavoloVerde dan 74 lainnya memberi reputasi
69
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Studi: Untuk Sukses, Lebih Baik Terlahir Jadi 'Anak Sultan' daripada Pintar
04-11-2020 10:50
Quote:Original Posted By pasti2periode

SUMBER


sekali lagi membuktikan
jika kalian ngerasa gagal
pendapatan kecil
bahkan pengangguran
tidak semua hal ini adalah salah dirimu

orang yang paling "berjasa" atas kegagalan kalian adalah
ORANG TUAMU
dimana belum mapan sudah nikah bahkan buat anak sebanyak mgkn

jangan mengikuti jejak ortu zaman dulu yang bodoh
dimana bagi mereka anak hanyalah ALAT maupun PEMBANTU gratisan untuk menjaga mereka di hari tua

zaman sudah berubah
tanpa anakpun, jika sukses dan punya uang
kalian bisa "adopsi" anak hingga tinggal di panti jompo yg memiliki fasilitas WAH

jadilah orang tua bertanggung jawab
setelah mapan, baru hasilkan keturunan
sehingga anak anakmu tidak perlu hidup dalam keadaan melarat dan melalui banyak rintangan

anak adalah hasil dari keinginan orang tua
bukan keinginan anak itu sendiri untuk lahir di dunia
karena itulah orang tua harus bisa bertanggung jawab penuh untuk masa depannya
bukan melahirkan anak untuk menanggung masa depan orang tua

------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------
thread ini
kupersembahkan untuk nasbung
emoticon-Peluk


sipp setuju banget... paling benci gua klo ada ortu yang gantungin banget biaya pensiun dirinya ke anaknya..... anak kan punya kehidupan sendiri... anak lahir itu gak diminta loh.. anak lahir itu keinginan ortu.. bukan keinginan anak.

pas anak udah kerja mulai membangun kehidupan, malah dipalakin...... klo membuat anak hanya untuk dana pensiun namanya jahat banget cuy......

mangkanya selagi masih ada tenaga dan usia, kita harus kerja yang bener, dan ada tabungan buat hari tua dan asuransi kesehatan. jangan egois... belum ada penghasilan,belum ada tabungan maksa punya anak ujung-ujungnya anak pas udah gede, mulai bangun kehidupan sendiri dipalakin habis-habisan.. kan kasian
profile-picture
profile-picture
profile-picture
mudamapan dan 5 lainnya memberi reputasi
6 0
6
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 12:24
Kalau gw punya anak pemikiran kayak lu, sebelum gw mati atau gw udah tua gw jualin semua harta2 gw kagak bakalan gw sisain buat anak
-1
profile picture
kaskus maniac
04-11-2020 12:27
@KadrunJunior
hi kadrun
lantas lu lahirkan anak buat apa?
buat nyusahin mereka?

membedakan hak dan kewajiban saja sudah
emoticon-Leh Uga
4
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 12:29
@pasti2periode Kadang ada orang tua yang gak tau diri, tapi kadang ada juga orang tua yang memikirkan anak2 nya, misal lu udh tua, punya tanah beberapa , disaat lu udah tua kagak mampu kerja mendingan lu jual tuh tanah buat makan, atau lu minta makan ke anak buat makan dan tuh tanah bisa lu wariskan?


Anak yang kagak mau ngurusin orang tua harusnya malu minta warisan ke orang tua
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 12:31
@KadrunJunior jualin aja ga masalah.. toh si anak sudah bisa berdiri di atas kakinya sendiri...

sekarang gua tanya ya.... lu udah punya anak belom?? lu punya anak itu atas dasar kemauan siapa?? kemauan elu dan istri kan??? ada si anak minta dilahirin?? klo kita ada rejeki lebih memang ga ada salahnya kok ngasih dan bantu ortu.. diapa-apakan mereka ya tetap ortu, kita kudu berbakti. Tapi ya si ortu kudu tau diri, si anak jangan ditarget dan dipalakin terus terusan sih
2
profile picture
kaskus maniac
04-11-2020 12:32
@KadrunJunior
berarti lu ga bisa paham mksd si reaper

mksd dia
adalah ortu beban yg
melahirkan anak
benar2 tidak memikirkan anaknya
hanya memikirkan diri sendiri
lahirkan anak hanya untuk jagain mereka
anak di anggap babu gratisan

percayalah
jika ortu punya "barang berharga"
anak pasti rebutan jaga

emoticon-Leh Uga
2
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 12:34
[mention]reaper_k1d[/mention] kadang pemikiran orang tua beda beda, saat orang tua kagak punya harta dan warisan kadang saat tua anak2nya kagak ada yang mau ngurusin, makanya banyak orang tua yang mempertahankan harta atau aset mereka demi anak2nya kelak, 1 ibu bisa mngurus 10 anak, tapi 10 anak belum tentu bisa mnegurus seorang ibu
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 12:37
@KadrunJunior kalo orang tua yang bener mikirin kehidupan anak-anaknya kelak gua gak bahas kok... tadi yang saya bahas kan saya paling benci ke ortu yang gantungin banget biaya pensiun dirinya ke anaknya.
0
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 12:44
[mention]reaper_k1d[/mention]


kalau lu udah jompo dan nanti juga akan ngerasain sendiri bagaimana saat lu tua, tidak semua orang punya pensiunan, tapi mereka punya aset yang berharga, seperti tanah dan bangunan yang bisa diwariskan

tapi bnayak orang2 tua yang enggan menjual aset2 itu demi memikirkan anak2 nya kelak, setidaknya sat mereka mati mereka punya peninggalan, daripada harus dijual untuk sekedar makan
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 13:04
@KadrunJunior klo kta lahir, gak ada harta itu bukan salah kita om, tapi klo lu tua, g ada simpenan harta itu 100% salah elu om... waktu muda ngapain aja kok bisa gak punya simpanan hari tua?? gak mau inves? gak mau ikut asuransi? sibuk mikirin penampilan dan gengsi?
4
profile picture
kaskuser
04-11-2020 13:38
Typical anak durhaka
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 14:14
@deathnote113 typical ort durhaka pemanfaat anak.... bikin bikin anak demi masa depan dirinnya sendiri.. terus merasa berjasa dan suci karena lahirin anak
1
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 14:18
[MENTION]reaper_k1d[/MENTION] kata siapa kagak ada simpenan, nasib orang beda2, kan gw udah bilang, misal lu tua, tanah dan properti lu banyak, mending lu jualin buat foya2 dimasa tua lu, atau lu warisin ke anak?


Kalau gw mending gw warisin ke anak, toh kalau tua kebutuhan hidup gw paling cuman sekedar makan, apa mungkin gw mau jual jualin tanah dan bangunan yang gw milikin cuman untuk makan?


Disaat lu tua lu pasti akan menghadapi dilema seperti itu, tidak semua orang punya pensiun seperti halnya PNS yang setiap bulan dapat gaji, lu misalpun investasi punya saham properti dll, mending lu jual saham lu atau properti lu buat makan atau mau lu warisin ke anak?
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 14:29
kalau gua punya anak ya diwarisin lah... kan udah gua bilang tadi gua paling benci ama ortu yang suka manfaatin anak.. gua jadi ortu ya gak mau kayak gitu lah.. gua ga akan ninggalin hutang ke anak dan sukur sukur bisa kasih warisan.
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 14:30
@KadrunJunior kalau gua punya anak ya diwarisin lah... kan udah gua bilang tadi gua paling benci ama ortu yang suka manfaatin anak.. gua jadi ortu ya gak mau kayak gitu lah.. gua ga akan ninggalin hutang ke anak dan sukur sukur bisa kasih warisan.
0
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 14:31
[MENTION]reaper_k1d[/MENTION]

Makanya jangan dikira orang tua yang minta makan ke anak itu ngerepotin anaknya, kecuali orang tua yang minta aneh2 ke anak, seperti mobil dll

Orang tua manapun tidak akan tega ngerepotin anaknya, mereka banyak yang menghadapi dilema dihari tua, antara menjual harta mereka untuk bertahan hidup disaat usia senja, atau terpaksa ngerepotin anak supaya mereka bisa mewariskan hartanya ke anak-anaknya
0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 14:38
@KadrunJunior anda bersikukuh dengan pendirian anda seperti itu ya hal itu akan terjadi pada diiri anda... (minta makan ke anak). klo saya sih sebisa mungkin menghindari hal tsb... paling gak saya harus bisa menghidupi diri sendiri dan keluarga sendiri sampai meninggal besok.

sseharusnya dari muda diperhitungkan... jangan semuanya di asetkan berupa aset yang susah cair ( rumah, tanah, dll) karena klo ente pas tua kehabisan uang ujung ujungnya ya tadi... ente dilema sendiri, ujung-ujungnya ngrepotin anak lagi.. harus ada aset pegangan yang mudah dicairkan untuk biaya hidup lu pas tua tanpa jual tanah, rumah, dll
0
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 14:43
[MENTION]reaper_k1d[/MENTION]

Terus saat muda gw harus megang tabungan uang tunai yang akan tergerus inflasi?

Ya itu pemikiran bodoh dan kolot, saat muda ya gw pasti invest yang harganya bisa meningkat saat gw tua nanti, buat apa gw nyimpen duit banyak2?

Lu pasti masih bocah yang belum punya target masa depan dan masa tua, saat umur lu memasuki usia 50 tahunan lu pasti akan menghadapi dilema itu


Kalau dilihat dari komentar lu gw yakin usia lu masih belasan atau mungkin 20 an awal, gw dulu umir segitu pemikiran gw juga seperti itu
1
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 14:46
@KadrunJunior umur lu dah gede? Kok mencerna kata kata saya gak bisa? Saya bilang apa tadi? Lu mesti sisain sebagian berupa aset mudah cair... Bukan semuanya... Tapi sisainnn... Buat pegangan hari tua om. Jadi lu besok gak ngrepoti om..
0
profile picture
kaskus holic
04-11-2020 14:52
[MENTION]reaper_k1d[/MENTION] sisain aset cair itu dalam bentuk apa?

Saat lu memasuki usia 30 tahun itulah usia2 paling menantang buat mengumpulkan pundi2 uang, dan lu pasti akan sebisa mungkin melipat gandakan harta yang lu miliki, yaitu investasi yang harganya akan meningkat saat lu tua

Apa investasi yang meningkat saat tua? Paling mudah ya properti, saham(inipun untung2an)


Saat harta lu udah banyak lu pasti akan menghadapi dilema, karena pada hakikatnya manusia itu tidak ingin hartanya berkurang sepeserpun, kalau bisa meningkat


Saat lu memasuki hari tua mungkin lu punya saham yang sewaktu2 bisa lu cairkan atau jual, tapi lu akan lebih bahagia saat anak2 lu nganterin makanan ngurusin lu sendiri dan tuh aset2 harta2 lu bisa lu kasihin ke anak


Justru yang belum punya anak itu kayaknya lu, atau lu lahir dari keluarga yang tiap hari mlorotin lu terus tapi ortu lu kagak punya warisan buat anak2nya?


0
profile picture
kaskus addict
04-11-2020 15:07
@KadrunJunior aset mudah cair itu banyak om... klo mau yg cukup aman ya deposito dan reksadana.. klo properti dan tanah itu susah cair... lu pas tua butuh uang cepet bingung jualnya dan dilema sepeti yang elu katain tadi. dan 1 lagi.. asuransi kesehatan wajib hukumnya, jadi ketika lu tua dan sakit, elu gak sampe jual semua aset dan jadi beban anak lu

usia gua sekarang 33, anak saya 1 masih kecil, saya tiap hari berdoa supaya kelak saya dapat membahagiakanya sampai dewasa, dan kelak saya tidak menjadi beban hidupnya.

masalah dikirimi makanan, kalau itu hanya sesekali sebagai kangen-kangenan, say hello, atau suprise, oo tentu saya senang sekali..... tapi klo itu sudah menjadi tuntutan, keharusan, apalagi frekwensinya setiap hari dan menganggu keuangan anak saya, ooooo maaf saya sangat anti sekali
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 27 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia