News
Batal
KATEGORI
link has been copied
18
Lapor Hansip
23-10-2020 20:36

Politikus PKB Nilai Gus Nur Tak Pantas Disebut Ulama

Politikus PKB Nilai Gus Nur Tak Pantas Disebut Ulama

Jakarta, law-justice.co - Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Luqman Hakim menilai pendakwah Sugi Nur Rahardja (Gus Nur) tak pantas mendapat gelar ulama. Dia menilai, Gus Nur tak mengusai ilmu agama dan bahkan tak bisa mengaji, namun kerap menyebarkan rasa kebencian.

Hal itu disampaikannya untuk menanggapi polemik yang terjadi antara Gus Nur dengan Nahdhatul Ulama (NU).

“Ngaji tidak bisa. Ucapannya penuh caci maki, bohong dan fitnah. Apakah layak orang macam ini digelari ulama? Apakah sengaja ingin merusak gelar ulama?” kata Luqman Hakim seperti dilansir dari Suara.com,

Lebih lanjut Luqman Hakim mengatakan, seorang ulama tidak mungkin menghina, mencemooh atau menyebarkan fitnah. Oleh sebab itu, ia berharap pihak kepolisian bertindak tegas terhadap figur-figur seperti Gus Nur.

Tanggapan senada juga diungkapkan pengamat sosial politik Eko Kuntadhi yang juga menilai Gus Nur tidak pantas diberi gelar ustadz.

“Bahkan di Pengadilan Jawa Timur, dia sudah dijatuhkan hukuman 1 tahun 8 bulan, akibat bacotnya tersebut. Kini perkaranya masih dalam tahap persidangan selanjutnya,” kata Eko di saluran Youtube Cokro TV.

Eko juga menyorot ahli hukum tata negara Refly Harun, yang justru memberi panggung kepada Gus Nur untuk menjadi salah satu narasumbernya di konten Youtube Refly. Padahal, imbuh Kuntadhi, Gus Nur tak lain hanya orang yang dianggap tak paham agama, dan selalu melemparkan kata-kata kotor saat berceramah di hadapan banyak orang.

“Saya rasa Refly pasti tahu deh, Sugik hanyalah mantan tukang obat keliling. Dia juga pemain debus untuk jualan obatnya, biar laku. Riwayat pendidikannya juga enggak jelas. Demikian juga soal pendidikan agamanya. Wong dia sendiri ngaku enggak bisa baca Al-Qur`an,” sambung Eko Kuntadhi.

Selain itu, tambah Kuntadhi, sepak terjang Gus Nur selama ini patut dikritisi karena ia dahulu hanya pemain debus, tukang obat keliling, yang tak memiliki basis agama mumpuni.

“Nah karena itulah Sugi kemudian banting setir, dari jualan obat menjadi jualan ayat," tambah Kuntadhi.

Sebagaimana diketahui, belasan anggota Aliansi Santri Jember yang dikawal anggota Banser NU mendatangi Polres Jember untuk melaporkan Gus Nur akibat pernyataannya.

"Dengan mengatakan bahwa NU sopirnya mabuk, kondekturnya teler, dan kernetnya ugal-ugalan, dan isi busnya PKI, liberal, dan sekuler. Menurut kami ini telah mencemarkan nama Nahdlatul Ulama, dan juga (dianggap) menyebarkan ujaran kebencian,” kata Ketua Dewan Instruktur GP Ansor Jember Ayub Junaedi kepada wartawan, Senin (19/10/2020).


Politikus PKB Nilai Gus Nur Tak Pantas Disebut Ulama

sejak dulu, orang-orang NU & underbownya memang benci kepada ulama-ulama lurus seperti Gus Nur, para ulama HTI, para ulama FPI dan kelompok Islam Garis Lurus penegak khilafah lainnya.

Gus Nur itu selain anak kyai besar, juga Hafidz sejak umur belasan tahun. Beliau itu memang hafal kitab kuning, hafal ribuan kitab, hafal ribuan Hadits dan yang pasti dijamin hafal Al-Qur'an. kalau cuma masalah ilmu nahwu dan shorof itu makanan kecil sehari-hari buat Gus Nur.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan 3 lainnya memberi reputasi
0
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Politikus PKB Nilai Gus Nur Tak Pantas Disebut Ulama
23-10-2020 20:55
Bukannya untuk menjadi guru/pengajar harus melewati pendidikan dulu ya ?

Karena, belum tentu anak seorang guru besar, otomatis anaknya juga jadi guru besar tanpa sekolah

Ahli matematika tidak sama dengan guru matematika
profile-picture
profile-picture
petani.syusyu dan Gemaind memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 23:14
kalo MUI tidak menentang atau diam aja, artinya sah sah saja.

kiwil aja bisa jadi ustad emoticon-Salaman:
1
profile picture
kaskus addict
23-10-2020 23:25
Di sini
Asal pake sorban
Ceramah garang
Teriak teriak, jelekin pemerintah
Asal ngomong pake bhs arab meski salah teks qurannya dah dianggap ulama oleh pengikut yang somplak
1
Memuat data ...
1 - 2 dari 2 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia