Story
Batal
KATEGORI
link has been copied
297
Lapor Hansip
23-10-2020 11:32

Ketika Influencer Lebih Terkenal daripada Tokoh Nasional

Ketika Influencer Lebih Terkenal daripada Tokoh Nasional

HAI AGAN DAN SISTA!

Dapat kita lihat, jika kian hari teknologi dan pengetahuan makin berotasi. Semuanya tak lagi sama. Tak lagi manual atau tradisional. Segalanya bisa kita dapatkan hanya dengan menggerakkan jari di layar smartphone. Ya, apapun, sekali lagi apapun bisa kita dapat secara online di era ini.

Tentu hal ini membawa banyak perubahan. Mode dan trend berubah. Gaya hidup berubah. Bahkan pola pikir pun ikut berubah. Jika dahulu--kita bila ditanya tentang cita-cita jawabannya adalah, "Ingin menjadi dokter; guru; polisi." Namun anak-anak sekarang berbeda. 

"Apa cita-citamu?"
"Saya ingin jadi youtuber."

Yup, youtuber atau seorang influencer. Keduanya sudah termasuk ke dalam profesi yang menjanjikan untuk saat ini.

So, apakah itu salah? Tidak! Sama sekali tidak. Justru bagus ketika ada anak muda yang mampu menjadikan media online sebagai sumber penghasilan dan mengeluarkan bakat mereka. Apalagi jika anak sampai termotivasi untuk menjadi sukses dan berbakat seperti idolanya. Ketimbang ngehabisin kuota buat main game 'kan? 

Namun, yang membuatnya begitu miris adalah, ketika anak-anak sekarang begitu terpaku pada sosok youtuber/influencer sehingga ia melupakan tokoh-tokoh lain yang jauh lebih 'keren' ketimbang idola mereka tersebut. Sehingga, di hati mereka sosok idola itulah yang melekat sedangkan tokoh-tokoh lain samar sekali.

Oke, back to title!

Jadi, beberapa hari lalu saya melihat video eksperimen yang dilakukan oleh seorang konten kreator di Instagram. Di mana di video tersebut, si kreator menunjukkan beberapa foto pada beberapa anak dan bertanya apakah anak tersebut tahu dengan tokoh itu atau tidak. Kemudian, jawaban yang mencengangkan pun terpapar.

Ketika sang kretor menunjukkan foto Atta Halilintar, dengan lancar anak tersebut tahu dan menjawab bahwa itu adalah foto Atta. Namun ketika diperlihatkan foto RA. Kartini, anak tersebut malah bingung dan tak bisa menjawab. Kemudian diperlihatkan pula foto seorang selebgram wanita, lagi-lagi anak tersebut bisa menjawab dengan lancar. Namun, ketika diperlihatkan gambar KH. Abdurrahman Wahid--seperti sebelumya--anak itu bingung. Bahkan ia menyebutkan bahwa Alm. Gusdur adalah anggota DPR. Pun dengan foto influencer vs tokoh nasional lain. Reaksi anak-anak masih sama. 

Bukankah itu adalah suatu fenomena yang mengecewakan?

Dulu saya juga melihat eksperimen sosial yang dilakukan oleh channel TV Trans 7 di hari lahir Pancasila. Di mana sang host menanyakan secara random butir-butir Pancasila pada pemuda/mahasiswa yang lewat di dekatnya. Miris, bahkan banyak di antara mereka yang keliru menjawabnya. 

Kemudian--tak perlu ambil contoh yang jauh--sepupu saya yang masih kelas 1 SD bisa dengan gampang mengenali wajah dari para member BTS. Ia juga bisa dengan begitu mudahnya melafalkan irama lagu Pretty Savage-nya Blackpink. Akan tetapi, ketika saya tanyakan lagu Maju Tak Gentar dan lagu wajib Indonesia Raya, ia malah tidak hafal. 

Sekali lagi, bukankah ini adalah fenomena yang mengecewakan?

Faktanya, saat ini banyak anak muda yang kenal dengan baik para youtuber, influencer, idol, dan selebriti. Akan tetapi buram sama sekali tentang tokoh-tokoh bersejarah bangsanya sendiri. Hafal banyak lagu asing, tapi gugup dalam menyanyikan lagu nasional. 

Lantas apa yang harus kita perbuat?

Sebagai seorang agent of change--pembawa perubahan--tentu kita tak bisa diam melihat fakta-fakta ini. Di mana semakin maju teknologi, semakin maju mode dan trendy, kita malah semakin  kehilangan jati diri. Jadi, untuk menghindari itu, untuk mengantisipasi agar siapa kita sebenarnya tak memburam, tentulah kita harus membatasi dan mengawasi anak-anak kita dengan sangat hati-hati.

Apakah anak dilarang untuk bermain media sosial dan menyentuh teknologi? Bisa jadi, ya, dan bisa jadi bukan. 

Ya, karena banyak dampak buruk membiarkan anak terlalu hanyut dalam euforia hingar-bingar media sosial. Selain menimbulkan efek adiktif, media sosial juga bisa mempengaruhi mental dan perilaku anak. Anak-anak tentu tak bisa menyaring informasi dengan benar, membaca komentar yang bukan-bukan, bahkan mudah terpengaruh pada "trend sampah" yang sama sekali tidak keren. Jangankan anak-anak, orang dewasa seperti kita pun kadang belum bijak dalam bermediasosial.

Dikatakan tidak karena saat ini media sosial adalah jantung kehidupan dalam teknologi dan komunikasi. Hampir seluruh golongan masyarakat memiliki akun media sosial; baik youtube, instagram, facebook, tiktok, dan lain-lain. Sehingga melarang anak sepenuhnya untuk bermain media sosial tidaklah benar. Sekarang kita bisa mengetahui berbagai pengetahuan dan melihat berbagai sudut dunia hanya lewat medsos. 

Jadi tindakan yang tepat adalah--sebagai orang tua--kitalah yang harus bijak. Bijak dalam memberikan waktu bermain medsos untuk anak. Bijak dalam membagi sesi "ini waktunya teknologi" dan "ini waktunya ilmu pengetahuan". Maksudnya, sebagai orang tua, kitalah yang menggiring anak untuk bermediasosial sambil diiringi belajar ilmu pengetahuan.

Kita pasti gak mau, kan, melihat anak begitu semangat untuk glow up agar seperti idolanya lantas lupa untuk meng-upgrade ilmu pengetahuannya. 

Perlu kita ingat bahwa dunia internet ini sifatnya seperti api. Di mana bila kecil jadi kawan, bila besar jadi lawan. Media online pun begitu; bila kita bijak, banyak sekali manfaat dan keuntungan yang bisa kita tarik. Namun bila sembrono, jangankan untung jadinya malah buntung. 

Sekian

emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)emoticon-I Love Indonesia (S)

A opini by : serbaserbi.com
Narasi : pribadi
Sumber : klik  

Thanks For Reading





GIF
Diubah oleh serbaserbi.com
profile-picture
profile-picture
profile-picture
tien212700 dan 34 lainnya memberi reputasi
35
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ketika Influencer Lebih Terkenal daripada Tokoh Nasional
23-10-2020 12:39
miris ya bre, para bocah lebih tau lagu blekping ketimbang lagu nasional
profile-picture
profile-picture
eyefirst2 dan B.a.d.b.o.Y memberi reputasi
2 0
2
profile picture
kaskus maniac
23-10-2020 13:03
Iya bree. Gak cuma bocah, yang udah gede pun banyak yg begitu. Suka sih gapapa, tapi jangan sampe lupa dengan jati diri kita
1
Post ini telah dihapus oleh KS06
profile picture
kaskus maniac
23-10-2020 14:57
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 17:27


Krna jman skrang ank2 udh pda pgang android.
1
profile picture
kaskus addict
30-10-2020 17:35
@satmofri sama pegang iOs gan wkwkwkwk
1
profile picture
aktivis kaskus
30-10-2020 17:54
@satmofri bener bre, mainannya udah bukan kelereng lagi tapi epep sama pabji wkwk
1
profile picture
kaskus addict
30-10-2020 17:59
pengenalan lagu nasional harus lebih gencar lagi sih
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:03
Hooh e gannsisss.. Mirisss bangetr pokoknyaaam. Ish ish... Mangkanyaa kalau anee ngeliat orang tua yang tetep ngajarin anaknyaa lagu-lagu nasionaal entuu rasanyaa terharruu gansis...
1
profile picture
kaskus addict
30-10-2020 19:05
@ceasilnika harus jadi contoh ortu yang kayak gini
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:08
@serbaserbi.com naaahh.... Setujuu ini mahh...suka bolehh...cuman jangan sampai lupa sama jati dirinyaa sendiri... Sukanyaa sakmadyaa sjaaa kann bissa to yaa gansiss???
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:09
@serbaserbi.com @Dodittt huwoooooo.


. Heuooo...

Kumenangisss.....

Mambayangkan....

Betapaa kejamnyaa dirimu atas diriku...

Kau duakan bangsa ini....
Kau pergi bersamanyaa....

Wowoowwo...
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:10
@satmofri sepakaaattt gansisssmmm duh duh.... Remuknyaaa keadaan anak kecil zaman now... Padahal untuk usiaa merek YAng masih di bawah lima tahun... Ketikaa sudsh mengenall android bahkan ipad.. Ya mohon maap mohon maap.. Akan mudah bosan dengan belajar model buku yang konvensional... Ish ish..
1
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:27
@doraenom @satmofri ihaaa uyeeee gansiss....benerr bangett gan sisss.. Syudaah jarang maianan maianan anak yang dimainkan... Padahal maianan konvensional entuu tuu bagus banget untuk kecerdasan anak dalam menyelesaikan masalah juga...
0
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:29
@myomyom iyaaa gan sisss. Kalau ane dulu yaa pas masih ngajar anak SD kelas 3.. Sekarang anak-anak dah masuk kelas 7 SMP...
Mereka tiaap pagi tak minta gantian mimpin doaa.. Terus mimpin lagu daerah atau lagu nasionall gannsiss....
Jadi mau kagak mau, mereka hapal dan bisaa tahu lagu yang lain.. Orang tuanyaa jugaa jadi ngajarin di rumah.. Hehheh..
0
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:30
@myomyom iyesss.... Benerr bangett gannsiss... Haruss.. Makanyaa para orang tuaa muda haruss ngajarin anak-anaknyaa sejak kecill dong yaa...
0
profile picture
kaskus maniac
30-10-2020 19:31
Namanyaa tanggung jawab orang tua entuu tidak hanya mencukupi secara materi sajaa yaa gannsiss.. Haruss jugaaa secaraa mentall, karakter, dan nasionalis...
0
profile picture
kaskus addict
30-10-2020 19:38
@ceasilnika @myomyom semangat cikgu
0
profile picture
30-10-2020 19:52
Mungkin beda cerita kalo lagu nasional di cover ama band band kekinian.
Bisa buat propaganda nasionalisme.
0
profile picture
kaskus maniac
31-10-2020 09:21
@thepacemaker @myomyom wkwkkww... Ngakak.. Cikgu cobaa...ekwkw... Maafin.. Anee bukan guru.. Wkwkw.. Ane manusia biasa yang penuh dengan dosaa.. Eaeaa
0
profile picture
kaskus maniac
31-10-2020 09:22
@krisnafebriyant propaganda nasionalisme kayak mana sih gansiss??? Ane belum masuk nih.. Ekekeke.. Kayak yang benderaa itu po?? Oleh coklat????
0
Memuat data ...
1 - 20 dari 33 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
Stories from the Heart
am-i-indigo
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Stories from the Heart
Heart to Heart
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia