News
Batal
KATEGORI
link has been copied
177
Lapor Hansip
20-10-2020 11:25

Kontraktor Jepang Tak Minat Lagi, Proyek MRT Fase 2A Molor

 Kontraktor Jepang Tak Minat Lagi, Proyek MRT Fase 2A Molor

Quote:Pembangunan Moda Raya Terpadu (MRT) Jakarta Fase 2A terancam molor karena masalah tender yang gagal di sejumlah paket pengerjaan pada segmen 2 (Harmoni-Kota). Hal ini khususnya untuk pengadaan rolling stock (kereta) yang tak dilirik sedikit pun oleh kontraktor Jepang.

Direktur Utama MRT William Sabandar menjelaskan semula proyek MRT Jakarta Fase 2A, khususnya segmen 2 (Harmoni-Kota) ditargetkan selesai pada Maret 2026. Namun, kini molor menjadi Agustus 2027.

"Akibat ada tender delay, tendernya kami harus ulang. Waktu segmen 1 (Bundaharan HI-Harmoni) itu satu kali tender kami dapat. Di segmen 2 ini ada dua kali tender, delay, sehingga segmen 2 ini Harmoni-Kota ditargetkan bergeser ke pertengahan 2027 atau lebih," ungkap William, dikutip dari Antara, Senin (19/10).

Ia menjelaskan paket pengerjaan yang tak dilirik investor Jepang adalah pengerjaan untuk rute Harmoni-Mangga Besar, pemasangan sistem rel perkeretaapian, dan jalur untuk pengadaan kereta.

Kendala terjadi di pengerjaan rute Harmoni-Mangga Besar karena tingkat kesulitan untuk pembangunan konstruksinya tinggi. Selain itu jadwal konstruksi juga ketat, yakni 57 bulan.

Hal itu membuat investor Jepang tidak berminat memasukkan penawaran pada tender pertama yang dilakukan oleh MRT Jakarta. Tender pertama itu dilakukan pada 6 Agustus-4 November 2019.

Lalu, MRT kembali melakukan tender sejak Februari hingga Agustus 2020 lalu. Namun, lagi-lagi tak ada investor Jepang yang memasukkan penawaran.


Pihak MRT menganalisa ada tiga faktor yang membuat tender kedua juga tak dilirik oleh investor Jepang. Faktor-faktor itu, antara lain keterbatasan sumber daya, pandemi covid-19, dan jadwal konstruksi cukup ketat.

Ia bilang, pemerintah Indonesia dan Jepang perlu melakukan koordinasi agar proyek MRT Jakarta tetap berjalan sesuai target. Di sini, pemerintah Jepang harus berkomitmen agar pelaku industri di Jepang terlibat dalam proyek MRT Fase 2A.

Jika investor Jepang tak juga berminat untuk terlibat dalam pengerjaan MRT Fase 2A, maka pemerintah perlu membuka kemungkinan partisipasi kontraktor internasional non Jepang.


Sumber
https://www.cnnindonesia.com/ekonomi...-fase-2a-molor

Jepang mulu
profile-picture
profile-picture
profile-picture
viniest dan 32 lainnya memberi reputasi
33
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Kontraktor Jepang Tak Minat Lagi, Proyek MRT Fase 2A Molor
20-10-2020 13:49
jepang lebih mementingkan mutu daripada hasil.
makanya jepang nolak deadline ketat kayak gitu, daripada hasilnya gak bener, mending gak ikutan.
beda sama cina, semuanya di jabanin, sekalipun harga super murah gak masuk akal, tetap d jabanin, tapi mutu made in china you know lah gimana, tapi cina gak peduli, yg penting duit udh masuk, jepang gak kayak gitu sifatnya, jepang masih care sama mutu juga.

nah sifat rezim saat ini yg serba mau cepat (biar bs pencitraan jelang pilpres), emang selaras sama sifat cina yg mau jabanin hal kek gitu. makanya banyak proyek kita d kerjain sama cina. yang satu pencitraan, yg satunya lagi serakah gak peduli mutu. klop sudah. tinggal liat aja nanti infrastruktur bikinan negara mana yg awet dan bikinan negara mana yg harus di remajakan lagi. siap siap aja pasca jokowi lengser, bakalan ada kasus2 penyimpangan infrastruktur yg ditangkap2in sama KPK pasca firli nanti.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
reid2 dan 10 lainnya memberi reputasi
10 1
9
profile picture
kaskuser
20-10-2020 16:53
Ga akan jatuh ke Cina kok, ini project loan JICA. Klo tau dunia international funding pasti tau gmana pola / skema pinjaman jepang itu gmana
5
profile picture
kaskus addict
20-10-2020 19:26
Ane entah kenapa rada setuju.. 😂
1
profile picture
kaskus holic
20-10-2020 21:44
Rezim opo sih bos? Fase 2 proyek-nya pemprov DKI yg megang 😂
1
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia