News
Batal
KATEGORI
link has been copied
142
Lapor Hansip
19-10-2020 06:41

Beredar Surat Sumitomo ke Wamenlu soal Omnibus, Apa Isinya?

Beredar Surat Sumitomo ke Wamenlu soal Omnibus, Apa Isinya?


Jakarta, CNBC Indonesia - Salah satu investor global yakni perusahaan manajer investasi asal Jepang, Sumitomo Mitsui Trust Asset Management, diketahui memberikan tanggapannya terkait dengan Undang-undang Omnibus Law Cipta Kerja (Ciptaker) yang sudah disahkan DPR pada Sidang Paripurna (5/10/2020).
Hal itu terungkap dalam surat yang beredar ramai di publik yang juga diterima CNBC Indonesia.

Dalam surat terbuka yang disampaikan Representative Director and President Sumitomo Mitsui Trust Asset Management, Yoshio Hishida kepada Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Mahendra Siregar, investor dengan tujuan investasi jangka panjang seperti Sumitomo justru merasa khawatir dengan pengesahan Omnibus Law tersebut.

Ada kemungkinan, Omnibus malah bisa berpotensi merusak iklim investasi yang sudah berlangsung cukup baik, terlebih lagi, isu Omnibus Law ini terus mendapat penolakan dari berbagai elemen masyarakat di Indonesia.

"Terdapat kekhawatiran yang kuat di antara investor jangka panjang seperti kami atas reformasi yang dapat melemahkan upaya yang telah dilakukan pemerintah selama bertahun-tahun,"kata Yoshio dalam suratnya, 15 Oktober 2020 lalu, dikutip CNBC Indonesia.

Meski demikian, kata Yoshio, mengingat Indonesia dan Jepang memiliki hubungan yang kuat dalam perekonomian dan investasi, pihaknya akan melanjutkan dialog yang lebih konstruktif dengan pemerintah agar mendapat pemahaman yang lebih baik seperti yang saat ini dikhawatirkan oleh para investor asal Jepang lainnya.

"Kami ingin melanjutkan dialog yang konstruktif dengan Anda untuk mendapatkan pemahaman yang lebih baik tentang masalah sebagai investor Jepang," ujarnya.

CNBC Indonesia mencoba mengonfirmasi kepada Mahendra terkait dengan surat ini, namun belum berbalas.

Sebelumnya, sebanyak 36 investor global (salah satunya termasuk Sumitomo Mitsui) mengirimkan surat terbuka kepada pemerintah mengenai Omnibus Law tersebut. Mereka memandang UU yang baru saja disahkan DPR awal pekan kemarin justru berpotensi merusak iklim investasi di Indonesia.

"Kami, para investor global yang bertanda tangan di bawah ini, menulis untuk menyatakan keprihatinan kami atas usulan deregulasi perlindungan lingkungan dalam RUU Cipta Kerja," kata surat terbuka para investor tersebut.

Para investor yang memiliki porsi nilai investasi mencapai US$ 4,1 triliun di Indonesia tersebut juga menyebut RUU Ciptaker berisiko melanggar standar praktek terbaik (best practice) investasi internasional.

Pelanggaran itu dinilai dapat membahayakan aktivitas bisnis yang nantinya akan menghalangi investor masuk ke pasar Indonesia. Pandangan para investor global juga bertentangan dengan maksud pemerintah yang menyatakan bahwa UU Ciptaker dirancang untuk memudahkan investasi masuk ke Indonesia.

Meski UU Ciptaker ini bertujuan meningkatkan investasi asing, namun investor menyatakan khawatir akan dampak negatif terhadap portofolio mereka secara keseluruhan di Indonesia. Sebab kelahiran UU itu berpotensi meningkatkan risiko reputasi, operasional, regulasi bagi perusahaan yang beroperasi di Indonesia.

Terkait dengan ini, Pemerintah RI, melalui Kementerian Luar Negeri, menjawab kekhawatiran 36 investor global yang sempat mengirimkan surat terbuka itu.

"Keprihatinan yang diungkapkan dapat dipahami tetapi tidak beralasan," kata Mahendra Siregar dalam surat balasan yang dikutip pada Jumat (9/10/2020).

"Undang-undang tersebut, serupa dengan banyak mitra dagang kami, dimaksudkan untuk memberikan kerangka kerja legislatif untuk mendorong pembangunan ekonomi, perdagangan dan investasi sambil menyeimbangkan masalah lingkungan, memenuhi keseluruhan kebutuhan ekonomi dan aspirasi sosial masyarakat Indonesia."

Dalam surat balasan tersebut, Mahendra mengatakan ini merupakan tantangan yang dihadapi semua negara maju dan berkembang, termasuk banyak negara asal investor dan pembeli barang Indonesia.

"PBB menyadari tantangan untuk menyeimbangkan kemajuan ekonomi dan sosial dengan lingkungan dengan mendorong penerapan UN SDGs pada tahun 2030. Indonesia menyadari pentingnya pencapaian tujuan ini," lanjutnya.

Mahendra juga menjelaskan kekhawatiran para investor mengenai kasus seperti deforestasi, emisi, dan minyak sawit.

Ia mengatakan Omnibus Law mematuhi komitmen internasional di bawah perjanjian yang sudah ada, seperti Konvensi Kerangka Kerja PBB tentang Perubahan Iklim, Konvensi Keanekaragaman Hayati, Konvensi Internasional tentang Hak Ekonomi, Sosial dan Budaya serta Konvensi Organisasi Perburuhan Internasional.

"Pemerintah Indonesia menyambut baik pandangan konstruktif dari investor asing dan pembeli barang Indonesia. Bagaimanapun, penting untuk memiliki pandangan yang seimbang," ujar Mahendra.

"Mari kita tidak menyalahkan, melainkan bekerja sama dalam tantangan bersama yang sedang dihadapi di negara maju dan berkembang. Dalam konteks ini, pernyataan diakui dan perhatian dipahami."


(tas/tas)


https://www.cnbcindonesia.com/market...bus-apa-isinya





Jika ada pihak asing yg gerah, berarti UU tersebut sudah benar.

-ebong



emoticon-Angel






Beredar Surat Sumitomo ke Wamenlu soal Omnibus, Apa Isinya?
profile-picture
profile-picture
profile-picture
m4ntanqv dan 38 lainnya memberi reputasi
39
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Beredar Surat Sumitomo ke Wamenlu soal Omnibus, Apa Isinya?
19-10-2020 08:00
Jepang iri sama cina,

bertahun2 jepang menjajah ekonomi indonesia, terutama otomotif, memaksa bbm harga rendah spy mobil laku, dampaknya macet, polusi, dan subsidi bbm meledak.

Perusahaan jepang matok banyak syarat, biaya jadi tinggi, lalu usa, eropa & arab juga sedikit invest nya,
sedangkan cina sdikit syarat, biaya rendah, siap modal.

Ini prinsip ekonomi sederhana, Indonesia berpaling ke cina, demi ekonomi dan lapangan kerja. Kata orang ini perangkap cina, sederhana, klo utang modal dimakan buat konsumsi, pasti menjerat, jadi pemerintah harus pintar manajemen nya spy utang modal jadi untung bukan buntung.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kaiharis dan 7 lainnya memberi reputasi
7 1
6
profile picture
kaskus maniac
19-10-2020 10:11
Kata siapa?

Malah banyak produk prestis jepang kagak masuk di mariemoticon-Ngakak

Jepang ngemis ke indo?

Bukannya kebalik?

Ngapain jepang loby harga bbm cuma buat pasar mobil? Emang mobil pabrikan jepang doang?

Mana ada mobil jepang bermesin turbo masuk indoemoticon-Leh Uga

Gw nunggu HRV varian turbo aja kagak nongol selain inden impor CBUemoticon-Leh Uga

Indonesia bukan prioritas utama exim jepangemoticon-Big Grin

Mana ada perusahaan elktronik sekelas sony, audio techinca, nintendo, buka cabang di siniemoticon-Big Grin

Kaburnya ke malaysia sama singapuremoticon-Big Grin
7
profile picture
kaskuser
19-10-2020 11:21
Cieee.. pendukung aseng
emoticon-Wkwkwk
1
profile picture
kaskuser
19-10-2020 12:16
@zavoyan belum bisa baca, dah ngoceh.
1
profile picture
kaskuser
19-10-2020 12:17
@gunkzriz kadrun juga pendukung asen, tp aseng aravmb yg pelit, bukan nya invest modal malah inves radikalisme dan teror.
3
profile picture
kaskus maniac
19-10-2020 12:18
@don.hegel kok bisa?
1
profile picture
kaskus addict
19-10-2020 12:47
kok ngunu
darimana datanya
1
profile picture
kaskus addict
19-10-2020 13:31
@zavoyan yg mau pake turbo di indo dikit.. yg laku kaya kacang goreng ya avanza, xenia expander dkk.. ga usha bikin ygn turbo2 di indonesia....

klo baca surat diatas kog ini perusahaan jadi berasa mengatur bangsa ya... udah lah mereka dapat tenaga kerja murah, dapat biaya overhead murah masa masih juga mau ngatur2 ngatur...

2
profile picture
kaskus maniac
19-10-2020 13:55
Baca sejarah peristiwa malari
1
profile picture
kaskuser
20-10-2020 19:38
PM baru jepang lgsg merapat
0
Memuat data ...
1 - 9 dari 9 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2020, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia