News
Batal
KATEGORI
link has been copied
83
Lapor Hansip
15-10-2020 19:48

Ini Bukti-bukti yang Bikin Anggota dan Petinggi KAMI Dijerat UU ITE

Total ada 9 tersangka yang diduga melanggar UU ITE

Konpers Mabes Polri Terkait Pelaku Hoaks UU Ciptaker (Dok. Humas Mabes Polri)

Kadiv Humas Polri, Irjen Pol. Argo Yuwono, membeberkan bukti-bukti yang membuat ketiganya menjadi tersangka.

"JH (Jumhur Hidayat) di akun Twitter-nya nulis salah satunya 'UU Memang untuk Primitif, Investor dari RRT, dan Pengusaha Rakus'. Ada beberapa twitnya, ini salah satunya," kata Argo dalam konferensi pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Kamis (15/10/2020).

1. Para tersangka disebut mengunggah konten ujaran kebencian

Jumhur Hidayat (ANTARA FOTO/Jafkhairi)

Dari penangkapan Jumhur, polisi menyita barang bukti berupa handphone, fotokopi KTP, kata-kata dari akun Twitter, hardisk, i-Pad, spanduk, kaos, kemeja, dan topi. Jumhur disebut mengunggah sekaligus menyebarkan berita bohong yang mengandung unsur ujaran kebencian.

"Yang bersangkutan kita kenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan, Pasal 15 UU 1 Tahun 1946, ancamannya 10 tahun (penjara)," kata Argo.

Kemudian Anton Permana disebut memuat konten ujaran kebencian pada Facebook dan YouTube. Salah satu contohnya, menilai multifungsi Polri melebihi dwifungsi ABRI.

"NKRI jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia. Juga ada 'Disahkan, UU Ciptaker Bukti Negara Telah Dijajah. Dan juga negara tak kuasa lindungi rakyatnya, negara dikuasai cukong, VOC gaya baru'," ungkap Argo.

Dari penangkapan Anton, polisi menyita barang bukti berupa flashdisk, handphone, laptop, dan dokumen-dokumen screen capture. Anton dikenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dan Pasal 207 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 10 tahun.

2. Syahganda Nainggolan disebut unggah informasi hoaks

Konpers Mabes Polri Terkait Pelaku Hoaks UU Ciptaker (Dok. Humas Mabes Polri)

Selanjutnya, Syahganda Nainggolan disebut mengunggah informasi hoaks lewat akun Twitter-nya, di antaranya soal menolak Omnibus Law, mendukung demonstrasi buruh, dan belasungkawa demo buruh.

"Modusnya ada foto kemudian dikasih tulisan keterangan tidak sama kejadiannya. Contohnya, ini kejadian di Karawang, tapi ini gambarnya berbeda. Ini salah satu ada beberapa dijadikan barbuk (barang bukti) penyidik dalam pemeriksaan. Juga ada macam-macam tulisan dan gambarnya berbeda," jelas Argo.

Atas perbuatannya, Syahganda dikenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 Tahun 1946 dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun.

Baca Juga: Beberkan Bukti WA Ketua KAMI Medan, Polri: Ada Perintah Melempari DPR

Massa AKBAR Sumut berunjuk rasa menolak pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja di DPRD Sumut , Senin (12/10/2020). (IDN Times/Prayugo Utomo)

Argo menjelaskan, pihaknya lebih dulu menangkap 4 orang di Medan, Sumatra Utara. Mereka adalah Ketua KAMI Medan, Khairi Amri, Juliana (JG), Novita Zahara (NZ) dan Wahyu Rasasi Putri (WRP). Khairi Amri, kata Argo, berperan sebagai admin WhatsApp Group (WAG) KAMI Medan.

"Yang disampaikan itu adalah, pertama dimasukkan ke WAG foto kantor DPR RI. Kemudian tulisannya, 'Dijamin Komplit Kantor Sarang Maling dan Setan'. Itu ada di WAG, ada gambarnya kami jadikan barang bukti kita ajukan ke penuntut umum," beber Argo.

Selain itu, Khairi Amri mengumpulkan massa untuk melempari Gedung DPR dan aparat kepolisian dengan batu. Khairi juga meminta anggota grup tidak takut dan mundur. Dia juga memberikan nasi bungkus kepada massa yang telah dikumpulkan.

Kemudian tersangka Juliana, dalam WAG tersebut menuliskan 'Batu Kena Satu Orang, Bom Molotov Membakar 10 Orang dan Bensin Berjajaran'. Bahkan, dia membuat skenario seperti tahun 1998.

"Kemudian penjarahan toko China dan rumah-rumahnya, kemudian preman diikutkan untuk menjarah. Makanya kita dapatkan bom molotovnya ini. Sama pylox untuk membuat tulisan. Ada bom molotov untuk apa? Melempar, mobil ini dilempar sehingga bisa terbakar," ucap Argo menirukan isi tulisan Juliana di WAG.

Untuk tersangka Novita, dia menyampaikan 'Medan Cocoknya di daratin'. Selain itu, 'Yakin Pemerintah Sendiri Bakal Perang Sendiri sama China'. Sedangkan tersangka Wahyu, menyampaikan wajib membawa bom molotov saat melakukan aksi.

"Ada uang Rp500 ribu. Di WAG tadi mengumpulkan uang untuk supply logistik terkumpul Rp500 ribu. Kemudian juga ada (kartu) ATM kita sita dan ini menjadi petunjuk dari pemeriksaan penyidikan berlanjut. Empat orang dari Medan ini dikenakan Pasal 28 ayat 2 juncto 45A ayat 2 UU ITE ditambah Pasal 160 KUHP, dengan ancaman penjara maksimal 6 tahun," ujar Argo.

4. Pemilik akun Twitter @podoradong juga ditetapkan sebagai tersangka


Jenderal bintang dua ini melanjutkan, polisi menetapkan pemilik akun Twitter @podoradong bernama Deddy Wahyudi sebagai tersangka.

"Yang bersangkutan ada 4 akun, kemudian ribuan followers. Menulis bahwa 'Bohong Kalau Urusan Omnibus Law Bukan Urusan Istana, tapi Kesepakatan'," kata Argo.

Deddy dikenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Dan tersangka terakhir, bernama Kingkin Anida. Argo menuturkan, Kingkin mengunggah butir-butir Pasal UU Ciptaker melalui Facebook. Butir-butir pasal itu, kata Argo, tidaklah benar.

"Dia nulisnya 13 butir UU Ciptaker, semua bertentangan. Ya intinya dia menyiarkan berita bohong di Facebook, motifnya menolak," tuturnya.

Atas perbuatannya, Kingkin dikenakan Pasal 28 ayat 2, 45a ayat 2 UU ITE, Pasal 14 ayat 1 dan 2 dan Pasal 15 UU Nomor 1 tahun 1946 dengan ancaman penjara maksimal 5 tahun.

Baca Juga: Polri Tak Beri Izin Gatot Nurmantyo Menjenguk Petinggi KAMI

https://www.google.com/amp/s/www.idn...dijerat-uu-ite

Jelas dan terbukti tulisan, bukan kumpul2 gk jelas rencana mau makar seperti sri bintang pamungkas.

emoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Ganemoticon-Cendol Gan

Ini Bukti-bukti yang Bikin Anggota dan Petinggi KAMI Dijerat UU ITE
Diubah oleh kartu.prakerja
profile-picture
profile-picture
profile-picture
yohannes.adi dan 11 lainnya memberi reputasi
10
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Ini Bukti-bukti yang Bikin Anggota dan Petinggi KAMI Dijerat UU ITE
15-10-2020 20:05
nulis begitu di tangkap????



contohnya ini :

"NKRI jadi Negara Kepolisian Republik Indonesia. Juga ada 'Disahkan, UU Ciptaker Bukti Negara Telah Dijajah. Dan juga negara tak kuasa lindungi rakyatnya, negara dikuasai cukong, VOC gaya baru',"

hanya nulis begitu ditangkap?????





Diubah oleh isengajah02
profile-picture
profile-picture
profile-picture
lontongpecell dan 2 lainnya memberi reputasi
2 1
1
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 20:40
yg ngatain dokter cukong who aja dibui, apalagi ini ngatain polri

sudah derita mereka itu

emoticon-Jempol
0
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 21:11
@auto.banned

keanekaragaman berpendapat itu harusnya tidak dibredel atau ditangkap, sekalipun itu negatif dan kasar

atas dasar isi kepala orang itu beraneka ragam dan bukan robot

itulah ciri khas negara yg maju
negara maju karna publik kritis
publik kritis karna sdm bagus
publik kritis ini yg menjaga pejabat2nya dalam menjalakan roda negara ini

kalau yg berbeda pendapat udah dibrangus atas nama pasal uu ite, rakayt jd robot

secara alam bawah sadar, rakyat dilarang berbeda dan takut utk kritis

hanya dgn alasan smua itu demi atas nama kepentingan negara

contoh utamanya, kalimantan penuh dgn tambang dan kelapa sawit, dimana sdm disana rendah sehingga mudah dikontrol dan blum kritis
jadinya dgn gampang utk buka tambang

coba klo masyarakat kalimantan kritis, pasti pengembangan sdm sejalan dgn perkembanga yg ada, negara dipaksa utk memakmurkan masyarakat kalimantan begitu banyak tambang dibuka
1
profile picture
kaskuser
15-10-2020 21:49
@auto.banned Yang ngelaporin Jerinx itu IDI. Bukan Polri. Bisa aja jerinx gak duhukum, asal laporannya dicaput oleh IDI.
-1
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 22:05
@gopenx

ya karna dah terbawa stigma alam bawah sadar itu, beda pendapat itu hal yg tabu, aplg pendapat yg berbeda itu nyangkut harga diri, ya langsung lapor emoticon-Big Grin
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:08
@isengajah02

kritis tidak perlu menghina..., kritis itu bebas tidak ada yg larang dibelahan dunia manapun... beda dgn menghina
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:12
@isengajah02 nahh itu diaaa.... krn stigma alam bawah sadar itulah... yg selalu membenarkan, klo orang menghina itu orang kritis

emoticon-Shakehand2
3
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:15
Uu ITE ujaran kebencian terlalu bias .

Tudingan komunis bisa semakin nyata krn uu ini mempermudah penguasa menciduk siapapun yg dianggap melakukn ujaran kebencian.

Siapapun yg mengatai saya bodoh d medsos bisa saya tuntut . . Wkwkwk . .
.
0
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 22:17
@auto.banned


bahas soal kritis, menghina, ejekan dan sejenisnya itu sangat sangat subjectif

meributkan apa itu kritis, apa itu menghina, jadinya debat kusir

kritis dgn menghina jg jadi kabur, dgn subjectif bisa jd 11 analisa padahal yg bahas 10 org, ujung2nya jd debat kusir

contohnya:
dokter cukong who aja dibui ----> bagi IDI ini menghina
trus bawa pasal karet uu ite utk melapor ke polisi
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:28
@isengajah02

faktanya

idi selama pandemi, ratusan bahkan ribuan orang kritisi, dr berbagai media apa semua dilaporin ke polkis?

giliran idi dihina dikatain cukong..., mana lagi pake nantangin polkis..., yaa game over

ga perlu pake debat palagi pake kusir ini mah

emoticon-Shakehand2
1
Post ini telah dihapus oleh KS06
Post ini telah dihapus oleh KS06
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 22:35
@auto.banned


sama toh emoticon-Big Grin
itu argumen elu, trus gw punya kontra argumen elu, selanjutnya kita berdebat trus karna gw gak setuju dgn argumen elu,, ujung2nya jd debat kusir emoticon-Big Grin
jd nya ane yg bloon, nape jg ane hanyut debat kusir emoticon-Big Grin

itulah nape ane bilang sangat subjectif emoticon-Big Grin
makanya lebay nangkapin jeringx hanya karna mengatain idi cukong dan nantangin polis dgn pasal karet emoticon-Big Grin

duit negara buat ngurus jering utk biayain polisi, jaksa dan hakim mengurusi kasus jering jd terbuang percuma

mending duit ngurus kasus jering itu dibagi2in ke ane emoticon-Big Grin
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:37
@isengajah02
Agan banned cuma kksih tips survival d negri ini. . Wkwkk
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:45
@eddy03 @isengajah02

nah ini
yg sedang sedang aja


emoticon-Shakehand2
0
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 22:45
@eddy03


intinya sih hanya karna masalah harga diri dan kepentingan abadi yg bersama dan yg sejalan emoticon-Big Grin


yg penting pendewasaan berpikir itu adalah
dalam politik, tidak ada kawan dan lawan abadi,
yg ada hanyalah kepentingan abadi
emoticon-Big Grin

klo rakyat udah memahami ini dgn baik, pasti sejalan dgn rakyat yg selalu kritis emoticon-Big Grin
1
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:47
@isengajah02

klo ini saya setujunya
sangat setuju sekali



emoticon-Shakehand2
0
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:48
@cebicebidoo

klo ini....
kabur ajaaaaa

............... emoticon-Ngacir
1
profile picture
kaskus maniac
15-10-2020 22:50
@isengajah02
Yoi gan. Mungkin kita bersebrangan utk hal lain tp pemahaman freedom of speech perlu diketahui lbih byk org khususnya generasi brikutnya. Itu 1-1 nya cara utk memperbaiki kondisi negara tp butuh puluhan thun. Moga ga mkin komi aj. . .bisa berdarah" utk kluar.
1
profile picture
kaskus addict
15-10-2020 23:00
@eddy03

utk sekarang sangat susah

salah satu indikatornya, selama masih ada grassroot grassroot itu, selama itu pula punya power utk mendominasi keadaan

conthnya ormas2 dan partaik partaik, kekuatannya grassroot

ikut itu bukan atas idealisme maju, tp karna ikut2an alias robot
0
profile picture
kaskus maniac
16-10-2020 05:34
Harusnya ndak usah main tangkep2an
Cukup dihilangkan saja, lebih baik
-1
Memuat data ...
1 - 20 dari 22 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia