News
Batal
KATEGORI
link has been copied
158
Lapor Hansip
09-10-2020 11:20

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK
Iwan Fals

MATA INDONESIA, JAKARTA-Aksi unjuk rasa di beberapa daerah di Indonesia, yang menolak undang-undang (UU) Cipta Kerja membuat musikus Iwan Fals turut berkomentar.

Dirinya khawatir dengan aksi demo yang digelar di tengah pandemi virus corona (Covid-19), karena bakal menyebabkan klister baru.

Tak hanya itu ia, menyarakan bagi pihak yang kecewa terhadap UU Cipta Kerja tersebut seharusnya mengajukan uji materi (judicial review) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

“Waduh saya belum baca UU itu, 1000 halaman lebih katanya, tapi menurut saya klo kecewa dgn Omnibus Law gugat aja ke MK. Kalau demo kayak gini serem pandeminya itu lo…,” tulis Iwan Fals dalam akun Twitter pribadinya, @iwanfals, Jumat 9 Oktober 2020.

Sebelumnya, Iwan Fals juga sempat berkicau soal demo massa penolak UU Cipta Kerja melawan keputusan yang sudah disahkan.

“Demo omnibus law lawannya keputusan sah, tentara dan polisi, yg paling serem ya pandemi…ati2 ah…,” tulisnya pada Selasa, 6 Oktober 2020.

Cuitan itu pun ramai ditanggapi warganet. Musikus kondang itu pun menjelaskan maksud cuitannya tersebut.

“Gini lo, kalau mati sendiri ya silahkan sajalah, tapi kalau “ngajak2″ orang lain nah ini yg berabe, orang lain kan berhak hidup, iye kan kan kan kan…selamat hari Rabu semoga semakin seru hidupmu dan tambah bahagianya tentu saja, sayangi diri, orang lain & keluargamu.” tulis @iwanfals.

Sebagaimana diketahui, aksi massa menolak UU Cipta Kerja terjadi di sejumlah daerah kemarin. Terjadinya kerumunan saat aksi massa dinilai Satgas Penanganan Covid-19 dapat menyebabkan klaster baru Covid-19.

Sumber Disini gan !!
profile-picture
profile-picture
profile-picture
jokopengkor dan 15 lainnya memberi reputasi
12
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK
09-10-2020 11:47
setuju ane sama IF emoticon-thumbsup

kenapa dulu jaman orba IF keras dan gahar..

krn jaman itu betul2 rezim militer dan tertutup. Berita dan informasi pun belum terbuka masih tersentral/di kontrol oleh pemerintah orba (*dulu makanya ada Departemen Penerangan yg tugasnya mengontrol mass media)

Bayangkan mau bersuara aja dibungkam, IF nyanyi bento aja masuk penjara emoticon-Frown

Media bikin berita mengkritik pemerintah, besoknya dibredel, ga bisa terbit/siaran lagi.

DPR/MPR juga cuma slapstik aja. Isinya sebenernya orang2 pemerintah juga ga ada oposisi, yg mana itu semua berproses TANPA LOBI. ibaratnya orba ini kaya benteng besi dan kita dikurung di dalamnya. Mau bicara , beropini susah ?

Prosedur Konstitusi yg mengarah ke pemerintah seperti MK gugatan pun cuma pajangan aja ibarat mobil koleksian yg ga pernah dipake jalan

Makanya pecah Demo 98 krn itu jalan satu2nya berbicara dan melawan.


Setelah reformasi...?

Semua udah terbuka.
Informasi berita pun bebas yg pro/anti pemerintah. Yg hoax juga bebas
DPR ada oposisi, ramai lobi2, bebas lobi-melobi
Mekanisme hukum seperti gugatan MK juga dibuka

Kalo hari ini semua udah tersedia ya tinggal dipake aja.

Bener kata IF, ketika semua mekanisme terbuka dan tersedia terus kita melawan pakai cara2 dulu yaa malah bikin kita keliatan dungu.

Ibarat orang udah di kasih korek zippo eh malah koreknya ogah pake. Malah gesek2 batu buat nyalain api emoticon-Nohope

Ngga suka omnibus law ? yaa ajukan gugatan ke MK sesuai prosedur.

Kalo ternyata anda kecewa kenapa fraksi partai pilihan anda malah berbalik pro pemerintah...ya jangan salahin pemerintah.

Anda yg introspeksi kenapa dulu pilih mereka. Jadi partainya yg di demo emoticon-Big Grin emoticon-Big Grin

Kalo mekanisme hukum ga dipake
Malah aksi demo liar berujung anarkis
Nyalahin pemerintah bukannya fraksi partai pilihan anda ?

Itu artinya simpel..

Anda ditunggangi emoticon-Angkat Beer


.
profile-picture
profile-picture
profile-picture
Exogenexuz dan 34 lainnya memberi reputasi
34 1
33
profile picture
kaskus maniac
09-10-2020 11:59


Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK
0
profile picture
kaskuser
09-10-2020 12:08
Setuju banget gan...persepektifnya sangat menarik, dari celah sempit yang sebenarnya menganga...salute
1
profile picture
kaskus geek
09-10-2020 13:01
Setuju banget gan, bener2 mewakili isi hati nih. Mungkin yg ngerasain era P. Harto doang yg ngerti.
2
Post ini telah dihapus oleh KS06
profile picture
kaskus geek
09-10-2020 13:05
Gan, ane mohon ijin quote komentarnya ke trit ane ya?
0
profile picture
kaskus maniac
09-10-2020 13:57
Mantap 😎, kadrun kgk nyampek otak nya 😊
0
profile picture
kaskus addict
09-10-2020 14:21
very nice

malah ane berimajinasi klw itu mahasiswa pada gabung lalu pilih yg paling pinter buat mewakili seluruh mahasiswa lalu viralkan di sosmed dan media lain , ane yakin banyak lawyer yang akan bantuin ke MK karena buat ajang promosi juga buat mereka , disorot karena membantu mahasiswa popularitas lawyer tsb naik , mahasiswa juga kebantu ..

orang perpendidikan tinggi harusnya memanfaatkan jalur yang resmi , bukan pake cara" jadul
1
profile picture
kaskus addict
09-10-2020 14:57
Good opinion .. cuma buat para buruh baca belakangan demo paling penting





Iya kalo dibaca tuh draft nya emoticon-Hammer2
1
profile picture
kaskus addict
09-10-2020 17:45
Mantap bre emoticon-2 Jempol
0
profile picture
kaskus holic
09-10-2020 19:20
Ntaps gan, cebong sama kadrun ga akan kepikiran yg ginian
0
profile picture
kaskus addict
10-10-2020 05:21
Nyahahahaha...BLOG, dari jaman UU MD3, UU MK, UU KPK, UU MINERBA, semua udah mengakuken JR...kagak ada yang lolos...Jilatin terus BLOG taiknya dongokwi...
0
profile picture
kaskuser
10-10-2020 06:42
Departemen Penerangan, Wkwkwk jadul bgt ya, Mentri Penerangan terakhir itu Harmoko bukan yak,
1
profile picture
10-10-2020 11:51
gan ane ijin pinjem buat trit ane ya. btw sekalian mampir gan kalo sempet

Quote:Original Posted By fightclub2020
4 Alasan Aksi Demo Tidak Seharusnya Dilakukan Mahasiswa Muslim

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK


Halo gansis..

Inilah hal-hal yang menjadi alasan bagi mahasiswa muslim untuk ikut melakukan aksi massa - demonstrasi - unjuk rasa (kadang modus diperhalus dg sebutan 'aksi damai' )

Subjeknya ane persempit sebagai mahasiswa, karena generasi ini yg masih darah muda, berkobar2 dan gampang disulut

Kemudian atributnya 'muslim' untuk melihat hal-hal itu dari perspektif muslim

Mari kita kuuuy...

1. Demonstrasi adalah praktik ajaran Komunis & Marxisme

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK


Demonstrasi (aksi pagelaran massa) pertama kali dipopulerkan oleh Lenin, tokoh komunis Unisovyet. Di tahun 1917 Lenin memprovokasi kaum proletar (buruh) untuk mogok dan melakukan aksi protes melawan Kerajaan Tsar Rusia yg berkuasa saat itu selama berhari2 dan menebarkan kekacauan dan teror yg puncaknya adalah para buruh bersama Lenin melakukan pemberontakan bersenjata dan menggulingkan (kudeta) kekuasaan Tsar dan mendirikan Republik Unisovyet berhaluan Komunis-Marxisme, dengan menumbalkan korban di kedua belah pihak.

Modus yg sama terjadi dalam berdirinya negara RRC di Tiongkok dan aksi2 massa PKI th 1965 di Indonesia dulu.

Konon Ketua PKI DN Aidit dan Muso saat bergabung dg Komintern (Komunis Internasional) menjalani pembekalan di Unisovyet. Mata kuliah wajib yg mereka pelajari diantaranya metode pagelaran massa (aksi demo) dan teknik agitasi dan propaganda, yg menjadi ciri khas partai-partai berhaluan komunis-marxis di seluruh dunia.

Metode aksi massa ini merupakan tafsiran Lenin atas ajaran Karl Marx (Marxisme) bahwa kemenangan kaum proletar (buruh) dapat terjadi hanya melalui benturan langsung atau pergulatan antar kelas - borjuis kapitalis vs proletar.

Tidak dianjurkannya mahasiswa muslim untuk berdemo sebagaimana sabda Nabi Muhammad Saw. yaitu barang siapa mengikuti suatu kaum maka dia adalah bagian dari kaum tersebut.

Akidahnya muslim tapi prilaku Leninis-Komunis ? Hmmm ngga banget lah yaa


2. Diperintahkan Melawan lewat Diplomasi

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK


Bila melihat penguasa yg kita anggap zolim, diperintahkan untuk : Menguasai masalah - Berwawasan - Bertutur kata - Santun. Ini semua disebut BERDIPLOMASI atau tabligh.

Diplomasi itu penting karena dg ini kita bisa mencapai win-win solution, menghindari kemudharatan dan memenangkan perang tanpa pertempuran dan jatuh korban.

Bahkan ahli perang Tiongkok kuno, Sun Tzu mengatakan 'Kemenangan sejati adalah kemenangan yang diraih sebelum pertempuran itu dimulai'

Kalau belum sanggup berdiplomasi lalu kita kudu ngapain dong ? Ya belajar sih, menambah wawasan, mengasah keahlian.

Pun kalo kita belum bisa berdiplomasi itu artinya memang kita belum memahami masalahnya dan belum waktunya bagi kita untuk memecahkan masalah itu. Kalau kita belum paham masalahnya lalu kebelet melakukan aksi yaa artinya kita sudah ditunggangi emoticon-Frown

Kalau cuma aksi bergerombol unjuk rasa, angkat spanduk, teriak2. Itu ngga perlu belajar, apalagi memahami masalah, siapapun bisa. Bahkan bocil medsos pun bisa emoticon-Big Grin

Ngga level lah yaa yg begitu dg status 'mahasiswa'


3. Bukan Muhrim

Saat aksi demo, massa yg banyak bercampur tidak bisa dipisahkan lagi antara mahasiswa laki2 dan perempuan. Sudah sangat tentu ini tidak sesuai dengan karakter muslim yg sangat protektif bukan hanya dari maksiat bahkan dari bibitnya.

Emang ada ayatnya kakaaa ? cari sendiri yaa..


4. Pendapat Ulama

Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK


Tidak banyak ulama yang berani menyoroti hukumnya berdemonstrasi dalam islam. Sebab sebagian ulama ada yg sudah menganggap aksi demo itu 'jihad'. Mungkin juga beberapa dari mereka takut dituduh fanatik anti-demokrasi karena melarang demo.

Tapi hey, aksi demo itu cuma atribut demokrasi lhoo...bukan demokrasi itu sendiri. Banyak cara dalam sistem demokrasi untuk menyampaikan pendapat selain aksi demo. Bahkan di banyak negara eropa warganya jarang demo, kecuali para simpatisan partai berhaluan kiri atau komunis-marxis (yg memang aksi demo itu adalah modulnya) di Eropa.

Pertimbangan para ulama yg melarang demo tak lain adalah MUDHARAT atau dampak negatif yg 'mendompleng' aksi demo itu sendiri seperti ditunggangi kelompok dg niat terselubung, dibonceng kelompok2 anarkis yg ingin mengail untung di dalam kerusuhan massal bakar2an, jatuhnya korban nyawa dsb

Masih mau demo ?

Hmm belajar aja deh yaa. Biar otak, akal dan lisan kamu tajam dan tidak tumpul seperti orasi mu atau mati seperti spanduk aksi mu

".. dan Allah menimpakan kemurkaan kepada orang-orang yang tidak mempergunakan akalnya." (QS Yunus : 100)


jangan lupa cendolnya gansis dan emoticon-Rate 5 Star


Iwan Fals: Kalau Kecewa Terhadap UU Cipta Kerja Gugat ke MK


0
profile picture
kaskus addict
12-10-2020 21:54
@s.o.s.s.o atas instruksi bapak presiden.... (lanjukan sendiri)
0
Memuat data ...
1 - 14 dari 14 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia