News
Batal
KATEGORI
link has been copied
52
Lapor Hansip
09-10-2020 08:20

Menanti Suara Jokowi di Tengah Gelombang Penolakan UU Cipta Kerja...

Menanti Suara Jokowi di Tengah Gelombang Penolakan UU Cipta Kerja...

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden Joko Widodo belum buka suara terkait pengesahan UU Cipta Kerja oleh DPR RI sejak Senin (5/10/2020) lalu.

Padahal, eskalasi penolakan terhadap undang-undang sapu jagat itu semakin tinggi.

Tidak hanya di seputar Istana Kepresidenan dan Gedung DPR/MPR RI saja, aksi unjuk rasa menolak UU Cipta Kerja juga digelar di sejumlah kota besar di Indonesia.

Bahkan, hingga unjuk rasa elemen buruh dan mahasiswa di dekat Istana Kepresidenan yang digelar Kamis (8/10/2020) berubah menjadi anarkis, Kepala Negara masih saja bungkam.

Publik jadi tidak mengetahui pasti, bagaimana sikap Kepala Negara yang merupakan pengusul UU itu.

Sempat panggil bos buruh

Pada hari disahkannya UU Cipta Kerja Senin lalu, Presiden Jokowi sempat memanggil dua pimpinan serikat buruh ke Istana Kepresidenan.

Keduanya, yakni Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Indonesia (KSPI) Said Iqbal dan Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea.

Dua pentolan serikat buruh itu tiba di Istana sekitar pukul 13.45 WIB.

Namun, tak ada keterangan yang diberikan Presiden Jokowi usai pertemuan tersebut.
Dua bos buruh juga langsung meninggalkan Istana tanpa memberi keterangan kepada awak media yang menunggu.


Tak lama setelah pertemuan tersebut, wakil rakyat di DPR memulai rapat paripurna. Hasilnya, RUU yang ditolak para buruh dan pekerja itu disahkan menjadi UU.

Andi Gani baru bicara keesokan harinya. Andi mengungkapkan bahwa dalam pertemuan itu, ia dan Said Iqbal memaparkan pasal-pasal bermasalah dalam RUU Cipta Kerja ke Presiden Jokowi.

"Kami menyampaikan pasal-pasal mana yang kami anggap merugikan dan sudah pasti menyengsarakan buruh Indonesia," kata Andi.

Pasal yang diungkapkan Andi, antara lain mengenai pesangon buruh yang dikurangi, tenaga kerja asing dan outscorcing.

Andi tidak menceritakan lebih rinci apa respons Presiden Jokowi mengenai pasal-pasal bermasalah yang ia sampaikan tersebut.

Sementara, Said Iqbal membantah adanya tawaran jabatan atau dari Presiden Jokowi dalam pertemuan itu.

Said pun menegaskan, para buruh akan melakukan mogok nasional selama 6-8 Oktober untuk memprotes pengesahan UU Cipta Kerja.


Tiga hari tanpa respons

Sesuai pernyataan Said Iqbal, buruh dari berbagai daerah pun turun ke jalan untuk memprotes UU Cipta Kerja selama tiga hari berturut-turut.

Selain buruh, mahasiswa juga turut ambil bagian dalam aksi unjuk rasa ini.

Demonstran menuntut Presiden Jokowi mencabut UU Cipta Kerja melalui peraturan pemerintah pengganti undang-undang (Perppu). Bentrok dengan aparat kepolisian tak terhindarkan di sejumlah daerah.

Namun selama tiga hari berturut-turut, Presiden Jokowi tidak buka suara.

Pada Selasa (6/10/2020), Presiden mengikuti rapat terbatas membahas Korporasi Petani dan Nelayan dalam Mewujudkan Transformasi Ekonomi, di Istana Bogor. Tidak ada pernyataan soal Omnibus Law UU Cipta Kerja.

Keesokan harinya atau pada Rabu (7/10/2020), Presiden Jokowi kembali beraktivitas di Istana Bogor. Namun agendanya internal alias tidak untuk diliput media.

Pada Rabu sore, Ia terbang ke Solo untuk nyekar atau ziarah ke makam ibunda. Usai ziarah, Kepala Negara bertolak ke Yogyakarta untuk menginap di Istana Kepresidenan Gedung Agung.

Mantan Wali Kota Solo itu pun masih belum mengeluarkan pernyataan soal UU Cipta Kerja.

Pada Kamis pagi, Presiden Jokowi bertolak dari Bandara Adi Sucipto, Sleman, menuju ke Palangkaraya, Kalimantan Tengah. Ia memantau lahan yang akan dijadikan lumbung pangan di Pulang Pisau.

Di sana Jokowi juga membagikan bantuan modal bagi pelaku usaha mikro.
Pada hari yang sama, massa buruh dan mahasiswa bergerak ke Istana Negara untuk menuntut Presiden Jokowi mencabut UU Cipta Kerja. Namun, lagi-lagi tak ada respons.

Presiden sebenarnya sempat menyampaikan pernyataan di Kalimantan Tengah, namun hanya terkait lumbung pangan. Kepala Negara tidak menyinggung soal UU Cipta Kerja atau pun aksi unjuk rasa yang berujung anarkis.


Buku Putih Wong Licik

-------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

"Publik jadi tidak mengetahui pasti, bagaimana sikap Kepala Negara yang merupakan pengusul UU itu...."

Sabar! Berikan waktu proccesornya di kepalanya untuk bekerja, bray. Jangan dipaksa memproses isu berat itu otak seri Celeron lawas.
Kalau dipaksa malah bisa-bisa nge-hang, loe juga yang bakalan repot, yang plonga-plonga melototin layar biru. emoticon-Wakaka

 Trus CRTL+ALT+DEL gitu? emoticon-Leh Uga
profile-picture
profile-picture
profile-picture
kenwong12 dan 9 lainnya memberi reputasi
8
Masuk atau Daftar untuk memberikan balasan
Menanti Suara Jokowi di Tengah Gelombang Penolakan UU Cipta Kerja...
09-10-2020 09:20
Quote:Original Posted By b3jo.asoy
[b]

Sabar! Berikan waktu proccesornya di kepalanya untuk bekerja, bray. Jangan dipaksa memproses isu berat itu otak seri Celeron lawas.
Kalau dipaksa malah bisa-bisa nge-hang, loe juga yang bakalan repot, yang plonga-plonga melototin layar biru. emoticon-Wakaka

 Trus CRTL+ALT+DEL gitu? emoticon-Leh Uga


biasanya udah susah pake CTRL + ALT + DEL gan kl udah ky gitu. Palingan hard shut down (teken power lama), nyalain lagi booting, masuk mode BIOS, baru bisa. Sukur2 lngsng format ulang aja semua biar reborn, kali2 aja jadi bener.
Diubah oleh nazwa.shop
profile-picture
eyefirst2 memberi reputasi
1 0
1
profile picture
kaskuser
09-10-2020 09:46


Mau procie rendah yang pentint cocok (procie+mobonya) Yang parah orang yg merasa pinter tp salah milih procie yg untuk mobonya... Sampe botak sariawan tinggal gerutu terus.
0
profile picture
kaskus addict
09-10-2020 09:48
@jongkicok Ga ngerti gan ente ngomong apa emoticon-Mewek
0
profile picture
kaskuser
09-10-2020 10:02
Salah quote emoticon-Ngakak
0
Memuat data ...
1 - 3 dari 3 balasan
icon-hot-thread
Hot Threads
obrolan-hangat-logo
Obrolan Hangat
Copyright © 2021, Kaskus Networks, PT Darta Media Indonesia